Kuala Kurun gunungmaskab.go.id – Aksi para sopir truk angkutan perusahan besar swasta (PBS) diduga pembawa batu bara yang sengaja melawan arah dinilai membahayakan pengguna jalan lain. Aksi tersebut diabadikan salah satu warga dalam video yang diunggah ke YouTube.

Video berdurasi 2:17 detik tersebut kini viral  dan hangat diperbincangkan banyak orang. Video juga diunggah ke laman Facebook Adie Gogo Undak pada Sabtu (7/4) malam. Video itu telah dibagikan sekitar 467 kali, like 282 dan dikomentari sebanyak 198.

Menanggapi aksi berbahaya kawanan truk tersebut, anggota DPRD Kabupaten Gunung Mas, Polie L Mihing merasa geram. Menurutnya truk batu bara tidak semestinya melalui jalanan umum tersebut. Bahkan selama ini, ujarnya, begitu banyak pelanggaran aturan lalu lintas yang dilakukan oleh truk angkutan perusahan pertambangan itu. Sehingga tidak jarang menyebabkan insiden kecelakaan bagi pengguna jalan lain.

“Ulah truk PBS ini sangat melanggar aturan, karena semua masyarakat dan rakyat di Republik ini khususnya di Gumas, harus taat pada aturan. Kalau mereka melanggar aturan, artinya dia tidak beraturan, harusnya beradat. Jika seperti ini berarti dia (sopir truk, red) tidak beradat seperti melalui jalan di Kurun seberang itu,” tegas Polie L Mihing dikomfirmasi, Minggu (8/5/2022).

Menurut dia, pihak terkait baik dari Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan dan Perhubungan (DLHKP) Kabupaten Gunung Mas dan Satuan Lalulintas (satlantas) Polres Gunung Mas harus bergerak cepat menindak pelanggaran tersebut. Apalagi saat ini masih suasana arus balik lebaran. Sehingga sangat membahayakan para pemudik ketika melalui jalan tersebut.

“Kami berharap dengan Bupati Gunung Mas secepatnya memerintahkan dinas terkait untuk memberikan sanksi kepada PBS maupun sopir yang tidak beradat itu. Begitu juga dengan tugas Satlantas harus tegas menindak hal itu,” tegasnya.

Sementara Kapolres Gunung Mas, AKBP Irwansah melalui Kasatlantas AKP Azmi Halim Permana mengatakan pihaknya sudah memberikan imbauan serta sosialisasi kepada para sopir truk dari PBS agar tidak membahayakan para pengguna jalan umum. “Sudah kita lakukan penindakan dengan tilang, kemudian kita juga sudah melakukan imbauan dan sosialisasi kepada para sopir,” pungkasnya. (Anggra)