WAWANCARAI: Usai pelantikan Dewan Direksi Perusahaan Daerah Gumas Perkasa Mochamad Ramdhan Periode Tahun 2019-2023 dan Badan Pengawas Perusahaan Daerah Gumas Perkasa Periode Tahun 2019-2022, Ruang rapat lantai satu Kantor Bupati Gunung Mas, Kamis (19/7/2019).

Gunung Mas – Salah satu bidang usaha yang dilirik Dewan Direksi Perusahaan Daerah (Perusda) Gunung Mas (Gumas) Perkasa periode 2019 – 2023 adalah pengelolaan hotel Gunung Mas.

“Kita ingin memanfaatkan beberapa aset Pemerintah Daerah Gunung Mas yang selama ini kurang optimal, seperti hotel Gunung Mas. (Hotel Gunung Mas) sudah direnovasi kan, namun terabaikan, belum dimanfaatkan. Kita ingin mengelolanya, karena itu salah satu sumber pendapatan,” ungkap Direktur Perusda Mochamad Ramdhan kepada pewarta usai pelantikan Dewan Direksi Perusda Gumas Perkasa periode 2019 – 2023 dan Badan Pengawas (Banwas) Perusda Gumas Perkasa periode 2019 – 2022, oleh Bupati Jaya S. Monong di ruang rapat lantai satu kantor Bupati Gumas, Kamis(18/72019) malam.

Pengelolaan Hotel Gumas, menurut Ramdhan, tidak lepas dari penyediaan fasilitas hotel yang mampu menarik tamu untuk menginap di Hotel Gumas.

“Penyediaan fasilitas hotel kita lakukan secara bertahap, sesuai kemampuan anggaran. Secara bertahap dan dengan manajemen yang baik, kita harapkan Hotel Gunung Mas ke depan menjadi hotel yang lebih baik, diminati masyarakat dan mendatangkan profit bagi daerah ini,” ujarnya di dampingi direktur operasional Rentje Kila dan direktur keuangan Ardi Asin.

Memiliki pengalaman dalam mengelola beberapa hotel bintang 4 dan 5 serta 19 tahun berkecimpung di BUMN, Ramdhan pastikan pengalamannya itu ia terapkan dalam mengelola Hotel Gumas.

Selain menerapkan pelayanan yang profesional di hotel Gumas, Ramdhan berjanji akan memberdayakan tenaga kerja lokal di Hotel Gumas maupun bidang usaha lainnya yang nantinya dikelola Perusda.

Terkait kapan pihaknya memulai operasional Hotel Gumas, Ramdhan akui masih menunggu persetujuan anggaran dari DPRD melalui APBD Perubahan TA 2019.

“Kita ingin secepatnya ya, namun harus menunggu anggarannya, karena itu (anggaran) yang utama,” pungkasnya.