Pihak Perusda Perkasa Selaku Penyedia BBM Dipandang Perlu

Pihak Perusda Perkasa Selaku Penyedia BBM Dipandang Perlu

Gunung Mas – Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Gumas) bersama dengan pihak Perusda Gunung Mas Perkasa selaku penyedia bahan bakar minyak (BBM) logistik  di tiap Organisasi Perangkat  Daerah, dipandang perlu untuk dilakukan rapat.

Pemkab Gumas Rapat dengan Perusda Gunung Mas Perkasa selaku penyedia bahan bakar (BBM) logistik di tiap Organisasi Perangkat Daerah, yang dipimpin oleh Asisten Administrasi Umum Untung, SE,  Selasa (28/1/2020).

Rapat tersebut dipimpin oleh Asisten Administrasi Umum Untung, SE dihadiri oleh Direktur Perusda Gunung Mas Perkasa Ramdhan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdangangan Luis Eveli, masing-masing kepala Prangkat Daerah, serta undangan lainnya.

“Kepala Perindustrian dan Perdangangan Luis Eveli mengatakan, kegiatan hari ini Perusda Gunung Mas Perkasa sebagai penyedia logistik BBM kepada masing-masing Organisasi Perangkat  Daerah, sebelumnya kita juga sudah melakukan rapat seperti ini, pada tahun 2019 keinginan Pemda bahwa kita sepakat untuk melakukan MoU dengan pihak SPBU tetapi sampai berakhir tahun 2019 belum ada kejelasan,” ujarnya dilantai satu Kantor Bupati Gunung Mas, Selasa (29/1/2019) pagi.

Menurutnya, kalau kita mau menghidupkan Perusda kita adakan kerja sama dengan Perusda perlu kita kaji yang pertama dasar hukum kita harus ada bagaimana status Prusda me ngambil alih ini supaya kita tidak  disalahkan.

“Yang kedua misalnya ini dapat dilakukan oleh Perusda masalah harga BBM bagaimana akan dipertanyakan di pemeriksaan nanti, SPBU dengan Perusda apa jawaban kita,” ucapnya.

Direktur Perusda Ramdhan menjelaskan, keadaan Perusda di Gununung Mas kami tidak ingin membebani Pemerintah Daerah apalagi masyarakat, kami sebagai mitra masyarakat untuk mengembangkan Pemerintah dalam meningkatkan PAD.

“Dilanjutkannya dalam satu bidang usahanya adalah untuk menyediaan BBM dan migas, walaupun belum terealisasi dan disetujui oleh pihak mitar-mitra kami tetapi rencana itu sudah kami rencanakan,” ungkapnya.

Dari Perda Nomor 8 tahun 2019 tahun ini kami membuat Rencana Kerja Perusahaan RKP dan salah satunya memuat BBM sehingga kami punya dasar dalam pelaksanaannya. Apakah kita mempunyai legalitas.

“terkait dengan perijinan memang Perusda belum punya ijin langsung dengan pertamina karena itu butuh proses, untuk itu kami perlu bermitra dengan perusahaan yang mempunyai distributor pertamina yang legal, bukan dengan pihak keberapa tetapi langsung dengan yang legal di Balikpapan dan kami juga menyiapkan MoU dengan pertamina tersebut walaupun belum bentuk perjanjian kerja sama,” tandasnya.

Puskesmas sebagai Ujung Tombak Dalam Melakukan Deteksi Dini Kasus TBC

Puskesmas sebagai Ujung Tombak Dalam Melakukan Deteksi Dini Kasus TBC

Kadinkes dr Maria Efianti (Kanan) bersama Wabup Gumas Efrensia LP Umbing (kir).

Gunung Mas – dr. Maria Efianti, mengatakan enam langkah yang sudah dan akan dilakukan pihaknya dalam mencapai target eliminasi (menghilangkan) tuberculosis (TBC) di Kabupaten Gumas hingga tahun 2025.

“Langkah pertama mendorong Puskesmas sebagai ujung tombak dalam melakukan deteksi dini kasus TBC, dengan melibatkan peran serta masyarakat dengan melatih kader kader kesehatan didesa. Para kader itu diharapkan membantu petugas kesehatan dalam menemukan kasus secara dini dan menjadi pengawas minum obat,” terang Maria, Selasa (28/1) Langkah kedua, lanjut dia,

memfasilitasi tersedianya alat TCM (tes cepat molekuler) di Rumah Sakit Kuala Kurun guna menemukan penderita TBC, terutama TBC resisten obat.

“Langkah ketiga menjamin ketersediaan obat dan logistik TBC. Langkah keempat mendorong upaya promotif preventif dengan penyediaan media komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) TBC, kampanye TOSS (temukan obati sampai sembuh) TBC dan peningkatan cakupan imunisasi dasar, termasuk BCG,” ujar Maria.

Langkah ke lima, sebut Maria, melakukan bimbingan teknis terkait penanggulangan TBC, serta langkah keenam, kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat.

“Kerjasama yang baik lintas sektor pemerintah,sektor swasta,LSM dan peran serta seluruh masyarakat sangat diperlukan dalam hal menemukan kasus TBC secara dini yang diikuti pengobatannya sampai tuntas,” katanya.

Tiga Komisi DPRD Melaksanakan RDP Dengan SKPD

Tiga Komisi DPRD Melaksanakan RDP Dengan SKPD

RPD Komisi II dengan SKPD dipimpin Evandi.

Gunung Mas – Anggota DPRD Kabupaten Gunung Mas (Gumas) melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan para Mitra Kerja SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) Pemkab Gumas,mulai komisi I hingga komisi III, Selasa (28/1).

RDP yang dilakukan setiap komisi bertujuan untuk mengetahui program kerja SKPD tahun 2020.Di hadapan komisi,masing-masing pimpinan SKPD memaparkan panjang lebar program kerja mereka tahun 2020.

Komisi satu yang membidangi Pemerinahan dan Keuangan diketuai H Gumer dan didampingi anggota komisi I Polie L Mihing,Dewi Sari,

Pebrianto,Charles Frenky dan H Rahmansyah menggelar RDP dengan Sekretariat Daerah Gumas, Sekretariat DPRD, Inspektorat, Disducapil, Dinas PMPTS,dan Dinas Perpustaan  dan Kearsipan. RDP  dihadiri Sekda Yansiterson digelar di ruang rapat Paripurna.

Sementara komisi II yang membidangi Perekonomian dan Pembangunan dipimpin Evandi dan didampingi Waket DPRD Binartha serta anggota komsi II Untung J Bangas,

Punding S Merang, Pdt. Rayaniatie Djangkan, Yuniwa dan Sahriah menggelar RDP dengan Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik, DPU dan Disperindag. RDP dilakukan di ruang rapat komisi.

Komisi III yang membidangi Kesejahteraan Rakyat dipimpin Lily Rusnikasi didampingi Waket DPRD Neni Yuliani serta anggota komisi III Hj Siti Hilmiah,Riantoe,Iceu Purnamasari,dan Cici Susilawati menggelar RDP dengan Disbudpar, Dinkes,

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, RSUD dan Dinsos. RDP dilaksakanan di ruang rapat komisi.

Hubungan Suami Istri Harus Berada Diatas Hubungan Persahabatan

Hubungan Suami Istri Harus Berada Diatas Hubungan Persahabatan

Mimie Mariatie menyuapi kue ulang tahun perkawinan yang ke 13 kepada sumai Jaya Samaya Monong didampingi kedua putri Zenfanya Naila dan Ester Gloria, Senin (27/1/2020).

Gunung Mas – Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong besama keluarga menggelar ibadah kebaktian kelurga dan ucapan syukur HUT perkawinannya yang ke-13 tahun bersama sang Isteri Mimie Mariatie, yang dilaksanakan di Rujab Bupati Gunung Mas.

Kesaksian puji pujian dari keluarga besar Jaya Samaya Monong.

“Dalam sambutannya beliau mengatakan, kami tinggal di ruamah jabatan (rujab) Bupati, jalan Pangeran Diponegoro artinya terdaftar sebagai warga jemaat GKE SION Kuala Kurun, kalau di ruamah kediaman pribadi kami di Jalan Kusuma Negar terdaptar di Jemaat GKE Kuala Kurun dan saya juga dekat dengan hamba-hamba Tuhan denominasi gereja-gereja lainnya,” ujarnya, Senin (14/1/2020) malam.

Dalam kesempatan ini juga tentunya kami sekeluarga, sangat bersyukur sekali pada usia perkawinan kami yang ke 13 tahun, kami dikarunia dua orang putri Zenfanya Naila dan Ester Gloria, kami sangat bersukacita dalam ibadah keluarga dan ucapan syukur pada saat ini.

Untuk pengkhotbah memang spesial kami undang dari Surabaya Ps. Nixon Topa menyampaikan Khotbah.

Kenapa saya undang beliau Ps. Nixon Topa Bercerita tentang pengalaman waktu tanggal 27 januari 2007 waktu kami masa-masa pacaran lalu kami bertunangan. Istri saya waktu itu bertanya kepada  Ps. Nixon Topa Jaya itu jodah saya atau bukan. Kata beliau jalani saja mengalir saja kalau memang jodoh pasti Tuhan akan membukakan jalan dan luruskan.

Khotbah Ps. Nixon Topa dari Surabaya.

“Beliau juga menyampaikan terima kasih atas kepada pihak-pihak yang telah membantu terlaksananya acara tersebut dan kepada masyarakat yang hadir,” katanya.

Dalam Khotbah Ps. Nixon Topa Lembaga pertama yang diciptakan Tuhan ditaman eden adalah lembaga keluarga, dan mujisat pertama yang Tuhan Yesus lakukan adalah pernikahan di Kana bagi Tuhan pernikahan itu sangat penting hubungan yang Tuhan bangun   ditaman Eden adalah hubungan suami dan istri.

 “Hubungan suami istri harus berada diatas hubungan persahabatan, kalau anda mementingkan sahabat ada yang salah dalam hidup saudara,” katanya.

Kejadian 2:18 TUHAN Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.”

Dan dalam kitab Ayub 42:2 “Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal.

Kitab Ayub ini meruntuhkan Teologi Kemakmuran yang menyatakan bahwa Allah pasti memberkati orang percaya dengan berkat jasmani jika kita hidup setia kepada Tuhan.

“Berkat terbesar yang Tuhan berikan bagi orang yang saleh dan setia kepadaNya adalah penyertaan dan pengenalan akan Tuhan. Penyertaan dan pengenalan akan Tuhan selalu memberikan kebahagiaan kepada orang-orang Kristen sejati,” ucapnya.

Hasil Evaluasi Atas Penerapan SAKIP Pemkab Gunung Mas Meraih Predikat B

Hasil Evaluasi Atas Penerapan SAKIP Pemkab Gunung Mas Meraih Predikat B

Wakil Bupati Gunung Mas Ir. Efrensia L.P. Umbing, M.Si saat menerima LHE SAKIP dari Menpan-RB melalui Deputi Bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan, Muhammad Yusuf Ateh.

Gunung Mas Bali – Wakil Bupati Gunung Mas Ir. Efrensia L.P. Umbing, M.Si menghadiri acara penyerahan Rapor Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) yang bertempat di Hotel Inaya Putri Bali Nusa Dua, Senin (27/1)

Hasil evaluasi atas penerapan SAKIP pemerintah kabupaten/kota wilayah II tahun 2019 di Bali diserahkan langsung Deputi Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Muhammad Yusuf Ateh, Ak., MBA. sekaligus rekomendasi perbaikannya.

Pada acara tersebut Kabupaten Gunung Mas meraih predikat B atau katagori baik dalam hal penyelenggaraan pemerintahan maupun dalam hal pengelolaan keuangan daerah yang diterima langsung oleh Wakil Bupati Gunung Mas didampingi Plt. Kepala BP3D Kababupaten Gunung Mas Aligato..

Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik Kementerian PANRB Andi Rahadian menjelaskan evaluasi ini dilaksanakan sesuai amanat Peraturan Pemerintah No. 8/2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah serta Peraturan Presiden No. 29/2014 tentang SAKIP. Melalui Kedeputian Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur, dan Pengawasan, Kementerian PANRB telah melakukan bimbingan teknis dan asistensi SAKIP terhadap 84 kementerian/lembaga dengan 418 unit kerja, 34 pemerintah provinsi dengan 1.027 Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan 514 Kabupaten/kota dengan 20.756 OPD pada tahun 2019.

Pada kesempatan tersebut sebanyak 161 Pemerintah Kabupaten/Kota dan Provinsi di Wilayah II diberikan hasil evaluasinya serta rekomendasi perbaikan yang harus dilakukan di tahun selanjutnya. Dimana wilayah II ini meliputi Bali, DKI Jakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara, Kalimantan, dan Lampung. Menurutnya, salah satu langkah konkret yang dilakukan pemerintah untuk mewujudkan reformasi birokrasi adalah melalui pengelolaan anggaran secara efektif dan efisien. Hal ini dilakukan dengan menerapkan SAKIP.

Setiap tahun Kementerian PAN-RB melaksanakan evaluasi atas implementasi SAKIP pada seluruh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah untuk mengukur perkembangan implementasi SAKIP serta melakukan pembinaan yang berkesinambungan di seluruh instansi pemerintah. Evaluasi tersebut telah dapat memetakan instansi pemerintah pada beberapa kategori. Ditambahkan Kementerian PAN-RB juga memberikan rekomendasi dalam rapor tersebut, agar setiap pemerintah daerah mampu meningkatkan efektivitas dan efisiensi penggunaan anggaran agar sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan demi kesejahteraan masyarakat.