RS Pratama Tumbang Talaken, Untuk Menjamin Akses Layanan Kesehatan

RS Pratama Tumbang Talaken, Untuk Menjamin Akses Layanan Kesehatan

TANDA TANGAN : Bupati Gumas Arton S Dohong didampingi Ketua DPRD H Gumer, Kapolres AKBP Yudi Yuliadin, Ketua TP-PKK Apristini Arton S Dohong, Sekda Yansiterson, dan Kepala Dinkes Maria Efianti, menandatangani batu prasasti sebagai tanda diresmikannya RS Pratama Tumbang Talaken, Kecamatan Manuhing, Jumat (10/5/2019).

Gunung Mas – Bupati Gunung Mas (Gumas) meresmikan Rumah Sakit (RS) Pratama Tumbang Talaken, Kecamatan Manuhing. Meski masih kelas D, RS ini didirikan untuk menjamin ketersediaan dan aksesibilitas masyarakat terhadap pelayanan kesehatan tingkat kedua, yang hanya dapat diselenggarakan di daerah tertinggal, perbatasan, atau kepulauan.

”Kita patut berbangga, karena di Kecamatan Manuhing sudah ada RS Pratama Tumbang Talaken. Adanya RS ini, menandakan kehadiran negara ditengah masyarakat, dengan mendekatkan akses terhadap pelayanan kesehatan,” ucap Arton, Jumat (12/5).

Dia menuturkan, peresmian hasil kegiatan pembangunan tersebut menjadi bagian dari catatan sejarah, yang menandai sebuah fakta bahwa pembangunan ini akan selalu berproses, tidak pernah berhenti, dan akan terus berlanjut sepanjang perjalanan dan existensi sebuah pemerintah.

”Kami ingin dalam penyelenggaraan RS tersebut harus berasaskan pancasila dan didasarkan pada nilai kemanusiaan, etika dan profesionalitas, manfaat, keadilan, persamaan hak dan anti diskriminasi, pemertaan, perlindungan, keselamatan pasien, serta mempunyai fungsi sosial,” tuturnya.

Dia pun berpesan, agar seluruh petugas kesehatan di RS Pratama bisa melayani masyarakat dengan ketulusan hati, melaksanakan tugas penuh loyalitas, disiplin, mementingkan pasien diatas kepentingan pribadi. Disamping itu, masyarakat juga harus memanfaatkan keberadaan RS tersebut dengan baik, sekaligus dijaga keberadaannya dengan penuh rasa memiliki.

”Sebagai wujud nyata dukungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gumas, telah dialokasikannya dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2019, untuk mendukung operasional RS Pratama,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gumas Maria Efianti mengatakan, RS Pratama mulai dibangun tahun 2017 dengan sumber dana dari DAK fisik tahun 2017, dimana pembangunan gedung serta persiapan beberapa sarana prasarana telah selesai pada tahun 2018.

”Kami juga telah menyiapkan sarana dan prasarana RS Pratama Tumbang Talaken untuk menyelenggarakan beberapa pelayanan, yakni medik, umum, gawat darurat, gigi dan mulut, keperawatan, laboratorium, radiologi, dan farmasi. Proses penyediaannya akan terus kita tuntaskan dan tingkatkan secara berkesinambungan,” terangnya.

Dalam rangka mempersiapkan percepatan pelayanan kepada masyarakat, lanjut dia, dari tahun 2018-2019 dilakukan beberapa kegiatan untuk melengkapi kebutuhan RS Pratama, dengan penganggaran yang berasal dari APBD Kabupaten Gumas. Salah satunya adalah rekrutmen Pegawai Tidak Tetap (PTT) untuk mengisi kebutuhan tenaga kesehatan maupun non kesehatan.

”Dari rekrutmen ini, ternyata belum sepenuhnya dapat menyediakan tenaga sesuai yang dibutuhkan, karena masih belum tersedia beberapa profesi seperti dokter gigi, apoteker, radiografer dan lainnya. Tentunya upaya pemenuhan kebutuhan tenaga ini akan terus dilakukan, yakni melalui usulan formasi CPNS, bahkan jika memungkinkan akan dilakukan mutasi PNS dari beberapa fasilitas layanan kesehatan yang tenaganya telah mencukupi,” jelasnya.

Dia menambahkan, dalam rangka percepatan pemanfaatan bangunan, sarana prasarana, dan peningkatan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat secara khusus untuk wilayah Rungan-Manuhing, maka dilakukan integrasi RS Pratama Tumbang Talaken dengan pelayanan kesehatan pada puskesmas rawat inap Tumbang Talaken.

”Tentunya dengan keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan yang masih belum lengkap pada saat ini, maka ada beberapa jenis pelayanan yang belum bisa dilakukan, yakni gigi dan mulut serta radiologi,” pungkasnya.

Pelepasan dan Perpisahan Siswa/Siswi SMAN 1 Kurun Angkatan Ke – 51 Meriah

Pelepasan dan Perpisahan Siswa/Siswi SMAN 1 Kurun Angkatan Ke – 51 Meriah

Sambutan Kepala SMAN 1 Kurun Batuah, S.Pd, M.Pd pada Acara Perpisahan Siswa/Siswi SMAN 1 Kurun Angkatan Ke – 51.

Gunung Mas – Sebanyak  217 siswa kelas XII SMA Negeri 1 Kurun mengikuti acara perpisahan siswa/siswi untuk kelas XII  IPA 89, IPS 108, dan Bahasa 20 siswa,  Selasa (14/5/2019). Acara berlangsung meriah yang digelar di GPU Damang Batu Kuala Kurun.

Persembahan Pujian-pujian dari Siswa/siswi SMAN 1 Kurun Kelas XII IPA, IPS, dan BAHASA.

Acara ini dihadiri oleh kepala Dinas Transmigrasi, Tenaga Kerja Koperasi dan UKM Kabupaten Gunung Mas Ir. Letus Guntur, yang mewakili kepala cabang Bank Kalteng Kuala Kurun,  Kepala SMPN 1 Kurun Ina Marita, S.Pd, dan seluruh Bapak Ibu guru SMAN 1 Kurun serta siswa siswi SMN 1 Kurun.

Ketua panitia acara pelepasan siswa siswi SMA Negeri 1 Kurun Lisna Nopritika mengucapkan, terima kasih atas teladan dan bimbingan, pengajaran yang tulus tanpa mengenal lelah selama kami bersekolah di SMN 1 Kurun.

Selain itu, dia mengucapkan permohonan maaf karena sering  mengecewakan hati kepada Bapak dan Ibu Guru.

”Untuk adik-adik kelas X dan XI yang kami sayangi, tingkatkanlah semangat belajar kalian dan jadilah teladan yang baik bagi ade-ade selanjutnya,” ujarnya.

Kepala SMA Negeri 1 Kurun Batuah, S.Pd, M.Pd mengatakan, ini memang menjadi agenda rutin SMA Negeri 1 Kurun yang sudah dipersiapakan dari jauh-jauh hari, supaya kegiatan pelaksanaan acara pelepasan dan perpisahan ini bisa dilaksanakan, walaupun berbagai macam kendala yang ada tetapi saya salut dan bangga dengan panitia penyelenggara.

Dari seluruh 217 siswa SMN 1 Kurun kelas XII IPA, IPS, Bahasa dinyatakan lulus semua. Untuk tahun 2019. Ini memang ada nilai yang terendah, 12, 5 untuk mata pelajaran Matematika. Tetapi ada juga nilai yang tertinggi selama empat tahun yang memperoleh nilai 96 untuk Bahasa Inggris. Yang berhasil menduduki peringakat 1 Se SMN 1 Kurun.

Kepala SMAN 1 Kurun Batuah, S.Pd, M.Pd Saat memberikan keterangan kepada awak media, terkait kelulusan 100 % Siswa/Siswi SMAN 1 Kurun.

Lanjut Batuah, S.Pd, M.Pd untuk tahun ini dari pihak sekolah, menyampaikan apresiasi kepada anak-anak kita yang berprestasi sepuluh terbaik, baik terbaik untuk nilai UNBK maupun sepuluh terbaik untuk nilai USBNBK, untuk ujian nasional sepuluh terbaik, untuk ujian Sekolah sepuluh terbaik, ini merupkan suatu penghargaan dan memberikan motivasi kepada anak-anak kita yang mengukir prestasi.

Kepala Sekolah SMAN 1 Kurun mengaku, untuk tahun ini sedikit berbeda murni pertama kali untuk ujian Nasional kurikulum 2013. Kemudian tahun ini juga kita baru pertama kali melaksanakan Ujian Sekolah berbasis Komputer. Karena nilai yang diperoleh oleh siswa SMAN 1 Kurun adalah benar-benar nilai murni.

”Untuk menentukan kelulusan tidak melihat masing-masing mata pelajaran, tetapi melihat nilai akhir yang diperoleh oleh siswa, nilai akhir itu diperoleh nilai rapot semester satu sampai enam, kemudian nilai ujian sekolah baik teori maupun praktek karena semuanya terwakili,” ungkapnya.

Memang kita mengharapkan kepada siswa yang lulus tahun 2019. Tidak hanya melirik Perguruan Tinggi Negeri saja, tetapi melirik Sekolah Kedinasan seperti Perpajakan, Pertanahan, Statistik dan juga di Perhubungan.

”Untuk Siswa yang baru saja lulus supaya bisa meningkatkan kualitasnya dalam mengikuti Studi ke jenjang yang lebih tinggi. Anak-anak tidak hanya melulu kuliah tetapi juga menempa dirinya dengan hal-hal yang berkualitas, misalya ada kursus bahasa inggris, ada kegiatan-kegiatan yang menunjang studi mereka di Kampus,” ungkap Batuah, S.Pd, M.Pd.

Siswa SMAN 1 Kurun, berhasil mendapat peringkat pertama pada ujian Nasional Risky Kaljae Septian Kelas XII.

Ditempat terpisah, Siswa memperoleh nilai tertinggi dalam kelulusan UNBK maupun USBNBK, Risky Kalijae Septian mengatakan, saya senang dan tidak menyangka, tiba-tiba mendapatkan nilai yang tertinggi saat mengikuti ujian Nasional untuk tahun 2019.

Sebenarnya saya sudah mendapatkan undangan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, tetapi target saya di Unversitas Negeri Yogyakarta.

”Dalam kesiapan mengikuti ujian Nasional tersebut, Dia mengungkapkan, belajar saja, tetapi jangan terlalu banyak belajar juga, kalau banyak belajar pasti ada tekanan. Terkadang ada juga rileks sendiri tetapi pokok utamanya belajar sih,” pungkas Risky Kalijae Septian putra keliharan Palangka Raya 7 September 2001.