Suasana rapat yang diger panitia Pesparawi VI tingkat Kabupaten Gunung Mas, Rabu (21/8/2019) pagi.

Sekda Gunung Mas Drs. Yansiterson, M.Si duduk ditengah, Didampingi Wakil Ketua I Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Kab. Gumas, Drs. Lurand, Asisten II Ir. Yohanes Tuah, M.Si sebagai ketua panitia Pesparawi Ke-VI Tingkat Kabupaten Gunung Mas.

Gunung Mas – Panitia Penyelenggara Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Ke- VI Tingkat Kabupaten Gunung Mas, di Tumbang Miri Tahun 2019, menggelar rapat final bertempat di ruang rapat lantai I Kantor Bupati, Rabu (21/8/2019) pagi.

Dengan Tema : “Menyanyilah Bagi Tuhan Bermazmurlah Bagi Tuhan” (Maz. 96 : 2a) dengan Sub Tema : “Kita Tingkatkan Keimanan dan Kebersamaan Menuju Kabupaten Gunung Mas Yang Berdaya Saing, Maju, Sejahtera, Mandiri dan Bermartabat (Berjuang Bersama)”.

Rapat ini juga dihadiri Sekda Gunung Mas Drs. Yansiterson, M.Si, Wakil Ketua I Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Kab. Gumas, Drs. Lurand, Asisten II Ir. Yohanes Tuah, M.Si, yang juga ketua panitia Pesparawi Ke-VI Tingkat Kabupaten Gunung Mas, dan tim panitia lainnya.

Sekda Gunung Mas, Drs. Yansiterson, M.Si dalam arahannya, pertama terkait pajak, kalau kita berpatokan terhadap dana hibah itu, patokannya siapa yang menerimanya, itu lembaga nirlaba lalu tidak kena pajak tentu secara sederhana kita berpikir bahwa LPPD itu jelas bukan lembaga yang seperti itu, bisa secara sederhana kita tidak kena pajak.

Dalam waktu cepat kita coba konsultasi ke BPK, supaya tidak terlalu berlarut-larut seperti ini dan tidak jadi jebakan bagi kita. Segera sampaikan hasilnya hari ini juga, supaya kita segera bisa jalan. sebab kalau tidak final ini bisa kita putuskan akan pasti berkaitan ke RAB.

RAB yang rasionalisasi sedemikian rupa menjadi 2 miliar, kalau saja pukul rata kena pajak 15 persen kali 2 miliar itu kan 300 juta. Sebab ini pengalaman kita kalau uangnya sudah diserahkan pajaknya nanti belakangan dipotong sulit nanti. Banyak alasan akhirnya merepotkan panitia. otomatis untuk artis terpaksa ditiadakan atau artis lokal saja,” ucap Sekda Gumas Drs. Yansiterson, M.Si

“Waktu rapat yang lalu terkait dengan MCK, dirumah-rumah penduduk itu, sekalipun ada paling banyak 2, kalau saja dalam satu rumah itu ditempati oleh, 40 atau 50 orang kontingen peserta misalnya, bayangkan hanya dengan satu MCK yang lainnya mau mandi, yang lainnya mau buang air kecil, yang lainnya mau buang air besar dalam waktu yang sama, ini menjadi hal yang sangat penting, saya sepakat dibuatlah sederhana terkait dengan MCK,” ungkapnya.

Sementara Ketua Panitia Pesparawi Gumas, Ir.Yohanes Tuah, M.Si  menjelaskan, bahwa kegiatan tersebut memang perlu dilakukan pembahasan sehingga menemukan titik temu dari LPPD dan  seksi-seksi kepanitiaan.

“Memang kegiatan hari ini rangkaian terakhir dan finalnya, karena tidak lama lagi akan dilakukan pelaksanaannya untuk itu dipersiapkan terlebih dahulu dari semua pihak yang terkait di dalam kegiatan Pesparawi ini,” pungkasnya.