HARI LANJUT USIA NASIONAL 29 MEI 2019

HARI LANJUT USIA NASIONAL 29 MEI 2019

Halo #SobatSosial hari ini (29/5) merupakan peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2019 yang ke-23. Pada tahun 2018 jumlah lansia sekitar 24 juta orang, kurang lebih ada 2 juta lanjut usia berkategori bedridden (terbaring di tempat tidur). Berdasarkan Undang-Undang No 13 Tahun 1998 Tentang Kesejahteraan Lanjut Usia terdapat hak-hak lanjut usia. Maka Pemerintah hadir dalam hal ini Kementerian Sosial RI secara bertahap terus berupaya dalam mewujudkan Kesejahteraan Lanjut Usia.

#LansiaMandiriSejahtera #HLUN2019 #LanjutUsia #Lansia #BikinIndonesiaMaju #ProgramKerja

SLO DI GENGGAMAN, RUMAH AMAN DAN HATI TENANG

SLO DI GENGGAMAN, RUMAH AMAN DAN HATI TENANG

Merasa aman dan terlindung dari bahaya kebakaran, itulah yang dirasakan Henry Silaban (43) saat mengetahui instalasi listrik di rumahnya sudah mendapatkan Sertifikat Laik Operasi (SLO). Ia tak perlu risau lagi terjadi korsleting listrik di rumahnya. Sebelum mendapatkan SLO, jalaran percikan api akibat hubungan arus listrik beberapa kali mengganggu pemukiman di sekitar tempat tinggalnya di Kayumas, Pulogadung, Jakarta Timur.

Semenjak membangun rumah, Henry telah menaruh perhatian besar terhadap pengamanan listrik. Saat pertama kali menempati tempat tinggalnya tiga tahun lalu, ia sudah memikirkan faktor keamanan, tak mau ada masalah yang timbul di kemudian hari. “Sebagai kepala keluarga, saya punya kewajiban untuk memastikan keluarga saya aman dari bahaya apapun, tak terkecuali bahaya kebakaran,” ujar pria dengan dua orang anak ini.

Apa yang dikhawatirkan Henry cukup beralasan. Pasalnya, pemukiman di kota-kota besar Indonesia masih dihantui bahaya kebakaran. Misalnya data yang disajikan oleh Data Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta menyebut rata-rata kebakaran listrik adalah 718 kejadian per tahun selama 2013-2018, bahkan 72% kebakaran di 2017 terjadi karena penggunaan energi listrik yang tidak mengikuti standar dan kaidah-kaidah semestinya.

“Ketika membangun rumah, saya pastikan orang-orang yang membangun rumah saya memang kompeten. Termasuk saat pemasangan instalasi listrik, saya suruh instalatir yang memang punya kompetensi. Kan PLN tidak layani pemasangan listrik kalau tidak ada SLO,” ungkap Henry.

SLO merupakan sertifikat yang menjadi bukti bahwa suatu instalasi listrik sudah memenuhi persyaratan untuk beroperasi atau sudah layak diberi tegangan listrik. Henry pun mempercayakan Lembaga Inspeksi Teknik (LIT) yang ditunjuk Pemerintah guna melakukan inspeksi kelaikan operasi listrik rumahnya. Mereka menerapkan ketetapan standar pemasangan listrik yang sudah ditentukan.

Ia juga tidak mengalami kerepotan saat mengurus penerbitan SLO. Butuh waktu paling lama tiga hari untuk tegangan rendah dengan ketentuan biaya mengikuti Peraturan Menteri ESDM Nomor 38 Tahun 2018 tentang Tata Cara Akreditasi dan Sertifikat Ketenagalistrikan.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana di Jakarta, Rabu (29/5) menyampaikan bahwa masyarakat maupun industri tak boleh abai terhadap standar dan kaidah sebagai penentu utama dalam pemasangan listrik. “Keseharian kita dekat dengan listrik, keselamatan itu tidak boleh ada jeda. Semua kaidah yang menyangkut keselamatan ketenagalistrikan harus dijalankan,” pesan Rida.

Rida meyakini kejadian kebarakan yang kerap menimpa akan terminimalisir bila tingkat kepatuhan terhadap kaidah terbilang tinggi. “Minimal kalau kaidah-kaidah ini diikuti, tingkat keselamatan kita lebih tinggi dan tingkat kebakaran jadi menurun,” ujar Rida.

Di samping itu, setiap kegiatan usaha ketenagalistrikan juga wajib memenuhi ketentuan yang disyaratkan dalam peraturan perundang-undangan di bidang lingkungan hidup.

Selain kewajiban memiliki SLO untuk instalasi tenaga listrik, ada beberapa kaidah yang harus diterapkan untuk keselamatan ketenagalistrikan, seperti Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk peralatan listrik, Sertifikat Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan (SKTTK) bagi tenaga teknik ketenagalistrikan, dan Sertifikat Badan Usaha (SBU) bagi badan usaha penunjang tenaga listrik.

#ListrikAmanMudikNyaman

#PartisipasiRakyat

#EnergiBerkeadilan

 

 

 

MUDIK ASIK TANPA SAMPAH PLASTIK

MUDIK ASIK TANPA SAMPAH PLASTIK

  1. Berencana untuk pulang kampung jelang lebaran ini. Ayok kita perhatikan sedikit langkah mudik ramah lingkungan, #MudikAsikTanpaSampahPlastik berikut ini ya.

 

  1. Dari tahun, ke tahun pemerintah Indonesia berusaha mensosialisasikan #IndonesiaBersihSampah bahkan berusaha menyadarkan masyarakat bahwa sampah memiliki nilai ekonomi. Bank Sampah, berkontribusi kurangi 1.389.522 ton/tahun.

 

  1. #TemanMudik, Sisa makanan kita memegang urutan pertama, atau sebesar 44% dalam komposisi sampah nasional sepanjang 2018, diikuti sampah plastik (15%). Hindari penggunaan kemasan selama perjalanan mudik, dan kelola sampah di perjalanan dengan tidak membuangnya secara sembarangan. #MudikAsikTanpaSampahPlastik #IndonesiaBersihSampah. (Slide 3)

 

  1. #TemanMudik, supaya mudiknya tambah asyik, bawalah bekal makanan kita sendiri. Jangan lupa, siapkan bekal secukupnya, supaya termakan habis tidak bersisa, dan tidak menjadi sampah. Mari kurangi timbulan sampah dan semoga mudik kali ini bisa jadi #MudikAsikTanpaSampahPlastik , #IndonesiaBersihSampah (Slide 4)
INSTANSI PEMERINTAH DAN STAKEHOLDER TERKAIT SIAP LAYANI ANGKUTAN LEBARAN 2019

INSTANSI PEMERINTAH DAN STAKEHOLDER TERKAIT SIAP LAYANI ANGKUTAN LEBARAN 2019

Menyambut musim mudik Lebaran 2019, Kementerian Perhubungan telah menyediakan dan memeriksa kesiapan Angkutan Lebaran dengan dilaksanakannya Ramp Check armada mudik, mudik gratis darat, laut dan kereta api, posko terpadu, dan kebijakan  pembatasan angkutan barang.

Kemenhub dalam memastikan keamanan dan keselamatan armada transportasi darat jelang angkutan lebaran 2019 ini telah melakukan Ramp Check secara nasional. Armada yang sudah melakukan Ramp Check diberikan tanda stiker khusus laik jalan bertuliskan “INSPEKSI KESELAMATAN LLAJ DITJEN HUBDAT – KEMENHUB”. Dalam kegiatan ini dilakukan pemeriksaan/pengujian teknis kendaraan dan administrasi pengemudi dan kendaraan, memberikan pengarahan bagi pemilik dan pengemudi kendaraan terkait kelengkapan yang wajib ada di mobil angkutan, perizinan yang memadai dan harus dilengkapi, memasang stiker laik jalan bagi angkutan yang lulus uji dan laik jalan.

Ramp Check sendiri telah dilakukan pada tanggal 9 April – 26 April 2019 untuk pemeriksaan armada kereta api di 101 stasiun dan 94 unit KA. Ramp Check Angkutan Lebaran Jabodetabek sudah dilakukan pada tanggal 30 April – 24 Mei 2019 di 9 Terminal Utama (Pulo Gebang, Kalideres, Kp. Rambutan, Tj. Priok, Bekasi, Baranangsiang, Jatijajar, Poris Plawad dan Pondok Cabe). Sedangkan pemeriksaan angkutan bus nasional sebanyak 50000 armada. Bagi angkutan laut Ramp Check dilaksanakan pada 12 April 2019 – 17 Mei 2019, sebanyak 1293 kapal telah diperiksa kelayakannya.

Demi meningkatkan penyelenggaraan Angkutan Lebaran Terpadu Tahun 2019 (1440 Hijriah) yang selamat, aman dan nyaman, perlu dilakukan perencanaan, pemantauan, dan pengendalian secara terpadu perlu dilakukan langkah antisipatif, dari itu dibentuklah Posko Angkutan Lebaran Terpadu 2019 yang dilaksanakan mulai tanggal 28 Mei 2019 (H-7) pukul 08.00 WIB sampai dengan tanggal 13 Juni 2019 (H+7) pukul 24.00 WIB. Bertempat di Ruang Mataram, Gedung Karya, Kantor Pusat Kementerian Perhubungan RI, Jalan Medan Merdeka Barat No. 8, Jakarta Pusat.

Pemantauan aktivitas mudik akan dilakukan melalui Posko Angkutan Lebaran Terpadu.  Posko ini diikuti oleh seluruh jajaran Kementerian Perhubungan, KNKT, PT Angkasa Pura I dan II, Jasa Marga, Jasa Rahardja, Perum LPPNPI, PT Pelindo, PT ASDP Indonesia Ferry, Perum Damri, BMKG, Korlantas Polri, Basarnas, Kementerian ESDM, Kementerian Kesehatan, Kementerian Kominfo, Dishub DKI Jakarta, Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI), Organisasi Amatir Radio Indonesia (Orari), dan Sentra Komunikasi Mitra Polri (Senkom Mitra Polri) dan instansi terkait lainnya.

Mendukung slogan “Mudik Bareng Asyik Lancar” Kemenhub telah menyediakan program mudik gratis sepeda motor dengan angkutan laut, bus, dan kereta api untuk mengurangi tingkat kecelakaan pemudik sepeda motor.

Kemenhub menyediakan 1.243 bus gratis untuk keberangkatan mudik lebaran 2019 untuk 59.664 orang. Sebanyak 119 truk disediakan untuk mengangkut sepeda motor secara gratis saat arus mudik dan balik lebaran 2019 yang akan mengangkut 5.355 unit motor saat arus mudik.

Pemberangkatan mudik gratis bus untuk sepeda motor ada di 5 tempat, yaitu Kantor Bulog Divre I Jakarta, Kamis, 30 Mei 2019. Kemudian pada Jumat, 31 Mei 2019, akan diberangkatkan sepeda motor dari Bogor, Tangerang, dan Bekasi. Sedangkan untuk pemberangkatan penumpang mudik gratis, dipusatkan di Silang Monas Jakarta pada Jumat, 31 Mei 2019 pukul 17.00 WIB dan Sabtu, 1 Juni 2019 pukul 08.00.

Kota tujuan mudik gratis bus: Cirebon, Banjarpatoman, via Tasikmalaya dan Ciamis, Kuningan. Sedangkan untuk tujuan Jawa Tengah & DIY: Slawi via Tegal, Pemalang, Pekalongan, Semarang, Demak, Jepara, Kudus, Pati, Blora, Purwodadi, Salatiga, Boyolali dan Solo. Kemudian, Sragen, Klaten, wonogiri, Wonosari, Yogyakarta, Magelang, temanggung, wonosobo, Kebumen, Purwokerto, Banjarnegara dan Cilacap. Adapun kota tujuan di Jawa Timur: Madiun, Tuban, Mojokerto, Kediri, Malang, Pacitan. Untuk Sumatera, Lampung, Palembang, Padang.

Mudik gratis penyebrangan menyediakan kapal roll on roll off (Ro-Ro) sebanyak 3 unit kapal dengan kapasitas angkut per kapalnya 1.000 motor dan 2.000 penumpang tujuan Semarang dan Lampung. Kapal RoRo akan diberangkatkan dari Tanjung Priok pada 1 Juni 2019.

Mudik gratis motor kereta api, pengangkutan motor arus mudik dilakukan pada 27 Mei hingga 2 Juni 2019. Sementara untuk arus balik pada 8-13 Juni 2019, sebanyak 18.096.

Tidak ketinggalan, moda kapal laut turut disediakan dengan lintasan yang dilayani adalah Jakarta-Semarang, Kemenhub menyediakan kuota hingga 15.000 penumpang dan 7.500 motor. Keberangkatan dilakukan pada Sabtu, 1 Juni 2019, untuk arus balik, penumpang mudik kapal mudik gratis akan diberangkatkan pada H+2, yaitu Sabtu, 8 Juni 2019, serentak, dari Semarang.

#MudikBarengAsyikLancar

 

 

 

 

 

OPTIMAL LEWAT INKUBATOR BISNIS, OMZET PELAKU INDUSTRI KREATIF DIGITAL CAPAI RP 100 JUTA

OPTIMAL LEWAT INKUBATOR BISNIS, OMZET PELAKU INDUSTRI KREATIF DIGITAL CAPAI RP 100 JUTA

Kementerian Perindustrian terus mendorong tumbuhnya wirausaha industri baru dalam menyambut peluang era ekonomi digital. Hal ini merupakan salah satu implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0, untuk mendukung ekonomi digital yang berpotensi meningkatkan nilai tambah terhadap PDB nasional sebesar 150 miliar dollar AS pada tahun 2025.

Upaya pengembangan wirausaha terutama berfokus pada industri kreatif, yang berkontribusi terhadap PDB mencapai Rp 1000 triliun pada tahun 2018. “Tiga subsektor yang memberikan sumbangsih besar terhadap ekonomi kreatif, yakni industri kuliner sebesar 41,69 persen, disusul industri fesyen (18,15 persen), dan industri kriya (15,70 persen). Sedangkan, industri animasi saat ini cukup potensial berkembang, pertumbuhannya sudah di atas 6 persen,” kata Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Haris Munandar di Jakarta, Jumat (3/5).

Haris menuturkan, upaya konkret yang dilakukan pemerintah untuk mendorong jiwa wirausaha para pegiat industri kreatif, antara lain memfasilitasi dengan kegiatan Pendidikan dan Pelatihan. “Misalnya, sejak tahun 2015 kita menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Animasi, Programming, dan Desain Grafis di Bali Creative Industry Center (BCIC) yang dikelola oleh Balai Diklat Industri (BDI) Denpasar,” ucapnya. Selain itu, Kemenperin juga membuat Inkubasi Bisnis (Inbis) TohpaTI untuk membina wirausaha yang ada dan menumbuhkan pelaku start up baru.

                                                                                                                                                                              “Setiap tahun, Inbis TohpaTI menghasilkan sekitar sembilan hingga sebelas tim Startup di bidang animasi, design, dan software developer. Beberapa alumni ada yang sudah mendapat investasi hingga Rp 100 juta. Omzet yang didapat bervariasi, mulai dari 10 hingga 100 juta rupiah setiap bulannya,” imbuh Haris.

Kompetensi teknis seperti Programming, Data Science, Cyber Security, System Integrator, serta Desain & Pemodelan animasi diyakini menjadi modal utama para pelaku industri kreatif digital. “Kami juga ingin terus meningkatkan motivasi dan bakat kepemimpinan para generasi muda agar siap menghadapi era digital di industri 4.0,” tandas Haris.

Untuk itu, Kemenperin melalui BDI Denpasar juga mendorong para pelaku industri kreatif di Bali untuk memanfaatkan Bikin Makerspace, sebuah co-working space bidang kerajinan dan desain produk.  “Kami berkolaborasi dengan Universitas di Bali, Pihak Industri serta komunitas kreatif, animasi dan digital yang tersebar di Sumatera, Jawa dan Bali. Silakan manfaatkan seluruh fasilitas tanpa perlu membayar sama sekali,” ujar Paryono, Kepala BDI Denpasar.

Untuk menumbuhkan startup baru serta memacu pembangunan industri digital di Tanah Air, Kemenperin juga menyelenggarakan acara Kampoeng IT 2019. Sejak diselenggarakan pertama kali pada tahun 2016, acara tahunan ini telah berhasil menarik lebih dari 100 peserta yang berlaga di Lomba Ide Bisnis Digital, Lomba Pemrograman, Data Science, hingga Kompetisi E-Sport.

“Pada tahun ini, kami juga menandatangani perjanjian kerjasama pengembangan SDM Industri Kreatif dengan Asosiasi Pengusaha TIK Nasional, LIPI, Asosiasi Industri Animasi Indonesia, serta Maxx Animation dan Lintas Imaji Studio,” tutur Paryono.

Paryono mengemukakan, Kampoeng IT 2019 ini secara khusus ditujukan sebagai wadah kolaborasi akademisi, wirausaha baru binaan Inbis TohpaTI, asosiasi industri, Komunitas industri kreatif, serta start up company dari kota Denpasar. “Menariknya, total 20 tim pemenang Kampoeng IT juga akan memamerkan kreatifitas di acara pameran. Mereka dapat mempresentasikan idenya kepada calon investor atau audiens yang hadir,” kata Paryono.

Paryono berharap BCIC atau TohpaTI berhasil menjadi wadah yang produktif dalam mencetak SDM kreatif di bidang multimedia, animasi, kriya dan barang seni. Seperti yang kita lihat; Market Hub, Simalu, Inidia Studio dan Cokelat Panas Creative adalah beberapa contoh yang pelaku start up yang membuat software dan aplikasi unggulan. Ini adalah contoh dari perkembangan ekonomi digital yang dihasilkan oleh anak-anak Indonesia,” imbuhnya.

Denpasar, 3 Mei 2019

BIRO HUBUNGAN MASYARAKAT

 

Website              : www.kemenperin.go.id
Email                : humaskemenperin@gmail.com
Twitter              : @Kemenperin_RI
Facebook             : Kementerian Perindustrian RI
Instagram            : kemenperin_ri



FOKUS PEMBANGUNAN MANUSIA MELALUI SEKTOR PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

FOKUS PEMBANGUNAN MANUSIA MELALUI SEKTOR PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Setelah gencar melakukan berbagai pembangunan infrastruktur yang bermanfaat sebagai sabuk pemersatu bangsa, penguat interkonektivitas, serta pendorong proses ekonomi yang semakin efektif dan efisien, saat ini, pemerintah mengalihkan fokus pembangunan ke pembangunan sumber daya manusia (SDM). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah menyiapkan tiga fokus pembangunan manusia di sektor pendidikan dan kebudayaan. Di antaranya, pendidikan anak usia dini (PAUD), pendidikan karakter yang menjadi prioritas pada jenjang pendidikan dasar, serta penyiapan generasi yang cakap dan terampil melalui jenjang pendidikan menengah dan pendidikan masyarakat.

Presiden Joko Widodo berpesan agar pembangunan karakter bangsa, budi pekerti, sopan santun, nilai-nilai etika, dan agama harus menjadi perhatian dunia pendidikan ke depan. “Kita semua merayakan dengan bergembira. Tapi ingat bahwa pembangunan karakter bangsa, budi pekerti, sopan santun, nilai-nilai etika, agama ke depan harus menjadi perhatian dunia pendidikan kita dalam rangka pembangunan sumber daya manusia yang memiliki karakter dan kualitas yang baik,” disampaikan Presiden Joko Widodo di Karanganyar, Jawa Tengah (2/5/2019).

Tema Hari Pendidikan Nasional Tahun 2019 adalah “Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan”. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengungkapkan bahwa tema ini mencerminkan pesan penting Ki Hajar Dewantara terkait hubungan erat pendidikan dan kebudayaan. “Perpaduan dunia pendidikan dan kebudayaan sangat penting dalam menciptakan ekosistem yang syarat nilai dan pengalaman, guna membingkai hadirnya sumber daya manusia yang berkualitas, demi terwujudnya Indonesia yang berkemajuan,” terangnya.

Peranan Kebudayaan dalam pembangunan nasional menjadi semakin kuat dengan disahkannya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, serta Strategi Kebudayaan hasil rekomendasi Kongres Kebudayaan tahun 2018. “Implementasinya diharapkan semakin meningkatkan ketahanan budaya, dan mampu mengambil peran di tengah peradaban dunia,” ujar Muhadjir.

Mendikbud berpendapat bahwa proses pendidikan hendaknya tak semata-mata terkait pencerdasan secara intelektual saja, tetapi juga pematangan emosional, sosial, dan spiritual yang memperkuat karakter bangsa. “Pendidikan karakter dimaksudkan untuk membentuk insan berakhlak mulia, empan papan, sopan santun, tanggung jawab, serta budi pekerti yang luhur,” tuturnya.

Hadirnya Generasi Z yang terlahir di era digital, serta pesatnya teknologi saat ini hendaknya dapat dimanfaatkan para pendidik untuk menerapkan pendidikan berbasis teknologi digital dengan sentuhan budaya Indonesia. “Hal penting yang perlu diperhatikan adalah pengoptimalan peran tri pusat pendidikan, yakni keluarga, sekolah, dan masyarakat. Ketiga pusat pendidikan tersebut harus saling mendukung dan menguatkan,” ujar Mendikbud.

“Kecintaan dan kebanggaan pada simbol-simbol negara juga harus terus ditanamkan kepada generasi muda agar semakin kuat rasa nasionalismenya dan berjiwa patriot,” tambah Muhadjir.

Sementara itu, ikhtiar membekali keterampilan dan kecakapan generasi muda perlu disertai pula dengan penanaman jiwa kewirausahaan. Mendikbud meyakini bahwa pendidikan yang baik dan terarah akan berdampak pada pelejitan kualitas sumber daya manusia.

“Prosesnya tentu tak sebatas pembelajaran di ruang-ruang sekolah, tetapi juga melibatkan secara proaktif segenap pemangku kepentingan, dari keluarga, masyarakat, hingga dunia usaha dan dunia industri (DUDI),” terangnya.

Saat ini Indonesia juga bersiap memasuki era Revolusi Industri 4.0 yang ditandai bekerjanya peranti-peranti digital baru serba canggih yang memadukan basis kinerja internet of thing, artificial intelligence, advance robotic, hingga big data analytics. Hal ini tentunya peru segera direspons dengan penyiapan sumber daya manusia yang andal, sekaligus mampu menciptakan ragam peluang baru secara kreatif, justru di tengah ancaman disrupsi, ketika banyak jenis pekerjaan manusia tergantikan mesin.

“Revitalisasi pendidikan vokasi, misalnya, dilakukan guna mempersiapkan itu semua. Tentu saja hal tersebut bagian dari kebijakan yang lebih komprehensif, yang terkait pula dengan perbaikan mutu guru hingga kelengkapan sarana prasarana yang dibutuhkan,” kata Muhadjir.

 

Gotong royong Memajukan Bangsa

Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hadjar Dewantara menyampaikan, “Setiap orang menjadi guru, setiap rumah menjadi sekolah”. Hal ini dapat dimaknai sebagai pesan penting agar seluruh warga bangsa proaktif dalam proses pendidikan. “Ikhtiar memajukan pendidikan bagi hadirnya sumber daya manusia yang berkualitas tentu tidak semata-mata bergantung kepada pemerintah pusat, tetapi juga proaktifnya pemerintah daerah dan segenap pemangku kepentingan lainnya, terutama DUDI,” ungkap Mendikbud.

Sebagaimana diketahui bersama, pendidikan merupakan salah satu urusan kongruen yang tanggungjawabnya dibagi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Saat ini, sekitar 63 persen anggaran fungsi pendidikan disalurkan pemerintah ke daerah melalui Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK). “Oleh karena itu, pemerintah daerah diharapkan semakin proaktif dalam mendorong kemajuan dunia pendidikan dan kebudayaan,” kata Mendikbud.

Pembangunan pendidikan dan kebudayaan dalam rangka penguatan sumber daya manusia yang berkualitas akan berjalan secara optimal bilamana terwujudnya sinergi dan peran aktif antara pemerintah, pemerintah daerah, dan segenap pemangku kepentingan.

“Marilah kita konsentrasikan segenap potensi pendidikan nasional yang menitikberatkan pembangunan manusia yang dilandasi karakter yang kuat, keterampilan, dan kecakapan yang tinggi, sehingga mampu menjawab tantangan perkembangan zaman yang semakin kompetitif,” ajak Mendikbud. (*)

  

**Disiapkan oleh Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kemendikbud dan Tim Komunikasi Pemerintah Kemenkominfo