88 Calon Panwascam Ikuti Tes Tertulis Menggunakan Sistem CAT

88 Calon Panwascam Ikuti Tes Tertulis Menggunakan Sistem CAT

ARAHAH : Panitia memberikan arahan kepada 88 peserta Panwascam Ikuti Tes Tertulis Menggunakan Sistem CAT.

Gunung Mas – Jelang Pilgub Tahun 2020, sebanyak 88 orang calon Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) di Kabupaten Gunung Mas, mengikuti ujian tertulis berbasis CAT Socrative, di SMAN 1 Kurun, Jumat 13/12/2019.

Ketua Pokja Perekrutan Panwascan se Kabupaten Gunung Mas, Katriana mengatakan, Proses seleksi tertulis ini dilakukan secara online. Kami harapkan bisa mendapat Panwascam yang tidak saja matang dalam penguasaan pengetahuan kepemiluan tetapi juga matang dalam mengedalikan diri, sehingga menjadi panwascam yang penuh dedikasi untuk mengawasi semua tahapan Pilgub tahun 2020

Dia menambahkan, ujian dilaksanakan 4 sesi, setiap sesi dialokasikan waktu 90 menit untuk mengerjakan 100 soal. Dan selanjutnya semua peserta akan mengikuti seleksi wawancara.

“CAT Socrative ini mirip dengan tes CPNS bahwa nanti setelah peserta menyelesaikan soal ujian tertulis, langsung bisa diketahui hasilnya, Selain itu, tes sistem ini untuk menjaga integritas dan objektivitas Bawaslu yang melaksanakan rekrutmen Panwascam. ” tutup Katriana.

PENULIS JONI HAMAUH

Gunung Mas Ditetapkan Sebagai Lokus Program Intervensi Pencegahan Stunting

Gunung Mas Ditetapkan Sebagai Lokus Program Intervensi Pencegahan Stunting

BERFOTO : Usai kegiatan rapat Koordinasi, Terkait Lokus Stunting Tahun 2020 yang dilaksanakan di Aula BP3D, Kamis (12/12/2019).

Gunung Mas – Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP3D), bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Gunung Mas (Gumas) menggelar rapat Koordinasi,  Terkait Lokus Stunting Tahun 2020 di Kabupaten Gunung Mas yang dilaksanakan di Aula BP3D, Kamis (12/12/2019).

Acara pertemuan di buka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Gunung Mas Drs. Yansiterson, M.Si, didampingi Kepala Dinas Kesehatan dr. Maria Efianti, Plt. Sekretaris BP3D Beben Martinus, yang dihadiri Kepala SKPD yang tergabung dalam Tim KP2S (Konvergensi Percepatan Penanggulangan Stunting) dan undangan lainnya.

Sekda Gunung Mas Drs. Yansiterson, M.Si mengatakan, bapak ibu akan menentukan desa lokus yang akan di intervensi pada tahun 2020. Sesuai kebijakan pemerintah pusat, paling tidak ada 10 desa lokus yang harus kita tentukan pada saat ini yang pembiayaanya dilakukan oleh pemerintah pusat.

“Lanjut dia dalam penentuan desa lokus, perlu dilakukan dengan teliti dan berdasarkan data yang ada sehingga desa-desa yang nantinya akan di intervensi lewat program dan kegiatan benar-benar tepat sasaran,” ucapnya.

Apa yang kita lakukan pada hari ini penting karena penentuan desa lokus hendaknya dapat menurunkan angka stunting kita yang pada tahun 2018 sebesar 38,21% atau urutan ke lima dibanding kabupaten lainnya. menurut informasi yang saya terima berdasarkan hasil survey internal yang dilakukan oleh dinas kesehatan pada bulan oktober dan november 2019.

Walaupun hasil survey internal kita menunjukkan hasil yang menggembirakan, kita tetap harus bekerja keras dan serius dalam melaksanakan aksi konvergensi percepatan penurunan stunting di tahun 2020.

“Menurut dia kegiatan ini atau KP2S (Konvergensi Percepatan Penanggulangan Stunting) merupakan bagian dari perwujudan visi smart human resources dari pimpinan daerah,” bebernya.

Sementara itu, Plt. Sekretaris BP3D Kabupaten Gunung Mas Beben Martinus menyampaikan laporannya, Rapat koordinasi ini merupakan rapat kedua perihal stunting terhadap perangkat daerah terkait.

“Rapat ini penting karena Kabupaten Gunung Mas ditetapkan sebagai lokus program intervensi pencegahan stunting pada tahun 2020 sehingga sebelum tahun ini berakhir, kita harus menyampaikan 10 Desa Lokus Konvergensi Percepatan Penanggulangan Stunting yang akan di intervensi pada tahun 2020,” pungkasnya.