Gunung Mas – Sebanyak delapan murid perguran Kuntau menjalani prosesi batamat di Stadion Mini Kuala Kurun, Sabtu (19/5/2018) pagi. Batamat menandakan berakhirnya keseluruhan proses pelatihan kuntau Dayak yang dilakukan sejak satu bulan lalu.

“Awalnya ada 12 orang murid yang mengikuti pelatihan kuntau Dayak, latihan dilakukan enam kali dalam satu minggu. Namun seiring berjalannya waktu, hanya delapan orang yang aktif mengikuti latihan, sehingga mereka inilah yang mengikuti batamat,” terang pelatih perguruan silat Kuntau, Edianto.

Ia menerangkan, kedelapan murid yang menjalani prosesi batamat terdiri dari para pelajar yang bersekolah di wilayah Kuala Kurun, mulai tingkat Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA).

Murid-murid ini terdiri dari tujuh orang laki-laki dan satu orang perempuan. Menurutnya, kuntau bukan hanya dapat dilakukan oleh kaum laki-laki, namun juga kaum perempuan. Bahkan, murid perempuan pun tidak kalah baik dengan murid laki-laki.

Selama prosesi batamat, kedelapan murid melakukan atraksi lawang sakepeng secara berpasangan. Setelah atraksi lawang sakepeng usai dilakukan, mereka mengakhiri keseluruhan rangkaian kegiatan dengan prosesi makan pulut kuning. “Itu baru selesai, saya serahkan habis semuanya kepada mereka apa yang saya ajari,” tambahnya.

Edianto pun berharap nantinya kedelapan murid tersebut dapat menggunakan ilmu yang mereka miliki untuk melindungi dan menjaga diri. “Mudah-mudahan dapat menyelamatkan diri mereka jika sedang dalam kesulitan, dan jangan dipakai untuk mencari musuh,” tegasnya. (ch)