Pedagang Yang Mudik Wajib Menjalani Protokol Covid 19

Pedagang Yang Mudik Wajib Menjalani Protokol Covid 19

gunungmaskab.go.id Kuala Kurun – Pemerintah daerah (Pemda) telah menetapkan status orang dalam pemantauan (ODP) bagi para pemudik yang masuk Kabupaten Gunung Mas. Kebijakan itu dilakukan sebagai upaya mencegah penyebaran virus Corona atau Covid-19. Apalagi, banyak pedagang yang asalnya dari Banjarmasin yang merupakan Zona Merah dan kembali ke Gumas untuk mengais rezeki.

Pabung Kodim 1016 Palangkaraya bersama Camat Kurun, Satpol PP, Babinsa, Babhinkamtibmas, Petugas Kesehatan dari Puskesmas Kurun, dan Tokoh Masyarakat mendatangi Salah satu Pedagang dijalan. Sangkurun tepatnya didaerah Pasar Baru Kurun yang baru pulang mudik dari Banjarmasin.

Kehadiran Pabung bersama Tim guna memberi himbauan dan menjalankan perintah bahwa pedagang atau warga yang baru pulang mudik harus menjalani isolasi mandiri dan dilarang berjualan selama 14 hari sesuai anjuran protokoler Gugus Depan Penangan dan pencegahan Covid 19 di Kabupaten Gumas.

Pabung Kodim 1016 Palangkaraya yang berada di Kabupaten Gumas Mayor Wiyanto mengatakan, ada beberapa hal yang kami himbaukan kepada masyrakat khususnya kepada masyrakat yang mudik saat ini. Seharusnya sesuai aturan pemerintah disaat situasi seperti ini harusnya pemudik izin dulu kepada pemerintah yang ada di sini ( Kab. Gumas ) sehingga dari beberapa jalur yang di lalui mulai dari Gumas sampai tempat tujuan itu biasanya dimintai surat keterangan sehat dari Covid 19 yang dikeluarkan oleh Rumah Sakit Daerah.

“Kepada masyarakat yang Mudik maka yang bersangkutan harus mengikuti Protokoler yang sudah ditetapkan dan di sepakati,” jelas Pabung

Pemudik harus memeriksakan kesehatannya di rumah sakit atau puskesmas terdekat dan menjalani isolasi mandiri selama 14 hari. Jika setelah 14 hari yang bersngkutan di nyatakan negatif maka dia bisa beroperasional lagi seperti biasa tetapi jika sebaliknya maka dia harus menjalani pengobatan sesuai protokoler.

“Ini bukan pemaksaan tetapi ini merupakan himbauan dan anjuran pemerintah guna menjaga dan memutuskan penyebaran covid 19 dan kita berusaha agar tidak ada lagi korban positif covid 19 khususnya di kabupaten Gumas,”Tegas Pabung.

Camat Kurun Holten, SE mengatakan, pada prinsipnya kami hanya mendata dan membantu teman-teman memasang stiker ini agar di patuhi oleh masyarakat yang mudik dan kepada tetangga terdekat dan ketua RT untuk mengawasi.

Kami pihak kecamatan meminta Satpol PP di beck up oleh TNI dan Polri untuk melalukan razia apabila yang bersangkutan melanggar maka akan ditindak tegas.

“Silahkan pilih mau mengikuti anjuran protokoler tutup 14 hari atau mau tutup selamanya terserah yang bersangkutan aja,” tegas Camat Kurun.

Kepala Satpol PP Kabupaten Gumas melalui Bagian pencegahan dan Kesiapsiagaan Sakul menambahkan, Kami membeck up Kecamatan maupun unsur muspida untuk penanganan Covid 19 dan kita siap menegakan dan menjalankan sesuai aturan Gugus tugas penanganan covid 19.

Ketua RT 05 Sipet mengatakan, kepada warga yang baru datang harap melapor karena sebelum lebaran saya sudah menghimbau bagi siapapun yang mudik harap melaporkan diri supaya kita bisa pantau dan melaporkan juga kepihak terkait.

Bantuan Untuk Tokoh Agama Murni Dari Dana APBD

Bantuan Untuk Tokoh Agama Murni Dari Dana APBD

Kuala Kurun gunungmaskab.go.id – Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Gumas) memberikan bantuan berupa paket sembako dalam hal ini disalurkan ke rumah-rumah tokoh Agama.

Terkait bantuan untuk tokoh-tokoh agama akan dilakukan verifikasi dan validasi data oleh Dinas Sosial Kabupaten Gunung Mas, kalau data sudah siap akan segera disalurkan untuk tokoh Agama,” kata Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong, Jumat (22/5/2020).

Untuk yang dari Provinsi baru tadi launching dengan Bapak Gubernur waktu Video Conference mengenai bantuan sosial bentuk tunai untuk warga Kalimantan Tengah.

Bupati menjelaskan, dalam penyaluran tersebut bukan bentuk tunai tetapi berupa sembako, “ini murni bantuan dari APBD Kabupaten Gunung Mas untuk tokoh-tokoh agama yang terdampak Covid-19,” pungkasnya.

Harga Daging Sapi di Gunung Mas Naik Rp 170/Kg

Harga Daging Sapi di Gunung Mas Naik Rp 170/Kg

Kuala Kurun gunungmaskab.go.id  – Harga daging sapi di Kuala Kurun Kabupaten Gunung Mas (Gumas), mengalami kenaikan signifikan.

Ibu Marian sebagai pedagang sapi potong menjelaskan, pada hari ini harga sapi potong sekitar Rp 170 ribu per kilo untuk diecerkan, tetapi kalau untuk yang langganan setiap hari ke sini harganya Rp 150 ribu per kilo, kalau besok kita belum tau harganya, Jumat (22/5/2020) lalu.

Untuk hari biasa sebelumnya berkisar antara harga Rp 135 ribu sampai Rp 150 ribu per kilonya.

Untuk daging sapinya dari daerah Kabupaten Gunung Mas saja, kalau sebelum wabah Corona kita ambil dari Sulawesi.

Beras Di Komplek Pergudangan Bulog Kuala Kurun Cukup Untuk Tiga Bulan

Beras Di Komplek Pergudangan Bulog Kuala Kurun Cukup Untuk Tiga Bulan

Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) saat memantau kesediaan beras di pergudangan bulog Kuala Kurun, Jumat (22/5/2020).

Kuala Kurun gunungmaskab.go.id  – Mengenai ketersediaan beras di gudang Bulog  Kabupaten Gunung Mas relatif stabil tidak ada kendala dalam masa-masa maraknya wabah Virus Corona Covid-19.

Kepala Gudang Bulog Kabupaten Gunung Mas Koko Budi Harjo menjelaskan, stok untuk beras sekitas 150 ton, ketersediaan beras minimal untuk tiga bulan atau lebih untuk Kabupaten Gunung Mas,” katanya saat diwawancarai awak media, Jumat (22/5/2020) pagi lalu.

“Untuk harga beras per kilo gram dengan harga Rp. 8.600 rupiah, kalau kami menjualnya keluar itu berbeda harga ada biaya angkutnya,” ujarnya.

Bagi masyarakat yang mau membeli bisa langsung membelinya ke komplek pergudangan Bulog Kabupaten Gunung Mas di jalan Tjilik Riwut Kuala Kurun.

“Untuk ada pembatasan karena stoknya terbatas supaya bisa mereta, untuk stok gula sekitar 2,5 ton, untuk 1 kilonya sekitar Rp. 13.000 lebih murah dari harga di pasar,” pungkasnya.

Ini Himbauan Kapolres Gunung Mas Setelah Mudik Lebaran

Ini Himbauan Kapolres Gunung Mas Setelah Mudik Lebaran

Kuala Kurun gunungmaskab.go.id – Musim mudik lebaran pada Hari Raya Idul Fitri merupakan salah satu tradisi yang dilakukan oleh masyarakat, khususnya beragama muslim.

“Kapolres Gunung Mas AKBP Rudi Asriman, S.I.K mengatakan,  untuk warga Gunung Mas yang ingin melakukan mudik, pihak Kepolisian sudah melakukan upaya-upaya antara lain operasi ketupat, melakukan pembatasan dan menghimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan mudik, ini pun sudah diberlakukan semenjak operasai ketupat,” ungkapnya, Jumat (22/5/2020) lalu.

“Sehingga pos jaga yang ada di Sepang itu akan diperketat dan diperbanyak personil yang dilibatkan, namum kondisinya personil yang di sana mungkin keterbatasan situasi yang di wilayah kita ada beberapa jalur yang mungkin kita perbanyak personilnya”.

“Kita akan maksimalkan untuk beberapa hari kedepan sampai nanti setelah lebaran berakhir, sampai hari ketujuh nanti akan diperbanyak personil disana dan tentu sudah dirapatkan dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Gunung Mas dengan maksud terkait agar nanti untuk pos di Sepang tersebut kalau memang masyarakat yang tadi sudah lolos untuk melakukan mudik pada saat kembalinya nanti kita akan mendatakan mereka terutama kalau mereka warga pendatang dan memang bekerja di Gunung Mas, akan diterapkan protokol kesehatan sesuai anjuran Pemerintah”, tambahnya

“Kepada masyarakat yang melakukan mudik dan kembali ke Kabupaten Gunung Mas agar melakukan isolasi diri selama empat belas hari serta tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan masyarakat, itu konsekuensi bagi mereka yang memaksakan mudik serta tidak mentaati anjuran Pemerintah yang ada,” tegasnya.

Kemudian sudah dirapatkan dengan Forkopimda untuk kesiapan pelaksanaan ibadah Idul Fitri 1441 H. yang pertama kegiatan takbiran itu tidak ada takbir keliling ataupun pawai yang dilaksanakan umat muslim dan yang kedua untuk pelaksanaan ibadah sholat Idul Fitri untuk Kabupaten Gunung Mas itu sesuai dengan kesepakatan bersama agar tidak melakukan atau meniadakan kegiatan sholat Idul Fitri di lapangan ataupun di masjid.

“Kita minta kepada masyarakat khusnya yang beragama muslim supaya mengikuti atau mengindahkan kesepakatan bersama selama ini, ” ujarnya.

Lanjut Kapolres langkah-langkah yang  kami lakukan selama ini, akan tetap dilakukan patrol dan menggalang serta menghimbau mendatangi para tokoh-tokoh agama yang ada untuk menyepakati dan melaksanakan kesepakatan tersebut.

Kapolres Gunung Mas mengatakan, ini akan tetap kita pantau bersama, terkait semua tim gugus tugas Covid-19 ini mudah-mudahan semua yang kita harapkan dapat tercapai Gunung Mas dengan kondisi aman, hanya dengan tinggal satu PDP ataupun yang positif kalaupun itu memang sembuh Gunung Mas bisa kembali ke zona hijau lagi.

Terkait penyerahan beras yang dari Kapolri, AKBP Rudi Asriman, S.I.K menjelaskan, untuk beras yang 10 ton itu adalah sebagai bentuk perhatian dari Pemimpin kami Kapolri diberikan bantuan 10 ton beras tujuannya adalah dibagikan kepada masyarakat yang terdampak Virus Corona, lebih diutamakan kepada mereka yang tidak mendapatkan bantuan dari Pemerintah sendiri baik Pemerintah Pusat tidak terdata di Pemerintah Provinsi maupun Kabupaten tingkat dua dan dari anggaran dana desa.

“Saya sudah memerintahkan staf saya untuk membuat pusat aduan terkait masyarakat yang merasa tidak mendapat bantuan, silahkan mengadu ke pusat aduannnya bagi masyarakat yang tidak dapat bantuan nanti kita datakan dana kita akan berikan bantuan berupa sembako,” pungkasnya.