Sosialisasi Tentang Keamanan Informasi Yang Bijak dan Sehat

Sosialisasi Tentang Keamanan Informasi Yang Bijak dan Sehat

Gunung Mas – Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Gumas) Gelar Sosialisasi interaksi berkomunikasi yang bijak dan sehat, kegitan ini dipasilitasi oleh Bidang Persandian pada Dinas Komunikasi dan Informatika, Statistik dan Persandian.

Sosialisi tentang keamanan informasi yang bijak dan sehat,  di pimpin langsung, oleh Sekda Gunung Mas Drs. Yansiterson, M.Si kegiatan digelar di ruang rapat lantai I Kantor Bupati Gunung Mas, Selasa (18/9/2018).

Sebagai Narasumber dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Direktur Pengandalian Informasi, Investigasi dan Forensik Digital, Brigjen TNI Bondan Widiawan, S.Kom., M.Si. dan dihadiri Sekda Gunung Mas Drs. Yansiterson, M.Si, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Drs. Ambo Jabar, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Statistik dan Persandian Drs. Dihel, SE., M.Si, ASN Dinas Kominfo terkait, serta ASN di lingkup Sekretariat Daerah Kabupaten Gunung Mas.

“Sekda Gunung Mas mengatakan, apa saja yang dipaparkan oleh narasumber kegitan ini menjadi memperkaya pengetahuaan kita sekaligus meningkatkan kewaspadaan kita terhadap penggunaan teknologi informasi, dan juga butuh kehati-hatian dalam menggunakan interaksi berkoordinasi yang bijak melalui teknologi informasi,” kata Drs. Yansiterson, M.Si.

Dan ada kesadaran penting yang rasanya harus kita miliki di tengah kita harus melek, dengan teknologi dan media informasi, tetapi harus juga berhati-hati terhadap situasi itu, sehingga tidak semuanya bebas terbuka dan ada yang bisa mengancam kita.

Dalam kegiatan tersebut Sekda menyambut baik manfaatkan dari kegiatan ini karena betutul-betul menambah pengalaman terutama untuk membuka pengetahuan kita semua, terhadap pengunaan teknologi informasi jaman sekaarang.

“Sekda berharap sebagai sebuah program nyata supaya diadakan pelatihan dasar bagi dinas badan untuk penggunaan  keterkaitan dengan keamanaan data yang ada di Intansi dinas masing-masing,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, dijelaskan juga oleh Direktur Pengendalian Informasi, Investigasi dan Forensik Digital Brigjen TNI Bondan Widiawan, S.Kom., M.Si saat memaparkan materinya. Di Gunung Mas tentang pengendaliaan informasi bagaimana kita berinteraksi secara bijak, dan beretika secara baik. Kemudian ada hal-hal penting dengan pengamanan data, kemudian dengan security wireless.

“Dan harapan saya, mudah-mudahan apa yang saya sampaikan ini bisa bermanfaat untuk semua ASN di  Pemerintah Kabupaten Gunung Mas,” tutur Brigjen TNI Bondan Widiawan, S.Kom., M.Si.

Press Release Bidang Pengelolaan Informasi Publik.

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Gunung Mas Gelar Rapat Koordinasi Pilkades Serentak

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Gunung Mas Gelar Rapat Koordinasi Pilkades Serentak

POTO// Rapat koordinasi pemilihan kepala desa (pilkades) serentak di GPU Tampung Penyang Kuala Kurun, Rabu (12/9/2018).

Gunung Mas – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Gunung Mas (Gumas) menggelar rapat koordinasi pemilihan kepala desa (pilkades) serentak di GPU Tampung Penyang Kuala Kurun, Rabu (12/9/2018).

Rapat itu dihadiri panitia pilkades tingkat kecamatan dari seluruh wilayah Kabupaten Gunung Mas dan berbagai pihak terkait lainnya. Rapat dipimpin Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Gunung Mas Jepin.

“Pada rapat ini membahas berbagai hal yang berkaitan pilkades serentak di Kabupaten Gunung Mas,” kata Jepin.

Pada 2018 ini ada 59 desa yang akan melaksanakan pilkades serentak pada 31 Oktober 2018. Hingga saat ini masih ada beberapa desa yang memperpanjang masa pendaftaran pilkades.

Pasalnya calon kepala desa masih kurang. Sesuai aturan yang berlaku calon kepala desa mininal 2 orang dan maksimal 5 orang. (EPRA SENTOSA).

Ratusan Ekor Bibit Babi Disalurkan ke Warga

Ratusan Ekor Bibit Babi Disalurkan ke Warga

Gunung Mas – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) menyalurkan ratusan ekor bibit babi kepada masyarakat dalam hal ini kelompok tani ternak yang berasal dari wilayah Kecamatan Rungan dan Rungan Hulu, Senin (10/9/2018).

“Iya, kita baru saja menyalurkan bibit ternak babi di wilayah Rungan dan Rungan Hulu. Itu berasal dari dana aspirasi Dewan Perwakilan Rakyat  Daerah (DPRD) Kabupaten Gunung Mas,” ungkap Kepala DPKP Kabupaten Gunung Mas Ir. Kardinal melalui Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, drh. Yuliana Elisabeth Hewan, Selasa (11/9/2018).

Secara keseluruhan, ada 120 ekor bibit babi yang disalurkan. Di Kecamatan Rungan tepatnya di Kelurahan Jakatan Raya bibit ternak bagi yang disalurkan berjumlah 20 ekor, di Desa Tumbang Jutuh berjumlah 20 ekor babi, dan 50 ekor, sedangkan di Kecamatan Rungan tepatnya di Desa Jangkit ada 30 ekor babi.

Kedepan, bantuan bibit ternak yang berasal dari dana aspirasi Anggota DPRD Kabupaten Gunung Mas masih akan berlanjut, hanya akan disalurkan secara bergantian.

“Masih ada dari dana aspirasi tiga orang anggota DPRD Kabupaten Gunung Mas (Gumas) lainnya. Rencananya akhir September hingga Oktober nanti akan kita salurkan,” ucapnya.

Menurutnya, selain menerima bibit hewan ternak yang berasal dari dana aspirasi DPRD Kabupaten Gunung Mas, masyarakat juga telah menerima bantuan bibit hewan ternak yang berasal dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Beberapa diantaranya adalah bibit itik, ayam buras, dan babi.

Ia pun berharap bantuan yang telah diterima tersebut dapat dikembangbiakkan dengan baik, sehingga dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat itu sendiri. “Kami dari DPKP Kabupaten Gunung Mas juga siap membantu masyarakat untuk mengembangkan bibit tersebut,” tandasnya.

Press Release Bidang Pengelolaan Informasi Publik.

 

Dinas Transmigrasi Tenaga Kerja Koperasi dan UKM Gelar Pelatihan Mejahit

Dinas Transmigrasi Tenaga Kerja Koperasi dan UKM Gelar Pelatihan Mejahit

Gunung Mas – Dinas Transmigrasi, Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM Kabupaten Gunung Mas (Gumas) akan melaksanakan pelatihan menjahit untuk 15 orang. Demikian disampaikan kepala Dinas Transmigrasi Tenaga Kerja Koperasi dan UKM Kabupaten Gumas Ir. Letus Guntur.

“Peserta pelatihan menjahit terdiri dari tiga kelompok,” kata Letus Guntur, Senin (10/9/2018).

Dia menyampaikan, peserta pelatihan berasal dari tiga desa yang tersebar di wilayah Kabupaten Gunung Mas yakni Desa Tewai Baru, Kecamatan Sepang, Desa Tewang Pajangan, Kecamatan Kurun dan Kelurahan Kuala Kurun. Pelatihan itu untuk menigkatkan kemampuan dalam bidang menjahit untuk membuka lapangan pekerjaan.

“Setelah pelatihan, semua peserta akan diberikan mesin jahit dan mesin obras,” terang dia.

Letus menegaskan, setelah pelatihan menjahit selesai. Pihaknya akan terus memantau dan membimbing peserta pelatihan. Bila ada yang tidak memanfaatkan batuan mesin jahit dan mesin obras, akan dievaluasi.

“Apabila berhasil akan ada lagi bantuan untuk menambah peralatan menjahit,” ucapnya. (EPRA SENTOSA).

Cegah Pernikahan Dini Sosialisasi Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2018

Cegah Pernikahan Dini Sosialisasi Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2018

Gunung Mas – Sosialisasi Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2018 tentang Pencegahan Perkawinan Pada Usia Anak digelar Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Gumas) melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak (DP3A). Kegiatan ini digelar di GPU Tampung Penyang Kuala Kurun, Senin (3/9/2019) dengan peserta Kepala Perangkat Daerah, Kepala Desa Lurah se-Kecamatan Kurun, Kepala Sekolah jenjang SD, SMP dan MtsN, SMA, SMK, Damang Kec. Kurun Mantir Adat, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat se-Kecamatan Kurun. Kegiatan ini dibuka yang mewakili Bupati yaitu, oleh Sekda Gunung Mas Drs. Yansiterson, M.Si.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak (DP3A) Rumbun, SKM menyampaikan bahwa Berdasarkan data penelitian Pusat Kajian Gender dan Seksualitas Universitas Indonesia tahun 2015, terunkap perkawinan anak di Indonesia menempati peringakat kedua teratas di kawasan Asia Tenggara. Sekitar 2 juta dari 7,3 perempuan Indonesia berusia di bawah 15 tahun sudah menikah dan putus sekolah.

Fenomena pernikahan usia muda ini tampaknya merupakan “mode” yang terulang. Dahulu, perkawinan pada usia muda dianggap lumrah. Tahun berganti makin banyak yang menentang perkawinan pada usia muda namun fenomena ini kembali lagi.

“Contoh kasus yang sering kita lihat adalah menikah muda karena keterlanjuran hubungan seks akibatnya terpaksa dikawinkan karena terlanjur hamil dan orang tua tidak memberi pilihan pada anak itu selain menikah dengan sang pacar tetapi juga tidak ingin mengugurkan kandungan,” katanya.

Dalam sambutan tertulis Bupati Gunung Mas Drs. Arton S Dohong yang dibacakan oleh Sekda Drs. Yansiterson, M.Si menagtakan sebagai orang tua, untuk memberi kesempatan kepada anak-anaknya untuk tumbuh kembang, melalui pemenuhan hak-hak pendidikan, agar Indek pembangunan manusia meningkat.

“Minimal anak-anak harus mengenyam pendidikan, sampai mereka bisa menikmati hak pendidikan, pekerjaan yang strategis, sehingga ikut membangun daerah. Karena mereka yang akan melanjutkan pembangunan daerah ini, sehingga kasus pernikahan anak ini harus benar-benar menjadi perhatian kita semua,” ungkapnya.

Penguasaan diri, sangatlah penting dalam membangun emosi yang sehat dan stabil. Penguasaan diri dalam berinteraksi di suatu lingkungan sosial, akan menumbuhkan self-awarness atau mewas diri untuk lebih berhati-hati dalam bertindak, bertutur dan berprilaku.

“Menurutnya perkawinan pada usia anak, merupakan tanggung jawab kita bersama. Keterlibatan semua stakeholder dibutuhkan untuk saling bersinergi, terus berupaya mendorong semua pihak, terutama masyarakat dan para orang tua khususnya, menjalankan fungsi dan perannya masing-masing, demi terciptanya Generasi Emas Indonesia di masa depan,” tukasnya.

Tujuan dari kegiatan ini, terbagunnya komitmen, partisipasi dan peran aktif para pemangku kepentingan dan masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan bidang tumbuh kembang anak, khusnya dalam pencegahan perkawinan pada usia anak. Meninkatkan koordinasi, serta meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan lembaga pengasuhan atau instansi terkait yang menangani anak-anak, dalam menyusun kebijakan dan terwujudnya salah satu indicator Kabupaten layak anak

 

Press Release Bidang Pengelolaan Informasi Publik.

 

Kesbangpol Gelar Pelatihan Teknis Penyusunan Laporan Keuangan

Kesbangpol Gelar Pelatihan Teknis Penyusunan Laporan Keuangan

Gunung Mas – Pemerintah Kabupaten Gunung Mas melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbang pol) menggelar Pelatihan Teknis Penyusunan Laporan Keuangan, bagi organisasi kemasyarakatan dan Partai Politik (Parpol) untuk memantau keuangan yang akuntabel dan transparan.

Pelatihan yang digelar di GPU Tampung Penyang, Selasa (28/8/2018) pagi. Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) yang diikuti Ketua, sekretaris dan bendahara partai politik, Ketua dan bendahara organisasi kemasyarakatan di Kabuapten Gunung Mas.

Dalam sambutannya Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Drs. Tasa Torang mengatakan penyelenggaraan semacam ini mempunyai makna yang sangat penting, mengingat disamping sebagai Forum silahturahmi juga merupakan momentum yang sangat tepat, guna meningkatkan pengetahuan dan kerjasama antara Pemerintah Daerah dan organisasi Kemasyarakatan/Lembaga Swadaya Masyarakat dan Partai Politik yang ada diwilayah Kabupaten Gunung Mas.

“Untuk Partai Politik yang mendapatkan kursi di DPRD Kabupaten Gunung Mas berhak memperoleh bantuan dari pemerintah daerah melalui APBD dimana dalam hal ini ada 8 (delapan) partai politik yang berhak mendapatkan bantuan keuangan dari APBD yang besarnya dihitung berdasarkan hasil sura sah pada pemilihan Legislatif Tahun 2014,” ungkap Drs. Tasa Torang.

“Partai politik wajib menyampaikan laporan pertanggungjawaban penerimaan dan pengeluaran keuangan yang bersumber dari APBD paling lambat 1 (satu) bulan setelah tahun anggaran berakhir kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk dilakukan pemeriksaan,” ungkap Kepala Badan Kesbangpol.

Sementara, Ketua Panitia  Pelaksana kegiatan Drs. Gantian Pasti mengatakan, maksud dan tujuan kegiatan ini meningkatkan kemampuan pengurus, bendahara Ormas dan Partai Politik dalam membuat dan menyusun laporan pertanggungjawaban penggunaan bantuan keuangan.

“Nara Sumber pada kegiatan ini, 1. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Gunung Mas 2. Sekretaris Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah,” kata Ketua panitia.

Penggunaan bantuan keuangan partai politik diprioritaskan untuk pendidikan politik bagi anggota partai politik dan masyarakat serta digunaan untuk operasional sekretariat partai politik.

Press Release Bidang Pengelolaan Informasi Publik.