Gunung Mas – Sebanyak 20 orang guru Bahasa Inggris yang berasal dari berbagai Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs) di wilayah Kabupaten Gunung Mas (Gumas) mengikuti Pelatihan Peningkatan Kompetensi yang dipusatkan di Aula BP3D setempat, 10-15 Oktober.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) HM Rusdi dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kabid Pembinaan Ketenagaan Martono mengatakan, pelajaran Bahasa Inggris merupakan pelajaran yang sangat penting bagi para peserta didik, karena pelajaran ini masuk di dalam Ujian Nasional (UN).

FOTO /// Seorang peserta pelatihan saat melakukan praktek di SMPN 6 Kurun.

“Dengan mendapat pelatihan Peningkata Kompetensi Guru Bahasa Inggris ini, kita harapkan para guru yang menjadi peserta dapat meningkatkan kompetensi sebagai tenaga pendidik yang berkualitas,” katanya saat membuka kegiatan.

Ada beberapa tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini. Diantaranya, para guru yang mengikuti pelatihan peningkatan kompetensi diharapkan dapat menyusun rencana pembelajaran, nilai siswa dalam menghadapi UN dapat lebih baik, dan siswa dapat menguasai bahasa Inggris, paling tidak secara pasif.

Ditambahkan olehnya, program ini merupakan program corporate social responsibility (CSR) dari PT Berkala Maju Bersama (BMB) dan PT Jaya Jadi Utama (JJU) bekerjasama dengan Disdikbud Kabupaten Gumas.

“Ini sangat membantu dalam hal pembiayaan, yang belum pernah kita laksanakan karena keterbatasan anggaran kita. Kiranya ini dilaksanakan secara efisien, efektif dan berkelanjutan,” ucapnya menambahkan.

Sementara itu, Fasilitator Integrasi Program Perusahaan Besar Swasta (PBS) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gumas, Dian menerangkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 20 orang guru bahasa Inggris tingkat Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs) dari berbagai sekolah di wilayah setempat.

“Kegiatan ini diisi dengan pemberian materi selama lima hari, dan praktek selama satu hari. Untuk praktek, para peserta pelatihan langsung menerapkan materi yang mereka dapatkan selama pelatihan di SMP Negeri 6 Kurun,” katanya menambahkan. (c-gcm)