70 Calon Anggota Polri Ikut Tes Rikmin Awal

70 Calon Anggota Polri Ikut Tes Rikmin Awal

Gunung Mas – Pendaftaran penerimaan Akpol, Bintara, dan Tamtama Kepolisian Republik Indonesia (Polri) tahun 2019 telah dibuka sejak 6-22 Maret lalu, melalui sistem online. Tercatat, ada 70 orang yang mendaftar di Kepolisian Resor (Polres) Gunung Mas (Gumas), terdiri dari 66 orang laki-laki, dan empat orang perempuan.

”Keseluruhan peserta ini mendaftar sebagai bintara polri, dan pada hari ini kita melakukan tes pemeriksaan administrasi (rikmin) awal,” ucap Kapolres Gumas AKBP Yudi Yuliadin melalui Kabag Sumda Kompol Surya Fahmi kepada Radar Sampit, Rabu (27/3) pagi.


Dalam rikmin awal ini, kata dia, ada empat kriteria penting sebagai persyaratan yang harus dipenuhi oleh para calon anggota polri tersebut, diantaranya tinggi dan berat badan, domisili, nilai rapor dan ijazah, serta usia yang harus sesuai kriteria.

”Semua kriteria persyaratan ini kita periksa. Jika ada salah satu yang tidak memenuhi, maka bisa dipastikan tidak akan lulus,” tegasnya.

Dia menjelaskan, untuk persyaratan tinggi badan minimal 165 cm untuk pria dan 160 cm untuk wanita. Kemudian domisili, harus berada dua tahun di Kabupaten Gumas. Lalu untuk usia, calon anggota polri minimal 17 tahun 6 bulan dan maksimal 21 tahun untuk lulusan SMA.

”Kalau syarat nilai ijazah, untuk SMA lulusan sebelum tahun 2018 melampirkan ijazah dengan nilai rata-rata 60,00, sedangkan bagi yang lulus tahun 2018 dan 2019, melampirkan ijazah dengan nilai minimal 70,00,” tuturnya.

Setelah dinyatakan lulus dalam rikmin awal di Polres Gumas, nantinya mereka ini akan dibawa ke Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Tengah (Kalteng) untuk kembali menjalani tes rikmin selanjutnya.

”Kami berharap akan banyak putra asli Kabupaten Gumas yang bisa lulus menjadi anggota Polri. Tercatat untuk tahun 2017, ada enam orang utusan dari Polres Gumas yang lulus, sedangkan tahun 2018 hanya ada satu orang,” ujarnya.

Dia mengakui, dalam proses rikmin awal ini, pihaknya juga melibatkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), dan Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polres Gumas.

”Kalau dari disdukcapil, mereka memeriksa keaslian KTP dan KK. Sedangkan dari disdikbud, memeriksa standar nilai ijazah, apakah sudah memenuhi atau belum. Kemudian dari biddokkes, mengukur tinggi dan berat badan,” katanya.

Dia menambahkan, untuk menjadi anggota polri, juga harus memenuhi kriteria seperti pendidikan paling rendah SMA/sederajat, usia minimal 18 tahun saat dilantik, sehat jasmani dan rohani, tidak pernah dipidana yang dibuktikan dengan SKCK, belum pernah menikah, tidak bertato/bekas tato dan tidak ditindik, serta dinyatakan bebas narkoba.

”Dalam penerimaan anggota polri ini, kita menganut prinsip betah, yakni Bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanis,” pungkasnya. (arm)

CU Betang Asi telah mengumpulkan Aset Rp 200 miliar lebih tahun 2019

CU Betang Asi telah mengumpulkan Aset Rp 200 miliar lebih tahun 2019

Gunung Mas – Pada hari ini CU Betang Asi merayakan HUT ke-16, jatuh pada hari ini tanggal 26 Maret 2019. Pada moment tersebut merupakan titik awal dan sejarah perkembangan keberadaan juga pelayanan Credit Union Betang Asi kegiatan tersebut bertempat di halaman kantor Kopdit CU Betang Asi TP. Betang Batarung Jl. Brigjend Katamso, Selasa (26/3/2019).

Dalam kegitan tersebut juga dilakukan aksi donor darah, bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) jumlah peserta sebanyak 100 orang lebih pendonor suka rela, sekaligus penandatnaganan perjanjian kerja sama antara PMI (Palang Merah Indonesia) denhgan Kopdit CU Betang Asi TP Batarung, dengan Direktur Rumah Sakit Kulala Kurun Ikatan Dokter Indonesia (ID), serta Manger Kopdit CU Betang Asi Kuala Kurun.

Buapati Gunung Mas Drs. Arton S Dohon dalam hal ini Asiten II Ir. Yohanes Tua., M.Si saat membacakan sambutan tertulis Bupati mengatakan, credit union betang Asi tidak sekedar lembaga koperasi namun dalam kredit usahanya hanya simpan pinjam akan tetapi ikut berpartisipasi dan berkoordinasi dalam hal kegiatan bersipat sosial.

PMI didirikan untuk membantu meringankan penderitaan sesama manusia akibat bencana, baik alam ataupun ulah manusia tanpa membedakan latar belakang korban atas dasar prioritas yang paling membutuhkan pertolongan.

“CU Betang Asi tujuannya adalah memberdayakan masyarakat agar kita bisa membangun kemampuan mereka menghadapi perubahan-perubahan yang begitu cepat dan drastis di era milenial ini. Apa yang dilakukan CU Betang Asi sudah ke arah yang benar,” ujarnya.

Apa yang dilakukan Kopdit Credit Union Betang Asi tidak hanya memberikan pinjaman saja tetapi memberikan bimbingan langsung terkait kegiatan perekonomian dan meningkatkan sumber daya manusia.

Untuk kedepan bisa kita lebarkan kerja sama kita, terkait penanggulangan narkoba. Karena sekarang di Gunung Mas maraknya peredaran Narkoba, ini yang harus kita perhatikan apa saja bentuknya bisa kita rembuk bersam-sama salah satu yang kita harus pikirkan kegiatan positif supaya merangkul generasi milenial, memberikan sarana hiburan supaya membangun kebanggaan sebagai warga dayak putera puteri generasi penerus bangsa.

Manager Kopdit Credit Union Betang Asi Kuala Kurun Yepta Diharja, SP mengungkapkan, membangun kewirausahaan ekonomi agar betul-betul produktif dan melatih anggota CU Betang Asi dalam hal mengelola dan membangun usaha mereka.

Hasil pelatihan kewirausahaan di Palangka Raya yang lalu membuka lebar peluang dan wawasan kita gerakan CU untuk memperluas pemberdayaan dan menciptakan diversifikasi usaha anggota dan juga inkam generati sebagai anggota.

Dia juga mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Gumas yang telah mendukung UKM yang akan di kembangkan di Kabupaten Gunung Mas.

“Kegiatan donor darah ini sudah dilakukan selama dua kali tahun 2018 dan 2019, tetapi secara betang Asinya hamper setiap perayaan HUT CU Betang Asi di Kantor pusat Palangka Raya kita laksanakan donor darah,” ujarnya.

Dengan terkumpulnya kantong darah supaya dipergunakan secara maksimal, ini merupakan bentuk dari sumbangsih gerakan CU dalam menggerakan anggotanya, dalam rangka handep hapakat semangat gotong royong membangun gerakan sosial, gerakan ekonomi kita sudah mencapai 700 Miliar lebih asetnya untuk daerah untuk daerah Kuala Kurun dan di wilayah Gunung Mas kita sudah mengumpulkan aset sebesar Rp. 200 Miliar lebih dan jumlah anggota CU sekitar 200.000 lebih.

“Di jelaskannya, gerakan sosial akan terus terbangun tidak hanya satu dua tahun saja namaun terus berlanjut dalam hal kita membantu PMI,” tandas Yepta Diharja, SP. 

KEMENANGAN INDONESIA DI FORUM ARBITRASE ICSID

KEMENANGAN INDONESIA DI FORUM ARBITRASE ICSID

Twit Series “Kemenangan Indonesia di Forum Arbitrase ICSID”
Silakan gunakan hashtag: #KerjaBerdampak, #PemerintahBekerja, #PASTIBekerja, dan #SaveOurMine

  1. Selamat pagi #SahabatPengayoman, menyemangati pagi ini #Yomin mau menginformasikan atas kinerja Pemerintah Indonesia yg minggu lalu telah kembali memenangkan gugatan di forum arbitrase internasional #PemerintahBekerja #KerjaBerdampak
  1. Jadi, Pemerintah Indonesia kembali digugat oleh perusahaan tambang Churchill Mining Plc dan Planet Mining Pty Ltd di forum arbitrase Internasional Centre for Settlement of Invesment Disputes (ICSID) #KerjaBerdampak #SaveOurMine
  1. Menkumham @LaolyYasonna mengatakan gugatan yg telah dilayangkan 6 tahun lalu itu kini telah bersifat final dan berkekuatan hukum tetap. Jadi tidak ada lagi upaya hukum yang bisa mereka lakukan. Mantul kan?? #PASTIBekerja #KerjaBerdampak
  1. Komite ICSID memenangkan gugatan utk Pemerintah Indonesia sekaligus menghindarkan pemerintah kita dr klaim sebesar USD 1,3 M atau sekitar Rp 18 T. Bahkan Pemerintah Indonesia berhak atas biaya pengganti perkara sebesar USD 9,4 jt atau setara Rp 140 M #KerjaBerdampak
  1. Menkumham @LaolyYasonna akan menagih dan mengejar aset-aset mereka utk disita. Kalau tdk ada itikad baik, Pemerintah Indonesia akan memanfaatkan perjanjian MLA dengan negara yg sudah memiliki kesepakatan dgn Indonesia #KerjaBerdampak #PASTIBekerja #PemerintahBekerja #SaveOurMine
  1. Keputusan ini, kata Menkumham @LaolyYasonna, jg menjadi alarm bg investor-investor asing yg ingin berinvestasi di Indonesia. Ini merupakan bukti Indonesia memilki kedaulatan dlm pengelolaan tambang dan merupakan pesan serius utk mereka yg tidak beritikad baik #KerjaBerdampak

 

 

 

KPU Simulasi Tata Cara Pemungutan Suara

KPU Simulasi Tata Cara Pemungutan Suara

Gunung Mas – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gunung Mas (Gumas), melaksanakan simulasi pemungutan suara, di TPS dan rekapitulasi suara pemilu dan Pilpres 2019. Simulasi tersebut bertujuan mereprentasikan kejadian pemungutan suara seperti di TPS.

Simulasi tersebut diibaratkan mulai pukul 07.00 s/d 13.00 simulasi digelar di depan Kantor KPU Gunung Mas Jl. Letjen Suprapto, Selasa (26/3/2019) pagi.

Simulasi tersebut dihadiri Pabung 1016/PLK Mayor Infantri Catur Prasetio Nugroho, dari pihak Komisioner Bawaslu Gumas, pengurus parpol, dan instansi terkait lainnya, hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mematangkan fungsi petugas dalam melaksanakan tugas mulai dari pemungutan suara sampai rekapitulasi penghitungan suara kepada anggota KPPS yang bertugas di TPS.

Ketua KPU Stepenson mengatakan, peserta simulasi ini diambil dari masyarakat yang juga adalah penyelenggara pemilu yeng berjumlah 120 orang, bertugas sebagai anggota KPPS, ada keterlibatan  dalam proses penyelenggara pemilu, supaya menjadi bahan evaluasi mereka dan ini merupakan bagian dari pembelajaaran bagi teman-teman KPPS nanti.

Dalam simulasi tersebut, kita ambil sebagai gambran umum saja, bahwa proses pemilihan nanti seperti ini. Surat suaranya ada lima kemudian kotaknya juga ada lima biliknya ada empat, supaya menjadi contoh dalam pelaksnaan pencoblosan nanti.

Stepenson mengatakan, spesimen surat suara yang digunakan pada simulasi, daftar pemilih berjumlah 120 orang apakah dari jumlah tersebut menggunakan hak semua kita tidak tau, untuk ukuran yang persis sama dengan surat suara yang akan kita gunakan nanti, kemudian huruf dan tulisan yang ada didalam surat suara itu persis sama termasuk kolom-kolom yang ada, hanya nama partai saja yang berbeda.

Untuk tempat simulasi sebenarnya tidak hanya di Kecamatan Kurun saja namun dilakukan di tempat lain, namun keterbatasan waktu dari sisi personil ini terbatas, kami akan mencoba ketika bimtek nanti degan anggota KPPS kami akan membuat simulasi kecil.   

“Ketua KPU Gumas Stepenson menerangkan, untuk pemilih di Gunung Mas ditargetkan bisa mencapai 85 persen, oleh sebab itu KPU melakukan sosialisasi secara maksimal serta dukungan dari partai politik juga bisa mengsosialisasikan sehingga meningkatkan partisipasi masyarakat,” ujarnya.

Dikatankannya, bagi pemilih yang berada di rumah sakit, KPU berusaha untuk melakukan TPS mobile tetapi ada kendalanya kepada pihak yang bersangkutan apakah punya surat pindah memilih. Meskipun terdaftar dalam DPT di tempat asal dan sudah memegang C6 tetapi selama dia tidak punya surat pindah memilih A5 itu tidak bisa kita akomodir.