Serahkan Bantuan Mesin Pencetakan Batako

Serahkan Bantuan Mesin Pencetakan Batako

Gunung Mas – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) menyerahkan satu paket bantuan mesin pencetak batako kepada karang taruna Desa Tumbang Miwan, Kecamatan Kurun. Penyerahan bantuan ini dilaksanakan di Halaman Kantor Dinsos setempat.

SERAHKAN : Kepala Dinsos Kabupaten Gunung Mas Drs. Budhy (Baju Hitam), dan Kabid Pemberdayaan Sosial Yuritae dua (dari kiri) menyerahkan bantuan satu paket mesin pencetak batako kepada karang taruna desa Tumbang Miwan, di halaman Dinsos setempat, Selasa (2/10/2018) pagi.

”Dengan pemberian bantuan ini, kita harapkan bisa dimanfaatkan dengan baik dan benar oleh karang taruna. Jangan sampai hanya menjadi besi tua,” tegas Kepala Dinsos Kabupaten Gumas Budhy didampingi Kabid Pemberdayaan Sosial Yuritae, Selasa (2/10) pagi.

Dia menuturkan, bantuan mesin pencetak batako yang diserahkan tersebut, terdiri dari mesin pencetak, mesin penggerak, sekop, gerobak dorong atau arko, semen, cangkul, serta molen atau mesin pengaduk.

”Bantuan yang kita berikan ini murni berasal dari anggaran Dinsos Gumas pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2018,” tuturnya.

Di tahun 2018 ini, lanjut dia, pihaknya fokus pada penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk mengembangkan usaha produktif di masing-masing karang taruna tingkat desa, sehingga mampu menjadi motor penggerak dalam meningkatkan ekonomi.

”Memang ini sudah menjadi prioritas kita, sebagai upaya untuk pengembangan ekonomi kreatif, khususnya bagi para pemuda yang berada di desa,” terangnya.

Saat ini, tambah dia, usaha pembuatan batako cukup potensial untuk dikembangkan. Hal tersebut mengingat tingginya pertumbuhan perumahan atau pembangunan di sejumlah desa.

”Disamping menciptakan wirausaha baru, usaha pembuatan batako ini juga akan membuka lapangan kerja baru, dan menekan angka pengangguran bagi warga desa,” tandasnya. (arm)

Percepatan Capaian Pelaksanaan Kesetaraan Gender

Percepatan Capaian Pelaksanaan Kesetaraan Gender

Gunung Mas – Saat ini, dalam penyelenggaraan pemerintahan, kesetaraan gender menjadi aspek penting dan harus direspon, karena merupakan salah satu point tujuan pembangunan berkelanjutan. Atas dasar itulah, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) menggelar pelatihan Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender (PPRG), bagi focal point perangkat daerah tahun 2018.

”Melalui pelatihan ini, akan dapat membuka wawasan semua pihak untuk lebih memahami arti pentingnya percepatan pelaksanaan kesetaraan gender di daerah, sehingga dapat segera tercapai,” ucap Sekretaris Daerah (Sekda) Gumas Yansiterson, di GPU Tampung Penyang, Selasa (2/10/2018) pagi.

Menurut dia, dalam mengambil setiap kebijakan dan rencana pelaksanaan pembangunan, kesetaraan gender akan selalu dikedepankan. Hal ini telah menjadi salah satu komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gumas untuk mencapai keberhasilan pembangunan.

”Berbagai upaya telah dan sedang kita lakukan dalam membangun kesadaran gender di kalangan aparat pemerintah maupun swasta. Salah satunya dengan pelaksanaan pelatihan ini,” ujarnya.

FOTO. Bersama Peserta Didampingi Sekda Gunung Mas Drs. Yansiterson, M. Si dan narasumber dari DP3A Provinsi Kalteng Eni Priatminingohi pada pelatihan percepatan, dan penganggaran responsif gender bagi focal point perangkat daerah tingkat Kabupaten Gunung Mas tahun 2018, di GPU Tampung Penyan, Selasa (2/10/10/2018) pagi.

Sejauh ini, lanjut dia, perkembangan paradigma pembangunan gender lebih ditekankan pada strategi yang dibangun, untuk mengintegrasikan gender menjadi satu dimensi integral dalam merencanakan, menganggarkan, melaksanakan, memantau, serta mengevaluasi berbagai kebijakan, program dan kegiatan pembangunan.

”Apa yang kita lakukan ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan keadilan gender, sehingga memiliki pores kesempatan yang sama dalam beraktivitas,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala DP3A Kabupaten Gumas Rumbun mengatakan, pelatihan ini bertujuan untuk memahami konsep serta tujuan perencanaan dan penganggaran responsif gender, memahami kategori anggaran responsif gender, menganalisis dengan menggunakan metode Gender Analysis Pathway (GAP), dan menyusun dokumen Gender Budget Statement (GBS).

”Pelatihan ini diikuti oleh 30 orang peserta dari berbagai kalangan. Kita harapkan kesetaraan gender dapat tercapai, sehingga berdampak pada pembangunan yang semakin meningkat, untuk terwujudnya Kabupaten Gumas Bersinar tahun 2019,” pungkasnya.

Press Release Bidang Pengelolaan Informasi Publik.

Tingkatkan Kualitas Penggunaan Dana Desa Melalui TPID

Tingkatkan Kualitas Penggunaan Dana Desa Melalui TPID

Gunung Mas – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) melaksanakan pelatihan Tim pelaksana inovasi desa (TPID) tahun 2018, yang diikuti oleh 63 orang, terdiri dari seluruh TPID se kabupaten.

”Pelatihan ini kita lakukan untuk meningkatkan kualitas penggunaan dana desa melalui kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang inovatif, untuk kebutuhan masyarakat, serta membangun kapasitas yang mandiri,” ucap Kepala DPMD Kabupaten Gumas Yulius Agau, Minggu (1/10) malam.

Menurut dia, TPID merupakan pelaksana kegiatan Pengelolaan Pengetahuan Inovasi Desa (PPID) di kecamatan dan berkedudukan di kecamatan. Ini merupakan kelompok masyarakat yang memiliki minat besar dalam pengembangan kegiatan, fasilitas, Sumber Daya Manusia (SDM), dan praktik cerdas di wilayahnya.

”TPID ini dipilih melalui forum masyarakat di kecamatan dan dikukuhkan oleh Bupati melalui Surat Keputusan (SK). Mereka nantinya yang akan mengelola dana bantuan dari pemerintah,” ujarnya.

Dia menuturkan, beberapa kriteria untuk menjadi TPID, yakni tidak terdaftar dalam pengurus dari partai politik, tidak sedang menjabat sebagai staf desa dan kecamatan, memiliki dedikasi terhadap pembangunan desa dan kawasan, diutamakan masyarakat yang memiliki kreatifitas dalam pembangunan desa, berasal dari tokoh masyarakat yang mengutamakan keterwakilan perempuan.

”TPID bertugas menerima, menyalurkan, dan mempertanggungjawabkan dana operasional kegiatan inovasi, fasilitasi pertemuan musyawarah masyarakat, fasilitasi tahapan pelaksanaan pengelolaan inovasi desa, lakukan monitoring dan evaluasi hasil komitmen yang dilakukan oleh desa, serta membuat laporan kegiatan dan keuangan PPID dan P2KTD,” terangnya

Sementara itu, Ketua Panitia yang juga Sekretaris DPMD Jepin mengatakan pelatihan TPID ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas penggunaan dana desa, serta penguatan kapasitas SDM terutama aparatur desa dalam kemampuan tata kelola desa. (arm)

PGRI Harus Berkontribusi Untuk Dunia Pendidikan

PGRI Harus Berkontribusi Untuk Dunia Pendidikan

Gunung Mas – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Gunung Mas menggelar Rapat Koordinasi Kabupaten (RAKORKAB) I PGRI Gunung Mas Tahun 2018 kegiatan diselenggarakan di Aula SLBN 1 Kurun, Senin (01/10/2018) pagi. “Dengan tema membangkitkan kesadaran kratif Guru dalam meningkatkan mutu Pendidikan”.

Adapun peserta yang hadir seluruh pengurus cabang PGRI dari 12 Kecamatan se Kabupaten Gunung Mas masing-msing 3 orang untuk mengikuti rapat koordinasi dimaksud.

Kepala Dinas Pendidikan Drs. Rusdi mengatakan, dengan diadakan program-program yang ditawarkan ataupun yang akan dibahas nanti oleh PGRI, supaya mampu untuk memberikan kontribusi terutama didalam dunia Pendidikan  khusnya di Kabupaten Gunung Mas.

“Sampai saat ini, Kontribusi PGRI berjalan belum maksimal, tetapi mulai saat ini PGRI sendiri sudah melaksanakan rapat-rapat koordinasi dalam rangka membangkitkan kesadaran kratif guru, untuk meningkatkan mutu Pendidikan dan membangun suatu kebersamaan dalam menjalankan tugas mereka,” kata Drs. Rusdi.

Organisasi Guru harus tumbuh besar, dalam membangun kekompakan, bangunkan kerjasama, bangunkan dalam hal Visi Misi sehingga dengan adanya suatu kekompakan, maka PGRI di Kabupaten Gunung Mas bisa lebih maju dan menjadi lebih besar.

Ketua PGRI Brikson, M.Pd menjelaskan PGRI tahun 2017 dapat penghargaan dari pengurus besar PGRI pusat, dan ini tetep kita pertahankan semoga di tahun 2018 juga pada saat rapat koordinasi di pusat semua kita berharap masih diberikan lagi penghargaan. Ini yang ingin kami sampaikan kepada teman-teman, membangun kekompakan, membangun kebersamaan, sebagai wujut untuk memajukan PGRI di Kabupaten Gunung Mas.

“Dalam rangkaian kegiatan rapat koordinasi kali ini, yang pertama dalam waktu yang akan datang peserta dari PGRI itu sendiri akan mengikuti Porseni PGRI tingkat Provinsi. Ada beberapa cabang lomba yang diikuti oleh anggota PGRI, kedua kita ingin pengurus-pengurus cabang di Kecamatan segera membentuk ranting-ranting PGRI di sekolah-sekolah sehingga dari akar ke pusat itu bisa berjalan seiring, semua program yang di canangkan oleh pusat bisa tersalur ke daerah dengan baik,” ucap Brikson, M.Pd.

Press Release Bidang Pengelolaan Informasi Publik.

Sampaikan KUA-PPSA APBD Perubahan 2018

Sampaikan KUA-PPSA APBD Perubahan 2018

Gunung Mas – Pemkab dan DPRD Gunung Mas menyepakati dan menandatangani nota kesepakatan, terkait Kebijakan Umum dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun 2018.

Turut hadir Bupati Gunung Mas Drs. Arton S. Dohong, Katua DPRD Drs. Gumer, Wakil Katua Punding Merang, S.Sos, Anggota DPRD, Sedak Gunung Mas Drs. Yansiterson, M.Si, Asiten I Drs. Ambo Jabar, Asiten II Ir. Yohanes Tuah, M.Si, Asisten III Agung, SE, yang mewakili Kapolres Gunung Mas, Kepala OPD, serta undangan lainnya.

Penandatangan itu dilakukan dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Gunung Mas dengan agenda penandatangan nota  kesepakatan bersama tentang KUA dan PPAS APBD-P 2018, dan Pidato Pengantar Bupati terhadap Rancangan Perubahan APBD Tahun 2018, di Ruang Sidang Paripurna DPRD, Senin (01/10/2018) pagi.

Bupati Gunung Mas dalam Sambutanya mengatakan, rencana APBD-P 2018 terjadi penurunan pendapatan yang semula Rp. 1.170.839.364.639,10 menjadi Rp. 1.069.233.165.582,30 atau turun 8,68 persen. Sedangkan belanja mencapai Rp. 1.072.000.241.234.16, artinya, Kabupaten Gunung Mas mengalami defisit pendapatan sebesar Rp. 2.767.075.651,86.

“Perlu kami jelaskan disini, bahwa tareget pajak Daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan mengalami kenaikan target dan lain-lain pendapatan asli daerah yang sah mengalami penurunan dari target semula, sehingga untuk target pendapatan asli daerah bertambah dari target semula,” pungkanya.

Dana perimbangan semula ditargetkan sebesar Rp.984.862.135.237,10 setelah perubahan menjadi Rp.871.105.567.567.522,00 berkurang sebesar Rp.113.756.715,10 atau turun 11,55 persen ditargetkan sebesar Rp.99.390.833.237,10 setelah perubahan menjadi Rp.81.124.165.522,00 berkurang sebesar Rp.18.266.667.715,10 turun 18,38 persen.

“Bupati Gunung Mas mengatakan, untuk mengatasi defisit ini Pemerintah Kabupaten Gunung Mas berupaya melakukan penambahan target dari pendapatan Asli Daerah (PAD) dan lain-lain pendapatan daerah yang sah, merasionalisasikan belanja SOPD, serta menunda beberapa kegiatan yang masih terlaksana,” terangnya.

Target pendapatan, belanja dan pembiayaan sebagaimana yang saya uraikan tadi, menurut hemat kami, sudah disusun secara realitis sesuai potensi dan kondisi riilnya masing-masing, sehingga dapat kita cermati, kita bahas dan kita tetapkan bersama, pada saatnya nanti.

“Pada kesempatan ini, besar harapan kami semoga Rancangan Peraturan Daerah tentang perubahan APBD tahun Anggaran 2018 yang kami sampaikan ini, selanjutnya dapat dibahas dan disepakati, dalam waktu yang relatif cukup, untuk pelaksanaan kegiatan selanjutnya,”tutup Drs. Arton S. Dohong.

Press Release Bidang Pengelolaan Informasi Publik.