Kuala Kurun gunungmaskab.go.id – Musim mudik lebaran pada Hari Raya Idul Fitri merupakan salah satu tradisi yang dilakukan oleh masyarakat, khususnya beragama muslim.

“Kapolres Gunung Mas AKBP Rudi Asriman, S.I.K mengatakan,  untuk warga Gunung Mas yang ingin melakukan mudik, pihak Kepolisian sudah melakukan upaya-upaya antara lain operasi ketupat, melakukan pembatasan dan menghimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan mudik, ini pun sudah diberlakukan semenjak operasai ketupat,” ungkapnya, Jumat (22/5/2020) lalu.

“Sehingga pos jaga yang ada di Sepang itu akan diperketat dan diperbanyak personil yang dilibatkan, namum kondisinya personil yang di sana mungkin keterbatasan situasi yang di wilayah kita ada beberapa jalur yang mungkin kita perbanyak personilnya”.

“Kita akan maksimalkan untuk beberapa hari kedepan sampai nanti setelah lebaran berakhir, sampai hari ketujuh nanti akan diperbanyak personil disana dan tentu sudah dirapatkan dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Gunung Mas dengan maksud terkait agar nanti untuk pos di Sepang tersebut kalau memang masyarakat yang tadi sudah lolos untuk melakukan mudik pada saat kembalinya nanti kita akan mendatakan mereka terutama kalau mereka warga pendatang dan memang bekerja di Gunung Mas, akan diterapkan protokol kesehatan sesuai anjuran Pemerintah”, tambahnya

“Kepada masyarakat yang melakukan mudik dan kembali ke Kabupaten Gunung Mas agar melakukan isolasi diri selama empat belas hari serta tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan masyarakat, itu konsekuensi bagi mereka yang memaksakan mudik serta tidak mentaati anjuran Pemerintah yang ada,” tegasnya.

Kemudian sudah dirapatkan dengan Forkopimda untuk kesiapan pelaksanaan ibadah Idul Fitri 1441 H. yang pertama kegiatan takbiran itu tidak ada takbir keliling ataupun pawai yang dilaksanakan umat muslim dan yang kedua untuk pelaksanaan ibadah sholat Idul Fitri untuk Kabupaten Gunung Mas itu sesuai dengan kesepakatan bersama agar tidak melakukan atau meniadakan kegiatan sholat Idul Fitri di lapangan ataupun di masjid.

“Kita minta kepada masyarakat khusnya yang beragama muslim supaya mengikuti atau mengindahkan kesepakatan bersama selama ini, ” ujarnya.

Lanjut Kapolres langkah-langkah yang  kami lakukan selama ini, akan tetap dilakukan patrol dan menggalang serta menghimbau mendatangi para tokoh-tokoh agama yang ada untuk menyepakati dan melaksanakan kesepakatan tersebut.

Kapolres Gunung Mas mengatakan, ini akan tetap kita pantau bersama, terkait semua tim gugus tugas Covid-19 ini mudah-mudahan semua yang kita harapkan dapat tercapai Gunung Mas dengan kondisi aman, hanya dengan tinggal satu PDP ataupun yang positif kalaupun itu memang sembuh Gunung Mas bisa kembali ke zona hijau lagi.

Terkait penyerahan beras yang dari Kapolri, AKBP Rudi Asriman, S.I.K menjelaskan, untuk beras yang 10 ton itu adalah sebagai bentuk perhatian dari Pemimpin kami Kapolri diberikan bantuan 10 ton beras tujuannya adalah dibagikan kepada masyarakat yang terdampak Virus Corona, lebih diutamakan kepada mereka yang tidak mendapatkan bantuan dari Pemerintah sendiri baik Pemerintah Pusat tidak terdata di Pemerintah Provinsi maupun Kabupaten tingkat dua dan dari anggaran dana desa.

“Saya sudah memerintahkan staf saya untuk membuat pusat aduan terkait masyarakat yang merasa tidak mendapat bantuan, silahkan mengadu ke pusat aduannnya bagi masyarakat yang tidak dapat bantuan nanti kita datakan dana kita akan berikan bantuan berupa sembako,” pungkasnya.