Gunung Mas – Pemudi asal Desa Tewang Pajangan, Kecamatan Kurun, Anita Saputri (17) mengajak generasi muda Kabupaten Gunung Mas untuk turut melestarikan kuntau. Generasi muda yang dimaksud disini tidak hanya laki-laki, namun juga perempuan.

“Kuntau ini budaya turun temurun dari nenek moyang kita yang harus kita lestarikan dan kembangkan. Bagi kaum perempuan juga sangat penting, karena berguna untuk menjaga diri,” terang Anita yang merupakan murid pada perguruan silat Kuntau Salamat, Sabtu (19/5/2018).

Menurutnya, kuntau memiliki seni tersendiri, karena gerakan-gerakan dalam kuntau mengandung unsur keindahan. Hal itu lah yang menyebabkan dirinya memilih untuk belajar kuntau, karena selain untuk menjaga diri dan melestarikan kebudayaan, ada unsur keindahan di dalamnya.

Ia mengatakan, sebagai seorang pelajar yang melanjutkan pendidikan di daerah lain, kuntau sangat berguna bagi dirinya saat merantau. Dengan menguasai kuntau, paling tidak ia memiliki bekal yang dapat digunakan untuk menjaga diri selama menuntut ilmu di kota lain.

Senada, Atmi Yelita (15) yang juga berasal dari Desa Tewang Pajangan mengaku mengikuti kuntau karena sangat berguna untuk bela diri. Orangtuanya pun mendukung penuh dirinya dalam mengikuti kuntau, mengingat ia menuntut ilmu di kota lain, sehingga kuntau sangat bermanfaat untuk membela diri.

Disamping itu, Kuntau merupakan warisan nenek moyang yang harus dilestarikan oleh siapa saja, khususnya generasi muda. “Siapa lagi kalau bukan kita yang menjaga dan mengembangkan kuntau? Jadi jangan hanya belajar tarian modern, tetapi kuntau dan kearifan lokal lainnya juga harus kita pelajari,” tandasnya. (ch)