Mengatur Jarak Kelahiran Sangat Penting Agar Saat Seorang Ibu Hamil Ia Mampu Merawat Bayi Dengan Baik

Mengatur Jarak Kelahiran Sangat Penting Agar Saat Seorang Ibu Hamil Ia Mampu Merawat Bayi Dengan Baik

Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Menggelar Kegiatan Pemasangan implant KB Grastis bagi ibu-ibu di Kuala Kurun dan sekitarnya.

Berbincang: Wabup. Gumas Ir. Efrensia L.P. Umbing Berbincang dengan Kadis Disdalduk KB Isaskar. (Foto Arham Said).

Gunung Mas – Wakil Bupati (Wabup) Gunung Mas (Gumas), Ir. Efrensia L.P. Umbing, M.Si menyatakan sangat baik bagi kaum perempuan yang sudah bersuami di Gumas untuk mengikuti program Keluarga Berencana (KB), karena manfaat dari KB adalah mengatur kelahiran,membina ketahanan keluarga,dan meningkatkan keluarga kecil,
bahagia dan sejahtera.

“Boleh-boleh saja kalau ingin memiliki anak lebih dari dua, asalkan jarak kelahirannya diatur, jangan terlalu dekat.Hal itu dilakukan dengan pertimbangan kemampuan seorang ibu merawat anaknya,
serta kondisi fisik seorang ibu.

“Jangan belum sempat pulih dari melahirkan, sudah hamil lagi, kasihan dong ibu dan anaknya,” kata Efrensia dibincangi pewarta usai meninjau pelayanan KB gratis yang dilakukan Dinas Pengendalian Penduduk(Dalduk)dan KB di taman kota Kuala Kurun,Kamis(27/6/2019) pagi.

Dikatakannya, mengatur jarak kelahiran sangat penting agar saat seorang ibu hamil ia mampu merawat bayi yang dikandungnya dengan baik,
dengan asupan gizi ibu hamil yang optimal supaya anak yang dikandungnya saat dilahirkan terhindar dari stunting (anak bertubuh pendek akibat kekurangan gizi saat ibu hamil).

“Saya dan Pak Bupati serta kita semua berharap kaum perempuan di daerah ini saat melahirkan, anaknya tidak mengalami stunting. Anaknya tumbuh dengan sehat dan pintar karena mengikuti program KB,” ucapnya.

“Lalu apa yang harus dilakukan supaya anak yang dilahirkan sehat, pintar dan tidak mengalami stunting, yang harus dilakukan antara lain selama kehamilan ibu harus mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang, ibu saat hamil melakukan pemeriksaan minimal empat kali selama kehamilan, memberikan stumulasi pada janin dalam kandungan,wajib ikut posyandu dan bina keluarga balita setiap bulan, dan memperkenalkan makanan bergizi pada anak sesuai dengan usianya,” papar mantan Sekda Gumas tersebut didampingi Kadisdalduk KB Isaskar dan sejumlah Kabid Disdalduk KB.

Kadisdalduk dan KB Isaskar menyatakan melalui program KB pihaknya berharap ibu-ibu di Gumas menjadi sehat, pun halnya anak-anaknya menjadi anak yang sehat dan pintar.

“Program KB itu bukan melarang seorang ibu untuk hamil, melainkan mengatur jarak kelahiran anaknya dan mengatur berapa jumlah anak yang diinginkan selama masa suburnya, dan seperti yang disampaikan Ibu Wakil Bupati tadi, Pemkab Gunung Mas tidak membatasi anak harus dua, tetapi menyerahkan kepada keluarga-keluarga itu berapa anak yang mereka inginkan sesuai dengan kemampuan ekonomi mereka,” terang Isas.

Dengan ikut KB, seorang ibu akan sehat, anaknya pun akan sehat dan pintar, terhindar dari stunting, dan dengan KB akan terwujud sebuah keluarga bahagia dan sejahtera.

“Sebagaimana visi Bupati dan Ibu Wakil Bupati, terwujudnya Kabupaten Gunung Mas yang bermartabat, maju, berdaya saing, sejahtera dan mandiri,” pungkas Isas.

Kabupaten Gunung Mas Masih Belum Mencapai Target 100 Persen Perekaman e-KTP

Kabupaten Gunung Mas Masih Belum Mencapai Target 100 Persen Perekaman e-KTP

Foto Bersama: Usai pertemuan dengan Komisi A DPRD Pronvisi Kalimantan Tengah dengan Wakil Bupati Ir. Efrensia L.P. Umbing, M.Si dengan Kepala OPD terkait, Kabupaten Gunung Mas dilantai I Kantor Bupati Gunung Mas, Kamis (27/6/2019).

SOPD terkait saat pertemuan dengan Komisi A DPRD Prov. Kalteng.

Gunung Mas – Kunjungan Kerja (Kunker) Komisi A DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) ke Kabupaten Gunung Mas (Gumas) disambut oleh Wakil Bupati Gunung Mas Ir. Efrensia L.P. Umbing didampingi Sekda Gunung Mas Drs. Yansiterson, M.Si, pertemuan tersebut digelar di ruang rapat lantai I Kantor Bupati Gumas, Kamis (27/6/2019).

Rombongan dipimpin Wakil Ketua Komisi A DPRD Provinsi Kalteng Drs. H.M. Fahrudin, MM, didampingi Anggota Komisi A DPRD Prov. Kalteng. Hj. Noor Fazariah Kamahyati, SE, MA, Hj. Nataliasi, SH, H. Jubair Arifin, H.M Sriosako, S.Sos, H.M. Anderiansyah, BA., SH, Drs. P. Lantas Sinaga, MA., M.Th, H.M Rusmsyah Bagan S.Hut, M.M.A, tenaga ahli Komisi A DPRD Kalteng serta pendamping dari Dinas Badan terkait Provinsi Kalteng.
Wakil Bupati Gunung Mas Ir. Efrensia L.P. Umbing menyambut baik dan berterima kasih atas kedatangan Komisi A DPRD Provinsi Kalteng, semoga kunjungan ini bisa menjalin hubungan kerja sama yang baik antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah kabupaten Gumas.
Kami siap menerima informasi, dialog ataupun permintaan informasi. Kami merasa bangga dan merasa bahagia ditengok oleh bapak ibu wakil Rakyat Provinsi Kalimantan Tengah.

“Kehadiran komisi ini ingin melihat progres e-KTP dan data yang sudah disampaikan, per juni 2019 sudah terekam 72.451 atau 80 persen masih belum mencapai target 100 persen, jadi Dinas Dukcapil harus jemput bola untuk melengkapi 20 persen yang masih tersisa. Kita berharap akhir tahun ini harus selesai dan masih bisa dikejar, sebelum pelaksanaan Pilgub tahun 2020 mendatang” katanya.

Ketua Komisi A DPRD Prov. Kalteng Drs. Fahruddin, MM mengatakan, pada tahun 2019 ada persetujuan dari DPRD untuk membeli alat-alat kelengkapan Dukcapil di Provinsi yang nantinya akan diberikan kepada Kabupaten/Kota. Oleh sebab itu kami hanya meminta kepada Dukcapil Provinsi untuk mendata alat apa saja yang memang diperlukan, sehingga nantinya jangan sampai mubazir.
Membeli alat ini dikasihkan tetapi tidak dipakai. Salah satu contoh yang sudah saya sampaikan adalah karena rata-rata mereka ada yang belum direkam itu adalah daerah-daerah terpencil.

“Sehingga kita berharap ada alat portabel yang bisa dibawa ke mana-mana tidak perlu ke Kecamatan tetapi langsung ke desa-desa, ini salah satu contohnya adalah dengan cara membuat surat dari Kabupaten ke Camat supaya memudahkan dalam perekaman e-KTP,” pungkasnya.