Kuala Kurun gunungmaskab.go.id – Tim Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan dalam Masyarakat (Pakem) Kabupaten Gunung Mas menggelar rapat koordinasi (Rakor) di aula kantor Kejaksaan negeri setempat, Rabu (16/9/2020).

Wakil Ketua Tim Pakem yang juga Kasi Intel Kejari Gunung Mas, Firman Hadi Saputra mengatakan bahwa pokok bahasan atau tujuan Rakor tersebut yakni guna meningkatkan volume pengawasan terhadap hal-hal yang berkaitan dengan aliran kepercayaan maupun keagamaan di daerahnya. “Rakor tersebut sebagai upaya menangkal munculnya atau menyebarnya paham-paham menyimpang yang berpotensi menimbulkan konflik di tengah kehidupan masyarakat,”.

Bahwa dalam pertemuan tersebut diketahui fakta bahwa masih terdapat 13 kepala keluarga eks Gafatar di Kabupaten Gunung Mas.

“Menurut laporan intelejen kepolisian, para eks Gafatar tersebut telah hidup membaur dengan masyarakat. Hingga kini  belum ditemukan indikasi penyebarluasan ajaran atau doktrin aliran tersebut di Gunung Mas,” tutur Firman.

Selain itu, Tim Pakem juga rutin melakukan pengawasan kepercayaan atau aliran menyimpang di dunia maya, terutama berbagai media sosial. “Saya mengimbau, bagi masyarakat yang mengetahui atau mendapati adanya doktrin atau kegiatan kelompok yang diduga menyimpang, maka segera laporkan kepada Tim Pakem atau aparat penegak hukum terdekat,” imbaunya.

Nampak hadir dalam kesempatan itu, perwakilan Kantor Kementerian Agama, TNI/Polri, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan organisasi terkait lainnya.

“Karena kita tidak akan bisa menjangkau ke seluruh daerah. Namun kerja sama dengan semua elemen dan saling membahu, apa yang ingin dicapai akan secepatnya terealisasi,”tandas Firman.