Kemajuan Dunia Pendidikan Jadi Tanggungjawab Seluruh Pihak

Kemajuan Dunia Pendidikan Jadi Tanggungjawab Seluruh Pihak

KUALA KURUN – PT. Kalimantan Hamparan Sawit (KHS) bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) menggelar Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru Mata Pelajaran Matematika di Aula Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP3D), 23-27 Juli 2018. “Kemajuan dunia pendidikan bukan semata menjadi tanggungjawab Pemerintah, namun juga tanggungjawab seluruh pihak,” ucap Bupati Gumas Arton S Dohong dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Kepala Disdikbud Kabupaten Gumas, HM Rusdi saat membuka kegiatan.

Menurutnya, pelatihan ini adalah salah satu terbosan yang sangat luar biasa bagi kemajuan dunia pendidikan di Kabupaten Gumas. Adanya kerjasama dari Yayasan Tambuhan Sinta (YTS), PT KHS dan Disdikbud Kabupaten Gumas menunjukkan kepedulian dari pihak lain untuk memajukan dunia pendidikan.

Ia pun menyampaikan ucapan terimakasih kepada Disdikbud Kabupaten Gumas yang telah memfasilitasi pelatihan, khususnya kepada PT KHS yang sudah mendanai kegiatan ini. “Semoga kerjasama yang sudah terjalin baik ini dapat dipertahankan dan dikembangkan di masa yang akan datang,” tambahnya.

Sementara itu, Pimpinan PT KHS Wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng), Margonti Sianturi menerangkan bahwa pendidikan merupakan sektor yang menjadi misi sosial perusahaan. Oleh sebab itu, dukungan PT KHS pada program ini diharapkan bisa berkontribusi pada upaya Pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang berkualitas.

Disamping itu, program ini juga memberi nilai tambah bagi kenaikan pangkat atau golongan para guru matematika, dengan memenuhi angka kredit melalui pelatihan. “Saat ini kami baru bisa merealisasikan program untuk tingkat SMP. Semoga tahun depan untuk tingkat SD bisa terwujud,” ungkapnya.

Lainnya, Sekretaris Forum Koordinasi Corporate Social Responsibility (CSR) Kabupaten Gumas, Iis Yukensi mengatakan bahwa ada delapan Perusahaan Besar Swasta (PBS) yang telah melakukan integrasi program CSR dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gumas. Integrasi Program disusun pada tahun 2017 dan dilakukan pada tahun 2018 ini.

Ia mengatakan, dari delapan PBS tersebut, dua PBS sudah menjalankan integrasi program CSR mereka, yakni PT ATA dan PT KHS yang bermitra dengan Disdikbud Kabupaten Gumas. PT ATA menjalankan program Pendidikan Sanitasi dan Cinta Lingkungan Untuk Taman Kanak-kanak (TK), sedangkan PT KHS menjalankan program pelatihan guru matematika.

Ditambahkan olehnya, inisiatif untuk meningkatkan tata kelola CSR ini difasilitasi oleh YTS dengan dana hibah kecil dari ASEAN CSR Network (ACN). Integrasi program PBS dengan Perangkat Daerah diharapkan dapat mempercepat pencapaian Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). “Yang pasti, pasca dukungan YTS – ACN, Pemkab Gumas dan mitra PBS menindaklanjuti inisiatif ini secara mandiri.

Hal itu menunjukkan bahwa komitmen stakeholder tata kelola CSR di Kabupaten Gumas cukup kuat,” pungkas Iis yang juga menjabat sebagai Kabid Ekonomi, Sosial, dan Budaya pada BP3D Kabupaten Gumas.

Press Release Bidang Pengelolaan Informasi Publik.