by Han | Sep 5, 2022
gunungmaskab.go.id – Kuala Kurun – Sekretaris Daerah Kabupaten Gunung Mas (Gumas) Yansiterson memimpin kegiatan Rapat Konsolidasi dan Pembahasan Program Kerja Forum Kabupaten Gunung Mas Sehat (FKGMS) yang di gelar di Aula Lantai I Kantor Bupati Gumas, Senin (5/9/2022).
Dalam sambutannya Sekda Gumas mengatakan “Kabupaten/Kota sehat adalah suatu kondisi Kabupaten/Kota yang bersih, nyaman aman dan sehat untuk dihuni penduduk, yang dicapai melalui terselenggaranya penerapan beberapa tatanan dengan kegiatan yang disepakati masyarakat dan Pemerintah Daerah,” ucapnya.

foto : Sekda Gumas Yansiterson saat memimpin rapat di Aula Lantai I Kantor Bupati Gumas, Senin (5/9/2022).
Untuk diketahui FKGMS dibentuk dan dikukuhkan oleh Bupati Gumas Jaya Samaya Monong pada tanggal 18 Mei 2022 lalu melalui Keputusan Bupati Gunung Mas Nomor 164 tahun 2022, yang keanggotaanya terdiri dari berbagai beberapa instansi perangkat daerah terkait dan organisasi lintas sektor lainnya untuk saling bersinergi untuk mewujudkan kabupaten sehat.
Hal ini diwujudkan dengan menyelenggarakan semua program yang menjadi permasalahan atau potensial di daerah, yang secara bertahap dimulai dengan kagiatan prioritas bagi masyarakat di kecamatan dan desa/kelurahan dengan koordinasi, kolaborasi, sinergitas serta integerasi lintas sektor/lintas program.

Foto : Ketua Umum FKGMS Mimie Mariatie Jaya S. Monong saat menyampaikan pidatonya.
Adapun permasalahan yang ditekankan dalam rapat tersebut mengenai Open Defecation Free (ODF) atau stop buang air besar sembarangan di Kabupaten Gunung Mas sebagai syarat mengikuti penilaian di tahun 2023 yang dipaparkan oleh Kepala Bappedalitbang Gumas Yantrio Aulia, yang dilanjutkan dengan diskusi mengenai Rencana Kerja dan program kerja FKGMS.

Foto : Kepala Bappedalitbang Gumas Yantrio Aulia saat menyampaikan paparannya.
Lebih lanjut, Ketua Umum FKGMS Mimie Mariatie Jaya S. Monong menandaskan “Guna mendukung pelaksanaan tatanan tersebut di masyarakat dengan membentuk forum/pokja di tingkat kecamatan/kelurahan/desa sehat sesuai dengan kegiatan dan kebutuhan masyarakat dan menyusun program kerja jangka pendek dan jangka panjang,” pungkasnya.
Turut hadir Anggota DPRD Gumas Iceu Purnama Sari selaku ketua harian FKGMS, tokoh masyarakat, tokoh agama, kepala dan perwakilan Perangkat Daerah terkait, Lurah Tampang Berjoaldi dan para pengurus yang terlibat dalam tim.
by Han | Sep 2, 2022
gunungmaskab.go.id – Kuala Kurun – Dalam rangka mendukung upaya Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Gumas) dalam mewujudkan smart tourism, maka harus dilakukan pembangunan kepariwisataan berkelanjutan, secara khusus di Desa Hurung Bunut yang ditetapkan sebagai Desa Wisata pada tahun 2016.
Dalam mensukseskan program tersebut Pemkab Gumas berkomitmen untuk mendukung dalam pengembangan objek wisata yang ada di Desa Hurung Bunut dengan melakukan upaya-upaya strategis, dengan segera membentuk Tim Terpadu Percepatan Pembangunan Pariwisata Daerah Kabupaten Gunung Mas, yang pada tahun 2021 telah melakukan pertemuan yang ke III dengan agenda pembahasan kembali matrik kerja dan evaluasi akhir program kerja tim.

Foto : Kepala Desa Hurung Bunut Doni saat di wawancara Tim Redaksi gunungmaskab.go.id di Kantornya, (25/8/2022).
Dalam hal ini Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) berdasarkan hasil Notulen Rapat yang ditandatangani Wakil Bupati Gumas Efrensia L.P Umbing, yaitu mempersiapkan program promosi di tahun 2022 serta mendukung kepariwisataan dengan tetap mempromosikan melalui media website gunungmaskab.go.id dan Radio Hamauh FM.
Maka dari itu, Kepala Diskominfosantik Ruby Haris menugaskan Tim Redaksi gunungmaskab.go.id melakukan peliputan ke Desa Hurung Bunut untuk menggali potensi yang ada di desa tersebut. Kamis lalu (25/8/2022).
Ada beberapa objek wisata yang berpotensi untuk dikembangkan lagi antara lain DAM Bunut dengan Wisata Perahu Susur Sungai, Budidaya Lebah Madu Kalulut dan Wisata Petik Buah. Kepala Desa (Kades) Hurung Bunut Doni saat di wawancarai oleh Tim Redaksi gunungmaskab.go.id mengungkapkan bahwa di desa tersebut terdapat DAM Bunut yang berfungsi untuk irigasi sawah di desa, sehingga berpotensi menjadi Objek Wisata Susur Sungai, hal itu selaras dengan apa yang diprogramkan oleh Pemkab Gumas yaitu smart tourism. “Kemarin kami juga di undang untuk menghadiri pertemuan dengan instansi terkait membahas mengenai pembuatan jalan menuju DAM Bunut,” ucap Kades.
Lebih lanjut, ia pun menambahkan “Pemerintah Desa Hurung Bunut juga telah mengalokasikan anggaran dari APBDes untuk membuat 3 buah pondok/gazebo di sekitar DAM dan 1 unit perahu susur sungai serta pembangunan dermaga sudah semua kami buat,” ujarnya.
Selain DAM Bunut, Pemdes Hurung Bunut juga telah membangun 2 buah pondok/gazebo di lahan kosong milik desa dinamakan Juluk Petak yang letaknya berada di luar areal pemukiman desa yang areal tersebut rencananya akan di jadikan Objek Wisata Petik Buah, “melalui anggaran dana desa yang 20 persen mengenai ketahanan pangan, itu kami manfaatkan dana tersebut untuk melakukan pengadaan tanaman bibit buah,” imbuhnya.
Ada pun bibit buah yang ditanam adalah jenis Lengkeng, Jambu Kristal, Pohon Petai, Durian, Rambutan dan jenis buah lainnya itu ditanam di atas lahan seluas kurang lebih satu hektar. “Selain untuk Objek Wisata Petik Buah, perkebunan tersebut juga bermanfaat bagi masyarakat desa itu sendiri,” tandasnya.
Untuk budidaya madu kalulut selain menjadi potensi wisata juga bisa menghasilkan nilai tambah dari sisi ekonomi yang dikelola secara mandiri dengan membentuk kelompok tani, dimana madu tersebut telah menjadi sebuah produk yang dikemas dalam botol sebanyak 14 buah yang siap dipasarkan. “Untuk pembinaan pihak desa juga telah bekerja sama dengan Dinas Pertanian Gunung Mas, ada sebanyak 45 stuk (sarang lebah) yang lokasinya tidak jauh dari Kantor Desa,” pungkasnya.
Untuk diketahui Pemdes Hurung Bunut juga telah membentuk Kelompok sadar wisata (Pokdarwis) guna ikut berpartisipasi aktif memelihara dan melestarikan berbagai obyek dan daya tarik wisata dalam rangka meningkatkan pembangunan kepariwisataan di desa itu.
by Han | Sep 1, 2022
gunungmaskab.go.id – Kuala Kurun – Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) menggelar kegiatan Advokasi dan KIE Lintas Sektor yang dilaksanakan di Aula Lantai I Kantor Bupati Gumas, Rabu siang (31/8/2022).
Acara dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Gumas Efrensia L.P Umbing selaku Ketua Pelaksana TPPS Kabupaten Gumas.
Kegiatan diisi dengan arahan dari Ketua TPPS Gumas yang dilanjutkan dengan pemaparan materi dari narasumber dan diskusi terkait Rencana Aksi Konvergensi tentang apa saja langkah yang harus dilakukan serta penyusunan strategi dan kesepakatan bersama, juga dalam menyusun persiapan konsultasi dan koordinasi ke Kementerian Kesehatan dan Lembaga di tingkat pusat.

Foto : Narasumber dari Perwakilan BKKBN Provinsi KaltengPulina Tulus Winei.
Saat membuka kegiatan Wabub membacakan salinan Keputusan Bupati Gunung Mas Nomor 364 Tahun 2022 tentang Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Gunung Mas, yang komposisi dalam struktur teknisnya diisi oleh instansi teknis terkait agar dalam pelaksanaan aksinya nanti dapat berjalan maksimal sesuai target pencapaian. “Marilah kita bersama-sama segera dalam menyusun langkah-langkah selanjutnya setelah kita menerima SK ini, ataupun pedoman-pedoman yang sudah kita terima,” ucapnya.
Lanjutnya, dengan optimis Efrensia menegaskan terkait pelaksanaannya nanti jika mengalami keterlambatan agar tetap harus dikejar. “Apapun itu yang akan kita lakukan walaupun mungkin itu sudah lewat tidak mengapa, tetaplah kita kejar dan percepat langkah kita dengan menjalin sinergitas disertai dana dan segala upaya yang ada guna mengejar ketertinggalan,” pungkasnya.

Foto : Pimpinan dan Perwakilan dari Perangkat Daerah terkait dalam TPPS Kabupaten Gumas.
Untuk diketahui kegiatan ini difasilitasi oleh Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DP2KBP3A) Gumas bekerja sama dengan Perwakilan BKKBN Provinsi Kalteng mendatangkan Narasumber Pulina Tulus Winei selaku Tehnical Assistance Kota Palangka Raya dan Kabupaten Gumas.
Turut hadir Ketua Tim Penggerak PKK Mimie Mariatie Jaya S. Monong selaku Wakil Ketua TPPS serta Kepala Perangkat Daerah terkait dalam TPPS Kabupaten Gumas.
by Han | Aug 31, 2022
gunungmaskab.go.id – Kuala Kurun – Dalam rangka untuk meningkatkan industri kerajinan serta pembinaan perajin yang ada di Kabupaten Gunung Mas (Gumas), Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Gumas sudah memiliki showroom sebagai sarana promosi bagi pelaku industri kerajinan agar dapat memudahkan memasarkan hasil produksi mereka sehingga dapat dikenal luas oleh masyarakat dan wisatawan yang berkunjung, guna meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya perajin yang ada di Kabupaten Gumas.

Foto : Ketua Dekranasda Kabupaten Gunung Mas Mimie Mariatie Jaya S. Monong saat berada di Showroom Dekranasda Gumas, (31/8/2022)
Selain memasarkan hasil kerajinan daerah, juga mengikutsertakan produk kerajinan di dalam berbagai event pameran yang diadakan di daerah maupun skala nasional.
Dalam wawancara saat berada di showroom, Ketua Dekranasda Kabupaten Gumas Mimie Mariatie Jaya S. Monong menjelaskan “Barang yang dijual disini adalah barang kerajinan tangan yang diperoleh dari seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Gumas yang terdiri dari berbagai anyaman rotan, tas, bunga aklirik, anyaman dari koran yang menyerupai anyaman rotan, batik Gunung Mas, plakat dan lain-lain serta obat-obatan tradisional khas Suku Dayak Kalteng, sehingga masyarakat bisa membelinya disini,” terang Mimie, Rabu (31/8/2022).

Foto : Mimie Mariatie Jaya S. Monong Menunjukkan salah Koleksi produk yang ada di Showroom Dekranasda Gumas.
Ia pun mengungkapkan bahwa waktu pelayanan di showroom ini mulai buka dari jam 07.30 WIB sampai jam 16.00 WIB setiap hari.
Lanjutnya ia pun menandaskan “Kami dari Dekranasda berharap kepada masyarakat Gunung Mas, maupun wisatawan luar agar dapat berkunjung ke showroom Dekranasda ini, karena selain barang yang dijual disini diperoleh dari pengrajinnya langsung dengan harga yang bersaing dipasaran, hal ini juga membuka kesempatan bagi masyarakat kita dalam membantu meningkatkan perekonomian lokal,” pungkas Mimie.
by Han | Aug 31, 2022
gunungmaskab.go.id – Kuala Kurun – Bunda Literasi Kabupaten Gunung Mas (Gumas) Mimie Mariatie Jaya S. Monong melakukan kunjungan kerjanya ke Taman Kanak-Kanak (TK) Sinar Kasih Kuala Kurun, Rabu (31/8/2022).

Foto : Bunda Literasi Kab. Gumas Mimie Mariatie Jaya S. Monong berfoto bersama di TK. Sinar Kasih Kuala Kurun, Rabu (31/8/2022).
Kegiatan ini difasilitasi oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gumas bersama pihak TK Sinar Kasih Kuala Kurun, dengan dihadiri sebanyak 20 orang anak didik yang usianya dibawah lima tahun.
Adapun maksud dan tujuan kegiatan ini adalah dalam rangka mengedukasikan minat baca bagi anak usia dini dengan menerapkan metode Story Telling (bercerita) kepada anak-anak, sehingga akan menumbuhkan rasa ingin tahu pada anak untuk melihat dan membaca ketika dihadapkan pada sebuah buku cerita bergambar, hal ini juga bermanfaat dalam proses menjalin komunikasi antara pengajar dan murid.

Foto : Mimie Mariatie Jaya. Monong saat membagikan makanan tambahan gizi pada anak-anak
Bunda Mimie juga menjelaskan bahwa dalam menumbuhkan minat baca tersebut tidak lepas dari peran orang tua dalam mengasuh anak, “Tumbuhkanlah minat baca kepada anak-anak kita sejak usia dini, salah satunya dengan cara membaca buku cerita bergambar seperti ini,” tukasnya.
Dalam kunjungannya Bunda Mimie dihadapan anak-anak yang hadir tersebut, mendongengkan sebuah cerita lucu yang berjudul kancil dan gajah, dan mendapat respon yang antusias dari anak-anak tersebut yang diselingi dengan kegiatan menyanyi bersama sembari membagikan makanan tambahan gizi.