Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gunung Mas Pelatihan membuat Keripik singkong dan pisang.

Kuala Kurun gunungmaskab.go.id – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gunung Mas menggelar kegiatan Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, yang diselenggarakan di ruang Perpustakaan dan Kearsipan, Kamis (25/3/2021).

Kegiatan tersebut dihadir oleh Ketua TP-PKK Kabupaten Gunung Mas Mimi Mariatie Jaya Samaya Monong, Kepala Dinas Perpustakan dan Kearsipan Edwin Yustian, Ketua Dharma wanita Persatuan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Susi Sukarningsi Edwin Yustian, Ketua TP-PPK Kecamatan Kurun beserta Anggota, narasumber dan peserta kegiatan lainnya.

Ketua TP-PKK Mimi Mariatie Jaya Samaya Monong mengatakan, kegiatan Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial bertujuan untuk meningkatkan layanan Perpustakaan, memberikan edukasi bagi masyarakat dalam mengembang kemampuan dan ketrampilan di dunia usaha secara khusus bagi ibu-ibu rumah tangga dan remaja putri agar dapat menambah penghasilan perekonomian keluarga.

“Diharapkan agar kegiatan pelatihan membuat keripik singkong dan keripik pisang dapat diikuti dengan baik oleh seluruh peserta dan membawa perubahan peningkatan ekonomi keluarga dalam menghadapi krisis ekonomi di masa pandemi Covid-19 yang mana kita tau kapan akan berakhir,” ujarnya.

Kegiatan ini sangat sinergis dengan Program TP-PKK secara khusus Pokja II yaitu UP2K (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga), terima kasih atas kerjasama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gunung Mas dengan TP-PKK Kabupaten Gunung Mas yang sudah melaksanakan kegiatan ini.

“Himbauan bagi kita semua untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dengan melaksanakan 4 (empat) M (mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan),” kata Mimi Mariatie Jaya Samaya Monong.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gunung Mas Edwin Yustian mengatakan, kegiatan Tranformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial bertujuan memperkuat peran perpustakaan umum dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sehingga kemampuan literasi meningkat yang berujung pada peningkatan kualitas masyarakat dan akses akan informasi yang cepat.

Diakatakannya, Perpustakaan berbasis inklusi Sosial merupakan perpustakaan yang memfasilitasi masyarakat dalam mengembangkan potensi dan masyarakat, dengan melihat keragaman budaya dan kemauan untuk menerima perubahan serta menawarkan kesempatan berusaha, melindungi dan memperjuangkan budaya dan hak asasi manusia.

Dengan kegiatan sosialisasi dan pelatihan diharapkan mampu menjawab akan kebutuhan masyarakat apalagi ditengah – tengah kondisi pandemi Covid-19.

“Kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut kerjasama (MOU) antara Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gunung Mas dan Ketua TP-PKK Kabupaten Gunung Mas yang sudah ditandatangani pada Tahun 2020 yang lalu,” pungkasnya.