DWP Gumas Dukung Pengabdian Suami Dalam Pembangunan Daerah

DWP Gumas Dukung Pengabdian Suami Dalam Pembangunan Daerah

Gunungmaskab.go.id – Kuala Kurun – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) menggelar pertemuan rutin yang dilaksanakan di Aula Bappedalitbang Kabupaten Gumas, Rabu (28/9/2022).

Kegiatan ini dilaksanakan oleh DWP Dinas Kesehatan (Dinkes) bersama DPW UPT RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Kuala Kurun. Dalam hal ini kegiatan pertemuan yang dilaksanakan DWP Kabupaten Gumas merupakan agenda rutin yang telah ditentukan sesuai jadwal untuk dilaksanakan setiap bulan oleh masing-masing DWP Perangkat Daerah.

Ketua DWP UPT RSUD Kuala Kurun Elvi Esi Rahmattambun saat berada di Aula Bappedalitbang Kabupaten Gumas, Rabu (28/9/2022).

Ketua DWP UPT RSUD Kuala Kurun Elvi Esi Rahmattambun dalam sambutannya mengatakan DWP adalah organisasi kemasyarakatan yang menghimpun dan membina isteri Pegawai Negeri Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan kegiatan pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi dan budaya.

Melalui momentum kegiatan ini DWP Dinkes dan DWP UPT RSUD Kuala Kurun akan berupaya bekerja sama untuk meningkatkan peran serta anggota dalam menunjang program kerja DWP Kabupaten Gumas agar terwujudnya silahturahmi dan kesejahteraan anggota dan keluarga pada khususnya, serta masyarakat pada umumnya. “Secara khusus mendukung pengabdian suami dalam pembangunan Kabupaten Gunung Mas,” ucapnya.

Demo Membuat Keripik Pedas

Acara diawali dengan ibadah singkat yang kemudian dilanjutkan dengan kegiatan edukasi kesehatan mengenai penyuluhan tentang Bantuan Hidup Dasar (BHD), juga diisi dengan dance/senam mencuci tangan serta demo membuat kerupuk pedas.

Lebih lanjut ia pun mengungkapkan bahwa pelaksanaan kegiatan ini merupakan bersumber dari urunan DWP Dinkes dan DWP UPT RSUD Kuala Kurun. “Saya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus dan anggota yang sudah bekerja sama sehingga acara ini dapat terlaksana,” pungkas Elvi.

Acara dihadiri oleh Ketua DWP Kabupaten Gumas Arnise Darit Yansiterson, Wakil Ketua II DWP Kabupaten Gumas Kristina Asi Dihel, Anggota DWP Istimewa Rayaniati Djangkan Letus Guntur dan Seluruh Ketua DWP bersama anggota Perangkat Daerah di Lingkup Pemerintah Kabupaten Gumas.

Dalam Menyusun Roadmap SIDa Tahun 2022 Pemkab Gumas Gandeng JIMKa

Dalam Menyusun Roadmap SIDa Tahun 2022 Pemkab Gumas Gandeng JIMKa

Gunungmaskab.go.id – Kuala Kurun – Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Gumas) dalam hal ini Badan Perencanaan Pembangungan Daerah dan Penelitian Pengembangan (Bappedalitbang) Kabupaten Gumas menggelar Seminar Akhir Penyusunan Roadmap Sistem Inovasi Daerah (SIDa) Kabupaten Gumas yang dilaksanakan di Aula Bappedalitbang Gumas, Kamis (22/9/2022).

SIDa merupakan agenda Nasional yang juga merupakan upaya untuk menumbuh kembangkan suatu jaringan yang akan meningkatkan keunggulan komparatif daerah menuju keunggulan kompetitif dengan daya saing berbasis inovasi di daerah.

Kegiatan ini dihadiri oleh Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Gumas Richard F.L dengan menghadirkan narasumber M.S. Shiddiq dari Jaringan Intelektual Muda Kalimantan (JIMKa) selaku Ketua Tim Pelaksana.

Kepala Bappedalitbang Gumas Yantrio Aulia ketika menyampaikan laporannya mengatakan “Pemerintah Kabupaten Gunung Mas melalui Bappedalitbang bekerja sama dengan JIMKa dalam menyusun Roadmap SIDa Kabupaten Gumas Tahun 2022,” ucapnya.

Lebih lanjut Richard F.L mengajak kepada seluruh Perangkat Daerah untuk tetap bersatu dalam rangka mengawal kesinambungan jalannya pembangunan, dengan menempatkan kepentingan masyarakat diatas kepentingan sektor maupun masing-masing kelembagaan, sehingga pelaksanaan pembangunan dapat berjalan sesuai dengan harapan kita semua, dan dengan dilaksanakan seminar akhir in agari dapat memberikan masukan dan saran terhadap dokumen Roadmap SIDa Kabupaten Gumas. “Kami mengharapkan kerja sama dari seluruh Perangkat Daerah di Kabupaten Gunung Mas, agar dokumen Roadmap Sistem Inovasi Daerah nantinya dapat tersusun dengan baik dan sesuai dengan visi misi Bupati dan Wakil Bupati Gunung Mas 2019 sampai 2024,” pungkasnya.

Turut hadir seluruh Perangkat Daerah dan Camat di lingkup Pemkab Gumas.

Pemkab Gumas Punya Masterplan Untuk Desa Tumbang Anoi

Pemkab Gumas Punya Masterplan Untuk Desa Tumbang Anoi

Gunungmaskab.go.id – Kuala Kurun – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) Yansiterson mewakili Bupati Gumas Jaya Samaya Monong menghadiri Acara Dialog Lintas Borneo yang dilakukan secara virtual dilaksanakan di Aula Lantai I Kantor Bupati Gumas, Rabu siang (21/9/2022).

Acara tersebut mengusung tema Desa Tumbang Anoi Pusat Kebudayaan Dayak di Jantung Borneo, diikuti oleh masyarakat dayak lintas borneo yang juga melibatkan negara tetangga seperti Malaysia dan Brunai Darussalam yang serumpun berada di pulau kalimantan.

Dalam pertemuan tersebut Sekda Gumas Yansiterson mengungkapkan bahwa Desa Tumbang Anoi merupakan basis sejarah suku dayak yang perlu mendapat perhatian serius dari kita semua warga suku dayak untuk mendapat pengakuan negara. Hal itu butuh komitmen yang dibangun dan rencana aksi yang nyata tentang apa yang mau kita lakukan untuk meraih semua itu, mengingat telah dilaksanakannya kegiatan Napak Tilas Rapat Damai di Tumbang Anoi sebanyak dua kali dengan anggaran yang cukup besar namun belum mendapatkan hasil yang nyata yang dilakukan sampai saat ini, layaknya Tanjung Puting diakui sebagai Taman Nasional demikian pula Tumbang Anoi. “Maka melalui forum ini agar menggugah kita semua untuk kembali memaknai lebih dalam Tumbang Anoi ini, terutama bagi kita dayak,” ucapnya.

Lebih lanjut Yansiterson juga menambahkan Pemkab Gumas telah siap dan memiliki rencana induk pengembangan pariwisata kabupaten dan juga memiliki masterplane mengenai Tumbang Anoi, walaupun dilakukan secara bertahap dengan anggaran yang terbatas untuk dipikirkan dan dilakukan bersama-sama. “Kami Pemerintah Kabupaten Gunung Mas sangat terbuka untuk itu dan siap memfasilitasi kita semua terkait itu,” imbuhnya.

Untuk diketahui Pemkab Gumas akan menetapkan Tumbang Anoi sebagai salah satu Masyarakat Hukum Adat, hal itu ditetapkan dengan Keputusan Bupati Gunung Mas yang akan menjadi bahan penting bagi pengembangan Tumbang Anoi selanjutnya. “Dengan harapan bahwa hasil yang didapat dari pertemuan ini, apapun itu akan menciptakan ruang dan kesempatan untuk mempererat ikatan jaringan masyarakat adat dayak yang terdapat di Indonesia, Malaysia dan Brunai Darussalam juga menghidupkan kembali ingatan akan Rapat Damai Tumbang Anoi 1894 yang diketahui oleh dunia secara luas dan lintas borneo serta terbangunnya kesadaran bersama tentang peranan penting kawasan HOB bagi semua makhluk hidup di pulau kalimantan,” pungkas Yansiterson.

Acara ini terselenggara atas dukungan Pemkab Gumas, Forum Masyarakat Adat Heart Of Borneo (Forma-HOB) dan WWF Indonesia.

Turut hadir mendampingi Sekda Gumas dalam pertemuan tersebut, Ketua Harian DAD Gumas Herbert Y. Asin, Kepala Disbudpar Gumas Eigh Manto dan Kepala Bappedalitbang Gumas Yantrio Aulia.

 

Pemkab Gumas Optimis Tahun 2023 Capai Target UHC

Pemkab Gumas Optimis Tahun 2023 Capai Target UHC

Gunungmaskab.go.id – Kuala Kurun – Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Gumas) bersama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menggelar kegiatan Rapat Forum Komunikasi Pemangku Kepentingan Utama (PKU) Kabupaten Gunung Mas Semester II Tahun 2022 yang dilaksanakan di Aula Lantai I Kantor Bupati Gumas, Rabu (21/9/2022).

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mewujudkan kerjasama yang saling menunjang antara BPJS Kesehatan dengan Pemkab Gumas agar memberikan pemahaman yang sama terhadap semua kebijakan yang terkait dengan cakupan kepesertaan JKN KIS, monitoring dan evaluasi terkait pelayanan kesehatan serta rencana strategis pelaksanaan program JKN KIS.

Foto Bersama

Rapat dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Gumas Yansiterson yang juga selaku Ketua Forum Komunikasi Pemangku Kepentingan Utama Gumas bersama yang didampingi oleh Kepala BPJS Kesehatan Cabang Palangka Raya M. Masrur Ridwan dan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Gumas Adi Suci Guntoro.

Banyak faktor kendala yang dihadapi dalam mencapai Universal Health Coverage (UHC) di Kabupaten Gumas, Kepala BPJS Kesehatan M. Masrur Ridwan mengungkapkan “Anggaran iuran pemkab yang belum mencukupi, jumlah penduduk yang belum terdaftar pada JKN KIS masih besar, jumlah peserta aktif masih dibawah 80% dari total peserta yang terdaftar pada JKN serta belum semua perusahaan mendaftarkan karyawan dan keluarganya ke BPJS Kesehatan,” ungkapnya.

Untuk diketahui menurut data yang dihimpun BPJS Kesehatan, di Kabupaten Gumas ada sebanyak 5.282 Jiwa yang berpotensi harus didaftarkan oleh Pemda Gumas ke dalam JKN.

Merespon hal tersebut Yansiterson optimis Pemkab Gumas mampu mengatasi semua kendala yang dihadapi dengan membangun sinergitas dan komitmen tinggi dari semua anggota Forum Komunikasi PKU yang didalamnya juga terdapat beberapa Perangkat Daerah terkait, untuk segera menindaklanjuti hasil rapat tersebut dan melaporkannya kembali secara berkala. ”Oleh sebab itu ini tantangan bagi kita, dan saya berharap kita bisa UHC tahun 2023 nanti, dan saya ingin melihat apa yang dilakukan teman-teman setelah forum ini, paling tidak ada beberapa hal yang harus kita tindak lanjuti untuk bisa di evaluasi kembali untuk menentukan langkah selanjutnya,” pungkas Yansiterson.

Pemkab Gumas – BPS Gelar Rakorda Pendataan Awal Registrasi Sosial Ekonomi Tahun 2022

Pemkab Gumas – BPS Gelar Rakorda Pendataan Awal Registrasi Sosial Ekonomi Tahun 2022

Gunungmaskab.go.id – Kuala Kurun – Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Gumas) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Gumas menggelar kegiatan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) dalam rangka Pendataan Awal Registrasi Sosial Ekonomi Tahun 2022 di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Gunung Mas yang dilaksanakan di Aula Pertemuan Hotel Zefanya Kuala Kurun, Selasa (20/9/2022).

Acara dibuka oleh Bupati Gumas yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Yansiterson, saat membacakan sambutan tertulis Bupati Gumas mengatakan “Registrasi sosial ekonomi (regsosek) adalah pendataan seluruh penduduk yang mencakup profil dan kondisi sosial ekonomi yang sangat beragam mulai dari kondisi demografi, perumahan, keadaan disabilitas, kepemilikan aset, hingga informasi geospasial. Dengan informasi yang komprehensif ini memungkinkan regsosek menyajikan peringkat kesejahteraan setiap penduduk dan meningkatkan ketepatan sasaran program-program pemerintah,” ucapnya.

Sekretaris Daerah Yansiterson saat membacakan sambutan tertulis Bupati Gumas di Hotel Zefanya, Selasa (20/9/2022).

Untuk itu pengetahuan akan peringkat kesejahteraan penduduk membantu pemerintah berbagai tingkatan dalam menyasar penduduk rentan, miskin, dan miskin ekstrem, khususnya dalam perlindungan sosial dan tanggap darurat kebencanaan.

Adapun tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk menangkap dinamika perubahan kesejahteraan masyarakat, peningkatan pelayanan publik serta sebagai data rujukan untuk integrasi program perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi. Untuk itu dukungan Pemerintah Daerah sangat berperan penting dalam kesuksesan pelaksanaan pendataan awal Regsosek 2022, seperti dalam rekrutmen petugas khususnya Petugas Pendataan Lapangan (PPL), dalam hal ini Camat dapat merekomendasikan aparat desa/kelurahan atau masyarakat yang memenuhi kualifikasi untuk menjadi petugas lapangan. Tidak hanya itu, kesuksesan pendataan awal regsosek juga harus mendapat dukungan penuh dari masyarakat dengan cara menerima petugas regsosek dan memberikan jawaban yang lengkap dan jujur serta dikawal bersama agar target penyelesaian pendataan selesai tepat waktu dan menghasilkan data yang berkualitas.

Seluruh Perangkat Daerah, Instansi Vertikal dan BUMD turut hadir

Lebih lanjut Yansiterson optimis bahwa pelaksanaan regsosek menjadi langkah strategis yang tepat dalam pembangunan dan pemulihan indonesia untuk mencapai berbagai tujuan pembangunan strategis, bahkan tujuan pembangunan global, melalui pengembangan regsosek yang komprehensif. Untuk mencapai tujuan tersebut butuh upaya dan jalinan komitmen serta kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan juga desa/kelurahan juga partisipasi aktif dari berbagai elemen masyarakat dalam menyalurkan aspirasi dan memberi masukan bagi pengembangan regsosek yang lebih ideal. “Mari bersama-sama kita membangun negeri melalui regsosek,” tukas Yansiterson.

Turut hadir Kepala BPS Kabupaten Gumas Waras, Kapolres Gumas Irwansyah, Pabung 1016 PLK Idham Khalid, Kepala Bank Kalteng Cabang Kuala Kurun Jeksenli, seluruh Kepala Perangkat Daerah dan Seluruh Camat.

Pemkab Gandeng Pemprov Gelar Forum PUSPA

Pemkab Gandeng Pemprov Gelar Forum PUSPA

Gunungmaskab.go.id – Kuala kurun – Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Gumas) melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Kelaurga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3BP3A) menggelar Kegiatan Pertemuan Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) tingkat Kabupaten Gunung Mas tahun 2022, yang dilaksanakan di Aula Bappedalitbang, Kamis pagi (25/08/2022).

Kegiatan dibuka oleh Bupati Gumas yang dalam hal ini diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Yansiterson.

Sekda Gumas Yansiterson saat membuka Kegiatan Forum PUSPA di Aula Bappedalitbang, Kamis pagi (25/08/2022).

Dalam sambutan tertulis Bupati Gumas, Sekda mengatakan Forum Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari Kegiatan Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) yang pernah digelar dan telah ditetapkan melalui Keputusan Bupati Gumas Nomor 316 tahun 2022. “Kegiatan ini juga dapat mendorong masyarakat agar dapat berpartisipasi dalam pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dengan menciptakan kondisi yang peduli terhadap pemberdayaan perempuan dan perlindungan Anak, sehingga diharapkan mampu bekerja sama dan bersinergi dengan semua pihak, baik dengan pemerintah, organisasi, dunia usaha, lembaga masyarakat serta adat,” ucap Sekda.

Untuk diketahui maksud tujuan dilaksanakannya Kegiatan ini adalah untuk menambah pengetahuan informasi dan wawasan anggota Forum PUSPA.

Adapun Kepala DP3BP3A Gumas Maria Evianti dalam sambutannya mengatakan “kegiatan ini diikuti sebanyak 50 peserta dan mendatangkan narasumber dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Kalimantan Tengah, dan Forum PUSPA Kalimantan Tengah,” tuturnya.

Sekda pun menambahkan “yang menjadi isu saat ini yaitu Stunting, selain  stunting dan kekerasan terhadap perempuan dan anak, tapi ada lagi yang harus menjadi perhatian yaitu Narkoba karena merusak generasi penerus bangsa,” pungkasnya.

Turut hadir pula Anggota Komisi III DPRD Gumas Iceu Purnama Sari, Ketua DWP Gumas Ny. Arnise Darit Yansiterson, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama.