Wakil Bupati Gunung Mas saat menerima penghargaan sebagai Juara 1 oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah didampingi Kepala BAPPEDALITBANG Provinsi Kalimantan Tengah atas  Penilaian Kinerja Penanganan Stunting untuk Aksi 1 sampai Aksi 4. (foto: Dok. HUMAS SETDA Prov. KalTeng).

Kabupaten Gunung Mas gunungmaskab.go.id – saat pelaksanaan Penilaian Kinerja (PK) oleh Tim Panelis Provinsi Kalimantan Tengah dan didampingi oleh Tim Tenaga Ahli LGCB – ASR INEY Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri di Aula BAPPEDALITBANG Provinsi Kalimantan Tengah Kota Palangka Raya.

Hal ini ditandai dengan diberikannya penghargaan oleh Gubernur Kalimantan Tengah melalui Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah kepada Wakil Bupati Gunung Mas Ir. EFRENSIA L.P. UMBING, M.Si sebagai Pengarah dalam Tim Konvergensi Perecepatan Penurunan Stunting (KP2S) dan sekaligus sebagai Ketua TKPK Kabupaten Gunung Mas Mas dalam kegiatan Rapat Koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) tingkat provinsi Kalimantan Tengah Kamis 22 Oktober 2020 di Aula BAPPEDALITBANG Provinsi Kalimantan Tengah.

Bagi Kabupaten Gunung Mas yang dinilai adalah dari Aksi 1 (satu) sampai dengan Aksi 4 (empat), dari 8 (delapan) aksi konvergensi penangan stunting.

Kegiatan penanganan stunting ini merupakan pekerjaan yang bersifat “keroyokan”. Artinya tidak hanya dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Gunung Mas saja, melainkan dilaksanakan multi sektor. Baik itu Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, dunia usaha, dan yang paling utama adalah masyarakat itu sendiri.

Kabupaten Gunung Mas sebagai lokus (lokasi khusus) Intervensi Stunting untuk tahun 2020, telah menetapkan 8 (delapan) Desa dan 2 (dua) Kelurahan lokus penanganan. Sedangan untuk tahun 2021, telah ditetapkan 9 (sembilan) Desa dan 1 (satu) Kelurahan lokus. Sehingga total ada 17 Desa dan 3 Kelurahan yang fokus ditangani namun tidak melupakan Desa dan Kelurahan yang ada di Kabupaten Gunung Mas.

Sebagai informasi, data Stunting di Kabupaten Gunung Mas pada tahun 2018 hasil Riset Kesehatan Dasar yaitu 38,2%. Pada tahun 2019 hasil survey SUSENAS dan SGBI yaitu 32,83%. Sedangkan pada tahun 2020 update data lapangan per Oktober melalui apllikasi e-PPGBM Kementerian Kesehatan yaitu berada pada angka 22,11%.