Gunung Mas Terpilih Sebagai, Kabupaten GERMAS.

Gunung Mas Terpilih Sebagai, Kabupaten GERMAS.

Gunung Mas – Dinas Kesehatan Kabupaten Gunung Mas (Gumas) melaksanakan rapat Forum koordinasi pelaksanaan gerakan masyarakat hidup sehat (Germas) yang diikuti lintas sektor. Kegiatan bertempat di Aula BP3D Kabupaten Gunung Mas, Rabu (6/3/2019).

Sekretaris Daerah Kabupaten Gunung Mas Drs. Yansiterson, M.Si saat membacakan sambutan tertulis Bupati Gunung Mas Drs. Arton S Dohong memberikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepeda Kementerian Kesehatan RI, Dinas Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Dinas Kesehatan Kabupaten Gunung Mas (Gumas).

Foto bersama Usai pembukaan rapat Forum koordinasi pelaksanaan gerakan masyarakat hidup sehat (Germas) yang diikuti lintas sektor, yang dipimpin oleh Sekda Gunung Mas Drs. Yansiterson, M.Si di Aula BP3D, Rabu (6/3).

Gerakan masyarakat hidup sehat, merupakan suatu tindakan sistimatis dan terencana, yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh bangsa, dengan kesadaran, dan kemauan dan kemampuan berprilaku sehat, untuk meningkatkan kualitas hidup.

“Diharapkan seluruh lintas sektor dan berbagai lapisan masyarakat, dapat bekerja bersama-sama untuk mewujudkan pola hidup sehat. Dengan pola hidup sehat yang dilaksanakan oleh masyarakat, maka berdampak juga pada kesehatan yang terjaga, terciptanya lingkungan yang bersih, sehingga produktivitas meningkat,” pintanya.

Pada saat ini juga, saya instruksikan kepada seluruh kepala OPD yang tergabung dalam Forum GREMAS ini, untuk merencanakan tindak lanjut pelaksanaan kegiatan GERMAS mulai di level Kabupaten, Kecamatan hingga desa, sehingga apa yang diharapkan dari pelaksanaan GERMAS, mencapai hasil sesuai yang diharapkan.

“Mari kita wujudkan masyarakat Kabupaten Gunung Mas yang sehat dan sejahtera, arti sesungguhnya,” kata Sekda Gunung Mas Drs. Arton S Dohong saat membaca sambutan Bupati Gunung Mas Drs. Srton S Dohong.

Kepala Dinas Kesehatan dr. Maria Efianti menyampaikan, Kabupaten Gunung Mas terpilih sebagai Kabupaten GERMAS. Kegiatan yang dilaksanakan hari ini, merupakan langkah awal untuk melaksanakan gerakan masyarakat hidup sehat. Semua komponen yang terlibat dalam Forum koordinasi nantinya akan bekerja bersama-bersama dalam pelaksanaan GERSME.

Turut hadir mendampingi Sekda Gunung Mas Drs. Yansiterson, M.Si, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat dari Dinas Kesehatan Provinsi Kliamantan Tengah (Kalteng) dr. Fery Irawan, MPH juga sebagai narasumber,  Kepala Dinas Kesehatan dr. Maria Efianti, yang mewakili Kepala OPD serta pihak terkait lainnya.

Pemkab Gumas Segera Lakukan  MoU Dengan Pihak SPBU

Pemkab Gumas Segera Lakukan MoU Dengan Pihak SPBU

Gunung Mas – Terkait dengan Operasional kendaraan dinas milik Pemkab Gumas akan di proses keberadaanya tetang bagaimana mekanisme pengadaan kebutuhan BBM, dalam rangka mengantisipasi temuan dari pemeriksaan.  

Bupati Gunung Mas (Gumas) Drs. Arton S Dohong mengungkapkan, hal tersebut mestinya kebutuhan pemerintah yang harus terpenuhi oleh PT. Sangga Buana Multi Karya SPBU Kuala Kurun. Untuk  menunjang kelancaran dalam menjalankan tugas.

Bupati Gunung Mas Drs. Arton S Dohong
dua dari kiri, saat memimpin rapat terkait pembahasan kebutuhan BBM organisasi perangkat daerah, yang dilaksanakan di ruang rapat lantai 1 kantor Bupati Gunung Mas, Selasa (5/3/2019).

“Pemerintah Daerah meminta kepada SPBU yang ada diwilayah Kabupaten Gunung Mas, untuk menyediakan bahan bakar minyak (BBM) dalam rangka melayani kebutuhan kegiatan pemerintah. Bagaimana mekanismenya bagaimana sistemnya tidak ada yang di rugikan,” terang Drs. Aron S Dohong saat memimpin rapat di ruang rapat lantai 1 Kantor Bupati Gunung Mas, Selasa (5/3/2019).

Drs. Arton S Dohong meminta kepada seluruh kepala OPD agar tidak ada lagi, yang membeli bahan bakar minyak (BBM) di luar dari SPBU. Tetapi dengan catatan, bahwa semua itu harus pasti. Jangan main-main dengan bahan bakar minyak,  Supaya kedepan kita akan merancang pagu kebutuhan pertahun di bagi rata-rata perbulan. Ini diluar dari perjalan dinas.

Dikatakannya, Masing-masing OPD harus deposit, kalau kita sudah memberikan deposit ada tanggung jawab untuk memenuhi seluruh kebutuhan. Kenapa kita memberikan deposit, memastikan bahwa kita sudah membayar. Apakah deposit ini berupa DD atau total kebutuhan. Direkon-direkon tiap bulan antara bendahara atau petugas yang ada di OPD dengan pihak SPBU.

“Mari kita bersama-sama menpunyai komitmen baik kita sebagai pengguna maupun dari pihak penyedia harus punya komitmen yang sama dan untuk menjaga serta bertanggung jawab bersama-sama  supaya tidak terjadi tindak pidana yang menyalahi aturan,” tegasnya.

Sementara itu, Sekda Gunung Mas Drs. Yansiterson, M.Si mengatakan, masalah BBM ini hampir tiap tahun nyaris menjadi persoalaan, mulai tahun 2018 BPKP sudah mencermatinya. Kalau kita memang akan melakukan MoU dengan SPBU. Salah satunya adalah yakni untuk mengurangi penyimpangan-penyimpangan termasuk efisiensi di dalam harga. Karena kita memakai standar harga di SPBU.

Ada persoalan yang perlu diperhatikan terkait pembayaraan. Tetapi yang kita perlu juga adalah kesiapan SPBU, kesiapannya ada dua sisi, kesiapan dari sisi kuota BBM ketika seluruh kendaraan pemerintah yang akan masuk mengisi bahan bakarnya dan kesiapan dari sisi pelayanannya.

Yang mewakili pimpinan PT. Sangga Buan Multi Karya SPBU Kuala Kurun Soni mangatakan, kami akan menyediakan jalur khusus untuk kendaraan Dinas Pemkab Gumas.