Gunung Mas – Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Gumas) menggelar apel pada peringatan Hari Bela NegaraTahun 2018 bertempat di halaman Kantor Bupati Gunung Mas, Kamis (20/12/2018)pagi.

Waki Bupati RonyKarlos, S.Sos  sebagai Pembian Apel dandiikuti pejabat dilingkup pemerintah Kabupaten Gunung Mas yakni, Sekda Gunung Mas Drs. Yansiterson, M.Si, Asiten I Drs. Ambo Jabar, Asisten II Ir. YoahanesTuah, M.Si, Asisten III Agung, SE, kepala Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) serta ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gunung Mas.

Dalam Amanat tertuli Preside RI yang dibacakan oleh Wakil Bupati Gunung Mas Rony Karlos,S.Sos menuturkan, dalam konteks  bela Negara yang semangkin relevan dengan ragam tantangan dan kecepatan perubahandunia di segala bidang.

FOTO : Suasana apel bela Negara ke-70
Wakil Bupati Gunung Mas Rony Karlos, S.Sos, Saat Pembacaan Amanat Presiden Jokowi Dodo di halaman kantor Bupati Gunung Mas  Kamis (20/12/2018).

“Tahun ini Negarakita sudah memulai langkah dengan merampungkan RoadMap Industri 4.0. saya tegaskan bahwa RoadMap ini bukan untuk gagah-gagahan, tetapi sebagai manifestasi bela Negara. RoadMap ini mengakselerasi kesiapan rakyat menghadapi Era robotik. Era dimana ratusan ribu jenis pekerjaan manual akan digantikan oleh teknologi-teknologi disruptif,” tutur Presiden.

Wujud bela Negara ditengah teknologi disruptif bukanlah larut dalam disruption dan tenggelam dalam teknologi disruptif.

Justru bangsa kita harus sekuat tenaga mempertahankan makna pembangunan berkelanjutan baik dalam konteks sosial maupun alamiah

Dikatannya, kesadaran bela Negara, nilai-nilai luhur bangsa, kearipan lokal, dan keaslian lingkungna hidup kita jelas tidak mungkin diserahkan kepada kecerdasan buatan yang sangat tergantung ketersediaan alat, koneksi jaringan dan listrik.

“Pada momentum hari bela Negara ini kita insafi kembali kemerdekaan bangsa dan Negara yang dianugerahkan oleh Tuhan Yang Maha Esa sebagai modal dasar kerja bangsa disegala bidang dan mensyukuri bersama keberadaan ratusan suku bangsa, bahasa, adat istiadat, beragam agama dan kepercayaan didalam wadah NKRI yang membentang lebih dari seperdelapan khatuilistiwa,” ungkap Presiden   

Press Release Bidang Pengelolaan Informasi Publik.