Gunung Mas – Kepala Dinas Kesehatan (Kadinskes) Kabupaten Gunung Mas (Kab. Gumas) dr. Maria Efianti mengharapkan tenaga kesehatan di Gumas  bekerja dengan tulus, iklas dan bahagia.

“Teman-teman tenaga kesehatan sudah memilih profesi sebagai tenaga kesehatan, maka jalankan tugas dan kewajiban dengan disiplin, kesabaran, cinta kasih, keikhlasan, ketulusan dan bahagia,” kata Maria, Senin (8/7/2019).

“Kalau tugas dan kewajiban dikerjakan dengan bahagia, pasiennya pun akan bahagia dan mendapatkan kembali kesehatannya, karena kesehatan pasien selain dari obat juga dari sikap dan tutur kata tenaga kesehatan yang baik,” ujar dr. Maria Efianti.

Yang tidak boleh dilupakan oleh tenaga kesehatan di Gumas, lanjut pejabat yang dekat dengan media, harus tetap menjaga profesionalisme. Tenaga kesehatan harus bekerja  secara profesional sesuai dengan standar yang ada.

“Menjaga profesionalisme dengan terus menerus mengupdate pengetahuan dan keterampilan karena untuk tenaga kesehatan ada yang namanya registrasi yang dilakukan tiap periode tertentu,” imbuhnya.

Untuk bisa teregistrasi sebagai tenaga kesehatan, lanjut dia, ada beberapa ranah yang harus dipenuhi antara lain ranah pengabdian, ranah pengetahuan yang di dalamnya termasuk pendidikan berkelanjutan dengan mengikuti seminar, workshop, pelatihan dan sebagainya.

Menyoal jumlah tenaga kesehatan di Gumas, mantan Direktur BLUD RSUD Kurun itu menuturkan tenaga kesehatan PNS (Pegawai Negeri Sipil) ada lebih 500  orang, dan tenaga kesehatan PTT (Pegawai Tidak Tetap) 300 orang lebih. Puskesmas ada 17. Puskesmas rawat inap ada 6, yakni di Sepang, Kampuri, Tewah, Tumbang Miri, Tumbang Talaken dan Tumbang Jutuh. Pustu (Puskesmas Pembantu) ada 46, serta Polindes (Pondok Bersalin Desa) dan Poskesdes (Pos Kesehatan Desa).

“Peningkatan sarana prasarana kesehatan tiap tahun kita lakukan. Sarana prasarana yang ada kita pelihara, kalau memungkinkan dikembangkan. Daerah yang belum ada sarana prasarana kesehatannya akan dibangun. Peralatan kesehatan yang ada kita lakukan pemeliharaan serta kalibrasi, dan pengadaan untuk peralatan kesehatan yang masih kurang,” pungkasnya.