PUKUL GONG : Sekretaris Umum Majelis Sinode GKE Banjarmasin Pendeta Jhon Asihua, didampingi Ketua Majelis Resort GKE Manuhing Pendeta Rolly Natha, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gumas Binatha, Anggota DPRD Cici Susilawati, Camat Manuhing Landerson, Kepala Desa Taringen Nopenson, dan Ketua Panitia Pelaksana Markoko, memukul gong sebagai tanda dimulainya Sidang Sinode Resort GKE Manuhing ke VIII, di Gedung Gereja GKE Betlehem, Desa Taringen, Jumat (6/3).

Gunung Mas – Sidang Sinode Resort Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) Manuhing ke VIII di Desa Taringen resmi dibuka. Kegiatan yang digelar 6-7 Maret 2020 ini, dibuka oleh Sekretaris Umum Majelis Sinode GKE Banjarmasin Pendeta Jhon Asihua.

Pelaksanaan sidang Sinode Resort GKE Manuhing ke VIII di Desa Taringen ini mengambil tema Aku Yang Awal dan Akhir, dengan sub tema dengan pimpinan Tuhan Yesus Kristus, tingkatkan persekutuan, kesaksian dan layanan di Resort GKE Manuhing.

”Melalui sidang Sinode Resort GKE Manuhing ke VIII tersebut, akan mampu meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) warga jemaat, sehingga siap menghadapi pemindahan ibukota Negara dan menguasai IT dalam menghadapi era digital revolusi industri 4.0,” ucap John Asihua, di Gedung Gereja GKE Betlehem, Desa Taringen, Jumat (6/3).

Sementara itu, Ketua Majelis Resort GKE Manuhing Pendeta Rolly Natha mengatakan, pelaksanaan sidang Sinode Resort GKE Manuhing ke VIII ini merupakan momentum yang tepat untuk meningkatkan persekutuan dalam jemaat, dan mendukung program yang dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunung Mas (Gumas).

”Selain itu, kepada seluruh jemaat sekawasan Resort Manuhing juga harus menjaga toleransi antar umat beragama,” tuturnya.

Pada kesempatan ini, Ketua Panitia Pelaksana Sidang Sinode Resort GKE Manuhing ke VIII di Jemaat GKE Taringen tahun 2020 Markoko menuturkan, kegiatan ini bertujuan untuk menyusun berbagai program kerja yang inovatif dan kreatif, serta langkah konkrit bagi GKE menyikapi isu-isu strategis yang berkembang dan menjadi kebutuhan GKE saat ini dan pada masa mendatang.

”Kami ingin GKE harus semakin kompak dalam kebersamaan, militan, dan eksis dalam bersaksi, bersekutu, serta melayani di tengah-tengah jemaat GKE, dan masyarakat secara menyeluruh,” ujarnya.

Di samping itu, sidang ini juga untuk mengevaluasi sejauh mana program pelayanan hasil ketetapan Sidang Sinode Resort Manuhing ke VII, di Desa Tumbang Jalemu tahun 2015 lalu, yang dilaksanakan pada semua jenjang pelayanan di dalam jemaat.

”Pada akhirnya nanti, sidang ini akan memilih komposisi personalia Majelis Pertimbangan (MP), Badan Pengawas Perbendaharaan (BPP), serta Badan Pekerja Harian (BPH) Majelis Resort GKE Manuhing periode 2020 sampai dengan 2025,” terangnya.

Untuk peserta sidang sinode, tambah dia, diikuti oleh 116 peserta. Terdiri dari MP dua orang, BPP tiga orang, BPH 11 orang, Jemaat GKE Guhung lima orang, Jemaat GKE Tumbang Talaken I 15 orang, Jemaat GKE Tumbang Talaken II 12 orang, Jemaat GKE Tangki Dahuyan 10 orang, Jemaat GKE Tumbang Sepan lima orang.

Selanjutnya, jemaat GKE Bereng Jun 10 orang, Jemaat GKE Taringen delapan orang, Jemaat GKE Harang Karamat lima orang, Jemaat GKE Takaras 10 orang, Jemaat GKE Tumbang Jalemu 10 orang, Jemaat GKE Parapah lima orang, dan Jemaat GKE Bereng Balawan lima orang.