Cukai Adalah Pungutan Negara Yang Memiliki Sifat dan Karakteristik

Cukai Adalah Pungutan Negara Yang Memiliki Sifat dan Karakteristik

ARAHAN : Kepala Disperindag Kabupaten Gumas Yulianus Umar (ujung kiri) didampingi Kepala Kantor Bea dan Cukai Cabang Pulang Pisau di Palangka Raya Indra Sucahyo (tengah), dan Kabid Perlindungan Konsumen dan Metrologi Vonny Rita (ujung kanan), memberikan arahan pada sosialisasi barang kena bea cukai ilegal hasil tembakau tahun 2019, di Aula Hotel Lising, Rabu (6/11/2019).

Usai pembukaan peserta Berfoto bersama dengan narasumber.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) menggelar sosialisasi barang kena bea cukai ilegal hasil tembakau tahun 2019. Sosialisasi ini sebagai pembekalan pengetahuan untuk mengenali dan membedakan hasil tembakau atau rokok ilegal dengan yang legal, serta mengetahui bahaya bagi konsumen jika mengkonsumsi rokok ilegal.

”Barang kena cukai ilegal khususnya hasil cukai tembakau ilegal bukan hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga masyarakat, karena kandungan kadar tar dan nikotin pada rokok ilegal tidak sesuai dengan standar, yang berdampak buruk bagi kesehatan,” ucap Kepala Disperindag Kabupaten Gumas Yulianus Umar, di Aula Hotel Lising, Rabu (6/11/2019).

Dia menuturkan, cukai adalah pungutan negara terhadap barang yang memiliki sifat dan karakteristik, dimana peredaran barang-barang yang terkena cukai telah memenuhi standar edar yang ditentukan pemerintah secara ilegal. Tentu barang kena cukai hasil tembakau ilegal yang tidak dilekati pita cukai, akan mengurangi penerimaan negara di bidang cukai.

”Melalui sosialisasi ini, akan memberikan pembelajaran kepada masyarakat dalam upaya meningkatkan penerimaan pemerintah. Salah satunya adalah melalui dana bagi hasil cukai tembakau,” tuturnya.

Dia mengatakan, pemantauan dan evaluasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau digunakan untuk mendanai lima program, seperti peningkatan kualitas bahan baku, pembinaan industri, pembinaan lingkungan sosial, sosialisasi ketentuan di bidang cukai, dan pemberantasan barang kena cukai ilegal.

”Pada intinya, kami ingin memberikan pemahaman dan memberikan informasi tentang ketentuan bidang cukai, cara mengenali dan membedakan hasil tembakau atau rokok ilegal dengan yang legal, serta bahaya bagi konsumen jika mengkonsumsi barang/rokok cukai ilegal,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia yang juga Kabid Perlindungan Konsumen dan Metrologi Vonny Rita menambahkan, sosialisasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang cukai ilegal dan legal, dan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang cukai rokok di Kabupaten Gumas.

”Sosialisasi ini diikuti oleh 30 orang peserta, yang terdiri dari 20 orang dari pelaku usaha, dan 10 orang dari konsumen. Sedangkan narasumber yakni Kepala Kantor Bea dan Cukai Cabang Pulang Pisau di Palangka Raya Indra Sucahyo, dan Kasi Penertiban dan Penyidikan Firman Yusuf,” pungkasnya. (

Wakil Ketua Pengadilan Negeri Kuala Kurun Kelas II Mengambil Sumpah Jabatan  

Wakil Ketua Pengadilan Negeri Kuala Kurun Kelas II Mengambil Sumpah Jabatan  

LANTIK : Ketua Pengadilan Negeri Kuala Kurun Kelas II Rudi Ruswoyo mengambil sumpah jabatan dan melantik Wakil Ketua Pengadilan Negeri Kuala Kurun Kelas II Surtiyono, di Kantor Pengadilan Negeri setempat, Rabu (6/11). Foto PWI Gumas.

Gunung Mas – Bertempat di ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Kuala kurun kelas II telah dilaksanakan Upacara Pengambilan Sumpah Jabatan dan Pelantikan Bapak Surtiyono, SH.,MH sebagai Wakil Ketua Pengadilan Negeri Kuala Kurun Kelas II, Rabu (6/11/19).

Ketua PN Rudi Ruswoyo, SH., MH  mengatakan, selamat semoga dalam menjalankan tugas di PN kuala kurun bisa melaksanakan tugas dengan penuh ikhlas dan tanggung jawab.

Kepada wakil ketua yang baru bekerja dan segera menyesuaikan diri dalam pekerjaan dan tanggung jawab, kita harus bisa membangun PN kuala kurun dengan penuh keikhlasan. Setahun berjalan PN telah berbenah dan memberikan pelayanan kepada masyarakat yang begitu baik yang dibuktikan dengan perolehan akreditasi A Exselent.

ia menyampaikan, kepada Wakil ketua PN yang baru dilantik  ,agar bisa menjalin hubungan dengan baik dan erat terutama dengan mitra baik dari Kepolisian, Kejaksaan Pemerintah daerah, dan masyarakat. Yang terpenting Dapat melaksanakan pekerjaan secara tuntas dan selesai, ucapnya.

Ia berharap “dengan adanya wakil kita yang baru harus terus menerus membangun kerjasama baik dengan lintas sektor, mitra kita harus terus kita lakukan kedepannya,” jelasnya.

Acara ditutup dengan beberapa kata perkenalan dari Bapak Surtiyono, SH.,MH selaku Wakil Ketua Pengadilan Negeri Kuala kurun kelas II.a yang telah resmi dilantik, kemudian dilanjutkan dengan pemberian ucapan selamat oleh Ketua Pengadilan Negeri Kuala kurun Rudi Ruswoyo, SH., MH, para hakim, serta seluruh hadirin tamu undangan.

Safari Gemarikan Sebagai Wahana Pengenalan Konsumsi Makan Ikan Sejak Usia Dini

Safari Gemarikan Sebagai Wahana Pengenalan Konsumsi Makan Ikan Sejak Usia Dini

FOTO BERSAMA : Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Gumas Ir. Trinayati ketika berfoto bersama murid-murid dari SDN desa Batu Puter, Kecamatan Rungan Hulu, pada pelaksanaan safari gemarikan tahun 2019, Kamis (7/11). FOTO : DINAS PERIKANAN

Gunung Mas – Sejumlah murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) Desa Batu Puter, Kecamatan Rungan Hulu  diperkenalkan untuk mengkonsumsi ikan sejak usia dini, melalui safari Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) tahun 2019, yang dilaksanakan oleh Dinas Perikanan Kabupaten Gunung Mas (Gumas).

“Safari gemarikan ini sebagai wahana pengenalan konsumsi makan ikan sejak usia dini, dan gerakan masyarakat untuk menjadikan ikan sebagai menu keluarga yang aman, sehat, dan untuk memperbaiki asupan gizi khususnya anak-anak,” ucap Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Gumas Ir. Trinayati, Kamis (7/11).

Dia mengatakan, Kabupaten Gumas merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) yang termasuk kategori stunting. Untuk memajukan kesejahteraan dan meningkatkan kualitas SDM generasi muda, salah satu cara yang dilakukan adalah peningkatan konsumsi ikan, yang telah diakui manfaatnya bagi kesehatan dan kecerdasan otak.

“Mengkonsumsi ikan sangat baik bagi kebutuhan tubuh kita karena memiliki nutrisi yang tinggi, terutama dikonsumsi bagi anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan. Untuk meningkatkan konsumsi ikan, maka sudah menjadi keharusan untuk dibudayakan makan ikan di masyarakat, khususnya generasi muda,” ujarnya.

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa protein yang dikandung ikan berkualitas tinggi. Beberapa keunggulannya yakni, kadar kolesterol rendah, mengandung asam lemak tidak jenuh, penyerapan daging ikan lebih tinggi, kaya akan fosfor, zat besi dan iodine, serta mengandung zinsum yang penting untuk perkembangan sel-sel otak.

“Ikan sebagai salah satu sumber protein yang murah dibandingkan dengan daging harus menjadi hidangan prioritas mulai dari sekarang. Ikan dapat diolah menjadi menu hidangan yang menarik seperti sosis, bakso, nugget, dan abon ikan,” tuturnya.

Dia menyampaikan, sudah menjadi tanggung jawab bersama untuk memberikan hak bagi anak. Salah satunya adalah dengan memberikan asupan gizi seimbang dan cukup, agar mereka tumbuh dan berkembang menjadi generasi emas yang sehat dan cerdas untuk membangun bangsa, dan khususnya Kabupaten Gumas dimasa yang akan datang.

“Apa yang kita laksanakan dengan sasaran anak-anak sekolah ini, juga dalam rangka memberikan dukungan, komitmen, dan peran aktif seluruh instansi/unit kerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) terhadap program kegiatan yang akan dilaksanakan di kampung KB,” pungkasnya.

Fokus Group Discussion (FGD) Penyusunan Materi Teknis RDTR Kabupaten Gunung Mas

Fokus Group Discussion (FGD) Penyusunan Materi Teknis RDTR Kabupaten Gunung Mas

ARAHAN : Asisten I Setda Gumas Ambo Jabar (pegang mikrofon), Wakil Ketua II DPRD Neni Yuliani (dua dari kiri), Sekretaris DPU Helie Gaman (ujung kanan), Kabid Perindustrian Tonihiro (tiga dari kanan), pihak konsultan, dan perwakilan dari Kementerian ATR/BPN RI, ketika memberikan arahan pada FGD penyusunan materi teknis RDTR Kabupaten Gumas, di Aula Hotel Zepanya, Kamis (7/11).

Gunung Mas – Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Gumas), melalui Dinas (DPU) menggelar, acara  Fokus Group Discussion (FGD) Penyusunan Materi Teknis RDTR Kabupaten Gunung Mas Kalimantan Tengah (Kalteng) bekerja sama dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional Direktorat Jendral Tata Ruang (ATR/BPN) Republik Indonesia (RI) kegiatan berlangsung di  Aula Zepanya, Kamis (7/11/2019).

Acara tersebut dihadir Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gunung Mas Drs. Ambo Jabar, Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Gunung Mas Neni Yuliaani, S.S.T.Pel, Dari Kementrian ATR/BPN Dr. Hadrian, pihak konsultan PT Aheela Abdadi Ir. Decsa Putra, Sekdis Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Heli Gaman, ST, Satuan Kerja Perangkat daerah (SKPD), serta pihak terkait lainnya.

Tujuan dari kegiatan tersebut “Menuju Kota Kuala Kurun sebagai kawasan perdagangan dan jasa, industry, pelayanan sosial ekonomi, melalui optimasi pemanfaatan ruang dengan penampilan kota yang menarik yang memperhatikan lingkungan”.

“Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gunung Mas Drs. Ambo Jabar mengatakan, kegiatan ini merupakan yang ketiga kalinya, dimana semua pihak terkait diharapkan bisa berkontribusi dan memberikan saran, pendapat dan masukan dalam menyusun materi teknis RDTR tersebut,” ujarnya.

Dijelaskanya, pada saat kita memberikan kontribusi tentu pada paparan secara teknis, dari konsultan sehingga apapun yang sudah disajikan nanti memberikan perubahan kepada kita msing-masing. Dalam penyusunan, tidak hanya dari SOPD terkait, tetapi juga melibatkan para tokoh masyarakat, tokoh agama, dan lainnya, dalam wadah konsultasi publik.

Dikatakannya, RDTR ini bagian dari, rencana tata ruang kota Kabupaten (RTRWK) yang dulunya mengacu kepada Undang-undang nomor 5 Tahun 2002 tentang pembentukan, Kabupaten Gunung Mas bahwa luas wilayah Kab. Gumas 1840 M persegi, tetapi luawasan itu, hanya tertera dalam bentuk kertas sehingga untuk menindaklanjut ada keluar peraturan Menteri dalam Negeri Permendagri, tentang penetapan tapal batas antar kabupaten kota.

Dalam pengembangnannya nanti, akan diarahkan pada terpenuhnya kebutuhan perumahan tempat tinggal, lapangan pekerjaan, sistem transportasi yang berkualitas kebutuhan akan rekreasi, serta terjaminnya kelestsrisn lingkungan untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan.

Nanti akan mengatur tata ruang ada zona-zona RDTR akan kita lihat, dan tentu ini pada saatnya nanti tidak terbatas pada SKPD terkait, bahkan nanti ada konsultasi publik yang melibatkan para tokoh masyarakat dan stakeholder serta pihak terkait lainnya.

Dia menambahkan, sampai kepada tahapan selanjutnya sebelum ditetapkan menjadi peraturan daerah, dari pemerintah Kabupaten Gunung Mas, kita akan menyampaikan untuk dibahas, akan dikonsultasikan kepada pemerintah provinsi Kalimantan Tengah, tentunya ini akan mengikat kita semua, kita berpegang dengan.

“Ini nanti akan disosialisaikan kepada masyarakat, seperti apa RDTR secara umum di Kuala Kurun, karena sipatnya mengikat terkait dengan rencana program pengembangan dan dari hasil pembahasan ini, semua masukan dari pihak terkait akan kita tuangkan dalam berita acara, sebagai dasar kesepakatan yang tertuang dalam RDTR,” pungkasnya.