Program Sembako, Masyarakat Miskin Bisa Beli Beras, Telur, Ikan dan Sayur

Program Sembako, Masyarakat Miskin Bisa Beli Beras, Telur, Ikan dan Sayur

Plt. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gunung Mas dalam Hal ini diwakili Kepala Bidang Rehabilitas Sosial Kaban, SE membuka secara resmi acara Pengenalan Program Sembako di Kabupaten Gunung Mas tahun 2020 di Aula Dinas Sosial, Kamis pagi (11/02/2020).

Gunung Mas – Plt. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gunung Mas diwakili Kepala Bidang Rehabilitas Sosial Dinas Sosial Kabupaten Gunung Mas (Gumas) Kaban, SE membuka secara resmi acara Pengenalan Program Sembako di Kabupaten Gunung Mas tahun 2020 di Aula Dinas Sosial, Kamis pagi (11/02/2020).

Turut hadir pada acara tersebut Narasumber Kepala BRI Cabang Kuala Kurun Bapak. Wiwit Priyano Santoso, Kepala Bidang Komersial Bulok Kalteng Ibu Mariam, peserta tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) se-Kabupaten Gunung Mas, Agen penyalur Bri-ling program sembako Kelurahan Sepang Simin, Agen Desa Tumbang Empas, Agen Kalurahan Kampuri Agen Kuala Kurun dan Agen Kelurahan Tewah.

Dalam sambutan tertulis Plt Kepala Dinas Sosial menyampiakan bahwa program sembako merupakan pengembangan dari program bantuan pangan non tunai (BPNT) sebagai program transformasi bantuan pangan untuk memastikan program menjadi lebih tepat sasaran, tepat jumlah, tepat waktu, tepat harga, tepat kualitas dan tepat administrasi. seperti halnya program bpnt, bantuan sosial pangan yang bertujuan untuk mengurangi beban pengeluaran keluarga penerima manfaat (KPM) dalam kategori masyarakat berpenghasilan rendah.

“Dikatakan, bantuan program sembako adalah bantuan sosial pangan yang disalurkan dalam bentuk non tunai dari pemerintah kepada keluarga penerima manfaat (KPM) senilai rp. 150.000 setiap bulannya melalui mekanisme uang elektronik yang digunakan hanya untuk membeli beras, telur, ikan dan sayur sesuai jumlah dan kualitas di pedagang pangan atau disebut e-warong yang bekerjasama dengan bank penyalur,” jarnya.

Disampaikan, program sembako memiliki tujuan yang lebih luas yaitu untuk memberikan nutrisi yang lebih seimbang, memberikan pilihan dan kendali kepada rakyat miskin dan rentan, mendorong usaha eceran rakyat, memberi jasa keuangan pada rakyat miskin dan rentan, serta mengefektifkan anggaran.

Sebagaimana kita ketahui bahwa masih banyak masyarakat kita yang masuk dalam kategori berpenghasilan rendah atau pra sejahtera dan perlu di tingkatkan kesejahteraan nya. Oleh sebab itu patutlah kita syukuri dan dukung sepenuh nya agar pencapaian sasaran dalam rangka mengupayakan penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Gunung Mas dapat terwujud.

“Diakhir sambutannya, dia berharap bantuan sosial tersebut terutama bagi semua camat dan kepala desa agar membantu penyaluran bantuan pangan ini sehingga dapat di manfaatkan dan diterima langsung oleh masyarakat di wilayahnya masing-masing”. Pungkasnya.

Tanam Perdana Jagung Hibrida Sebagai Pencanangan Smart Agro

Tanam Perdana Jagung Hibrida Sebagai Pencanangan Smart Agro

TANAM PERDANA : Wakil Bupati Gumas Efrensia LP Umbing didampingi Pabung Kodim 1016/Plk Mayor Inf Wiyanto, Peneliti BPTP Kalteng Susilawati, Kasat Binmas Iptu Sugeng Purwanto, Asisten I Setda Lurand, Kepala Dinas Pertanian Rody Aristo Robinson, dan sejumlah kepala SOPD, ketika melakukan penanaman perdana jagung hibrida, di Kelurahan Tewah, Kecamatan Tewah, Kamis (27/2/2020) pagi.

Gunung Mas – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunung Mas (Gumas) melalui Dinas Pertanian (Distan) yang bekerjasama dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalimantan Tengah (Kalteng), melakukan gerakan penananam perdana jagung hibrida, di lokasi kelompok tani (poktan) Biwit Jaya, Kelurahan Tewah, Kecamatan Tewah.

”Kami sangat menyambut baik kerjasama antara BPTP Kalteng dengan distan, dalam rangka mendukung pengembangan jagung hibrida. Melalui penanaman perdana ini, para petani akan dapat lebih meningkatkan pemanfaatan lahan yang ada, sebagai upaya mendukung pencanangan smart agro,” ucap Wakil Bupati Gumas Efrensia LP Umbing, Kamis (27/2) pagi.

Di tahun 2020 ini, Kabupaten Gumas memiliki target sasaran tanam jagung hibrida seluas 500 hektare. Dari pemerintah daerah akan memberi bantuan, berupa biaya persiapan lahan serta sarana pendukung produksi pertanian seperti pupuk, kapur, dan herbisida. Bantuan ini sangat penting dalam upaya peningkatan produksi pengembangan tanaman jagung hibrida.

”Dengan adanya bantuan itu, kami ingin hasil usaha tani dapat meningkat dan memberikan dampak yang baik untuk kesejahteraan keluarga tani. Untuk itu, sangat diharapkan keseriusan mereka dalam memanfaatkan sarana produksi yang diberikan, sesuai dengan asas tepat waktu, tepat tempat, dan tepat sasaran,” tuturnya.

Saat ini, lanjut dia, ada beberapa program prioritas di bidang pertanian yakni, peningkatan kesejahteraan petani, ketahanan pangan, pemasaran hasil produksi, penerapan teknologi, produksi, sarana dan prasarana pertanian, pemberdayaan penyuluh, produksi ternak, serta produksi perkebunan.

”Salah satu upaya yang kami lakukan untuk menyukseskan program prioritas itu, yakni melalui peningkatan produksi jagung. Ini akan tercapai jika usaha tani jagung memiliki ketersediaan air, lahan tidak mudah tergenang, tenaga kerja tersedia, dan varietas jagung yang ditanam berumur pendek,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gumas Rody Aristo Robinson mengatakan, pengembangan tanaman jagung hibrida dalam masa pemantapan lahan. Tersebar di tujuh kecamatan yang memiliki potensi, yakni Kurun 148 hektare, Sepang 10 hektare, Mihing Raya 25 hektare, Tewah 55 hektare, Rungan Hulu 15 hektare, Rungan 26 hektare, dan Manuhing 170 hektare.

”Agar target sasaran tanam jagung hibrida tersebut bisa tercapai, kami akan mengoptimalkan lahan pertanian yang sudah tersedia, perluasan areal tanam, dan peningkatan indeks pertanaman,” ujarnya.
Dia pun mengimbau kepada seluruh poktan, agar lebih mengaktifkan seluruh anggota untuk semakin giat dalam mengelola lahan pertaniannya, sehingga dapat memberikan peningkatan dalam sasaran tanam maupun produktivitas pertanian di Kabupaten Gumas.

”Tentu juga diperlukan keterlibatan masyarakat dalam menyukseskan program pemerintah di bidang pangan, khususnya swasembada pangan berkelanjutan,” pungkasnya.

Mari Bijak Dalam BerSosMed

Mari Bijak Dalam BerSosMed

Gunung Mas – Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistika, Persandian dan Statistik Kabupaten Gunung Mas (Gumas) menggelar kegiatan pembentukan kelompok informasi masyarakaty (KIM).

Hadir mewakili Bupati Gunung Mas  dalam kegitan tersebut Asisten III Administrasi Umum, Sekretariat Daerah Kabupaten Gunung Mas Untung, SE., MM, didampingi Plt. Kepala Dinas Kominfosantik Gunung Mas Dra. Turina Baboe dari Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) Provinsi Kalimatan Tengah Ibu Elyaniae, SP dan Dari pengurus KIM Tunjung Nyahu Provinsi Kal-Teng Yusdistira, S.Pd bertempat di Aula Bappedalitbang, Kamis (27/2/2020).

“Perlu kita ketahui setiap kelompok di dalam masyarakat, baik di pedesaan maupun perkotaan yang didalamnya terdapat aktivitas memperoleh, mengolah, dan menyebarkan informasi secara mandiri kepada anggota kelompoknya maupun anggota masyarakat lain di lingkungannya, dapat dikategorikan sebagai KIM, didayagunakan agar pemberdayaan KIM di daerah bisa dilaksanakan secara lebih aktif,” kata Asisten III Untung, SE., MM.

KIM diharapkan dapat memilih dan menyebarkan  informasi yang benar, khususnya informasi yang bernilai positif jika segera disebarluaskan dapat dipertukarkan. di sinilah kelompok informasi masyarakat.

Lanjut dia melalui kegiatan ini akan muncul kesadaran masyarakat untuk membentuk KIM yang dapat berperan sebagai penyampai informasi secara riil dan akurat berjalan dinamis. dengan terbentuknya KIM di Kecamatan/Desa dan Kelurahan diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan, kecerdasan, ketrampilan.

“Saya berharap seluruh peserta dapat berperan aktif agar kim sebagai mitra pemerintah daerah, dalam menyebarluaskan informasi di tingkat desa atau kelurahan. di sisi lain, KIM juga bisa menjadi penampung aspirasi masyarakat desa untuk disampaikan kepada pemerintah daerah sehingga dengan terbentuknya KIM diharapkan akses informasi yang sesuai kebutuhan masyarakat kian terbuka dan mudah,” ungkapnya.

Sementara itu Plt Kepala Dinaskominfosanti Dra. Turina Baboe dalam laporannya menyampaikan, kelompok informasi masyarakat (KIM) merupakan lembaga komunikasi pedesaan  yang dibentuk oleh masyarakat dan untuk masyarakat secara mandiri dan kreatif.

tujuan diseleggarakannya kegiatan ini untuk mewujudkan masyarakat yang aktif, peduli, peka dan memahami informasi, memberdayakan masyarakat melalui diskusi antara anggota, supaya dapat memahami informasi yang dibutuhkan bagi kepentingan pribadi, kelompok, masyarakat dan bangsa, serta mewujudkan jaringan informasi serta media komunikasi dua arah antar kelompok/masyarakat maupun dengan pihak lainnya

“Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan tersebut yakni berjumlah 60 orang yang terdiri dari Camat seKabupaten Gunung Mas dan Kepala Desa dan Lurah dua Kecamatan, Kecamatan Kurun dan Kecamatan Tewah,” pungkasnya.

Layanan Tera Dan Tera Ulang Merupakan Komitmen Untuk Memberikan Perlindungan Konsumen

Layanan Tera Dan Tera Ulang Merupakan Komitmen Untuk Memberikan Perlindungan Konsumen

PERTAMA : Kepala Disperindag Kabupaten Gumas Luis Eveli didampingi Kabid Kemetrologian Tete, dan Kasi Pelayanan Tera dan Tera Ulang Markurius, ketika melakukan pembubuhan pertama tanda tera tahun 2020 pada lemping logam, di Kantor Disperindag setempat, Selasa (25/2) pagi.

Gunung Mas – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) Luis Eveli melakukan pembubuhan pertama tanda tera tahun 2020. Ini sebagai tanda dimulainya pelayanan tera dan tera ulang untuk 12 kecamatan di Kabupaten Gumas.

”Dimulainya layanan tera dan tera ulang pada Unit Metrologi Legal Kabupaten Gumas ini, untuk memastikan kebenaran hasil pengukuran alat ukur, takar, timbang, dan perlengkapannya (UTTP), yang digunakan pelaku usaha untuk kegiatan usaha atau berniaga,” ucap Kepala Disperindag Kabupaten Gumas Luis Eveli, Selasa (25/2).

Dia menuturkan, layanan tera dan tera ulang dilakukan untuk menumbuhkan kesadaran pelaku usaha mengenai pentingnya sikap jujur dan bertanggung jawab dalam berusaha, sehingga tujuan dari Undang-Undang (UU) Nomor 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal, dan UU Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, yakni memberikan kepuasan kepada pembeli dapat tercapai.

”Jadi yang akan kami lakukan tera dan tera ulang adalah semua alat ukuran, timbangan, takaran, dan meteran yang digunakan sebagai dasar transaksi perdagangan. Setelah diketahui kebenaran hasil pada UTTP itu, maka akan ditandai dengan pembubuhan cap tanda tera,” ujarnya.

Dia mengakui, layanan tera dan tera ulang akan dilakukan diluar dan didalam Kantor Disperindag. Untuk diluar kantor, pihaknya akan menyambangi seluruh pasar, SPBU, Rumah Sakit (RS), dan perusahaan. Sedangkan didalam kantor, para pelaku usaha bisa berpartisipasi mengantarkan alat mereka.

”Semua akan kita sasar, dan melakukan sidang tera dan tera ulang ditempat. Apabila alat UTTP tidak sesuai ketentuan, maka akan diterapkan sanksi bagi pemiliknya tersebut. Bagi yang sudah melakukan tera, wajib melakukan tera ulang setahun setelahnya,” ujar dia.

Dia mengatakan, hadirnya layanan tera dan tera ulang ini merupakan bentuk komitmen untuk memberikan perlindungan konsumen, hak masyarakat, dan mewujudkan Kabupaten Gumas sebagai daerah tertib ukur. Agar berjalan optimal, pihaknya akan gencar sosialisasi dengan sasaran pemilik UTTP yang ada di pasar dan para pengusaha.

”Tujuan kami agar masyarakat tidak dirugikan. Yang efek berikutnya kita bisa mendapatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari layanan tera dan tera ulang,” katanya.

Dia menambahkan, layanan tera dan tera ulang tersebut tidak menutup kemungkinan dapat dilakukan ke kabupaten sekitar atau yang terdekat dengan wilayah Kabupaten Gumas, yang belum memiliki Unit Metrologi Legal (UML) di wilayah kerjanya.

”Itu bisa dilakukan dengan cara melakukan kerjasama daerah dalam bentuk Memorandum of Understanding (MoU), sehingga pelayanan Kemetrologian dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” pungkasnya.

Ini Pesan Kadis Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunung Mas Kepada Guru

Ini Pesan Kadis Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunung Mas Kepada Guru

Kadis Pendidikan Kepemudaan Kepemudaan dan Olahraga Agung

Gunung Mas – Menjelang Purna Tugas, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Gunung Mas, Agung berpesan agar para guru bisa menjadi pelita untuk menerangi bangsa dengan menciptakan generasi yang cemerlang dalam prestasi akademik maupun non akademik.

Ia juga berpesan agar para guru disekolah lebih mengutamakan dalam mendidik para generasi penerus bangsa, para guru juga diharapkan memberikan tauladan, disamping itu para guru diminta untuk selalu melakukan tindakan yang bisa meningkatkan mutu.

”Peran guru paling utama adalah mendidik jadi bukan hanya sebatas mengajar dikelas, menjadi contoh dan tauladan, melakukan tindakan yang bisa meningkatkan mutu. Membuat inovasi yang kreatif memotivasi para murid-muridnya agar dapat percaya diri akan kemampuan diri, supaya torehan prestasi dapat dihasilkan,” kata Beliau saat di wawancarai media di ruang kerjanya, Selasa 25/02/2020.

Menurutnya menjadi seorang guru merupakan pekerjaan yang mulia, selain memberikan ilmu kepada para generasi muda di kelas, sosok guru juga pengabdi yang tulus terhadap bangsa karena tugas mulia guru yakni menciptakan masa depan yang gemilang bagi bangsanya.

Guru merupakan pekerjaan yang teramat mulia dalam memberikan ilmu kepada para generasi. Sosok guru merupakan pengabdi yang tulus terhadap bangsanya. jelas Agung.

“Ditambahkannya, terkait kesejahteraan para guru dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Gunung Mas juga terus memberikan penghargaan yang baik bagi para guru melalui insentif. Hal ini sudah menjadi komitmen bapak Bupati dan ibu Wakil Bupati Gunug Mas untuk terus meningkatkan kesejahtraan guru,” pungkasnya.