Kontingen Porprov Gumas Diberangkatkan

Kontingen Porprov Gumas Diberangkatkan

Gunung Mas – Kabupaten Gunung Mas (Gumas) mengirimkan 139 kontingen yang terdiri dari atlet, pelatih, dan official untuk mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) ke XI, yang dilaksanakan di Kota Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, mulai 19-27 Oktober 2018 mendatang.

Aaisten I Drs. Ambo Jabar menyerahkan Bendera Kontingen kepada pimpinan kontingen porprov Kabupaten Gunung Mas Brikson, sebagai tanda dilepasnya para kontingen untuk bertanding, Kamis (18/10/2018) pagi.

“Pada event porprov kali ini, kita mengikuti delapan cabang olahraga (cabor) yakni atletik, pencak silat, dayung, catur, voli pasir, panahan, sepakbola, dan panjat tebing,” ucap Ketua Kontingen Kabupaten Gumas Brikson, ketika pelepasan kontingen di Halaman Kantor Bupati, Kamis (18/10).

Menurut dia, perwakilan Kabupaten Gumas dalam delapan cabor tersebut dianggap dapat bersaing dengan daerah lain, dan diharapkan tidak langsung tersingkir di babak awal bahkan dapat meraih medali. Secara khusus, ada cabor unggulan yang ditargetkan meraih medali, seperti atletik, catur, dayung, panahan, dan pencak silat.

“Minimal kita mempertahankan peringkat pada pelaksanaan porprov ke X lalu, yakni peringkat sembilan. Bahkan, jika memungkinan kita bisa naik peringkat,” tuturnya.

Sementara itu, Asisten I Setda Gumas Ambo Jabar mengatakan, dari delapan cabor yang diikuti tentunya ini tidak mudah. Harus mempertaruhkan segenap kemampuan dan potensi yang dimiliki. Disamping itu, juga perlu kesiapan mental.

“Kepada kontingen Kabupaten Gumas khususnya para atlet, agar menjaga kesehatan dan terus mempersiapkan diri, sehingga nantinya bisa meraih prestasi yang membanggakan,” tuturnya.

Dia menuturkan, kontingen Kabupaten Gumas hendaknya terus berjuang dengan sekuat tenaga, agar dapat mencapai target yang telah ditetapkan. Secara khusus, para atlet diminta untuk memberikan yang terbaik, demi meraih prestasi yang akan mengharumkan nama Kabupaten Gumas.

“Saya juga mengingatkan agar kontingen untuk menjaga kesehatan selama disana, sehingga saat bertanding nanti dapat menampilkan penampilan yang prima dan meraih prestasi tertinggi. Berusahalah untuk memberikan yang terbaik bagi Kabupaten Gumas tercinta,” tandasnya. (arm)

Gunung Mas Ikuti 8 Cabang Olahraga di Porprov Kalimantan Tengah

Gunung Mas Ikuti 8 Cabang Olahraga di Porprov Kalimantan Tengah

Gunung Mas – Ketua Kontingen Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kabupaten Gunung Mas, Brikson menyampaikan, Kabupaten Gunung Mas mengikuti delapan cabang olahraga pada kegiatan Pekan Olahraga  Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) ke-XI yang dilaksanakan dari 19-27 Oktober 2018 di Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara.

Cabang olahraga yang diikuti kontingen Porprov Kabupaten Gunung Mas yakni atletik, pencak silat, dayung, catur, volley pasir, panahan, sepak bola dan panjat tebing.

“Dengan jumlah atlet sebanyak 123 orang,” ungkap Brikson saat pelepasan atlet Porprov Kabupaten Gumas di halaman kantor Bupati Gumas, Kamis (18/10/2018).

Brikson yang juga Sekretaris Disdikbud Kabupaten Gumas menyampaikan, rincian atlet Kabupaten Gumas yang mengikuti Porprov yakni atletik sebanyak 20 atlet, pencak silat 20 atlet, dayung 18 atlet, catur 8 atlet, volley pasir 6 atlet, panahan 11 atlet, sepak bola 22 atlet dan panjat tebing 16 atlet.

“Jumlah kontingen Porprov Kabupaten Gunung Mas sebanyak 139 orang,” terang dia.

Ketua KONI Kabupaten Gunung Mas Edyson D Kenting menyampaikan, pihaknya menargetkan Kabupaten Gumas bisa meraih urutan sembilan. “Bila memungkinkan bisa meraih prestasi lebih baik dari sebelumnya,” kata Edyson. (EPRA SENTOSA/B-6)

 

Terima Pelukis Ilham, Kadisparpora Mengaku Bangga

Terima Pelukis Ilham, Kadisparpora Mengaku Bangga

Gunung Mas – Kadisparpora Kabupaten Gunung Mas (Gumas) Yunika Simpei mengaku bangga akan bakat dan kemampuan melukis Ilham Fahmi Ali, 18 siswa kelas XII SMAN 1 Kuala Kurun. Ilham menurutnya dapat menjadi pelukis hebat dikemudian hari yang mampu mengharumkan nama Gumas.

Simpei utarakan hal itu usai menerima Ilham diruang kerjanya, Rabu (17/10) pagi.

didampingi Kepala SMAN 1 Batuah Sanggah, Kabid Pemuda yang juga Plt Sekretaris Disparpora Siren dan Kasi Sarana dan Prasarana Kemitraan Olahraga R Fernando.

“Kita bangga ya, apalagi bertepatan dengan kirab pemuda di Palangka Raya, Ilham berpartisipasi dengan melukis Face Menpora,” kata Simpei.

Diapun menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah atas kerjasama dengan pihaknya sehingga Ilham bisa ikut di kegiatan kirab pemuda dan memperlihatkan kemampuan melukisnya.

“Dia (Ilham) kita harapkan memberi hasil lukisan yang baik demi kebaikan dirinya dan kebaikan daerah ini,” tegas Simpei.

“Kemampuannya kita harapkan juga mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Gunung Mas, terutama dalam mengendors pendidikan dia selanjutnya,” sambung Simpei.

Pihaknya, ujar Simpei siap memberi dukungan sarana prasarana buat Ilham dalam melukis melalui anggaran yang ada di Disparpora.

Batuah Sanggah berharap kemampuan melukis Ilham  terus meningkat dan pihaknya (SMAN 1) berkomitmen memberi dukungan.

“Kami membuat semacam ekstrakulikuler untuk kegiatan melukis, seperti yang dilakukan Ilham, termasuk juga mengukir atau memahat patung.Kami memfasilitasi potensi potensi yang dimiliki siswa siswi kami.

“Kami ingin kemampuan mereka berkembang, tidak hanya prestasi akademik tetapi  prestasi lainnya dari kemampuan yang mereka miliki,” tutur Batuah.

Ilham pun bersyukur atas dukungan sekolahnya dan Disparpora. Ia mengatakan masih harus terus belajar dalam hal melukis supaya kemampuan melukisnya semakin baik dan hasil lukisannyapun semakin baik dan berkualitas. “Keduanya sama sama-penting (pendidikan dan melukis). Saya ingin semuanya berhasil.

Untuk melukis, saya ingin seperti Basuki Abdullah,” tutur Ilham yang mengaku sudah menghasilkan 30 lebih lukisan dan akan terus melukis sampai menjadi pelukis terkenal dari Bumi Habangkalan Penyang Karuhei Tatau.

Press Release Bidang Pengelolaan Informasi Publik.

 

Peringati Hari Pangan Sedunia, Pemerintah Optimalisasi Lahan Rawa untuk Pertanian Produktif

Peringati Hari Pangan Sedunia, Pemerintah Optimalisasi Lahan Rawa untuk Pertanian Produktif

Barito Kuala – Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) berkomitmen untuk mewujudkan kemadirian pangan. Salah satunya adalah dengan optimalisasi lahan rawa sebagai lahan suboptimal untuk pertanian produktif, seperti yang menjadi tema utama puncak Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke 38 diselenggarakan di Barito Kuala, Kalimantan Selatan (Kalsel) pada 18-21 Oktober 2018.

Tema peringatan tahunan yang jatuh setiap tangga 16 Oktober tersebut, sesuai dengan tema World Food Day tahun 2018 yang diusung oleh organisasi pangan dan pertanian dunia yakni “Our Actions are Our Future, A Zero Hunger World by 2030 is Possible”. Pemerintah bertekad menjadikan lahan rawa sebagai penjamin ketersediaan pangan masa depan, ditengah pesatnya pertumbuhan penduduk dan menyusutnya lahan pertanian.

“Optimalisasi lahan rawa adalah bagian dari komitmen pemerintahan Jokowi-JK untuk menjaga kebutuhan pangan kita dengan meningkatkan produktivitas pertanian. Bahkan, untuk visi yang lebih besar yakni lumbung pangan dunia di 2045,” kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat membuka acara di Barito Kuala pada Rabu (07/10/2018).

Optimisme Amran ini bukan tanpa alasan karena lahan rawa di Indonesia cukup besar namun masih dipandang sebelah mata. Dari data Kementan terlihat luas lahan rawa di Indonesia diperkirakan mencapai 34,1 juta hektare yang terdiri dari sekitar 20 juta hektare lahan rawa pasang surut, dan lebih dari 13 juta hektare lahan rawa lebak. Lahan ini tersebar rersebar di 18 provinsi, atau 300 kabupaten/kota.

Dari jumlah itu, 9,52 juta hektare diantaranya bisa dikembangkan untuk pertanian. Potensi ini lebih luas dibandingkan lahan sawah irigasi yang hanya seluas 8,1 juta hektare. Kendala terbesar pemanfaatan lahan rawa terdahulu adalah genangan maupun kekeringan, namun saat ini dapat diatasi dengan pengelolaan tata air dan teknologi penataan lahan.

“Kita buktikan, dengan teknologi, lahan rawa yang dulunya hanya menghasilkan asap saat kemarau, dan tergenang saat hujan kini bisa dipakai petani untuk menghasilkan pangan,” ujar Amran di antara 750 hektare lahan padi rawa yang siap panen di Desa Jejangkit Muara, Kecamatan Jejangkit, Barito Kuala yang merupakan proyek percontohan.

_*Pertanian Modern Lahan Rawa*_
Amran menunjukkan, bahwa upaya konversi lahan rawa menjadi lahan pertanian ini telah berhasil dikembangkan seluas salah satunya di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, dan ditargetkan akan ada 4.000 hektare lahan rawa di Kalimantan Selatan hingga akhir tahun 2018 nanti yang sudah jadi lahan pertanian produktif.

Pembukaan lahan rawa ini dilengkapi dengan pembangunan irigasi dan penerapan mekanisasi pertanian modern. Sejumlah tantangan seperti menjaga level air dilakukan dengan pompanisasi, begitu juga pengapuran untuk mengatasi kadar asam yang tinggi, dan beberapa intervensi untuk percepatan lembusukan jerami.

Optimalisasi lahan rawa juga tidak terlepas dari penggunaan varietas unggul baru (VUB) padi yang adaptif untuk rawa, dipadukan dengan teknologi budidaya yang tepat. Sebanyak 35 varietas padi unggul adaptif lahan rawa pasang surut dan rawa lebak dengan berbagai sifat keunggulan termasuk yang banyak dikembagkan antara lain inbrida padi rawa (Inpara) yaitu Inpara 2, Inpara 3, Inpara 8 dan Inpara 9, dan padi sawah irigasi/tadah hujan yang juga ditanam varietas adalah Inpari 32, Inpari 40 dan Inpari 42 Agritan.

“Peringatan HPS ke-38 tak boleh sekedar seremonial, tetapi harus menjadi momentum penting untuk perkenalkan kepada dunia akan kemajuan teknologi pertanian, terutama keberhasilan Indonesia memanfaatkan lahan rawa pertanian produktif,” tutup Amran.

Sejumlah rangkaian acara mendukung HPS 2018, seperti Pekan Pertanian Lahan Rawa Nasional (PPRN) guna memperkenalkan teknologi dan inovasi lahan rawa untuk pertanian. Termasuk dengan melaunching lunching Taman Sains Pertanian (TSP) Lahan Rawa, Bimbingan Teknis pengelolaan lahan rawa, Gelar Inovasi teknologi Pertanian Lahan, dan Pameran IPTEK dan Inovasi Pertanian Lahan Rawa.

Kegiatan yang juga penting adalah pelaksanaan International Workshop on Tropocal Wetlands: Innovation in Mapping and Managament for Sustainable Agriculture, serta diplomatic tour untuk para duta besar negara sahabat. Semua itu dilakukan agar “Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Rawa Lebak dan Pasang Surut Menuju Indonesia Lumbung Pangan Dunia 2045” bukan sekedar tema, tapi implementasi dan kerja nyata.

#HPS2018
Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian bersama Tim Komunikasi Pemerintah Kemkominfo.