3 Hal Yang Disampaikan Pendeta Tesy Irawaty Dalam Khotbahnya

3 Hal Yang Disampaikan Pendeta Tesy Irawaty Dalam Khotbahnya

Khotbah Pendeta Tesy Irawaty, S.Th ibadah dan perayaan Natal Hamputan Tioep, Sabtu (13/1/2020).

Laporan Ketua Panitia Natal Hamputan Tioep tahun 2020 oleh Hevy Simpay, SE., M.Si.

Gunung Mas – Ibadah dan perayaan Natal Hamputan Tioep yang ke 11 kali berjalan khimad, yang dilaksanakan di Gereja GKE SION Kuala Kurun, Kabupaten Gunung Mas (Gumas) mengusung Tema “Hiduplah sebagai sahabat bagi semua orang” (Bdk. Yohanes 15 : 14 – 15). Sub tema “Dengan hikmat Natal Hamputan Tioep kita tingkatkan pelayanan dan mempererat tali persahabatan dengan semua orang”.

Penyerahan bingkisan kasih kepada Hamputan Tioep oleh ketua panitia Natal Hevy Simpay, SE., M.Si.

“Dalam laporan ketua panitia Natal Hamputan Tioep Hevy Simpay menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BPH Majelis Jemaat GKE Sion Kuala Kurun yang telah memberikan tempat meminjamkan Gedung Gereja dan waktu bagi kita dari kami mulai latihan, gladi bersih sampai terselenggaranya Natal ini,” ujarnya di Gedung gereja Sion Kuala Kurun, Sabtu (11/1/2020).

Puji-pujian Hamputan Tioep

Terima kasih pula saya ucapkan kepada seluruh keluarga Hamputan Tioep yang telah mendukung dana berupa sumbangan untuk membantu panitia dalam mensukseskan terselenggaraan Natal tahun 2019.

Dalam Khotbah Pendeta Tesy Irawaty, S.Th mengatakan, hati yang penuh dengan kasih tentu akan mengeluarkan kasih yang sempurna, tetapi jika hati seorang musuh maka keluar perbendaharaan yang tidak baik, hati yang luka maka sikap hati yang melukai, dan hati yang sering kali menyakiti tentu dalam keadaan yang sakit dan kecewa.

Hari ini kita bersyukur dalam FirmanNya iman pengharapan dan kasih dan yang paling besar adalah kasih, karena kasih kita menjadi sahabat, karena kasih pula kita bersahabat dengan pergumulan kita, kita bersahabat dengan persoalan kita dan karena kasih pula kita mampu mengasihi satu dengan yang lainnya.

Dalam 1 Korintus 13:11-13 Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu.

Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal.

Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.

“Hari ini kita diajar kita harus jadi dewasa, karena untuk menjadi dewasa yang pertama harus mengerti firman. Yang kedua iman dan yang ketiga adalah tuntunan Roh Kudus,” kata Hambanya.

Mengapa firman menjadikan kita dewasa, untuk mengenal kasih saya percaya tidak cukup menjadi seorang Kristen yang biasa-biasa saja, kita harus menjadi Kristen yang luar biasa yang mampu menyikapi segala sesuatu dengan dewasa untuk Tuhan kerjakan.

Tetapi orang yang dewasa dalam iman pengharapan dan kasih dia bisa menerima, meskipun disakiti, meskipun diomongkan dibelakang masih tetap bisa berjabatangan, bisa menanyakan kabar, ini orang yang dewasa iman.

Maka apapun persoalan didalam kehidupan kita terus maju, walupun berbagai tantangan rintangan, satu keyakinan bahwa Allah itu baik, Allah itu akan senantiasa beserta dengan setiap orang yang mengandalkanNya.

Mengapa harus tuntunan Roh Kudus, karena melalui tuntunan Roh Kudus kita bisa mengampuni sehingga kita bisa bersahabat dengan semua orang, dewasa oleh karena kasih Tuhan Yesus yang menyempurnakan.

“Ada tiga hal Yang ditekankan dalam khotbahnya yang pertama kasih Allah tidak memanjakan, yang kedua kasih yang membawa sebuah perubahan dan yang ketiga kasih Allah yang mendewasakan,” pungkasnya.