Keterangan gambar: Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong menyampaikan sambutannya kegiatan Focus Group Discussion Perencanaan Pembangunan Berkelanjutan.

Kuala Kurun gunungmaskab.go.id – Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong membuka kegiatan Focus Group Discussion Perencanaan Pembangunan Berkelanjutan Kabupaten Gunung Mas Tahun 2021

“Saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada WWF Kalimantan Tengah selaku pemrakarsa kegiatan FGD ini dan atas kehadiran Bapak dan Ibu sekalian pada hari ini dalam acara diskusi ini penghargaan yang tinggi atas dukungan para pihak pada rangkaian acara ini, dan bersama-sama nanti kita akan membahas secara terbuka tentang Pembangunan Berkelanjutan di Kabupaten Gunung Mas,” ujar Jaya Samaya Monong di Aula Bappedalitbang, Kamis (6/4/2021).

Diskusi ini dinilai sangat penting dan bisa dilakukan secara terbuka, ilmiah dan berdasarkan fakta sebenarnya serta prospektif menyangkut perencanaan pembangunan yang sudah diterapkan dalam RPJMD Kabupaten Gunung Mas Tahun 2019-2024.

Pembangunan berkelanjutan merupakan salah satu misi dari 8 misi untuk mewujudkan Kabupaten Gunung Mas yang Bermartabat, Maju, Berdaya Saing, Sejahtera, dan Mandiri.

“Pembangunan berkelanjutan merupakan salah satu solusi tindak lanjut dari penyelesaian permasalahan pokok yang dapat kita temui di daerah kita yaitu belum optimalnya pengelolaan dan pelestarian lingkungan hidup,” ucapnya.

Sumber daya alam merupakan modal pembangunan daerah dan sekaligus sebagai penopang sistem kehidupan. Sumber daya alam yang lestari akan menjamin tersedianya sumber daya yang berkelanjutan bagi pembangunan, maka sumber daya alam harus dikelola secara seimbang untuk menjamin keberlanjutan pembangunan daerah.

“Saya menyampaikan selamat berdiskusi dalam forum ini dan dengan semangat “BERJUANG BERSAMA”, mari kita saling membantu dan saling menjaga dalam menjalankan berbagai kebijakan pembangunan di Kabupaten Gunung Mas ini, serta tidak lupa jaga kesehatan Bapak Ibu, tetap disiplin penerapan Protokol Kesehatan Covid-19,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian Pengembangan (Bappedalitbang), Kabupaten Gunung Mas (Gumas) Yantrio Aulia mengatakan, Focus Group Discussion bertujuan sharing informasi dari narasumber terkait peluang  anggaran untuk pembangunan, terkait perencanaan kawasan yang sinergis dengan perencanaan perdesaan, program kedaulatan pangan, sistem antisipasi perubahan hutan dan non hutan.

Program Manager WWF Provinsi Kalimantan Tengah Rosenda mengatakan,  keberadaan kami ingin membantu visi misi pemerintah Kabupaten Gunung Mas bisa tercapai misi strategisnya dengan bantuan multi pihak.

Artinya peran pembangunan sudah sepantasnya di ser juga ke pihak swasta, pihak masyarakat agar bisa bertanggung jawab dalam pengambilan kebijakan dalam naungan dengan program di Kabupaten Gunung Mas.

Dikatakannya, upaya FGD ini adalah untuk memastikan pemkab Gumas mendapat dukungan dari pihak lain diluar pemerintah dari pihak swasta dan masyarakat.

“Kita mendapatkan informasi dukungan kongkritnya, programnya apa supaya semua sinergi dan tidak bertentangan satu sama lain ketika kita mendukung pembangunan berkelanjutan di Gunung Mas,” paparya.

Pendanaan yang mungkin bisa diakses secara rata-rata persentase dari APBD hanya 20 persen, sementara hanya mencari kekosongan 80 persen.

Peluang peluang ini yang diangkat oleh pembicara dari kementerian keuangan, peluang – peluang bagaimana transfer dana berbasis ekologi terjadi dari Provinsi ke Kabupaten dan juga ke desa.

“Kami juga berkeinginan bagaimana program pengelolaan sampah di Gunung Mas supaya bermanfaat dan mendorong mempromosikan pangan lokal,  supaya menjadi penyeimbang ketika kita berbicara tentang food estate, juga membantu mempromosikan potensi pariwisat,” tandasnya.