FOTO//Kepala Dinkes Gunung Mas Maria Efianti berdiri di tengah menyatakan angka stunting dari tahun ketahun memulai menurun.

Kuala Kurun gunungmaskab.go.id Kepala Dinas Kesehatan atau Dinskes Kabupaten Gunung Mas Maria Efianti menyebutan presentase angka stunting didaerah itu dari tahun ke tahun mulai menurun.

Hal itu diungkapkannya usai pertemuan analisis situasi konveregenci pencegahan dan penanggulangan stunting Kabupaten Gunung Mas

“Berdasarkan data yang kami peroleh dari BPS, tahun 2018 itu persentase stunting sekitar 38 peresen dan tahun 2019 sekitar 32 persen,  jadi turun 6 persen dari tahun sebelumnya,” katanya.

Pada tahun tahun 2020 ini, lanjutnya Kabupaten Gunung Mas ditetapkan menjadi lokus penanganan stunting, dimana sesuai target nasional dan RPJMD ditahun 2024 angka stunting ditargetkan dibawah 20 persen.

Terkait hal itu,  dia menyebutkan ada 8 tahapan langkah yang sedang dan akan dilaksanakan pihaknya bersama seluruh lintas sektor. Diantaranya anilisis situasi, rembuk stunting,  rancana kegiatan.

Kemudian peraturan bupati terkait kewenangan desa dalam pencegahan stunting, pembinaan kader pembangunan manusia, manajemen data, pengukuran dan publikasi stunting serta review kinerja tahunan.

Dia menambahkan ke-8 tahapan langkah pencegahan stunting tersebut harus dikerjakan dalam satu tahun berjalan, dan saat ini 1 langkah hampir selesai kerjakan kemudian dilanjutkan ketahap berikutnya.

“Kami berharap semua tahapan tersebut dapat diselesaikan ditahun 2020 ini dan pada bulan Juni nanti tahap ke 4 harus selesai. Dan saya minta semua lintas sektor sinergi dalam menyelesaikannya, sebab tugas ini tidak hanya tugas dinkes, namun tugas bersama,” tuturnya.