Sosialisasi Gerakan Administrasi Kependudukan Kabupaten Gunung Mas Tahun 2021 

Sosialisasi Gerakan Administrasi Kependudukan Kabupaten Gunung Mas Tahun 2021 

Foto : Sekretaris Daerah Kabupaten Gunung Mas (Sekda Gumas) membuka kegiatan Sosialisasi Gerakan Administrasi Kependudukan Kabupaten Gunung Mas Tahun 2021.

Kuala Kurun gunungmaskab.go.id – Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Gumas) melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil melaksanakan Sosialisasi Gerakan Administrasi Kependudukan Kabupaten Gunung Mas Tahun 2021.

Kegiatan dilaksanakan, Selasa (15/6/2021) di GPU Damang Batu dan dibuka  oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Gunung Mas Yansiterson, diikuti seluruh Camat, Lurah dan Kepala Desa se Kabupaten Gunung Mas. “Atas nama pimpinan daerah Kabupaten Gunung Mas, saya sangat mengapresiasi pelaksanaan kegiatan Sosialisasi Gerakan Administrasi Kependudukan,” ungkap Sekda Gumas.

Menurut Sekda, salah satu tugas kita bersama terutama pada  Perangkat Desa, agar betul-betul menata kembali administrasi data kependudukannya. Data pindah datang penduduk misalnya, data penduduk yang sudah meninggal, bertambahnya penduduk karena adanya kelahiran, dan lainnya yang terkait dengan data penduduk.

Disamping itu, jelasnya, operator Dukcapil Kecamatan sebagai perpanjang tangan dari Dinas Dukcapil. “Jadi data yang akurat, valid, sangat diharapkan banyak sekali gunanya disini, terkait program pembangunan. Contohnya sederhana pada saat lomba desa misalnya. Karena salah satu materi penilaian lomba adalah buku administrasi desa termasuk data penduduknya,” ujarnya.

Di akhir sambutan, Sekda berharap kepada seluruh peserta kegiatan sosialisasi ini, agar betul-betul mengikutinya sampai selesai.Bapak/ibu menguruskan Akta Kelahiran. Begitu juga jika ada yang meninggal, pihak keluarga untuk segera menguruskan Akta Kematian karena kalau tidak dilaporkan,data tetap ada dan melekat dalam penduduk Kabupaten Gunung Mas.

Saya minta kepada Camat, Lurah dan Kepala Desa untuk mengkoordinasikan dan melakukan inovasi jemput bola.

“Setiap orang yang lahir atau meninggal dunia dalam satu desa, harus segera diterbitkan Akta Kelahiran atau Akta kematiannya,”terang Yansiterson.

Pada kesempatan yang sama Kepala Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kabupaten Gunung Mas Barthel mengatakan, tujuan dari kegiatan tersebut mensosialisasikan tertib administrasi kependudukan menjadi satu gerakan bersama dalam upaya mewujudkan bahwa setiap penduduk memiliki dokumen kependudukan.

Melaksanakan amanat pemerintah daerah dalam penataan administrasi kependudukan khususnya kepemilikan KIA yang merupakan tindak lanjut program nasional untuk tindak lanjut oleh daerah melalui Dinas Dukcapil.

Kegiatan sosialisasi tersebut, diikuti 35 orang, Kecamatan Damang Batu sejumlah 32 orang, dan Kecamatan Miri Manasa sejumlah 23 orang. Camat  3 orang, Lurah 3 orang, BPD 56 orang. jumlah 90 orang.“Sedangkan tahap II dan II akan ditentukan bulan Juli dan paling lambat Agustus 2021,” pungkasnya.

Pemkab Gunung Mas Gelar Rapat Persiapan HUT Gumas Ke-19 Tahun 2021

Pemkab Gunung Mas Gelar Rapat Persiapan HUT Gumas Ke-19 Tahun 2021

Foto : Sekretaris Daerah Kabupaten Gunung Mas Yansiterson ketika memimpin rapat persiapan peringatan hari jadi Kabupaten Gunung Mas ke – 19 Tahun 2021 didampingi Asisten I Setda Gumas Lurand, Asisten II Ricard.

Kuala Kurun gunungmaskab.go.id – Sekretaris Daerah Kabupaten Gunung Mas Yansiterson memimpin rapat persiapan peringatan hari jadi Kabupaten Gunung Mas ke – 19 Tahun 2021 bertempat di ruang rapat lantai 1 Kantor Bupati, Senin (14/6/2021).

Peringatan hari jadi Kabupaten Gunung Mas mengangkat tema “semangat baru dalam mewujudkan Gunung Mas mandiri, sejahtera dan bermartabat”, adapun sub tema yakni, “dengan semangat hari jadi ke-19 Kabupaten Gunung Mas, kita tingkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, pelestarian lingkungan hidup dan perekonomian untuk mewujudkan masyarakat yang berkualitas, maju sejahtera dan mandiri”.

“Pertemuan kali ini membahas teknis pelaksanaan dalam rangka peringatan HUT Ke-19 Kab. Gumas  yang memerlukan beberapa kesepakatan hanya dilakukan upacara secara terbatas dengan memperhatikan protokol kesehatan, acara potong tumpeng, lomba kebersihan kantor yang diikuti oleh perangkat daerah,” ujar Yansiterson.

Lanjut dia untuk jumlah peserta yang mengikuti Upacara HUT ke-19 secara terbatas yang dilaksanakan pada hari Senin 21 Juni.

“Saya memberikan kewenangan kepada panitia untuk bergerak lebih cepat untuk mempersiapkan acara ini sampai hari h nanti. Kalau memang perlu adakan rapat lagi untuk mengecek persiapan terakhir masing – masing seksi,” pintanya.

DPRD Gumas Setujui Empat Raperda Ini

DPRD Gumas Setujui Empat Raperda Ini

FOTO : Ketua DPRD Gunung Mas, Akerman Sahidar (kanan) saat menyerahkan dokumen persetujuan atas empat Raperda menjadi Perda kepada Wabup Gunung Mas, Efrensia L.P Umbing di ruang sidang DPRD setempat, Senin (14/6/2021).

KUALA KURUN gunungmaskab.go.id – Wakil Bupati Gunung Mas, Efrensia L.P Umbing mengikuti paripurna dengan agenda persetujuan DPRD terhadap empat buah rancangan peraturan daerah (Raperda) Kabupaten Gunung Mas di ruang sidang DPRD setempat, Senin (14/6/2021).

Adapun empat Raperda tersebut, yakni perubahan kedua atas Perda Nomor 5 Tahun 2015 tentang pemilihan kepala desa. Lalu Raperda perubahan atas peraturan Bupati Nomor 11 Tahun 2019 tentang rencana pembangunan jangka menengah daerah Kabupaten Gunung Mas Tahun 2019-2024. Ketiga yaitu Raperda perubahan atas Peraturan Bupati Nomor 33 Tahun 2011 tentang kelembagaan Adat Dayak di Kabupaten Gunung Mas. Kemudian yang terakhir Raperda tentang protokol kesehatan.

Dalam pidatonya, Efrensia L.P Umbing mengatakan jika keempat Raperda yang disetujui itu merupakan hasil nyata yang dicapai melalui hikmat kebijaksanaan dalam musyawarah untuk mufakat.

“Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas sumbangan pikiran, tanggapan dan saran saudara pimpinan dan para anggota DPRD yang terhormat,” katanya.

Terkait Peraturan Bupati Nomor 33 Tahun 2020 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan, itu merupakan upaya pencegahan dan pengendalian Covid-2019.

“Segenap perangkat daerah terkait untuk melakukan sosialisasi secara intensif guna memberikan kesadaran pentingnya protokol kesehatan,” pesannya.

Dirinya juga mendorong seluruh komponen perangkat daerah untuk meningkatkan koordinasi dan kerja sama yang baik, antara legislatif dengan eksekutif.

“Itu merupakan upaya perwujudan pelaksanaan asas demokrasi, demi peningkatan kemakmuran masyarakat di Kabupaten Gunung Mas,” pungkasnya.

PAUD merupakan wadah pembinaan menumbuhkan dan mengembangkan seluruh potensi 

PAUD merupakan wadah pembinaan menumbuhkan dan mengembangkan seluruh potensi 

FOTO : Sekretaris Disdikpora Kabupaten Gunung Mas, Rosalia saat memberikan sambutan sekaligus buka sosialisasi akreditasi BAN PAUD dan PNF Provinsi Kalimantan Tengah di aula kantor Disdikpora setempat, Senin (12/6/2021).

KUALA KURUN gunungmaskab.go.id –Sekretaris Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Gunung Mas, Rosalia buka sosialisasi akreditasi BAN PAUD dan PNF Provinsi Kalimantan Tengah di aula kantor Disdikpora setempat, Senin (12/6/2021).

“Pendidikan anak usia dini merupakan wadah pembinaan, menumbuhkan dan mengembangkan seluruh potensi anak secara optimal. Sehingga terbentuk perilaku dan kemampuan dasar sesuai dengan tahapan perkembangan agar memiliki kesiapan untuk memasuki pendidikan selanjutnya,” jelas Rosalia dalam sambutannya.

Harus diakui jika sebagian PAUD dan PNF belum memandang penting akreditasi. Akreditasi bahkan belum dinilai memiliki pengaruh sosial. Kondisi itu jelas berbeda dengan pengaruh sosial akreditasi untuk satuan pendidikan dasar dan menengah serta perguruan tinggi.

“Penjamin mutu merupakan penetapan standar pengelolaan pendidikan secara konsisten dan berkelanjutan. Sehingga stake holders memperoleh kepuasan sesuai kebutuhan. Kebutuhan stakeholders pendidikan yang terutama adalah kebutuhan sosial, dunia kerja dan profesional,” ungkapnya.

Sementara Ketua BAN PAUD dan PNF Provinsi Kalimantan Tengah, Ruan Riwu menuturkan bahwa kebijakan moratorium meniscayakan BAN PAUD dan PNF meninjau kembali seluruh sistem akreditasi.

“Sedangkan pandemi Covid-19 mengharuskan penyelenggaraan kegiatan BAN PAUD dan PNF dilakukan dengan modal online melalui kebijakan bekerja dari rumah,” beber Ruan Riwu.

Dua peristiwa tersebut meniscayakan BAN PAUD dan BNF mengatur kembali hampir semua kebijakan, mekanisme dan program kerja yang akan dijalankan secara daring. Seiring perjalan waktu, pandemi Covid-19 telah menunjukkan tanda-tanda melandai hingga April 2021.

“Kegiatan sosialisasi akreditasi penting sebagai bagian dari strategi memenuhi kuota Kalimantan Tengah sebanyak 230 satuan yang ditetapkan dalam akreditasi tahun 2021,” pungkasnya.

Kadis Kominfosantik Gumas mengikuti rapat sinkronisasi data blank spot

Kadis Kominfosantik Gumas mengikuti rapat sinkronisasi data blank spot

Gunung Mas gunungmaska.go.id – Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Kominfosantik) Kabupaten Gunung Mas Ruby Haris mengikuti Rapat Sinkronisasi Data Blank Spot bertempat di Gedung Smart Province (GSP) lantai II kantor Dinas Kominfosantik Prov. Kalteng, Rabu (9/6/2021). Rapat dihadiri oleh Kepala Dinas Kominfo Kabupaten/Kota se-Kalimantan Tengah.

Plt. Kepala Dinas (Kadis) Kominfosantik Prov. Kalteng Agus Siswadi mengharapkan dengan adanya pertemuan hari ini, tidak ada lagi data simpang siur terkait blank spot yang ada pada kabupaten/kota, provinsi dan Kementerian Kominfo.

“Nyatanya data yang dirilis Kementerian berbeda dengan fakta lapangan kabupaten/kota, hari ini kita sinkronkan, misalnya ada data Kominfo yang menyebutkan blank spot ternyata sudah ada 4G, yang dibilang 4G ternyata data blank spot di lapangan,” ucapnya.

Agus Siswadi berharap rekap data blank spot tersebut bisa selesai dalam waktu dua minggu ke depan. “Harapan kita selesainya rekap ini paling lambat dua minggu ke depan kita sudah berangkat ke Jakarta untuk menyampaikan data ini menghadap ke Kementerian agar pelaksanaan di lapangan pemasangan BTS, khususnya di Kalimantan Tengah bisa selesai pada akhir tahun 2022 sudah merdeka sinyal semuanya,” sambungnya.

Plt. Kadis Kominfosantik Prov. Kalteng tersebut menyebutkan, hanya ada 1 kabupaten di Kalimantan Tengah yang mencapai 90 persen bebas blank spot yakni Kabupaten Seruyan. Dan di tahun 2021 ini, Kabupaten Seruyan diharapkan merdeka signal dengan adanya pembangunan tambahan 28 buah BTS dari BAKTI.

Sebelumnya, Kementerian Kominfo RI telah meminta dukungan Pemerintah Daerah untuk percepatan pembangunan infrastruktur jaringan bergerak seluler. Hal itu sebagai tindak lanjut dari arahan Presiden RI untuk menuntaskan blank spot sinyal 4G/LTE di tingkat Desa/Kelurahan yang teridentifikasi belum terlayani oleh sinyal internet pita lebar berbasis teknologi 4G/LTE tersebut. Pewarta : gunungmaskab.go.id Sumber.  : Diskominfostkprovkalteng