Kadis Kominfo, SP Optimis Capai Target Rp 128 Juta dari Retribusi Menara

Kadis Kominfo, SP Optimis Capai Target Rp 128 Juta dari Retribusi Menara

Gunung Mas – Kepala Dinas (Kadis) Komunikasi dan Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Gunung Mas Drs. Dihel, M.Si mengatakan, target pendapatan asli daerah (PAD) dari sisi pengawasan menara telekomunikasi di wilayah Kabupaten Gunung Mas (Gumas) mencapai Rp 128 juta. Target tersebut sedang diupayakan Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo, SP) dengan sarana 6 (enam) perusahaan yang bergerek dibidang telekomunikas.

“Kita optimis untuk mencapai target yang ditentukan untuk PAD tahun ini. Ada enam perusahaan yang pertama PT. Daya Mitra Telekomunikasi nilainya kurang lebih 42 juta kemudian PT. Telkomsel kurang lebih Rp 31 juta  kemudian PT Protelindo dengan nilai tagihan 25 juta kemudian PT Tower bersama  Rp 14 juta dan kemudian PT. XL 23 juta dan PT Indosat sebesar Rp 14 juta dengan total keseluruhan yang kita harapkan dari enam perusahaan ini nanti bisa membayar Rp 152 juta lebih untu tahun 2019,” ujarnya. Selasa (22/1/2019).

Dikatakannya, untuk tahun 2019 ini jumlah tower yang tersebar dibeberapa kecamatan di wilayah Kabupaten Gunung Mas (Gumas) sebanyak 54 tower. Untuk jumlah kaki tower, masing-masing nilai karena ada tiga jenis.

“Ini semua masing-masing jenis tower, karena ada tiga macam jenis kaki ada yang empat kaki, ada empat kaki, tiga kaki, dan full tower, dan nilai yang sudah dikeluarkan oleh dirjen kementerian keuangan kita bisa menyesuaikan dan terkait juga dengan perda yang sudah dikeluarkan,” ujarnya.

Tahun 2018 tidak bisa terpenuhi karena ada beberapa perusahan mengajukan keberatan oleh sebab itu mengacu pada undang-undang tentang penetapan retribusi dan pajak daerah bahwa perda yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah tidak bisa berlaku surut, sementara kita baru mengeluarkan pada bulan Oktober dan penagihan terhitung januari dan itu wajar pihak perusahaan keberatan, memang ketentuan undang-undang mengatur.

“Kita berharap dari target yang diberikan dari Dinas Kominfo, SP Rp 128 juta sementara sasaran penagihan kita Rp 152 juta. Kita optimis harus tercapai karena ada tiga perusahasn yang menyatakan siap membayar namun mereka minta penundaan pembatalan pada tahun 2018, mereka hanya membayar yang 2019 karena peraturan undang-undang tadi,” ujarnya.

Press Release Bidang Pengelolaan Informasi Publik.

Sepanjang Tahun 2018, Ada 18 Kasus Menimpa Anak

Sepanjang Tahun 2018, Ada 18 Kasus Menimpa Anak

Gunung Mas – Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) Rubun menyampaikan, sepajang tahun 2018, terjadi 18 kasus menimpa anak di Gunung Mas.

“Kasus kekerasan terhadap anak diantaranya kasus pelecehan seksual, penganiayaan terhadap anak terluka bahkan truma, bullying dan kasus lainnya,” kata Rumbun, Seni (21/1).

Tanapa menyebut secara rinci 18 kasus itu, mantan Camat Rungan itu mengaku pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat Gumas tentang bentuk kekerasan dan pelecehan seksual serta jenis jenisnya agar masyarakat dan orang tua mengerti dan menghindari anak dari hal itu.

“Peran tanggung jawab masyarakat, orang tua dan Pemerintah untuk melindungi anak supaya tidak mengalami kekerasan. Perlindungan terhadap anak sebuah keniscayaan untuk menjamin masa depan mereka yang baik. Dinas P3A berharap tahun ini kekerasan terhadap anak dapat diminimalisir bahkan tidak ada kasus,” ujar Rumbun.

Upaya lainnya dari Dinas P3A untuk menghindari anak dari kekerasan, tahun ini pihaknya akan membentuk forum anak di kecamatan, kelurahan dan desa di Gumas.

 “Tujuannya untuk menjebatani komunikasi dan interaksi antara pemerintah dengan anak-anak di kecamatan, kelurahan dan desa dalam rangka pemenuhan hak partisipasi anak,” ungkapny.

Dikatakannya, forum anak bermanfaat sebagai sarana bagi anak untuk berkumpul dan aktif menyampaikan aspirasi, pendapat, kepentingan dan masyarakat menjadi lebih peduli terhadap masalah anak.

“Bagi orang tua, manfaatnya (forum anak) mengasah kecerdasan sosial anak dan tumbuh kembang anak anak lebih optimal. Bagi masyarakat, masalah sosial anak lebih muda dilokalisir sehingga memudahkan dalam mencari solusi,” pungkasnya.

Tahun 2019 akan mengembangkan pelayanannya dengan sitem on line.

Tahun 2019 akan mengembangkan pelayanannya dengan sitem on line.

Gunung Mas – Rapat Anggota Tahunan (RAT) Kopdit Credit Union (CU) Betang Asi Tahun 2018 mengusung tema “Melaksanakan Tata Kelola ACCESS Untuk Mewujudkan Credit Union Betang Asi Yang Berkelanjutan” kegiatan ini bertempat di GPU Tampung Penyang Jl A. Yani, Kuala Kurun, (22/1/2019).

Turut hadiri mewakili Bupati Gunung Mas Asisten I Setda Gunung Mas Drs. Ambo Jabar, M.Si, dengan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD), Kepala Perangkat Daerah dilingkup Pemerintah Kabupaten Gunung Mas, Pengurus Copdit CU Betang Asi, serta Anggota Tahunan (RAT) Kopdit CU Betang Asi.

Penabuhan Katambung oleh Asisten I Ambo Jabatr dan Ketua Kopdit CU Betang Asi Ambu Naptamis tanda dibukanya RAT Kopdit CU Betang Asi TP Betang Batarung Tahun 2019 Kuala Kurun, Selasa (22/1/2019).

Dalam sambutan tertulis Bupati Gunung Mas Drs. Arton S. Dohong yang dibacakan oleh Asisten I Drs, Ambo Jabar, M.Si mengatakan, Credit Union dalam upaya peningkatan perekonomian masyarakat telah cukup banyak mengorganisir dan mendamping kelompok-kelompok usaha anggotanya guna melakukan diversifikasi usaha. Ada 95 kelompok usaha yang didampingi CU di Kabupaten Gunung Mas.

“Di wilayah Kabupaten Gunung Mas berdasarkan laporan, saya tahu ada 3 kantor Tempat pelayanan (TP) Kopdit CU Betang Asi, yaitu Kantor TP di Sepang Kota, Kantor TP di Kuala Kurun, Kontor TP di Tumbang Malahoi, dan ada 4 Kantor tempat pelayanan khusus (TPK) yaitu di Tewah, di Tumbang Talaken,  di Tumbang Jutuh, dan Kampuri,” ujarnya.

Sejumlah Pejabat dan Anggota Rapat Tahunan Kopdit CU Betang Asi

Diera digitalisasi yang begitu cepat berubah dan mengalami perubahan, dan dengan cukup banyak kantor pelayanan CU yang ada, maka perlu dan menjadi keharusan untuk mengikuti perkembangan teknologi khususnya teknologi informasi dan komunikasi. Dan patut kita berikan apresiasi kepada CU Betang Asi, sebagai bagian dari gerakan koperasi di Kalimantan Tengah, tanggap terhadap perkembangan teknologi informasi sekarang ini, yang mana berdasarkan informasi yang saya terima, pada tahun 2019 ini akan mengembangkan pelayanannya dengan sitem on line.

Diharapkannya, agar penasehat, pengurus, pengawas, manajemen, kolektor dan aktivis maupun anggota tidak berpuas diri dengan capaian-capaian yang dicita-citakan yang ada, teruslah menjaga komitmen dan konsisten terhadap apa yang diciptakan oleh gerakan Credit Union ini.

“Dalam merespon kondisi masyarakat kita, Pemerintah Kabupaten Gunung Mas sebagai fasilitator dan regulator telah menyusun berbagai program, agar apa yeng telah direncanakan, diprogramkan dan dilaksanakan tersebut dapat berhasil dengan baik tentu sangat membutuhkan keterlibatan banyak pihak tidak terkecuali dengan Kopdit CU Betang Asi,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua Pengurus Copdit Credit Union (CU) Betang Asi Tahun 2018 Ambu Naptamis, SH.,MH. Mengatakan, tantangan itu tidak datang dari luar tantangan itu internal namun dari dalam, artinya dari cara kita berpikir, dari cara kita bersikap, dari cara kita berpihak.

“Credit Union (CU) Betang Asi baik lembaga maupun insan dituntut untuk terus mengasah ketrampilan sosial kita, (SOCIAL SKILLS) membangun kerja sama dengan para pihak termasuk yang strtegis membangun kerja sama dengan Pemerintah,” ujarnya.

Maksud dan tujuan dari kegiatan tersebut, sebagai media anggota untuk mengetahui dan mempelajari dinamika usaha Kopdi CU Betang Asi selama satu tahun buku 2018.

Sebagai bahan kajian dan evaluasi bagi anggota dalam pelaksanaan dan pencapaian program kerja yang lalu dan dijadikan bahan pertimbangan dalam rencana arah masa depan Kopdit CU Betang Asi satu tahun kedepan.

Press Release Bidang Pengelolaan Informasi Publik.