Kerusakan Ruas Jalan Palangka Raya Kuala Kurun ditanggapi Gubernur

Kerusakan Ruas Jalan Palangka Raya Kuala Kurun ditanggapi Gubernur

Gunung Mas – Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Gumas) menggelar Video Conference Gubernur Kalimantan Tengah dalam rangka Kick off penandatangan kontrak pengadaan barang dan jasa tahun 2019.

Yang di hadiri oleh Bupati Gunung Mas Drs. Arton S. Dohong, Wakil Bupati Gunung Mas Rony Karlos, S.Sos dengan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD), seluruh Kepala Perangkat Daerah dilingkup Pemerintah Kabupaten Gunung Mas, kegiatan ini bertempat di ruang rapat lantai I Kantor Bupati Gunung Mas, Kamis (17/1/2019).

Pemkab Gunung Mas Gelar Video Gubernur Kalimantan Tengah dalam rangka kick off dengan Gubernur Kalimantan Tengah, Kamis (17/1/2019).

Bupati Gunung Mas Drs. Arton S. Dohong mengatakan, APBD Kabupaten Gunung Mas (Gumas) telah ditetapkan dengan perda Nomor 14 tahun 2018 tentang APBD T.A, 2019 tanggal 31 Desember 2018 dengan total nilai sebesar Rp. 1.034.093.827.213,00,-., serta penjabarannya telah ditetapkan dengan peraturan Bupati Gunung Mas Nomor 28 tahun 2018 tentang penjabaran APBD T.A. 2019.

Untuk proses pengadaan barang jasa, saat ini proses input dan pengumuman  rup seluruh Perangkat Daerah sudah mencapai 85 % lebih, dan selanjutnya sedang dilaksanakan proses pemilihan penyedia barang dan jasanya, sehingga untuk Kick Off penandatangan kontrak dengan penyedia pada taggal 17 Januari 2019 hari ini belum dapat kami lakukan.

“Pemerintah Kabupaten Gunung Mas akan melakukan KIC OFF penandatangan kontrak dengan penyedia pada tanggal 31 Januari 2019, sebanyak 29 paket pekerjaan dengan total Rp. 3.554.800.000,- hal ini kami maksudkan agar memberikan waktu yang cukup dalam melakukan proses pemilihan penyedia barang dan jasa,” ujarnya.

Dikatakannya, ruas jalan Kuala Kurun Palangka Raya ada beberapa titik yang mengalami kerusakan, yang cukup parah disamping itu juga ada penurunan badan jalan dan pengrusakan aspal, ada juga terjadi longsor beberapa titik.

Dalam hal itu, Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran, menangapi apa yang disampaikan Bupati Gunung Mas  terkait kerusakan jalan Palangka Raya Kuala Kurun dan segra menurunkan tim dari Dinas PU Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) ke lokasi kerusakan jalan.

Press Release Bidang Pengelolaan Informasi Publik.

Gedung Christian Center Ditarget Rampung 2020

Gedung Christian Center Ditarget Rampung 2020

Gunung Mas – Wakil Bupati Gunung Mas (Gumas) Rony Karlos, S.Sos didampingi Sekda Drs. Yansiterson, M.Si, dan juga sejumlah Kepala SOPD meninjau pembangunan gedung Christian Center Jalan Ahmad Yani Kuala Kurun, Kamis (10/12/2019).

Adapun kepala SOPD yang mengikuti, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Champili, ST., MT, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Untung, SE, Kepala Dinas Transmigrasi, Tenaga Kerja, Koperasi dan Usaha Mikoro Kecil Menengah Ir. Letus Guntur, Staf Ahli Bupati Gunug Mas dr. Makmur Ginting, M.Kes, Wakil Sekretaris Perwakilan Majalis Sinode GKE Wilayah Kabupaten Gunung Mas Jepin, SE., M.Si Bendahara Hardeman, SE., M.Si.

FOTO : Wakil Bupati Rony Karlos, S.Sos pakai Batik biru beserta jajarannya meninjau pembangunan Christian Center, Kamis (10/1/2019).

Rony Karlos, S.Sos ketua Perwakilan Sinode wilayah Kabupaten Gunung Mas mengatakan, dalam proses pembangunan gedung Christian Center akan rampung pembangunannya pada tahun 2020 ini, Karen bagunan tersebut dipungsikan untuk Sinode umum GKE yang ke XXIV Tahun 2020, dipusatkan di gedung Christian Center Jalan Ahmad Yani Kuala Kurun yang digelar diperkirakan bulan Juni 2020.

Gedung Christian Center ini dibangun pada tahun 2012 sempat mandek pada tahun 2014, dan dilanjukan lagi tahun 2016 sampai sekarang.

Diungkapkannya, dalam proses pembangunan gedung Christian Center ini sudah memasuki 85 % pengerjaannya.

“Dia juga menghimbau kepada anak-anak muda yang suka nongkrong di dalam maupun diarea Christian Center tersebut  jangan sampai merusak, dan mencoret bangunan, mari kita sama-sama menjaganya demi kemajuan Kabupaten Gunung Mas yang kita cintai bumi habangkalan penyang kruhei tatau dan menyukseskan Sinode Umum GKE yang ke XXIV,” ungkapnya.

Press Release Bidang Pengelolaan Informasi Publik. 

Pendidikan PAUD merupakan pondasi dasar kejenjang yang lebih tinggi

Pendidikan PAUD merupakan pondasi dasar kejenjang yang lebih tinggi

Gunung Mas – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gunung Mas melalu Himpunan Pendidikan dan tenaga kependidikan (HIMPAUDI) menggelar Diklat PAUD berjenjang tingkat Dasar (Mandiri) kegiatan ini bertempat di Aula Hotel Lising Kula Kurun, Rabu (9/2/2019) malam.

Pendidikan anak usia dini berbeda dengan pendidikan yang lebih tinggi, fungsi pada PAUD lebih dikatakan untuk meningkatkan kapasitas kecerdasan anak dan aspek perkembangan lainnya dengan memanfaatkan momentum masa keemasan perkembangan otaknya.

Dalam sambutan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gunung Mas Drs. Muhamad Rusdi melalui Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan DIKMAS mengatakan, pendidikan anak usia dini merupakan wahana untuk memfasilitasi anak agar banyak beraktifitas, berekplorasi dan berpikir lewat bermain.

“Dikatakannya, untuk mencapai tujuan ini kita harus memiliki guru PAUD yang memiliki pola pengajaran yang menarik dan menyenangkan bagi anak-anak PAUD agar memiliki karakter kuat dan mampu bersaing dengan daerah lain,” ujarnya.

Saya berharap dengan terlaksananya kegiatan ini dapat meningkatkan kemampuan guru-guru PAUD terutama yang ada di derah semoga termotivasi agar meningkatkan kapasitas diri dan aktif dalam kegiatan diklat ini. Mengingat masih banyak guru di Kabupaten Gunung Mas yang masih berkualisifikasi pendidikan SLTA dan sebagaimana di amanatkan Permemendikbud No. 137 Thn 2014 pendidik PAUD harus memiliki dan sudah mengikuti diklat pelatihan dasar.

Pada kesempatan ini saya meminta kepada para peserta diklat untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin untuk menambah pengetahuan dan wawasan,” kata Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan DIKMAS Indra Yustina, S.Kom.

“Ketua panitia Priwanto Samosir, ST melaporkan sebagaimana kita ketahui bersama bahwa pendidikan PAUD merupakan pondasi dasar kejenjang yang lebih tinggi, dimana sebagai pondasi tentunya haruslah kuat dan kokoh agar mampu menopang dan menahan beban untuk pendidikan untuk pendidikan yang diatasnya dipersiapakan untuk mengahadapi tantangan selanjutnya,” ujarnya.

Adapun peserta terdiri dari guru-guru PAUD se-Kabupaten Gunung Mas berjumlah 18 orang dan dari Kabupaten Kapuas-Sei Hanyo berjumlah 3 orang.

Narasumber dalam kegiatan tersebut yakni, Roslita, SE., M.Si, Jentariya, S.Pd, Indrawati, S.Pd, Rameina Widyastuty, S.Pd., M.Pd.

Press Release Bidang Pengelolaan Informasi Publik.

Pedangang Ayam potong bangga anaknya bisa masuk Kedokteran

Pedangang Ayam potong bangga anaknya bisa masuk Kedokteran

Gunung Mas – Harga ayam potong yang dijual di pasar lama Kuala Kurun Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah hingga, Selasa (8/1/2019) mencapai Rp 50 ribu perkilogram.

Kuala Kurun Kabupaten Gunung Mas masih ketergantungan pasokan ayam dari Banjar Masin Kalimantan Selatan setiap hari karena di Kuala Kurun masih belum ada yang memelihara ayam potong hal ini yang disampaikan salah satu pedagang ayam potong pasar lama Kuala Kurun Hj. Aisah.

FOTO : Salah satu pedangang ayam potong di pasar lama Kuala Kurun, Selasa (8/1/2019).

“Dikatakannya untuk tempat penjualan ayam potong tersebut dia harus menyetor ke pemilik blok pasar Rp300 ribu perbulan,” ujarnya.

Diungkapkan selama menjual ayam potong sudah  dua puluh-dua tahun bahkan dua anaknya semua masuk perguruan tinggi yang satu masuk kedokteran Universitas Palangka Raya (Unpar), dan sekarang sedang menyesaikan koasnya di Rumah Sakit dr. Doris Sylvanus Palangka Raya.

“Ibu dua anak ini mengatakan, tinggal di Kuala Kurun baru lima bulan, pindah dari Buntok Kabupaten Barito Selatan, suka duka selama berjual ayam potong ada juaga pelanggan yang tidak mau membayar itu semua diiklaskan saja,” kata Hj. Aisah.

Press Release Bidang Pengelolaan Informasi Publik

Upacara Perdana Mengawali tahun 2019

Upacara Perdana Mengawali tahun 2019

Gunung Mas – Setelah menjalani libur Natal dan Tahun baru kini seluruh ASN Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Gumas) menggelar Upacara bendera perda tahun 2019 di halaman kantor Bupati Gunung Mas, sebagai Pembina upacara dipimpin oleh Sekda Gunung Mas Drs. Yansiterson, M.Si, Senin (07/1/2019) pagi.

FOTO : Sekda Gunung Mas Drs. Yansiterson, M.Si di atas mimbar sebagai Pembina Upacara bendera Perdan Tahun 2019 di halaman kantor Bupati Gunung Mas, (7/1/2019).

Sekda Gunung Mas Drs. Yansiterson, M.Si menyampaikan, laporan hasil dari Inspektorat Kabupaten Gunung Mas  kepada seluruh Perangkat daerah hasil LHP itu harus ditindaklanjuti paling lambat enam puluh hari, pada saat acara penyerahan LHP itu yang dipimpin langsung oleh Bapak Bupati, Bupati meminta kepada seluruh Perangkat daerah untuk segera menindaklanjuti LHP harus lebih cepat atau sebulum audit pendahuluan yang dilakukan oleh BPK RI perwakilan Provinsi Kalimantan Tengah.

“Kita memasuki tahun anggran tahun 2019 dan tentu saja mengawali tugas-tugas dan kegiatan kita dan dalam suasana masih terasa masa perayaan natal dan tahun baru, saya menyampaikan kepada kita semua selamat natal 25 desember 2018 dan memasuki tahun baru 1 Januari 2019 dan kiranya Tuhan menyertai kita semua memberikan kekuatan, memberikan kesehatan dan sekaligus semangat baru bagi kita semua untuk melaksanakan tugas dan tanggungjawab kita untuk Pemerintah Kabupaten Gunung Mas yang kita cintai ini,” ujarnya.

FOTO : Usai Upacara bendera, ASN saling berjabat tangan mengucapkan selamat natal dan tahun baru di halaman kantor Bupati Gunung Mas.

Sekda juga mengingatkan mengawali tahun anggaran ini, segera selesaikan proses perda APBD dan sekaligus DPA seluruh perangkat daerah.

Artinya kita harus mencapai target belanja modal 20,28 persen yang sampai hari ini belum bisa kita capai, karena tidak semua perangkat daerah harus 20 persen belanja modal jika memang kebutuhannya tidak seperti itu.

“Dikatakanya, tidak mudah menyangkut dana desa dan dana alokasi desa jumlahnya hampir seratus enam puluh milyar lebih, yang ditempatkan di belanja tidak langsung padahal pada hakekatnya jika dilaksanakan masuk di APBD desa maka sebagian dari dana desa dan alokasi dana desa, ini juga bersipat belanja modal,” ungkap Sekda Gunung Mas Drs. Yansiterson, M.Si.

Press Release Bidang Pengelolaan Informasi Publik.