Mimie Mariatie Terpilih Secara Aklamasi Sebagai Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka 

Mimie Mariatie Terpilih Secara Aklamasi Sebagai Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka 

Mimie Mariatie Terpilih Sebagai Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Gunung Mas.

Sambutan Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Gunung Mas Mimie Mariatie Jaya S Monong ( Foto : IST).

Gunung Mas – Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Gunung Mas (Gumas) menggelar orientasi Pembina dan Musyawarah Cabang (Muscab) tahun 2019. Ini merupakan salah satu program kerja yang telah direncanakan, sekaligus memilih Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Gumas masa bakti 2019-2024.

Setelah melakukan musyawarah, terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Gerakan Pramuka Kwarcab Gumas masa bakti 2019-2024, yakni Mimie Mariatie Jaya Samaya Monong.

”Setelah terpilih, segera kami akan menyusun draf rencana kerja kwarcab gerakan pramuka selama lima tahun kedepan, yang sejalan, seiring, dan selaras dengan program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gumas, kebutuhan anggota pramuka, dan masyarakat dalam membangun daerah ini,” ucap Mimie, di Aula Hotel Zepanya, Selasa (19/11) sore.

Mimie Mariatie Jaya S Monong ketika menerima bendera pramuka di Aula Hotel Zefanya Kuala Kurun, Selasa (19/11/2019) sore ( Foto : IST).

Ada beberapa misi yang akan dijalankan, yakni meningkatkan kualitas gugus depan dan satuan karya pramuka (saka), kualitas pembina pramuka dan pelatih, dukungan sarana dan prasarana pendidikan dan kegiatan pramuka, kemitraan dan manajemen kwartir, membuat wahana dan media kegiatan kepramukaan yang menarik yang disesuaikan dengan minat anak muda masa kini, menampilkan wajah yang lebih muda, serta tampilan pramuka yang lebih menarik.

”Melalui misi tersebut, kualitas dan mutu kepramukaan seluruh jajaran kwarcab, kwartir ranting, dan gugus depan dapat lebih meningkat, sehingga Sumber Daya Manusia (SDM) yang kita miliki dapat sejajar dengan daerah lain,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Gumas Jaya Samaya Monong mengatakan, muscab ini merupakan perwujudan kedaulatan anggota untuk mendapatkan hal-hal pokok dalam organisasi, yakni mengevaluasi pertanggungjawaban pengurus kwarcab masa bakti yang lalu terhadap tugas yang dilaksanakan, menetapkan rencana kerja dan pokok kebijaksanaan masa bakti 2019-2024, memilih pengurus kwarcab masa bakti 2019-2024, serta menghimpun dan merumuskan masukan dari kwartir ranting untuk perkembangan gerakan pramuka di Kabupaten Gumas.

”Kami sangat berharap kepada ketua dan pengurus kwarcab gerakan pramuka Kabupaten Gumas masa bakti 2019-2024, agar dapat menjalankan roda organisasi, serta menempatkan kepentingan organisasi tanpa memandang suku, agama, ras, maupun golongan,” ujarnya.

Dia pun mengajak seluruh Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan instansi vertikal yang membina saka, agar lebih meningkatkan program sebagai wadah peningkatan keterampilan anggota, sehingga terwujud pramuka yang berkepribadian, berwatak, memiliki jiwa bela negara dan berkarakter.

”Untuk itu, kepada semua pihak harus selalu mengembangkan semangat pengabdian yang ikhlas, rela berkorban, dan menolong sesama, serta mencintai lingkungan yang berlandaskan satya dan darma pramuka,” terangnya.

Terpisah, Plt Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Gumas Gurnady menambahkan, muscab ini juga merupakan forum pertanggungjawaban pelaksanaan tugas pengurus kwarcab Gumas, serta menyusun rencana kerja kwarcab gerakan pramuka Gumas di masa yang akan datang.

”Muscab Gerakan Pramuka Gumas tahun 2019 dihadiri oleh masing-masing dua orang pengurus kwartir ranting (kwarran), satu orang Dewan Kerja Ranting (DKR) yang berasal dari sembilan ranting yang ada di Kabupaten Gumas, yakni kwarran Kurun, Mihing Raya, Sepang, Manuhing, Rungan, Rungan Barat, Tewah, Kahayan Hulu Utara, dan Damang Batu,” pungkasnya.

Kepada ASN Gunung Mas Terus Berkarya Membangun Daerah

Kepada ASN Gunung Mas Terus Berkarya Membangun Daerah

SERAHKAN : Sekda Gumas Yansiterson menyerahkan piala kepada peserta yang berhasil menjuarai lomba pengucapan pembukaan UUD tahun 1945 dan Panca Prasetya Korpri, dalam rangka HUT Korpri ke 48 tingkat Kabupaten Gumas tahun 2019, di GPU Tampung Penyang, Selasa (19/11) sore.

Gunung Mas – Rangkaian pertandingan olahraga, berupa bola voli putra-putri dan futsal, serta pengucapan pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) tahun 1945 dan Panca Prasetya Korpri, yang digelar oleh Dewan Pengurus Kabupaten Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Gunung Mas (Gumas), dalam rangka HUT Korpri ke 48 tingkat Kabupaten Gumas tahun 2019, telah resmi berakhir.

Keluar sebagai juara pertama pada lomba pengucapan UUD 1945 dan Panca Prasetya Korpri, yakni dari Sekretariat Daerah (Setda), disusul Dinas Kesehatan (Dinkes) juara kedua, serta Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Satpol PP dan Damkar) sebagai juara ketiga.

Sedangkan juara pertandingan olahraga, untuk juara pertama futsal diraih Satpol PP dan Damkar (A), juara kedua dari RSUD Kuala Kurun (B), dan juara ketiga dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Selanjutnya bola voli putra, juara pertama diraih dinkes, juara kedua Satpol PP dan Damkar (B), juara ketiga Satpol PP dan Damkar (A). Lalu bola voli putri, juara pertama diraih Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), juara kedua Satpol PP dan Damkar, serta juara ketiga Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (DPKO).

”Pelajaran yang kita petik melalui kegiatan ini, bahwa siapa yang paling siaplah pada akhirnya mencapai prestasi optimal. Atlet yang berlatih dengan keras dan disiplin yang tinggi, pada akhirnya akan tampil sebagai juara,” ucap Sekda Gumas Yansiterson, di GPU Tampung Penyang, Selasa (19/11) sore.

Untuk itu, lanjut dia, ambil hikmah dari semua rangkaian perlombaan tersebut, dengan meningkatkan semangat berkarya, melayani, disiplin, produktivitas, dan korsa untuk mewujudkan Kabupaten Gumas yang bermartabat, maju, berdaya saing, sejahtera, dan mandiri.

”Kami minta kepada seluruh abdi negara untuk terus berkarya membangun daerah ini dengan semangat Huma Betang, dan semangat berjuang bersama kita wujudkan Kabupaten Gumas yang bermartabat, maju, berdaya saing, sejahtera dan mandiri,” tukasnya.

Pemerintah Tetap Berkomitmen Mendukung Setiap Kegiatan Festival Tandak

Pemerintah Tetap Berkomitmen Mendukung Setiap Kegiatan Festival Tandak

SERAHKAN : Bupati Gumas Jaya Samaya Monong menerima piala juara umum dari Camat Kurun Holten dan diserahkan kembali kepada Ilwis, untuk diperebutkan oleh 12 kecamatan, pada pelaksanaan FTIK ke VIII tingkat Kabupaten Gumas tahun 2019, di GPU Damang Batu, Senin (18/11) malam.

Gunung Mas  – Bupati Gunung Mas (Gumas) Jaya Samaya Monong membuka secara resmi pelaksanaan Festival Tandak Intan Kaharingan (FTIK) ke VIII tingkat Kabupaten Gumas tahun 2019, yang digelar oleh Lembaga Pengembangan Tandak Intan Kaharingan (LPT-IK) Kabupaten Gumas, pemerintah daerah, serta instansi terkait.

”Pelaksanaan FTIK ke VIII ini menjadi wahana untuk menumbuhkan semangat dan motivasi kita dalam upaya menggali, melestarikan, dan mengembangkan nilai-nilai agama dan budaya, yang hidup, tumbuh, dan berkembang di kehidupan masyarakat Dayak, khususnya Umat Kaharingan,” ucap Jaya, di GPU Damang Batu, Senin (18/11) malam.

Menurut dia, langkah tersebut perlu dilakukan, agar nilai-nilai agama yang positif, yang telah diwariskan oleh para leluhur, tidak mudah luntur dan sirna oleh pengaruh budaya luar yang negatif, sehingga dapat menyebabkan kehilangan jati diri.

”Sikap demikian bukan berarti menutup diri pada pergaulan global yang dinamis, melainkan sebagai sikap dan rasa tanggung jawab kita selaku pemegang tongkat estafet terhadap amanah generasi terdahulu, untuk diteruskan kepada generasi masa kini dan masa mendatang,” ujarnya.

Dia menuturkan, atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gumas sangat menyambut baik penyelenggaraan FTIK ke VIII tingkat Kabupaten Gumas tahun 2019. Dengan harapan dapat memberikan dampak yang positif dalam rangka penguatan kerukunan umat beragama di Kabupaten Gumas.

”Ini sudah menjadi komitmen kita untuk tetap mendukung setiap kegiatan festival tandak, baik tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi, sampai ke tingkat nasional,” tuturnya.

Dia berharap, pelaksanaan FTIK ke VIII tingkat Kabupaten Gumas tahun 2019, berjalan lancar tanpa rintangan dan halangan, dari awal hingga akhir, sehingga mampu menyeleksi dan melahirkan yang terbaik dari seluruh cabang lomba, yang akan membawa dan mengangkat nama daerah pada event provinsi berikutnya.

”Kepada seluruh peserta, semoga senantiasa dalam keadaan sehat selama mengikuti  FTIK ke VIII sampai selesai, serta meraih prestasi terbaik. Sedangkan kepada dewan juri, selamat bertugas dan selalu diberikan kekuatan dalam setiap mengambil keputusan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia FTIK ke VIII tahun 2019 Ilwis mengatakan, event yang digelar mulai 18-22 November ini merupakan agenda rutin LPT-IK Kabupaten Gumas dalam dua tahun sekali, dimana pada tahun 2017 lalu dilaksanakan di Kuala Kurun sekaligus sebagai juara umum.

”Pelaksanaan FTIK tersebut bertujuan untuk mewujudkan penyang pangarasang Batu Panggirik Lingu menuju masyarakat Kabupaten Gumas yang amanah, aman, damai, dan sejahtera,” ujarnya.

Untuk cabang lomba, yakni kandayu beregu dan perorangan, tandak (manandak), pembacaan kitab suci panaturan dan penerjemahannya, penyampaian pandehen (siraman rohani), cerdas cermat, balian karunya, tarian, karungut, vocal grup lagu rohani, badeder bernafaskan agama Hindu Kaharinga, menyiapkan sarana dan prasarana ritual, serta eksebisi tasai saluang murik.

”Pelaksanaan lomba dilaksanakan di dua tempat, yakni GPU Damang Batu untuk semua cabang lomba kategori dewasa dan anak-anak, serta Aula Kantor Kementerian Agama untuk kategori remaja putra dan putri,” tuturnya.

Dia menambahkan, peserta berasal dari kontingen 12 kecamatan se Kabupaten Gumas dengan jumlah sebanyak 934 orang, termasuk pendamping, penggembira, peserta lomba, Ketua, dan Sekretaris Majelis Resort Agama Hindu Kaharingan kecamatan, serta Ketua dan Sekretaris Lembaga Pengembangan Tandak Intan Kaharingan kecamatan.

”Untuk dewan juri sebanyak sembilan orang yang berasal dari Kabupaten Gumas dan Kota Palangka Raya. Nantinya, para juara pada setiap cabang lomba akan mendapatkan piala, piagam, dan uang pembinaan. Sedangkan juara umum mendapatkan piala tetap dan yang uang pembinaan,” pungkasnya.