ARAHAN : Asisten II Setda Gumas  Ir. Yohanes Tuah, M.Si didampingi Sekretaris Disperindag Konten Bakti dan Ketua tim penyusun RPIK dari Universitas Palangka Raya Masliani, ketika memberikan arahan pada pelaksanaan ekspose akhir RPIK Kabupaten Gumas 2019-2039, di Ruang Rapat Lantai 1 Kantor Bupati, Selasa (22/10).

Gunung Mas – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) bekerjama dengan Universitas Palangka Raya melaksanakan ekspose akhir Rencana Pembangunan Industri Kabupaten (RPIK) 2019-2039.

“Pembangunan industri memang menjadi konsen kita, yang menjadi salah satu bagian dari upaya untuk membangun pondasi yang kuat dalam pembangunan perekonomian daerah,” ucap Asisten II Setda Gumas Yohanes Tuah, di Ruang Rapat Lantai 1 Kantor Bupati, Selasa (22/10/2019).

Sementara itu, Sekretaris Disperindag Kabupaten Gumas Konten Bakti mengatakan, penyusunan RPIK ini bertujuan, agar terjalin sinergitas arah pembangunan sektor industri nasional dan daerah, pembangunan sektor industri daerah yang efektif dan terarah, efisiensi penggunaan dan pengelolaan sumber daya untuk tujuan pembangunan, serta hilirisasi sektor industri.

“RPIK ini akan sangat bermanfaat dalam memuat potensi sumber daya industri daerah, perwilayahan industri dalam delineasi kawasan peruntukkan industri provinsi dan kabupaten, keserasian dan keseimbangan dengan kegiatan sosial dan ekonomi serta daya dukung lingkungan keberlanjutan,” tuturnya.

Dia mengatakan, RPIK Gunung Mas 2019-2039 merupakan kajian awal pengembangan industri untuk mempersiapkan pola ruang, sarana, dan infrastruktur kabupaten, sehingga dapat dilakukan pembangunan kawasan industri dan Sentra Industri Kecil dan Menengah (SIKM).

“RPIK memuat rencana pengembangan produk, pengembangan industri, dan perwilayahan industri. Semua program pengembangan kita arahkan dalam tiga periodisasi, pentahapan, dan berbasis prioritas pelaksanaan,” ujarnya.

Dalam penyusunan RPIK, tambah dia, ada nilai strategis yang dihasilkan yakni mencapai sinergitas pembangunan khususnya sektor industri, peningkatan perekonomian melalui nilai tambah sektor dan komoditi unggulan daerah, serta percepatan pembangunan.

“Selain itu, hal yang paling utama dan menjadi tujuan akhir pembangunan melalui RPIK, yakni tercapainya peningkatan kesejahteraan masyarakat secara merata di masa yang akan datang,” pungkasnya.