Dahian Tambuk gunungmaskab.go.id – Ditengah pandemi covid-19 Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Kalimantan Tengah selalu berupaya melaksanakan pendekatan kepada masyarakat, dengan menghadirkan peran BKKBN ditengah keluarga Indonesia serta menjamin masyarakat tetap mendapatkan pelayanan KB ditengah pandemi covid-19 sehingga dapat menghindari putus pakai kontrasepsi dan masyarakat juga mendapatkan pengetahuan tentang program Bangga Kencana.

Terkait degan hal tersebut bertempat dihalaman Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri Satu Atap 2 Mihing Raya hari ini kamis (12/11/20).

Wakil Bupati Gunung Mas Ibu Ir. Efrensia LP Umbing didampingi suami Bapak DK Mandarana membuka secara resmi kegiatan Sosialisasi Advokasi dan KIE Program Bangga Kencana Bersama Mitra Kerja Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan Tengah dan dihadiri narasumber dari direktur Advokasi Hubungan Antar Lembaga Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Ibu Wahidah Pahen, S.Sos, MSI, Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan Tengah Bapak Mhd. Irzal, SE, ME, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DALDUK dan KB) Kabupaten Gunung Mas Bapak Isaskar, Kepala Desa Dahian Tambuk Bapak Pendi, Sekretaris Perwakilan BKKBN Prov. Kalteng, Koordinator Bidang dan staf Perwakilan BKKBN Prov. Kalteng.

Dalam kegiatan ini BKKBN Prov. Kalteng juga menyerahkan 250 paket sembako kepada masyarakat sekitar yang secara langsung juga terdampak covid-19 dan penyerahan secara simbolis diserahkan langsung oleh Ibu Wakil Bupati dan Suami Ibu wakil Bupati, Deputi Advokasi Pengembangan dan Kepala Perwakilan BKKBN Prov. Kalteng.

Dalam sambutanya Ibu Wakil Bupati menyatakan bahwa Program Pembangunan Keluarga Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) adalah program yang berfokus dan menjadikan keluarga sebagai sadaran pembangunan, dimana program ini mengarahkan bagaimana keluarga mempunyai rencana berkeluarga, mempunyai anak, mempunyai pendidikan sehingga terbentuk keluarga-keluarga yang berkualitas. Dan untuk mendukung program Bangga Kencana di Kabupaten Gunung Mas terdapat 16 orang Penyuluh Keluarga Berencana dan Petugas Lapangan Keluarga Berencana yang tersebar dimasing-masing Desa binaan

Selanjutnya dalam kesempatan yang sama Ibu direktur Advokasi Hubungan Antar Lembaga dalam materinya menyatakan bahwa program Bangga Kencana memiliki 3 aspek yang harus kita laksanakan, yaitu Keluarga :1. bagaimana membina keluarga balita dan anak, bagaimana membina keluarga remaja dan bagaimana membina keluarga lansia 2.Kependudukan : Ini terkait grand desain kependudukan serta pelaksanaan pembangunan akan sangat dipengaruhi oleh jumlah penduduk yang ada 3. Dalam hal Keluarga Berencana bukan hanya bicara masalat alat kontrasepsi suntik,pil,kondom dan sebagainya tetapi didalam Keluarga Berencana juga mencakup bagaimana kesehatan reproduksi bisa dijaga.

Lebih lanjut Ibu direktur juga menyatakan bahwa untuk mensukseskan semua hal diatas perlu dukungan dari mitra kerja BKKBN.

Dalam kesempatan yang sama kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan Tengah Mhd. Irzal., SE, ME antara lain juga menyatakan bahwa hakekatnya BKKBN tidak melarang masyarakat memiliki anak lebih dari 2 namun yang harus dipertimbangkan adalah kemampuan daya dukung dan daya tampung suatu keluarga baik itu dari sisi kesehatan, ekonomi, pendidikan, intelektual, lingkungan tempat tinggal, ekonomi, agama dan sebagainya yang semua itu tertuang dalam 8 fungsi keluarga.