Bupati Hadiri hari Adhyaksa ke 59 Tahun 2019

Bupati Hadiri hari Adhyaksa ke 59 Tahun 2019

PEMUSNAHAN BARBUK: Jaya S Monong, SE., M.Si melakukan pemusnahan barbuk, bersama Kajari Gumas Koswara, SH., MH Ketua Pengadilan Agama Kelas II Kuala Kurun Muhamad Aliyuddin, SH., MH Pabung 1016/PLK Mayor Inf Catur Prasetio Nugroho, PS. Kabag Ops Polres Gumas AKP Aries Nugroho, S.H., S.I.K, Kasat Narkoba Iptu Damlias, Kasat Sabhara AKP Suyanto, yang mewakili Ketua Pengadilan Negeri Gumas, tokoh agama, yang mewakili Kadis Kesehatan, Kasi Intel, Henry Elenmudris. T, SH, Kasi Datun Janag. M. A. R, SH, Kasi Pidum M. Hamidun Noor, SH., MH dan staf Kejari lainnya. (FOTO PROTOKOL GUMAS).

Gunung Mas – Bupati Gunung Mas Jaya S. Monong, SE., M.Si mengikuti hari Bhakti Adhyaksa ke 59 tahun 2019 sebagai bentuk senergi antara Pemkab dengan Kejaksaan yang digelar di Kejaksaan Negeri Gunung Mas, Senin (15/7/2019).

Bupati Gunung Mas Jaya S. Monong, SE., M.Si pada saat menghadiri hari Bhakti Adhyaksa ke 59 mengatakan, kami hadir dalam acara ini adalah bukti upaya Pemkab bersama-sama dengan penegak hukum yang ada di Kabupaten Gunung Mas untuk memberantas, memerangi juga termasuk hari ini adalah pemusnahan barang bukti sudah berkekuatan hukum tetap yang sudah dilakukan bersam-sama Forkopimda.

Lanjut dia tentunya akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan penegak hukum POLRI bagaimana kedepannya kami lebih kompak lagi untuk bersinergi bersma-sama memberantas, memerangi bahwa kami mendukung untuk anggaran yang memang untuk pemberantasan penyalahgunaan narkotika dalam hal ini BNK, itu salah satu upaya-upaya untuk meminimalisir bahkan memberantas penyalah gunaan narkotika miras dan lain-lain yang sifatnya bertentangan dengan hukum.

Jaya S. Monong melihat selama ini POLRI dan Kejaksaan Negeri Gunung Mas dalam kinerja dua institusi hukum ini sangat luar biasa sekali.

Terkait persoalan narkoba di Gunung Mas, Jaya menilai yang pertama tidak kalah penting adalah mental sumber daya manusia, pada intinya bagaimana kita meningkatkan mental spiritual mereka supaya pribadinya di bentengi, maka tentunya narkoba dan lain-lainnya kejahatan maka dari diri sendirinya akan menolak dari internal pribadi orang tersebut, sehingga mereka tau dari bahaya narkoba.

“Dari hasil kami mengikuti, memperingati puncak peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) di Gunung Mas akan di bentuk JNN Kabupaten ini salah satu yang akan lebih kepada pencegahan, kalau penindakan hukumnya dan sampai ke pemulihan kalau sudah terkena narkoba, tentunya komitmen dari para penegak hukum dan dukungan dari kita semua,” tutur Bupati.

Kepala Kejaksaan Negeri Gunung Mas Koswara, SH., MH mengatakan, dalam rangka peringatan hari Bhakti Adhyaksa ke 59 yang jatuh pada tanggal 21 Juli 2019 ada beberapa kegiatan acara puncaknya pemusnahan barang bukti dan kegiatan sosial, olah raga dan yang terakhir kegiatan upacara.

Daftar barang bukti yang di musnahkan pada hari ini adalah narkotika (sabu-sabu) jumlah 23 perkara banyaknya 15,02 gram, Comophen (Zenit Pharmaceutical) 77 butir, senjata api dan amunisi jumlah perkara 1 perkara banyaknya 2 pucuk 62 biji amunisi gotori calibre 6 mm dan 369 biji amunisi gotri calibre 4,5 mm.

“Senjata tajam jumlah 14 perkara banyaknya 15 buah, minuman keras beralkohol jumlah 7 perkara, Bir 52 kaleng dan 30 botol anggur malaga 51 botol, anggur merah 5 botol dan anggur putih 10 botol,” ujar Koswara, SH., M.H.

“Apa yang disampaikan Pak Bupati tadi benar, bahwa Narkoba dan obat terlarang lainnya dapat diberangus dengan adanya keterpaduan (sinergisitas). Keterpaduan sangat diperlukan. Kita tidak ingin generasi muda kita sebagai generasi penerus, masa depannya rusak lantara Narkoba. Masa depan mereka harus baik tanpa kompromi dengan Narkoba dan obat terlarang lainnnya, bahkan dengan minuman keras dan perbuatan negatif lainnya,” pungkasnya.

Mendeteksi Secara Dini Keadaan Daerah Terkait Masuknya Pendatang Baru

Mendeteksi Secara Dini Keadaan Daerah Terkait Masuknya Pendatang Baru

FOTO BERSAMA: Usai kegiatan rapat Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) foto bersama Kepala Badan Kesbangpol, Drs. Tasa Torang batik orange, ketua dan pengurus FKDM dan anggota di aula Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Gunung Mas, Kamis (11/7/2019).

Suasanan rapat Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), Kamis (12/7).

Gunung Mas – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Gunung Mas, menggelar Rapat Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), yang dilaksanakan di Aula Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Kamis (11/7/2019) pagi.

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Gunung Mas Drs. Tasa Torang, didampingi Sekban Drs. Gantian Pasti, Ketua FKDM Kabupaten Gunung Mas Antony L. Djaga, anggota FKDM, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda serta undangan lainnya.

Pelaksanaan rapat koordinasi tersebut dilaksanakan untuk optimalisasi fungsi FKDM di Kabupaten Gunung Mas guna meningkatkan kesadaran anggota FKDM untuk melaporkan situasi dan kondisi daerah terkait ancaman dan gangguan daerah yang bisa muncul kapan saja di suatu daerah atau wilayah tersebut.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Drs. Tasa Torang menjelaskan, terkait masuknya jaringan teroris di wilayah Kecamatan Tewah sudah dilakukan penangkapan terduga teroris sebanyak 13 orang di Losmen Trias Sari oleh anggota Polsek Tewah, Polres Gunung Mas dan dibantu oleh tim Gegana dan Brimob Polda Kalteng dan langsung diamankan di Polres Gumas pada hari senin tanggal 10 Juni 2019 di Kelurahan Tewah Kecamatan Tewah.

Diberangkatkan ke Polda Kalteng pada hari selasa tanggal 11 Juni 2019 pada pukul 12.15 wib yang dipimpin langsung oleh Kapolres Gunung Mas AKBP Yudi Yuliandin, S.I.K., M.Si dan di iringi oleh tim Gegana dan Brimob Polda Kalteng selama perjalan dari Kuala Kurun ke Palangka Raya.

Tujuan rapat tersebut untuk mengatasi persoalan-persoalan selam ini, bagaimana mendeteksi secara dini keadaan daerah terkait masuknya pendatang baru, mempersiapkan Kabupaten Gunung Mas supaya tidak kacau.

Sebagai tindak lanjut dari rapat FKDM akan disampaikan laporan kepada Bupati Gunung Mas        atas nama Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Gunung Mas.

Kegiatan Bursa Inovasi Desa Dapat Memberikan Manfaat Bagi Pembangunan di Desa

Kegiatan Bursa Inovasi Desa Dapat Memberikan Manfaat Bagi Pembangunan di Desa

PEMUKULAN GONG: Bupati Gunung Mas Jaya S Monong memukul Gong telah dibuka kegiatan Bursa Inovasi Desa, didampingi Sekdis Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Kalteng, Eka Dyan Satya Hadi, ujung kiri batik biru. Pabung 1016/PLK Mayor Inpantri Catur Prasetio Nugroho, yang mewakili Polres Gumas, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kab. Gumas Yulius Agau dua dari kiri, Camat Sepang Rosalia, Camat Kurun Holten. Plt. Camat Mihing Raya Hulnan Turung, ujung kanan. 

ARAHAN: Bupati Gunung Mas Jaya S Monong menyampaikan arahan pada saat Pembuakaan kegiatan Bursa Inovasi Desa di GPU Tampung Penyang Kuala Kurun (11/7/2019) pagi.

Gunung Mas – Bupati Gunung Mas Jaya S. Monong, SE., M.Si membuka kegiatan Bursa Inovasi Desa (BID) Cluster I Kabupaten Gunung Mas (Kurun, Mihing Raya dan Sepang) tahun 2019 di GPU Tampung Penyang Kuala Kurun, (11/7/2019) pagi.

Dalam arahannya menuturkan, Bursa Inovasi Desa merupakan sebuah forum penyebaran dan pertukaran inisiatif atau inovasi masyarakat yang berkembang di desa-desa. Kegiatan BID dapat diselenggarakan di tingkat Kecamatan sebagai kegiatan peluncuran untuk mendukung pelaksanaan inovasi desa sebagai wahana pertukaran pengetahuan dan inovasi desa.

Maksud diselenggarakannya BID untuk menjembatani kebutuhan Pemerintah Desa akan pilihan solusi bagi penyelesaian masalah, serta inisiatif atau alternatif kegiatan pembagunan desa dalam rangka pembangunan dana desa yang lebih efektif dan inovatif.

“Selanjutnya dikatakan Jaya S. Monong, kegiatan semacam ini tidak hanya bersifat seremonial saja tetapi mempunyai target yang harus dicapai, bapak, ibu yang hadir dalam kesempatan ini agar betul-betul dan dipraktekan di desanya masing-masing memberikan keuntungan bagi warganya,” ujarnya.

Apa yang dibicarakan kita pada hari ini suatu saat pasti akan saya cek langsung kelapangan bagaimana sejauh mana  target capaiannya.

“Saya berharap kegiatan bursa inovasi desa ini dapat memberikan manfaat bagi pembangunan di desa. Dengan demikian diharapkan Kepala Desa dan perengkat desa dapat menggunakan dana desa untuk mendorong produktivitas dan pertumbuhan ekonomi perdesaan serta pembangunan kapasitas desa,” ungkap Jaya S. Monong.

Bupati Gunung Mas Jaya S. Monong menambahkan, dalam setiap penggunaan dana desa Kades dan perangkatnya jangan terfokus kepada infrastruktur saja, pilih salah satu sesuai dengan daerah itu, potensi yang ada tentunya menyesuaikan anggaran dan itu betul-betul ditekuni sampai berhasil. Dana desa dan dana lain yang tidak mengikat tersalurkan dan tepat sasaran.

Tujuan dari kegiatan tersebut, pertama untuk memperkenalkan inisiatif atau inovasi masyarakat yang berkembang di desa-desa. Kedua meningkatkan kualitas penggunaan dana desa, ketiga untuk menjembatani kebutuhan pemerintah desa akan solusi bagi penyelesaiaan masalah, serta menjadi inisiatif  dan alternatif  kegiatan pembangunan dana desa yang lebih efektif dan inovatif.

HUT Bhayangkara ke-73, Semangat Promoter Pengabdian Polri Untuk Masyarakat

HUT Bhayangkara ke-73, Semangat Promoter Pengabdian Polri Untuk Masyarakat

FOTO BERSAMA: Usai Upacara HUT Ke- 73, Bupati Gunung Mas Jaya S. Monong, bersama dengan Kapolres Gunung Mas AKBP. Yudi Yuliandin, S.I.K., M.Si dengan pimpinan Pertikal, beserta dengan jajaran Polres Gumas.

Bupati Gunung Mas Jaya S Monong saat pemasangan satya lencana kepada jajaran Polres Gunung Mas pada saat HUT ke- 73 Bhayangkara Polres Gunung Mas, Rabu (10/2019).

Bupati Gunung Mas Jaya S. Monong saat melakukan penyiraman air kembang kepada personel Polres Gunung Mas yang naik pangkat di halaman Polsek Kurun, Rabu (10/7/2019).

Gunung Mas – Bupati Gunung Mas menghadiri HUT Ke-73 Bhayangkara tahun 2019, di halaman Polsek Kurun Jalan Patendu No. 108 Kuala Kurun, Rabu (10/7/2019) pagi.

Dengan mengusung tema “Dengan Semangat Promoter, Pengabdian POLRI untuk Masyarakat, Bangsa dan Negaara.

Kapolres Gunung Mas AKBP. Yudi Yuliandin, S.I.K., M.Si saat membacakan pidato Presiden RI Ir. H. Joko Widodo menyampaikan, kerja keras dan pengabdian Polri, telah dirasakan hasilnya oleh seluruh masyarakat Indonesia. Situasi dalam negeri sepanjang tahun 2018 dan 2019 terpelihara dengan baik.

Selanjutnya dalam pengelolaan organisasi, Polri telah meningkatkan akuntabilitas dan transparansi, laporan keuangan Polri meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian dari Badan Pemeriksaan Keuangan selama 6 tahun berturut-turut.

“Berbagai capaian tersebut saya harapkan tidak membuat institusi Polri cepat berpuas diri. Namun sebaliknya, menjadi motivasi dan inspirasi untuk terus meningkatkan kinerja dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” uajarnya.

Saat upacara usai dia menambahkan, terkait acara tambahan pemberian penghargaan kepada Babinkamtibmas terbaik, terutama untuk merangsang mereka, para Babinkamtibmas kita ini supaya lebih aktif lagi mendekat kepada masyarakat, berbaur dengan masyarakat serta dengan semangat promoter pelayanan kepada masyarakat bangsa dan negara lebih maksimal lagi.

Kemudian hadiah yang diberikan kepada siskamling juga memberikan rangsangan kepada mereka, kepada masyarakat supaya lebih aktif lagi. Karena seluruh tugas ini tidak bisa kita laksanakan dengan sepenuhnya oleh Polri tanpa dukungan masyarakat lebih jauh kita tidak ada apa-apanya.

Harapannya supaya membuat pos kamling – pos kamling yang lain yang belum ada ataupun belum maksimal, agar bisa diperankan lagi secara maksimal, dengan adanya pos kamling yang ada ditempat kita persatuan dan kesatuan akan semakin terjalin dengan baik.

Jaya S. Monong mengucapkan Selamat HUT Bhayangkara ke-73 pada jajaran Polres        Gunung Mas.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Kapolres Gunung Mas dan jajarannya, yang telah melakukan penilaian untuk pos kamling kita yang mendapat penghargaan yang terbaik, tentunya harapan kita ke depan melalui penilaian yang telah dilakukan, supaya tetap di pertahankan lagi, fungsi dari siskamling kita,” harapannya.

Tutrut hadir Ketua Pengadilan Negeri Kabupaten Gunung Mas Darminto Hutasoit, S.H, MH, Ketua Pengadilan Agama Aliudin, Pabung 1016/PLK Mayor Catur Prasetio Nugroho, yang mewakili Kejari Gunung Mas Kasi Datun Hamidun, SH, Camat Kurun Holten, SE, Kapolsek Se Kabupaten Gunung Mas, Tokoh Masyarakat tokoh Agama, serta undangan lainnya.

Keluarga Salah Satu Sumber Kekuatan

Keluarga Salah Satu Sumber Kekuatan

Bupati Gunung Mas Jaya S Monong, didampingi isteri Ny. Mimie  Mariatie Jaya S Monong, bersama Sekda Provinsi Kalimanatan Tengan Fahrizal Fitri.

Bupati Gunung Mas (Gumas) Jaya S. Monong menginginkan semua keluarga di Gumas adalah keluarga yang terencana, keluarga yang bahagia.

“Perencanaan dalam membangun keluarga itu sangat penting untuk mewujudkan keluarga yang bahagia. Kalau terencana, semuanya akan lebih mudah, semuanya akan menjadi baik,” kata  Jaya S. Monong dibincangi Minggu (7/7),  terkait kehadirannya pada puncak Hari Keluarga Nasional     ke-26 di kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Sabtu (6/7/2019).

Bupati Gumas Jaya S. Monong menuturkan, perencanaan keluarga diawali saat pasangan suami isteri memulai hidup baru dengan merencanakan jumlah kelahiran. Jumlah kelahiran yang direncanakan akan mewujudkan ibu yang sehat serta anak yang juga sehat dan cerdas.

“Dia menjelaskan, tidak masalah anak lebih dari dua, asalkan diatur, dan saat hamil, asupan gizi untuk ibu hamil tercukupi dengan baik. Begitu juga halnya saat anak lahir, asupan gizinya terpenuhi dengan baik agar anak menjadi sehat dan pintar, sesuai dambaan suami isteri,” tukas Jaya.

Tidak hanya mengatur kelahiran, dia juga menginginkan keluarga-keluarga di Gumas dapat memiliki ketahanan keluarga yang baik serta keluarga yang sejahtera.

“Ketahanan keluarga di dalamnya ada kemampuan mental spiritual, ada sumber daya manusia yang baik yang didapat melalui pendidikan serta kesejahteraan keluarga yang didapat melalui kegiatan usaha yang dilakukan suami istri. Kami (Jaya-Efrensia) menginginkan keluarga-keluarga di Gunung Mas menjadi keluarga yang sehat, sejahtera, baik sumber daya manusianya, baik pula kehidupan spiritualnya,” ujarnya.

Sementara itu, Kadis Pengendalian Penduduk dan KB Isaskar menyatakan keluarga salah satu sumber kekuatan untuk membangun Gumas.

“Kemajuan Daerah ini tidak terlepas dari peranan keluarga. Keluarga yang sehat, keluarga dengan sumber daya manusia serta kehidupan spiritual yang baik menjadi motor penggerak  peningkatan kemajuan Gunung Mas. Melalui program Keluarga Berencana, keluarga yang sehat dan sejahtera akan terwujud,” pungkas Isaskar.