Ada beberapa faktor penyebab ketidak profesional dalam kinerja pegawai

Ada beberapa faktor penyebab ketidak profesional dalam kinerja pegawai

Gunung Mas – Pemerintah Kabupaten Gunung Mas Provinsi Kalimantan Tengah, kebali mengevaluasi kinerja para pegawai dan pendistribusian pegawai yang dianggap masih belum dapat memaksimalkan beban kerja yang telah ditentukan. Hal tersebut didasar oleh beberapa faktor, seperti keterampilan atau kompetensi yang tidak sesuai, sehingga mengakibatkan ketidak profesionalan kerja.

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Yansiterson ini dalam sambutannya menyoroti tentang bagaimana cara mewujudkan kinerja pegawai yang sesuai dengan kebutuhan dan kopetensi pegawai tersebut, sehingga melahirkan pemerintahan yang baik.

Ini menjadi sorotan pihaknya mengingat masih adanya beberapa koposisi pegawai yang belum mencapai pada proposional kerja maksimalnya dan juga adanya penumpukan pegawai di satu unit tanpan pekerjaan yang jelas, sehingga berakibat pada kekurangan pegawai di unit lainnya juga menjadi persoalan.

“Kami melihat, masih terjadinya ketidak sesuaian antara kompetensi pegawai dengan jabatan yang diduduki dan ada pendistribusian pegawai yang tidak merata, dan forum inilah yang nantinya akan mengevaluasi secara menyeluruh tentang hal ini”. Kata Yansiterson dalam sambutannya. Selasa (9/4).

Ia juga menyoroti analisis beban kerja yang sebagian masih dianggap sebagai dokumen yang penting ada, namun belum menjadi patokan dalam kebutuhan dan juga jumlah serta kualifikasi pegawai yang kadang tidak menjadi pertimbangan dalam manajeen ASN.

“Persoalan – persoalan tersebut dapat kita pecahkan dengan mengetahui beban atau target kerja standar. Sehingga pegawai yang bersangkutan dapat merampungkan beban kerjanya dengan tepat dan tepat, serta juga disesuaikan dengan waktu yang telah ditentukan”. Jelasnya.

Dirinya berharap, dengan diadakannya kegiatan ini tidak hanya menjadi rutinitas yang dapat dibarengi dengan produktifitas kerja, sehingga membuat analisa yang tercipta dapat teraplikasi dengan baik dikemudian hari.

“harapannya forum ini mampu menciptakan produktifitas kerja maksimal, sesuai dengan arah tujuan serta sasaran dari bimbingan ini yaitu, agar semua jenis jabatan dan uraian pekerjaan dapat tercapai dengan baik, sehingga dapat mengetahui jumlah kebutuhan pegawai dimasing-masing perangkat daerah” tukasnya.

Rapat Koordinasi P3MD, adanya sinergitas dari masing-masing pihak

Rapat Koordinasi P3MD, adanya sinergitas dari masing-masing pihak

Gunung Mas – Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Gumas) melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa melaksanakan rapat koordinasi P3MD Tahun 2019, kegiatan bertempat di Aula BP3D Kab. Gumas, Selasa (09/04/2019) pagi.

Uasai Kegitan rapat koordinasi P3MD Tahun 2019 Sekda Gunung Mas Drs. Yansiterson, M.Si berdiri di tengah, Foto bersama peserta dan narasumber di Aula BP3D Kab. Gumas, Selasa, (09/19).

Sekda Gunung Mas Drs. Yansiterson saat membuka kegiatan tersebut mengatakan, rapat koordinasi ini sangat strategis bagi kita, untuk merumuskan dan menyamakan presespsi dan pemahaman dalam hal pembinaan serta fasilitasi pada pemerintah desa.

Kita tahun ini, Indonesia merupakan salah satu Negara dengan prevelensi stunting yang cukup tinggi dibandingkan dengan Negara lainnya. Situasi ini jika tidak diatas, dapat mempengaruhi kinerja pembangunan Indonesia baik yang menyangkut pertumbuhan ekonomi, kemiskinan dan ketimpangan.

”Melalui kegiatan rakor ini, diharapkan adanya sinergi langkah dari masing-masing pihak, untuk mengadvokasi upaya penurunan angka stunting di Kabupaten Gunung Mas, melalui penguatan program, yang mana secara langsung akan mengintervesi secara sensitif, penurunan stunting di Kabupaten Gunung Mas,” ucap Sekda Gunung Mas Drs. Yansiterson, M.Si.

Dia mengatakan, akhir-akhir ini jelas terlihat semangkin meningkatnya sikap-sikap individualisme ketidakpedulian antara sesama, serta mengerus semangat-semangat kegotongroyongan di masyarakat. Hal tersebut perlu segera diantisipasi, dengan memperkuat komitmen kita bersama, untuk terus menumbuhkan semangat peduli terhadap sesama.

”Melalui rapat koordinasi ini, agar dimaksimalkan upaya untuk melakukan analisis dan evaluasi dan program, perumusan program sinergitas program antara SOPD terkait, yang mana pada akhirnya akan menghasilkan dan menyepakati hal-hal penting,” katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan desa Yulius Agau, S.Sos, dalam laporannya mengatakan, tujuan dari rapat koordinasi P3MD tahun 2019 yakni, melakukan evaluasi pendampingan desa trerkait kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

Mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan program pembangunan dan pemberdayaan masyaraka. Merumuskan langkah-langkah pemecahan masalah yang timbul selama yang timbul selama pelaksanaan kegiatan program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.

Menyampaikan tentang program inovasi desa dan indeks desa membangun (IDM). Pengendaliaan dan konsolidasi rencana kerja tindak lanjut.

“Jumlah peserta 70 orang, yang terdiri dari, Camat se Kabupaten Gunung Mas sebanyak 12 orang, tenaga ahli P3MD Sebanyak 6 orang, pendamping desa sebanyak 21 orang, pendamping lokal desa sebanyak 27 orang. Serta sebanyak 4 orang dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan BP3D Kab. Gumas,” jelas Yulius Agau.