by Han | Sep 2, 2022
gunungmaskab.go.id – Kuala Kurun – Dalam rangka mendukung upaya Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Gumas) dalam mewujudkan smart tourism, maka harus dilakukan pembangunan kepariwisataan berkelanjutan, secara khusus di Desa Hurung Bunut yang ditetapkan sebagai Desa Wisata pada tahun 2016.
Dalam mensukseskan program tersebut Pemkab Gumas berkomitmen untuk mendukung dalam pengembangan objek wisata yang ada di Desa Hurung Bunut dengan melakukan upaya-upaya strategis, dengan segera membentuk Tim Terpadu Percepatan Pembangunan Pariwisata Daerah Kabupaten Gunung Mas, yang pada tahun 2021 telah melakukan pertemuan yang ke III dengan agenda pembahasan kembali matrik kerja dan evaluasi akhir program kerja tim.

Foto : Kepala Desa Hurung Bunut Doni saat di wawancara Tim Redaksi gunungmaskab.go.id di Kantornya, (25/8/2022).
Dalam hal ini Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) berdasarkan hasil Notulen Rapat yang ditandatangani Wakil Bupati Gumas Efrensia L.P Umbing, yaitu mempersiapkan program promosi di tahun 2022 serta mendukung kepariwisataan dengan tetap mempromosikan melalui media website gunungmaskab.go.id dan Radio Hamauh FM.
Maka dari itu, Kepala Diskominfosantik Ruby Haris menugaskan Tim Redaksi gunungmaskab.go.id melakukan peliputan ke Desa Hurung Bunut untuk menggali potensi yang ada di desa tersebut. Kamis lalu (25/8/2022).
Ada beberapa objek wisata yang berpotensi untuk dikembangkan lagi antara lain DAM Bunut dengan Wisata Perahu Susur Sungai, Budidaya Lebah Madu Kalulut dan Wisata Petik Buah. Kepala Desa (Kades) Hurung Bunut Doni saat di wawancarai oleh Tim Redaksi gunungmaskab.go.id mengungkapkan bahwa di desa tersebut terdapat DAM Bunut yang berfungsi untuk irigasi sawah di desa, sehingga berpotensi menjadi Objek Wisata Susur Sungai, hal itu selaras dengan apa yang diprogramkan oleh Pemkab Gumas yaitu smart tourism. “Kemarin kami juga di undang untuk menghadiri pertemuan dengan instansi terkait membahas mengenai pembuatan jalan menuju DAM Bunut,” ucap Kades.
Lebih lanjut, ia pun menambahkan “Pemerintah Desa Hurung Bunut juga telah mengalokasikan anggaran dari APBDes untuk membuat 3 buah pondok/gazebo di sekitar DAM dan 1 unit perahu susur sungai serta pembangunan dermaga sudah semua kami buat,” ujarnya.
Selain DAM Bunut, Pemdes Hurung Bunut juga telah membangun 2 buah pondok/gazebo di lahan kosong milik desa dinamakan Juluk Petak yang letaknya berada di luar areal pemukiman desa yang areal tersebut rencananya akan di jadikan Objek Wisata Petik Buah, “melalui anggaran dana desa yang 20 persen mengenai ketahanan pangan, itu kami manfaatkan dana tersebut untuk melakukan pengadaan tanaman bibit buah,” imbuhnya.
Ada pun bibit buah yang ditanam adalah jenis Lengkeng, Jambu Kristal, Pohon Petai, Durian, Rambutan dan jenis buah lainnya itu ditanam di atas lahan seluas kurang lebih satu hektar. “Selain untuk Objek Wisata Petik Buah, perkebunan tersebut juga bermanfaat bagi masyarakat desa itu sendiri,” tandasnya.
Untuk budidaya madu kalulut selain menjadi potensi wisata juga bisa menghasilkan nilai tambah dari sisi ekonomi yang dikelola secara mandiri dengan membentuk kelompok tani, dimana madu tersebut telah menjadi sebuah produk yang dikemas dalam botol sebanyak 14 buah yang siap dipasarkan. “Untuk pembinaan pihak desa juga telah bekerja sama dengan Dinas Pertanian Gunung Mas, ada sebanyak 45 stuk (sarang lebah) yang lokasinya tidak jauh dari Kantor Desa,” pungkasnya.
Untuk diketahui Pemdes Hurung Bunut juga telah membentuk Kelompok sadar wisata (Pokdarwis) guna ikut berpartisipasi aktif memelihara dan melestarikan berbagai obyek dan daya tarik wisata dalam rangka meningkatkan pembangunan kepariwisataan di desa itu.
by Han | Sep 1, 2022
gunungmaskab.go.id – Kuala Kurun – Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) menggelar kegiatan Advokasi dan KIE Lintas Sektor yang dilaksanakan di Aula Lantai I Kantor Bupati Gumas, Rabu siang (31/8/2022).
Acara dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Gumas Efrensia L.P Umbing selaku Ketua Pelaksana TPPS Kabupaten Gumas.
Kegiatan diisi dengan arahan dari Ketua TPPS Gumas yang dilanjutkan dengan pemaparan materi dari narasumber dan diskusi terkait Rencana Aksi Konvergensi tentang apa saja langkah yang harus dilakukan serta penyusunan strategi dan kesepakatan bersama, juga dalam menyusun persiapan konsultasi dan koordinasi ke Kementerian Kesehatan dan Lembaga di tingkat pusat.

Foto : Narasumber dari Perwakilan BKKBN Provinsi KaltengPulina Tulus Winei.
Saat membuka kegiatan Wabub membacakan salinan Keputusan Bupati Gunung Mas Nomor 364 Tahun 2022 tentang Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Gunung Mas, yang komposisi dalam struktur teknisnya diisi oleh instansi teknis terkait agar dalam pelaksanaan aksinya nanti dapat berjalan maksimal sesuai target pencapaian. “Marilah kita bersama-sama segera dalam menyusun langkah-langkah selanjutnya setelah kita menerima SK ini, ataupun pedoman-pedoman yang sudah kita terima,” ucapnya.
Lanjutnya, dengan optimis Efrensia menegaskan terkait pelaksanaannya nanti jika mengalami keterlambatan agar tetap harus dikejar. “Apapun itu yang akan kita lakukan walaupun mungkin itu sudah lewat tidak mengapa, tetaplah kita kejar dan percepat langkah kita dengan menjalin sinergitas disertai dana dan segala upaya yang ada guna mengejar ketertinggalan,” pungkasnya.

Foto : Pimpinan dan Perwakilan dari Perangkat Daerah terkait dalam TPPS Kabupaten Gumas.
Untuk diketahui kegiatan ini difasilitasi oleh Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DP2KBP3A) Gumas bekerja sama dengan Perwakilan BKKBN Provinsi Kalteng mendatangkan Narasumber Pulina Tulus Winei selaku Tehnical Assistance Kota Palangka Raya dan Kabupaten Gumas.
Turut hadir Ketua Tim Penggerak PKK Mimie Mariatie Jaya S. Monong selaku Wakil Ketua TPPS serta Kepala Perangkat Daerah terkait dalam TPPS Kabupaten Gumas.
by Han | Aug 31, 2022
gunungmaskab.go.id – Kuala Kurun – Dalam rangka untuk meningkatkan industri kerajinan serta pembinaan perajin yang ada di Kabupaten Gunung Mas (Gumas), Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Gumas sudah memiliki showroom sebagai sarana promosi bagi pelaku industri kerajinan agar dapat memudahkan memasarkan hasil produksi mereka sehingga dapat dikenal luas oleh masyarakat dan wisatawan yang berkunjung, guna meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya perajin yang ada di Kabupaten Gumas.

Foto : Ketua Dekranasda Kabupaten Gunung Mas Mimie Mariatie Jaya S. Monong saat berada di Showroom Dekranasda Gumas, (31/8/2022)
Selain memasarkan hasil kerajinan daerah, juga mengikutsertakan produk kerajinan di dalam berbagai event pameran yang diadakan di daerah maupun skala nasional.
Dalam wawancara saat berada di showroom, Ketua Dekranasda Kabupaten Gumas Mimie Mariatie Jaya S. Monong menjelaskan “Barang yang dijual disini adalah barang kerajinan tangan yang diperoleh dari seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Gumas yang terdiri dari berbagai anyaman rotan, tas, bunga aklirik, anyaman dari koran yang menyerupai anyaman rotan, batik Gunung Mas, plakat dan lain-lain serta obat-obatan tradisional khas Suku Dayak Kalteng, sehingga masyarakat bisa membelinya disini,” terang Mimie, Rabu (31/8/2022).

Foto : Mimie Mariatie Jaya S. Monong Menunjukkan salah Koleksi produk yang ada di Showroom Dekranasda Gumas.
Ia pun mengungkapkan bahwa waktu pelayanan di showroom ini mulai buka dari jam 07.30 WIB sampai jam 16.00 WIB setiap hari.
Lanjutnya ia pun menandaskan “Kami dari Dekranasda berharap kepada masyarakat Gunung Mas, maupun wisatawan luar agar dapat berkunjung ke showroom Dekranasda ini, karena selain barang yang dijual disini diperoleh dari pengrajinnya langsung dengan harga yang bersaing dipasaran, hal ini juga membuka kesempatan bagi masyarakat kita dalam membantu meningkatkan perekonomian lokal,” pungkas Mimie.
by Han | Aug 31, 2022
gunungmaskab.go.id – Kuala Kurun – Bunda Literasi Kabupaten Gunung Mas (Gumas) Mimie Mariatie Jaya S. Monong melakukan kunjungan kerjanya ke Taman Kanak-Kanak (TK) Sinar Kasih Kuala Kurun, Rabu (31/8/2022).

Foto : Bunda Literasi Kab. Gumas Mimie Mariatie Jaya S. Monong berfoto bersama di TK. Sinar Kasih Kuala Kurun, Rabu (31/8/2022).
Kegiatan ini difasilitasi oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gumas bersama pihak TK Sinar Kasih Kuala Kurun, dengan dihadiri sebanyak 20 orang anak didik yang usianya dibawah lima tahun.
Adapun maksud dan tujuan kegiatan ini adalah dalam rangka mengedukasikan minat baca bagi anak usia dini dengan menerapkan metode Story Telling (bercerita) kepada anak-anak, sehingga akan menumbuhkan rasa ingin tahu pada anak untuk melihat dan membaca ketika dihadapkan pada sebuah buku cerita bergambar, hal ini juga bermanfaat dalam proses menjalin komunikasi antara pengajar dan murid.

Foto : Mimie Mariatie Jaya. Monong saat membagikan makanan tambahan gizi pada anak-anak
Bunda Mimie juga menjelaskan bahwa dalam menumbuhkan minat baca tersebut tidak lepas dari peran orang tua dalam mengasuh anak, “Tumbuhkanlah minat baca kepada anak-anak kita sejak usia dini, salah satunya dengan cara membaca buku cerita bergambar seperti ini,” tukasnya.
Dalam kunjungannya Bunda Mimie dihadapan anak-anak yang hadir tersebut, mendongengkan sebuah cerita lucu yang berjudul kancil dan gajah, dan mendapat respon yang antusias dari anak-anak tersebut yang diselingi dengan kegiatan menyanyi bersama sembari membagikan makanan tambahan gizi.
by Han | Aug 30, 2022
gunungmaskab.go.id – Kuala Kurun – Bupati Gunung Mas (Gumas) Jaya Samaya Monong menandatangani persetujuan bersama dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gumas terkait Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2022, di Ruang Rapat Paripurna DPRD, Selasa (30/08/2022).
Terkait hal ini merupakan bentuk sinergisitas antara pihak Eksekutif dengan Legislatif dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. “Dalam kedudukan yang demikian, maka DPRD merupakan mitra Pemerintah Daerah dalam menyelenggarakan urusan-urusan yang menjadi kewenangan daerah sesuai dengan ketentuan dan Peraturan yang berlaku,” ucap Bupati.

Foto : Bupati Gumas Jaya Samaya Monong saat menyampaikan pidatonya di Ruang Rapat Paripurna DPRD, Selasa (30/08/2022).
Bupati Gumas pun mengungkapkan dengan disepakatinya Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Gunung Mas tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2022, “ini merupakan suatu prestasi yang sangat menggembirakan, maka oleh karena itu kami atas nama Eksekutif yang hadir pada saat ini mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada pihak Legislatif Kabupaten Gunung Mas,” tandasnya.
Berkaitan dengan telah ditandatanganinya Nota Kesepakatan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2023 pada tanggal 13 Juli 2022 yang lalu, dirinya mengimbau kepada semua Kepala Perangkat Daerah dan Jajarannya untuk segera mempersiapkan dan menyusun RKA-SKPD Tahun Anggaran 2023.
Ia pun meminta kepada Kepala Perangkat Daerah tetap memperhatikan adanya keselarasan dan skala prioritas, kesesuaian dengan Visi dan Misi, tiga Smart dan satu Pilar, serta mulai mempersiapkan terkait dengan penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Gumas Tahun Anggaran 2022, dengan harapan dapat kembali mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), seperti tahun sebelumnya. “Pada kesempatan ini saya menghimbau dan mengingatkan kepada semua kepala perangkat daerah, untuk dapat menyelesaikan semua pekerjaan tepat waktu dan memperhatikan kualitas pekerjaan, tahapan dalam pengelolaan keuangan daerah serta pencatatan aset dengan berpedoman pada aturan yang berlaku,” pungkasnya.
Turut Hadir mendampingi Wakil Bupati Gunung Mas Efrensia L.P Umbing.
by Han | Aug 30, 2022
gunungmaskab.go.id – Kuala Kurun – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) menggelar kegiatan Pencanangan Desa Cantik (Cinta Statistik) Kelurahan Kurun sekaligus peresmian sekretariat Agriculture Room (AGRO) ST2023 yang dilaksanakan di Aula Kantor BPS Gumas Kuala Kurun, Selasa pagi (30/8/2022).
Acara dibuka oleh Camat Kurun Yuelis Untung, dalam pidatonya mengatakan “Desa/kelurahan memegang peranan penting sebagai subjek pembangunan, yang juga menjadi basis sumber daya manusia dan sumber daya alam yang perlu diberdayakan untuk kesejahteraan masyarakat, juga sebagai unit terkecil yang menyuplai data dan informasi untuk pembangunan dalam menyediakan data yang valid dan akurat,” ucapnya.

Foto : Camat Kurun Yuelis Untung saat menyampaikan pidatonya.
Untuk diketahui Program Desa Cantik dirancang secara khusus bertujuan untuk meningkatkan kapasitas statistik desa/kelurahan dalam mengidentifikasi kebutuhan data dan potensi yang dimiliki desa dalam rangka mendukung pengentasan kemiskinan, serta manfaat Desa Cantik untuk desa/kelurahan, selain merupakan kegiatan pembinaan berkelanjutan juga mampu mengelola daya yang dimiliki serta mampu menghasilkan produk statistik secara mandiri, artinya data di tingkat desa adalah sebagai dasar informasi dalam proses pembangunan.
Dalam kesempatan yang sama Kepala BPS Kabupaten Gumas, Waras menjelaskan terkait Sensus Pertanian 2023 ini berangkat dari persoalan bagaimana kesiapan dan kemampuan sistem pangan dan pertanian dunia untuk memberi makan penduduk bumi (humanity) secara berkelanjutan dan memuaskan di masa mendatang yang di akibatkan oleh beberapa hal. Hal itu dibutuhkan transformasi sistem pangan dan pertanian global yang lebih peduli terhadap iklim berkelanjutan, inovatif dan tangguh. ”Untuk diketahui bahwa BPS RI menjadi penjamin kualitas untuk data pangan sedunia yang dipercaya oleh PBB, jadi bukan main harapan dunia dengan Indonesia,” tuturnya.

Foto : pengguntingan pita saat peresmian sekretariat Agriculture Room (AGRO) ST2023 oleh Kepala BPS Gumas Drs. Waras.
Maka dari itu Indonesia memainkan peranan penting dalam sistem pangan dan pertanian global dikarenakan Indonesia sebagai salah satu pasar komoditas pangan terbesar di dunia dan dari potensi pertanian Indonesia sebagai produsen utama global sejumlah komoditas pertanian strategis, sehingga Sensus Pertanian Indonesia 2023 yang dirancang agar hasil yang diperoleh berstandar Internasional yang mengacu pada program yang dilaksanakan oleh FAO (Food and Agricultural Organization) yang mencakup beberap subsektor yakni tanaman pangan, hortikultura, peternakan, perikanan, kehutanan, perkebunan dan jasa pertanian.
Ia pun menandaskan “Untuk Sensus 2023 ini sangat berbeda dari sensus pertanian sebelumnya, hal itu disebabkan karena data pokok pertanian nasional dilengkapi data yang dapat menjawab isi strategis terkini disektor pertanian,” tandasnya.
Selanjutnya untuk rangkaian kegiatan sensus ini tertuang dalam lima langkah yang disebut Panca Laksana ST2023 yang pertama di awali pada tahun 2021 melakukan koordinasi dan konsolidasi, selanjutnya yang kedua pada tahun 2022 ini dalam tahap penyiapan basis data pertanian sementara, ketiga melakukan updating DPP, UTL dan eksplorasi usaha pertanian perorangan, serta keempat pada tahun 2023 melakukan finalisasi prelist DPP, UTL dan usaha pertanian perorangan dan kelima pencacahan lengkap usaha pertanian perorangan, perusahaan pertanian, dan usaha pertanian lainnya.
Dan sebagai bentuk kesiapan dalam pelaksanaan ST2023, BPS Gumas meresmikan sekretariat ST2023 diberi nama Agriculture Room (AGRO) ST2023 yang berfungsi sebagai wadah untuk bekerja sama dan berkoordinasi dengan tim pelaksana kegiatan dalam rangka persiapan Sensus Pertanian 2023, ditandai dengan pengguntingan pita oleh Kepala BPS Gumas, Waras di lobi utama kantor BPS Gumas.
Turut Hadir Kepala Bappedalitbang Gumas Yantrio Aulia, para pejabat eselon III dari Perangkat Daerah terkait serta Lurah Kuala Kurun Wilna Elita.