Selamat datang di situs resmi pemerintahan kabupaten gunung mas
Kurang Gizi Membuat Anak Lambat Dalam Perkembangan Fisik
02/10/2017

Kurang Gizi Membuat Anak Lambat Dalam Perkembangan Fisik

Gunung Mas – Pemenuhan hak atas pangan diutamakan berasal dari produk dalam negeri sehingga Indonesia mampu menjadi Negara yang mandiri dan berdaulat dengan tujuan akhir menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati Gunung Mas Rony Karlos saat membuka multi Stakeholder Forum (MSF) program kesehatan dan gizi berbasis masyarakat untuk menurunkan stanting (bertumbuh pendek akibat kurang gizi), kegiatan tersebut di gelar di aula Badan Perencanaan Penelitian dan Pembangunan Daerah (BP3D) Kabupaten Gunung Mas, kamis, (10/8/2017).

Berdasarkan data direktorat data Gizi masyarakat Dirjen Kesejahteraan Masyarakat Kementeriaan Kesehatan Republik Indonesia (RI) tahun 2016, presentase balita kurang gizi usia 0-23 bulan secara Nasional adalah 11,95 persen. Provinsi Kalimantan Tengah untuk bayi usia 0-59 bulan berdasarkan indeks berat badan/ usia kasus gizi buruk dan kurang sebesar 23,3 persen sedangkan Kabupaten Gunung Mas pada urutan ke 10 denagan pesentase 19,2 persen.

“Balita usia 0-59 bulan yang memiliki kasus pendek dan sangat pendek untuk Provinsi Kalimantan Tenagah seberar 33,3 persen dan Kabupaten Gunung Mas menempati urutan ke enam dengan persentase 32,8 persen,” imbuhnya.

Stanting memberi banyak dampak negatif. Guna mengatasinya, diperlukan upaya di sektor-sektor lain. Upaya yang lebih komperhensif dan terpadu dengan melibatkan multi pihak perlu dilakukan dalam menghadapi tantangan tersebut.

Dalam hal kegiatan ini tersebut Sekretaris BP3D Kabupaten Gunung Mas Drs. Elisa mengatakan, program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman para pemangku kepentingan, memahami strategis pencegahan sensitif, speksifik yang dapat dilakukan tiap individu, serta adanya rencana dan komitmen untuk mencegah stanting di Kabupaten Gunung Mas.

Penyelenggaran kegiatan ini kita lakasanakan selama dua hari yakni 10-11 Agustus dengan peserta dari Pejabat Pemkab Gunung Mas Eselon II dan III untuk para Narasumber berasal dari Bapenas, IMA World Health, Bappeda Provinsi Kalteng,” tendasnya.

Pres Release HUMAS KOMINFO, SP

5 Berita Terbaru


Menu


Banner








Link


Download