Meriahkan Gerak Jalan Tingkat Pelajar Sambut Hut RI Ke-73

Meriahkan Gerak Jalan Tingkat Pelajar Sambut Hut RI Ke-73

Gunung Mas – Dalam rangka memeriahkan perayaan ulang tahun ke-73 kemerdekaan republik Indonesia tahun 2018, panitia mengadakan perlombaan gerak jalan antar sekolah di tingkat sekolah dasar (SD), Sekolah menengah pertama (SMP) Sekolah Menengah Atas (SMA)/ Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang bertempat start/finis Taman kota Kuala Kurun, rabu (15/8/2018).

Bupati Gunung Mas dalam hal ini diwakili oleh Asisten III Agung, SE mengibarkan bendera start tanda dimulainya perlombaan gerak jalan antar sekolah, jumlah peserta regu SDN 18 regu baik putra maupun putri, SMP jumlah regu 37 baik putra maupun putri, SMA/SMK jumlah regu 15 baik putra maupun putri.

“Asisten III Agung, SE menjelaaskan, semangat anak-anak dalam rangka memeriahkan perayaan ulang tahun ke-73 kemerdekaan republik Indonesia (RI) tahun 2018 ini, persiapannya sangat baik dari sejak awal bulan agustus mereka selalu setia, baik guru pendamping, guru-guru pelatih maupun dari pihak dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olah Raga selalu mendampingi mereka dalam berlatih,” ungkap Agung, SE. Mereka inilah generasi muda kedepan sebagai tunas bangsa, yang bisa menjadi pemimpin masa depan bagi Negara yang kita cintai.

“Sementara itu, koordinator seksi olah raga dan lomba Drs. Yunika Simpei menyampaikan tujuan perlombaan gerak jalan antar sekolah ini, untuk membangun silaturahmi antar pelajar di Kabupaten Gunung Mas dan meningkatkan persaudaraan antara pelajar di tingkat SD, SMP, SMA/SMK,” jelasnya.

 

Press Release Bidang Pengelolaan Informasi Publik.

 

Jamin Kualitas Daging  Kurban, Pemerintah Terapkan Standar ASUH

Jamin Kualitas Daging Kurban, Pemerintah Terapkan Standar ASUH

Jakarta, 15 Agustus 2018 – Hari Raya Idul Adha 1439 H akan jatuh pada 22 Agustus 2018. Semangat ummat muslim untuk beribadah dengan memperingati hari raya  Iedul Adha dan melaksanakan kurban meningkat. Perkiraan jumlah hewan kurban dilaporkan tahun ini mencapai 1.504.588 ekor, atau meningkat 5% dari tahun 2017. Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) berinisiatif untuk membuat standarisasi hewan kurban dengan prinsip Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH).

Seiring dengan peningkatan jumlah hewan kurban, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman berharap kesadaran masyarakat akan pentingnya penjaminan kualitas hewan kurban juga meningkat. Kualitas kurban tidak saja terkait dengan hal transenden, tetapi juga terkait dengan aspek sosial. Karenanya, kesehatan hewan kurban serta keamanan dan kelayakan daging kurban (higienitas) juga ikut meningkat.

”Kesehatan hewan merupakan hal penting yang harus diperhatikan, peyediaan daging hewan yang sehat adalah tanggung jawab bersama, untuk itu kami menghimbau kepada seluruh masyarakat agar membeli daging kurban yang memenuhi standar kesehatan,” pinta Amran saat ditemui di kantornya, Selasa (14/8/2018).

Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), Kementan bekerja sama dengan pemerintah daerah Propinsi dan kabupaten Kota telah melakukan berbagai langkah untuk meningkatkan pembinaan dan pengawasan teknis pemotongan hewan kurban sebagai upaya menghadirkan ternak terbaik berstandar ASUH bagi masyarakat Indonesia. 

Selain menjamin hewan kurban bebas penyakit zoonosis, yang berpotensi menular dari hewan ke manusia, fokus utama Kementan lainnya adalah memastikan pelaksanaan penyembelihan hewan kurban agar memenuhi persyaratan syariat Islam dan kesejahteraan hewan. Selain itu, pendistribusian daging kurban yang memenuhi persyaratan higienis dan sanitasi, serta keamanan pangan tidak luput dari perhatian.

“Kami sudah perintahkan kepada seluruh dokter hewan dan petugas kesehatan yang bertugas untuk terus melakukan pengawasan hewan kurban, baik dari segi kesehatan, proses penyembelihan hingga pendistribusian,” tegas Amran.

Kementan juga terus melakukan sosialiasi terhadap masyarakat terkait program penataan pelaksanaan kurban nasional sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 114 /Permentan/PD.410/9/2014. Peraturan tersebut pada intinya memastikan bahwa pelaksanaan pemotongan hewan kurban di Indonesia semakin tertata dan memenuhi persyaratan teknis dalam rangka menjamin daging kurban yang akan dibagikan kepada masyarakat aman dan berkualitas. 

Secara detail, peraturan tersebut juga mengatur tentang persyaratan minimal yang harus dipenuhi mulai dari tempat penjualan hewan kurban, transportasi, tempat penampungan sementara, persyaratan lokasi yang akan dijadikan tempat pemotongan hewan kurban, tatacara penyembelihan hewan kurban, serta distribusi daging sesuai aspek teknis dan syariat Islam.

Sebagai langkah kongkrit untuk penerapan dilapangan, Kementan melakukan pembinaan dan pengawasan pemotongan hewan, diantaranya dengan memfasilitasi pembangunan Pilot Project Sarana Pemotongan Hewan Kurban. “Sejak 2016, pilot project ini sudah dilakukan di 5 wilayah DKI Jakarta salah satunya di Sekolah Al Azhar Sentra Primer Jakarta Timur, dan 12 lokasi lain di 12 Provinsi di Indonesia melalui alokasi dana APBN Tugas Pembantuan,” jelas Amran.

Selain itu, setiap tahunnya Kementan juga menyampaikan himbauan untuk peningkatan kewaspadaan terhadap penyakit zoonosis saat pelaksanaan hewan kurban kepada seluruh dinas yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan di seluruh provinsi/kabupaten/ kota. Untuk tahun ini melalui Surat Edaran Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan sudah diedarkan tertanggal 1 Agustus 2018.

Lebih lanjut Amran menegaskan bahwa saat ini telah menerjunkan Tim Terpadu Pemantauan Hewan Kurban untuk melaksanakan koordinasi dengan dinas yang membidangi fungsi Peternakan dan Kesehatan Hewan di daerah tugas, lalu melaksanakan tugas pengawasan terhadap pelaksanaan teknis yang telah dilakukan oleh Pemerintah Daerah. Tim ini pun berkewajiban melaporkan hasil, serta mendokumentasikan pelaksanaan pemantauan kurban.

“Tahun ini, kita kerahkan tim terdiri dari 2.698 orang petugas dari Pusat sampai daerah se Jabodetabek yang terdiri dari berbagai unsur, Pemerintah, organisasi profesi dan mahasiswa serta petugas kementerian agama,” papar Amran.

Untuk memaksimalkan hasil, Kementan mengajak berbagai pihak untuk ikut terlibat salah satunya dengan menggandeng Asosiasi Kesehatan Masyarakat Veteriner Indonesia (ASKESMAVETI) untuk melaksanakan bimbingan teknis penataan kurban untuk Tim Pemantau Hewan Kurban. Selain itu, pembuatan video edukasi dan media sosialisasi lainnya juga dilakukan bekal masyarakat dalam advokasi penanganan hewan kurban, penyembelihan halal dan penanganan daging kurban yang higienis, serta pedoman kesejahteraan hewan kurban.

#KurbanKitaASUH

Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian

 

 

DINAS KOMINFOSP GUMAS GELAR SOSIALISASI PENYELENGGARAAN STATISTIK SEKTORAL TAHUN 2018

DINAS KOMINFOSP GUMAS GELAR SOSIALISASI PENYELENGGARAAN STATISTIK SEKTORAL TAHUN 2018

Kepala Dinas Kominfo, SP Kabupaten Gumas Drs. Dihel, M.Si selaku ketua panitia menjelaskan tujuan dilselenggarakannya kegiatan tersebut adalah untuk memberikan pemahaman bahwa ststistik sektoral pemanfaatannya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan instansi pemerintah dalam rangka penyelenggaraan tugas-tugas pemerintah dan tugas pembangunan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memerlukan kolaborasi data antar Perangkat Daerah untuk kemudian dilakukan penyusunan data dan analisis dalam rangka menunjang perencanaan dan pelaksanaan kegiatan pembangunan.

Kegiatan Sosialisasi dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Gumas Drs. Yansiterson, M.Si yang dalam sambutannya berharap “diharapkan setelah kegiatan ini seluruh Perangkat Daerah agar dapat membuat format data sektoral yang menjadi  tupoksi dari Perangkat Daerah yang bersangkutan, yang nantinya format data ini menjadi format data sektoral Kabupaten Gunung Mas.

Adapun yang menjadi Narasumber dalam kegiatan tersebut sebanyak 2 (dua) orang yakni Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah Hanif Yahya, S.si, M.Si dan Kepala Bidang TIK Dinas Kominfo Provinsi Kalimantan Tengah Mikelson Damek, ST, MT. Turut Hadir Kepala BPS Kabupaten Gunung Mas, Camat Tewah, Camat Rungan Hulu dan Camat Manuhing Raya.

 

Press Rilis Bidang Pengelolaan Informasi Publik

 

Dukung Program Gugus Tugas Pengembangan Anak Usia Dini, Melalui Posyandu-BKB-PAUD

Dukung Program Gugus Tugas Pengembangan Anak Usia Dini, Melalui Posyandu-BKB-PAUD

Gunung Mas – Sumber daya manusia yang sehat, dan produktif merupakan aset yang sangat berharga bagi bangsa dan Negara Indonesia. Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Disdalduk KB) Kabupaten Gunung Mas, menggelar rapat yang melibat Prangkat Daerah (PD) terkait dalam hal ini, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah, Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Turut hadir Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Disdalduk KB) Isaskar, S.H, M.Si, Prangkat Daerah (PD) terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gunung Mas, yang tergabung dalam gugus tugas pengembangan anak, usia dini holistic integratif.

Sekdak Gunung Mas Drs. Yansiterson, M.Si saat memimpin rapat mengatakan, untuk kelancaran pelaksanaan seluruh program gugus tugas pengembangan anak usia dini holistik integratif yang mengintegrasikan kegiatan posyandu-BKB-PAUD sesuai dengan perkembangan struktur dan nomenklator serta tugas dan fungsi Perangkat Daerah, sehingga penetapan gugus tugas pengembangan anak usia dini holistik integratif  perlu perubahan.

“Dia mengharapkan, gugus tugas dan pokja kampung KB terus bergerak beraktifitas mengkoordinasikan. dan segera invetarisirrekapitulasi  Roadmap dari Prangkat Daerah (PD) terkait, selanjutnya kita mencoba mebuat prototatif bangunan yang mengakomodir tiga hal sekaligus didalam bangunan itu, yang pertama mengenai PKB, dan yang kedua mengenai PAUD dan yang ketiga Posyandu,” jelasnya.

Posyandu BKB PAUD tiga-tiganya ada dalam prototif banguna itu, sehingga tidak perlu Posyandu satu bangunan, BKB satu bangunan PAUD satu bangunan, bila perlu dalam satu bangunan saja ada ketiga unsur itu. Ini bisa kita lakukan secara bertahap dan kita akan berusaha semaksimal mungkin.

“Maka dari itu, mari mewujudkan program presiden untuk mewujudkan manusia yang sehat, cerdas, dan produktif ini merupakan aset yang sangat berharga khususnya untuk Kabupaten Gunung Mas  bangsa dan Negara Indonesia,”pintanya.

Press Release Bidang Pengelolaan Informasi Publik.