Rakor Satker Akan Dapat Menghasilkan Kontribusi Nyata Bagi Percepatan Pembangunan Di Desa

Rakor Satker Akan Dapat Menghasilkan Kontribusi Nyata Bagi Percepatan Pembangunan Di Desa

ARAHAN : Kepala DPMD Kabupaten Gumas Yulius Agau (berdiri) didampingi Ketua Panitia yang juga Sekretaris DPMD Jepin, dan Tenaga Ahli Kabupaten Triwanto, ketika memberikan arahan pada pelaksanaan rakor satker P3MD tahun 2019, di Aula Kantor BP3D setempat, Senin (21/10) pagi.

Gunung Mas – Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Gumas), melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPRD) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Satuan Kerja (Satker) Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) tahun 2019, yang dilaksanakan selama dua hari yakni 21-22 Oktober mendatang.

”Pelaksanaan rakor ini untuk menganalisa dan mengevaluasi program yang telah berlangsung, serta berkoordinasi dalam perumusan langkah pemecahan masalah yang menjadi hambatan antara satker provinsi dengan kabupaten, maupun pihak yang terlibat dalam pengawasan dana desa,” ucap Kepala DPMD Kabupaten Gumas Yulius Agau, di Aula BP3D setempat, Senin (21/10) pagi.

Untuk memastikan perencanaan yang baik, disediakan tenaga pendamping lokal desa, pendamping desa, dan tenaga ahli sesuai bidang. Mereka ditugaskan untuk membina dan memfasilitasi dalam peningkatan kualitas penyelenggaraan pemerintah desa.

Melalui rakor ini, lanjut dia, akan dapat menyepakati hal-hal penting dalam penyelenggaraan pemerintah dan pemberdayaan masyarakat desa, meliputi penguatan pokjanal posyandu, strategi pelaksanaan konvergensi percepatan penurunan stunting, penguatan prioritas penggunaan dana desa, serta tindak lanjut replikasi kegiatan bursa inovasi desa pada perencanaan dan penganggaran tahun 2020.

“Kami berharap pelaksanaan rakor ini akan dapat menghasilkan kontribusi nyata bagi percepatan pembangunan di desa. Untuk itu, kepada seluruh tenaga ahli, pendamping desa dan pendamping lokal desa, untuk selalu displin dalam melaksanakan tugas, dan meningkatkan koordinasi dengan DPMD, SOPD terkait, Camat, dan Kepala Desa (kades),” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia yang juga Sekretaris DPMD Kabupaten Gumas Jepin mengatakan, rakor ini bertujuan untuk evaluasi dan koordinasi pelaksanaan program/kegiatan pendampingan, merumuskan langkah pemecahan masalah selama kegiatan P3MD, serta pengendalian dan konsolidasi rencana kerja tindak lanjut (RKTL) masing-masing kecamatan.

”Pelaksanaan rakor ini diikuti oleh 72 orang peserta yang terdiri dari pihak DPMD lima orang, para camat, tenaga ahli P3MD enam orang, pendamping desa 21 orang, dan pendamping lokal desa 28 orang,” pungkasnya.

BPJS Ketenagakerjaan Palangka Raya Memperkenalkan Program Kepada Pelaku Usaha

BPJS Ketenagakerjaan Palangka Raya Memperkenalkan Program Kepada Pelaku Usaha

FOTO BERSAMA : Kepala Bidang Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Palangka Raya Agung Pambudi didampingi Kepala Distranakerkop dan UKM Kabupaten Gumas Letus Guntur berfoto bersama dengan para pelaku usaha pada sosialisasi wisata akuisisi peserta penerima upah (PU) skala Usaha Kecil Mikro, di GPU Tampung Penyang, Senin (21/10/2019) sore.

Gunung Mas – Badan Penyelanggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Palangka Raya bekerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Distranakerkop dan UKM) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) menggelar sosialisasi wisata akuisisi peserta penerima upah (PU) skala Usaha Kecil Mikro.

”Sosialisasi ini untuk memberikan pemahaman kepada para pelaku usaha, agar mendaftarkan karyawan mereka ke dalam kepesertaan BPJS ketenagakerjaan,” ucap Kepala Bidang Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Palangka Raya Agung Pambudi, di GPU Tampung Penyang, Senin (21/10/2019) sore.

Sekarang ini, kata dia, masih ada ditemukan pelaku usaha yang kurang mengerti dan paham mengenai program dari BPJS Ketenagakerjaan. Untuk itu, pihaknya gencar turun ke lapangan untuk mensosialisasikan apa saja program yang ada di dalam BPJS Ketenagakerjaan.

”Kami pun sudah ada kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gumas dalam hal mendaftaran BPJS Ketenagakerjaan. Melalui sosialisasi ini, para peserta yang hadir bisa memperkenalkan program BPJS kepada pelaku usaha lainnya,” ujar Agung.

Sementara itu, Kepala Distranakerkop dan UKM Kabupaten Gumas Letus Guntur mengatakan, sosialisasi ini diikuti oleh para pelaku usaha UKM di Kelurahan Kuala Kurun dan Tampang Tumbang Anjir.

”Sangat penting bagi para pelaku usaha untuk mendaftarkan karyawannya ke dalam BPJS Ketenagakerjaan, karena apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti kecelakaan kerja, maka mereka akan mendapatkan tanggungan dari BPJS Ketenagakerjaan,” tuturnya.

Dia menuturkan, sosialisasi seperti ini sangat bermanfaat bagi para pelaku usaha, sekaligus dalam rangka mengindentifikasi bidang usaha yang digeluti oleh para pelaku usaha.

”Dengan terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan, maka karyawan akan mendapatkan jaminan keselamatan dalam bekerja. Untuk mekanisme pendaftarannya, nanti kita atur bersama dengan BPJS Ketenagakerjaan,” tukasnya.

Musda III DPD PPNI Kabupaten Gunung Mas Tahun 2019

Musda III DPD PPNI Kabupaten Gunung Mas Tahun 2019

Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong, SE., M.Si mernyerahkan bahan tentang kode etik keperawatan lembaga panji PPNI, dan ikrar keperawatan   kepada perwakil peserta Musyawarah Daerah III Persatuan Perawat Indonesia Kabupaten Gunung Mas Tahun 2019.

Gunung Mas – Bupati Gunung Mas (Gumas) Jaya Samaya Monong, SE., M.Si menghadiri acara pembukaan musyawarah daerah III persatuan perawat Indonesia (PENI) Tingkat Kabupaten Gunung Mas bertempat di GPU Damang Batu, Sabtu (21/10/2019).

“Saya mengucapkan selamat atas terselenggaranya Musyawarah Daerah III Persatuan Perawat Indonesia Kabupaten Gunung Mas Tahun 2019 Pada dasarnya pelaksanaan musyawarah daerah merupakan tindak lanjut dan perwujudan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga Persatuan Perawat Nasional Indonesia,” ujarnya.

Dalam menjawab tantangan tersebut, melalui visi pembangunan daerah yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten Gunung Mas Tahun 2019-2024 yaitu, “Terwujudnya Kabupaten Gunung Mas yang bermartabat, Maju, Berdayasaing, Sejahtera dan Mandiri (Berjuang Bersama)”, maka kami mengangkat isu dan permasalahan bidang kesehatan kualitas pembangunan sumberdaya manusia.

“Perawat merupakan unsur terpenting dalam pembangunan kesehatan masyarakat di Kabupaten Gunung Mas. Perawat merupakan armada terbesar dalam pelayanan keperawatan, namun besarnya kuantitas ini belum diibangi dengan kualitas pelayanan keperawatan yang baik, potensi dan sumberdaya perawat tidak begitu terlihat,” katanya.

Sebagai Perawat adalah propesi yang sangat mulia, Perawat merupakan salah satu unsur pembangunan kesehatan masyarakat yang saat ini mempunyai populasi terbanyak diantara profesi kesehatan lain, di Kabupaten Gunung Mas jumlah perawat yang terdaftar bekerja sebagai tenaga kesehatan akjtif sebanyak 450 orang terdiri dari Aparatur Sipil Negara, Pegawai tidak teta, Nusantara Sehat, dan Tenega Kesehatan Sukarela (TKS).

“Dengan penyelenggaraan Musyawarah Daerah III Persatua Perawat Nasional Indonesia Kabupaten Gunung Mas ini, diharapkan bisa melahirkan kepengurusan yang profesional serta bisa menjadi titik tolak untuk kemajuan organisasi profesi perawat Kabupaten Gumas yang memiliki kompetensi dan kepedulian tinggi terhadap kesehatan masyarakat. Terwujudnya keperawatan sebagai profesi yang mandiri dan tangguh sangat tergantung pada sejauh mana organisasi profesi keperawatan melaksanakan peran dan taggung jawabnya sebagai suatu organisasi,” tandasnya.

Pemkab Gunung Mas Akan Cetak Generasi Muda Yang Unggul dan Berdaya Saing

Pemkab Gunung Mas Akan Cetak Generasi Muda Yang Unggul dan Berdaya Saing

Berfhoto bersama : Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong, SE., M.Si didampingi Ketua TP-PKK Mimie Mariatie Jaya Samaya Monong usai kegiatan One Day With Genre, Forum Generasi Berencana “GenMasaDepan” fhoto bersama peserta, Sabtu (19/20).

Gunung Mas – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Gunung Mas menggelar One Day With Genre, Forum Generasi Berencana “GenMasaDepan” Kabupaten Gunung Mas, yang di ikuti oleh siswa/siswi SLTP/SLTA/ SMKN se-Kota Kuala Kurun bertempat di GPU Tampung Penyang, Sabtu (19/10/2019).

Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong, SE., M.Si akan berjanji memenuhi permintaan dari semua remaja gendre yang menyampaikan permohonan dari hati ke hati (hearth to hearth) terkait dengan kebutuhan yang menunjang program-program di sekolah masing-masing.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh kaum generasi muda se-Kota Kuala Kurun tersebut mendapat apresiasi dari Bupati Gumas Jaya Samaya Monong, SE., M.Si, “terima kasih bagi adik-adik sudah mau hadir ditempat ini, dan sudah siap menentukan pilihannya dalam menentukan masa depannya”, ucapnya.

Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong, SE., M.Si mengatakan bahwa pendidikan untuk generasi muda menjadi prioritas dalam program kerja di tahun 2020 mendatang, “Saat ini yang kami persiapkan adalah sumber daya manusianya (SDM), dan kami akan berkunjung ke sekolah-sekolah berkordinasi dengan kepala sekolah dan guru, untuk berbicara mengenai sumber daya manusia unggul dan Indonesia maju, lebih spesipik lagi supaya Gunung Mas ini maju khususnya generasi-generasinya,” ujarnya.

Lanjut dia, Pemkab Gumas akan memprogramkan setiap tahun bagi pelajar SLTP yang berprestasi di atas rata-rata untuk dikirim masuk SMA Negeri Taruna Indonesia yang berada di Magelang, minimal 10 orang yang mempunyai daya saing, sehingga dari lulusan SMA Negeri Taruna tersebut nantinya mudah untuk masuk menjadi polisi, pilot, IPDN, pelayaran, ada yang di bidang pariwisata dan lain sebagainya, orang-orang inilah yang akan kembali pulang membangun Kabupaten Gunung Mas.

Saat berbicara sumber daya manusia khususnya untuk generasi penerus Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong, SE., M.Si, berharap ke depan ada lagi dari generasi-generasi ini yang bisa berdiri sebagai penerus, ada yang menjadi Bupati, Wali Kota, Gubernur dan masih banyak lagi sesuai dengan panggilan talentanya masing-masing.