TUNJUKKAN : Kepala SMAN 1 Kurun Batuah bersama siswa SMAN 1 Kurun Fajri Yanoor, saat menunjukkan desain poster yang membuatnya mewakili Provinsi Kalteng pada lomba FLS2N di tingkat Nasional, Kamis (24/9).

POSTER : Desain poster yang dibuat siswa SMAN 1 Kurun Fajri Yanoor, pada lomba FLS2N tingkat Provinsi Kalteng.

KUALA KURUN – Prestasi sangat membanggakan kembali ditorehkan salah satu siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Kurun. Dia adalah Fajri Yanoor, yang berhasil meraih juara pertama desain poster, pada ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat Provinsi Kalteng, yang dilaksanakan secara daring atau online.

”Atas prestasinya tersebut, siswa kelas XII Bahasa di SMAN 1 Kurun ini akan mewakili Provinsi Kalteng di ajang FLS2N jenjang SMA di tingkat nasional, yang rencananya dilaksanakan 28 September hingga 4 Oktober 2020 secara daring,” ucap Kepala SMAN 1 Kurun Batuah, Jumat (25/9).

Dia mengatakan, dalam pelaksanaan FLS2N tersebut, ada berbagai bidang seni yang dilombakan, yakni baca puisi, gitar solo, monolog, tari kreasi, vokal solo, desain poster, film pendek, kriya, dan komik digital. Ini merupakan wadah berkompetisi dan berkesenian untuk siswa Indonesia.

”Kami mengirimkan perwakilan di semua bidang seni pada perlombaan FLS2N Tingkat Provinsi Kalteng, 17 Agustus-12 September 2020 lalu. Dari semuanya, Fajri Yanoor yang berhasil menjadi juara pertama pada lomba desain poster, sehingga berhak mewakili Kalteng di tingkat nasional,” tuturnya.

Dia menuturkan, sangat bangga dengan capaian prestasi yang diraih oleh salah satu siswanya tersebut. Terlebih lagi, ini merupakan yang pertama kali siswa SMAN 1 Kurun meraih juara pertama pada ajang FLS2N tingkat provinsi bidang seni desain poster.

”Di tingkat nasional nanti, dia akan bersaing dengan puluhan siswa dari seluruh provinsi di Indonesia. Kami berharap nantinya Fajri dapat meraih prestasi yang mengharumkan Provinsi Kalteng, khususnya Kabupaten Gumas,” ujarnya.

Terpisah, Fajri Yanoor mengakui, desain poster yang dibuatnya itu bertemakan Covid-19. Dalam proses pengerjaannya, diperlukan waktu beberapa hari untuk menyusun ide, sedangkan proses pengerjaan desain poster tersebut dilakukan selama satu hari.

”Di tingkat nasional, saya akan berupaya maksimal untuk meraih prestasi yang terbaik. Mohon dukungan doa dari seluruh masyarakat Kalteng, khususnya di Kabupaten Gumas,” katanya.

Dalam lomba di tingkat nasional nanti, dia sudah mempersiapkan jiwa dan raga serta mencari inspirasi ide untuk tema desain selanjutnya. Sejauh ini, sudah ada gambaran seperti apa yang ingin didesain.

”Akan tetapi, itu semua tergantung temanya nanti. Sekarang ini, masih belum ada informasi mengenai tema yang diperlombakan pada tingkat nasional,” tandasnya.