by Muhammad Fiqri Baihaqi | Nov 13, 2019

FOTO BERSAMA : Kepala DPMD Kabupaten Gunung Mas Yulius Agau, Kabid Pertanahan Lambang Agus yang mewakili Kepala Dinas Kehutanan dan Pertanahan, Kepala Bidang Kelembagaan Perkembangan dan Kerja Sama Desa yang juga sekaliguis mahasiswa Pasca sarjana UPR Prodi PSALP Herianto, S.Hut, Dosen UPR Dr. Renhard Jemi, S.Hut., MP, Dr. Ir. Abdul Mukti, MP, berfoto bersama para peserta FGD. tentang potensi dan strategi pengembangan objek wisata Tahura Lapak Jaru Kuala Kurun, di Aula Hotel Insevas, Rabu (13/11) pagi.
Gunung Mas – Dinas Kehutanan dan Pertanahan dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Gunung Mas (Gumas), menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) tentang potensi dan strategi pengembangan objek wisata Lapak Jaru Kuala Kurun bekerja sama dengan Universitas Palangka Raya Kalimantan Tengah (Kalteng).
“Pelaksanaan kegiatan FGD yang dilaksanakan pada hari ini merupakan sarana untuk memperoleh masukan sarana untuk memperoleh masukan atau informasi penting tentang potensi dan strategis dan pengembangan khusu Objek wisata pada Tahura Lapak Jaru sebagai salah satu pelaksanaan kajian akademik mahasiswa Pasca sarjana UPR Prodi Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan (PSALP) serta untuk bahan analisis penyelesaian lebih lanjut dari para pihak yang berkompeten,” ujar Kepala Bidang Pertanahan Lambang Agus saat membecakan sambutan tertulis Kepala Kehutanan dan Pertanahan, bertempat di Aula Hotel Insevas, Rabu (13/11/2019) pagi.
Tahura Lapak Jaru merupakan satu – satunya tahura yang terdapat di Kabupaten Gunung Mas, Provinsi Kalimantan Tengah yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, SK.240/Menlhk/Sekjen/PKTL.2/3/2016/tanggal 24 Maret 2016 seluas 4.119 Hektar.
Pemerintah Daerah Kabupaten Gunung Mas melalui SKPD Dinas Kehutanan dan Pertanahan yang diberi amanah untuk mengelola tahura sesuai Perda Nomor 36 tahun 2016 menyambut baik kegiatan ini dan memberikan apresiasi kepada peneliti yang tergerak dan perduli melakukan risert di kawasan Tahura Lapak Jaru dengan fokus pada pengembangan objek wisata atau lebih spesifiknya Ekonomi.
“Dapat kami sampaikan bahwa tujuan pengelolaan Tahura Lapak Jaru ini yakni guna terjaminnya kelestarian kawasan tahura, terbinanya koleksi flora fauna, optimalnya manfaat Tahura untuk (wisata alam, penelitian, pendidikan, ilmu pengetahuan, menunjang budidaya dan budaya bagi kesejahteraan rakyat) serta sarana untuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah,” kata lambang Agus.
Lanjut dia RPJMD Tahun 2019 – 2024 Kabupaten Gunung Mas ada 3 (tiga) fokus pembangunan pada RPJMD yakni Smar Tourisme, Smart farming dan Smart Human Resource. Sehingga pengelolaan sektor pariwisata pada Tahura merupakan program yang strategis sebagai salah satu upaya SKPD dinas Kehutanan dan Pertahanan dalam mendukung pencapaian indicator keberhasilan RPJMD Kabupaten Gunung Mas.
Lebih lanjut Lambang Agus mengatakan, kondisi seperti ini melalui forum ini saya ingin mengajak mari kita semua apapun profesi mari kita bergandeng tangan saling bersinergi untuk membangun Tahura Lapak Jaru sebagai salah satu aset kebanggaan Daerah Kabupaten Gunung Mas.
“Strategis optimal pengelolaan tahura secara garis besar dapat dilakukan 2 strategi, yang pertama memperkuat kapasitas pengelola (regulasi, organisai, anggran, SDM dan Sapras) dan kedua Menguranggi tekanan (penegakan hukum dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat guna efektifitas kedua strategi optimalisasi pengelolaan tahura tersebut sangat perlu membangun jaringan kerja yang melibatkan pemerintah, dan Swasta dan Masyarakat,” pungkasnya.
Tujuan terselenggarnya kegiatan tersebut, mengindentifikasi serta mempublikasi potensi wisata di tahura lapak jaru Kuala Kurun. sebagai bahan guna merumuskan strategi pengembangan wisata di kawasan wisata Tahura Lapak Jaru Kuala Kurun. mensosialisaikan tentang keberadaan tahura lapak jaru Kuala Kurun sebagai salah satu kekayaan sumber daya alam pendapan asli daerah (PAD).
Turut hadir Kepala DPMD Yulius Agau, S.Sos, Dr. Renhard Jemi, S.Hut., MP, Dr. Ir. Abdul Mukti, MP Dosen Universitas Palangka Raya. Kepala Bidang Kelembagaan Perkembangan dan Kerja Sama Desa Herianto, S.Hut
by Muhammad Fiqri Baihaqi | Nov 12, 2019
Gunung Mas – Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong, SE., M.Si membuka secara resmi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke – 15 Tingkat Kabupaten Gunung Mas dengan ditandai penekanan tombol sirene didampingi oleh Wakil Bupati Gunung Mas Ir. Efrensia L.P Umbing dan sejumlah Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Dalam sambutan Bupati Gunung Mas menayampaikan, “Secara pribadi dan Pemerintah Dearah Kabupaten Gunung Mas, saya menyambut baik, penuh rasa syukur dan gembira serta suka-cita atas terselenggaranya MTQ Ke-15 Tingkat Kabupaten Gunung Mas Tahun 2019 yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Gunung Mas,” ujarnya di halaman Mesjid Agung Darul Janah, Senin, (11/11/2019) malam.
Disamping kita patut bersyukur kepada Tuhan yang Maha Esa, dimanan interaksi sosial antar umat beragama di Kabupaten Gunung Mas sangat kondusif. Hal ini karena terjalinnya kerjasama yang baik antara Pemerintah Daerah dan tokoh agama, tokoh masyarakat serta masyarakat yang ada di Kabupaten Gunung Mas.
Lanjut dia kita semua berharap dan berdoa, semoga pelaksanaan MTQ Ke-15 Tingkat Kabupaten Gunung Mas Tahun 2019 ini berjalan lancar tanpa rintangan dan halangan, dari awal sampai akhir pelaksanaan. Semoga event MTQ ini berhasil menyeleksi dan melahirkan yang terbaik dari seluruh cabang perlombaan, yang akan membawa dan mengangkat marwahdaerah pada event Propinsi dan Nasional berikutnya.
“Jaya mengajak semua peserta Kafilah dan semoga senantiasa dalam keadaan sehat wal’afiat dan selamat mengikuti kegiatan MTQ Ke-15 sampai selesai serta meraih prestasi terbaik. Dan kepada Dewan Hakim/Juri dan Penitera yang baru dilantik, saya ucapkan selamat bertugas, semoga Tuhan Yang Maha Kuasa selalu memberikan kekuatan dan petunjuk-Nya dalam setiap mengambil keputusan,” katanya.
Sementara itu ketua panitia MTQ ke- 15 Tingkat Kabupaten Gunung Mas Drs. H. Tarmiji mengatakan, tujuan penyelenggaraan MTQ ke-15 untuk mendorong dan meningkatkan pengetahuan, penghayatan dan pengamalan Al-Qur’an di lingkungan keluarga, masyarakat dan bangsa kita pada umumnya.
Waktu pelaksanaan dimulai pada hari Minggu Tanggal 11 November 2019 s.d 14 November 2019, cabang perlombaan 1 Cabang Tilawah Al-Qur’an a. Golongan tartil Al-Qu’an b. Golongan anak-anak (Putra-Putri) c. Golongan Remaja (Putra-Putri) d Golongan Dewasa (Putra-Putri).
Cabang Hifz Al-Qur’an a. Golongan 1 Juz + Tilawah (Putra-Putri) b. Golongan 5 Juz + Tilawah (Putra-Putri) 3. Cabang Fahmil Al-Qur’an (utra-Putri) 4. Cabang Kath Al-Qur’an (Putra-Putri) 5. Cabang Kath Al-Qur’an a. Golongan Naskah (Putra-Putri) b. Golongan Hiasan Mushaf (Putra-Putri) c. Golongan Dekorasi (Putra-Putri) d. Golongan Kontemporer (Putra-Putri). 6. Cabang Maulid Hasbsy a. Putra 11 Orang b. Putri 11 Orang.
Ketua LPTQ Kabupaten Gunung Mas Drs. H Muhamad Rusdi dalam sambutannya mengatakan, perlu disadari bahwa kegiatan MTQ bukan hanya semata-mata bersifat lomba, melainkan lebih daripada itu, yaitu merupakan media atau sarana dalam pembinaan keagamaan umat sehingga nilai-nilai Al-Qur’an dapat menghiasi dalam pola hidup sehari-hari.
Musabaqah Tilawatil Qur’an dilaksanakan tiap tahun secara berjenjang dan telah menjadi program nasional, mulai dari tingkat Kecamatan, Kabupaten, Propinsi, Nasional, bahkan Internasional. Dan kita harapan setiap pelaksanaan MTQ dapat menunjukan peningkatan kualitas dan kuantitas,” pungkasnuya.
“Kepada semua kafilah, saya ucapkan selamat datang di Kecamatan Kurun dan selamat berlomba pada MTQ ke-15 tingkat Kabupaten Gunung Mas Tahun 2019.
by Muhammad Fiqri Baihaqi | Nov 12, 2019
Gunung Mad – LPSE Kabupaten Gunung Mas, Jakarta – Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, bahwa pangadaan barang/jasa Pemerintah mempunyai peran penting dalam pelaksanaan pembangunan Nasional untuk meningkatkan pelayanan publik, pengembangan perekonomian nasional dan daerah, memberikan pemenuhan nilai manfaat yang sebesar-besarnya (value for money) serta kontribusi dalam peningkatan penggunaan produk dalam negeri, peningkatan peran UMKM, dan pembangunan berkelanjutan.

Dalam Rapat Koordinasi Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang diselenggarakan LKPP tahun ini mengangkat tema “Transformasi Pengadaan di Era Digital untuk SDM Unggul Indonesia Maju” yang diikuti berbagai Pimpinan

Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah/Instansi di seluruh Indonesia.
Salah satu agenda pada Rakornas PBJ 2019 tersebut, LKPP menyerahkan National Procurement Award 2019 yang merupakan penghargaan yang diberikan kepada Pimpinan Pemerintah Kabupaten Gunung Mas sebagai salah satu pemenang National Procurement Award 2019 kategori

“Komitmen Penerapan Standar LPSE:2014” berdasarkan tingginya komitmen, dedikasi dan implementasi pengadaan barang/jasa secara elektronik.
Penghargaan diserahkan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Roni Dwi Susanto kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Gunung Mas Drs. Yansiterson, M.Si di Jakarta Convention Center, Rabu 6 September petang. Penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa LPSE Kabupaten Gunung Mas terus berkomitmen menerapkan 17 (tujuh belas) Standar LPSE Nasional dari LKPP serta terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para pemangku kepentingan di bidang layanan pengadaang barang/jasa secara elektronik.
Penghargaan ini tidak terlepas dari dukungan dari Pemerintah Kabupaten Gunung Mas dalam memberikan perhatian kepada pengelola LPSE untuk meningkatkan layanan dalam proses pengadaan barang/jasa di Kabupaten Gunung Mas.
by Muhammad Fiqri Baihaqi | Nov 12, 2019

MELEPAS : Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong, SE., M.Si didampingi Wakil Bupati Ir. Efrensia L.P Umbing, M.Si saat melepas peserta pawai Ta’arup. Foto PROTOKOL GUMAS.
Gunung Mas – Pelepasan Pawai Taaruf Musabagah Tilawatil Qura’n (MTQ) ke XV Tingkat Kabupaten Gunung Mas diawali dengan Kafilah Kecamatan Sepang.
Peserta dilepas langsung oleh Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong, SE., M.Si bertempat di Taman Kota Kuala Kurun, Senin (11/11/2019).
Pelepasan Pawai Taaruf yang diikuti ratusan peserta dari 8 Kecamatan se-Kabupaten Gunung Mas ditandai dengan pengibaran bendera star oleh Bupati Gumas Jaya Samaya Monong, SE., M.Si. didampingi Ketua TP-PKK Mimie Mariatie Jaya Samaya Monong, Wakil Bupati Gunung Mas Ir. Efrensia L.P.Umbing, M.Si, Ketua Pengadilan Negeri Kuala Kurun Kelas II Rudi Ruswoyo, S.H, MH, Kejari Gunung Mas Koswara, SH., MH, Ketua Pengadilan Agama Aliudin, SH.,MH, Kemenag Anang Rusli, Yang mewakili Kapolres Gumas kabag Sumda Kompol Surya Pahmi, Kepala SKPD, serta undangan lainnya.
Dalam pelaksanaan pawai ta’aruf tersebut tidak hanya dilakukan sebagai acara seremonial prosesi pembukaan MTQ ke XV semata, akan tetapi juga merupakan salah satu cabang lomba yang akan dinilai oleh dewan juri. Pemenang pawai ta’aruf tersebut akan diumumkan pada saat penutupan MTQ ke XV.
“Pawai Ta’aruf ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan MTQ ke XV, dan juga sebagai tanda dimulainya perhelatan MTQ tingkat Kabupaten Gunung Mas (Gumas) yang dilaksanakan pada tanggal 10-14 November kata Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong, SE., M.Si.
Katua panitia MTQ ke XV tingkat Kabupaten tahun 2019 Tarmiji menuturkan, pelepasan MTQ tersebut diikuti oleh Kecamatan Sepang, Kecamatan Tewah, Kecamatan Kahayan Hulu Utara, Kecamatan Rungan barat, Kecamatan Damang Batu, Kecamatan Rungan, Kecamatan Manuhing, Kecamatan Kurun sebagai tuan rumah.
“Secara keseluruhan, kafilah yang mengikuti MTQ ke XV berjumlah 469 orang, Sepang berjumlah 65 orang Tewah 75 orang, Kahayan Hulu Utara 50 orang, Rungan Barat, 45 orang, damang Batu 52 orang Rungan 53 orang, Manuhing 52 orang dan Kurun 77 orang,” pungkasnya.
by Muhammad Fiqri Baihaqi | Nov 11, 2019
Pemukulan Katambung Oleh Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong, SE., M.Si kiri dan Ketu DAD Provinsi Kalteng Agustiar Sabran, S.Kom, Wakil Bupati Gumas Ir. Efrensia L.P Umbing, M.Si tanda dibukanya, Musyawarah Daerah (MUSDA) II Dewan Adat Dayak Kabupaten Gunung Mas Tahun 2019.
Gunung Mas – Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong, SE., M.Si menghadiri kegiatan, Musyawarah Daerah (Musda) II, Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Gunung Mas tahun 2019 yang dihadiri oleh Ketua DAD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran, S.Kom, Wakil Bupati Gunung Mas Ir. Efrensia L.P. Umbing, M.Si Sekda Gumas Drs. Yansiterson, M.Si, PLT. Ketu Umum Dewan Adat Dayak Kabupaten Gunung Mas Mambang Tubil, Kepala Perangkat Daerah (SKPD), Camat, Damang Mantir, Adat, dan Organisasi Kemasyarakatan.

“Lembaga Dewan adat dayak menjujung tinggi nilai dan harkat martabat sesuai dengan filosopi huma betang dan belom behadat, yang dimaknai untuk sebesar-besarnya bagi kepentingan masyarakat adat, keadilan, bertanggung jawab, persatuan, musyawarah dan mufakat,” ujar Bupati Gumas Jaya Samaya Monong, SE., M.Si di GPU Damang Batu.
Pada kesempatan ini saya ingin mengajak seluruh unsur yang terlibat dalam kegiatan kita pada hari ini untuk bersama-sama menyatukan persepsi dan tujuan disetiap proses kegiatan agar dapat menciptakan hasil sesuai dengan harapan kita bersama.
“Dan kedepan, saya mengharapkan untuk kepengurusan DAD Kabupaten Gunung Mas terpilih yang baru nantinya beserta dengan seluruh Damang Se-Kabupaten Gunung Mas untuk berperan aktif dalam menjaga kemajuan dan perbedaan yang ada di dalam masyarakat sekaligus dapat memberi warna baru bagi bagi perkembangan budaya dan adat istiadat,” katanya Bupati.
Lanjut dia tugas Dewan Adat Dayak cukup luar biasa, selain harus dapat memberikan pengabdiannya untuk masyarakat dayak juga bersifat sosial kemasyarakatan untuk memperjuangkan hak masyarakat seperti keamanan, kenyamanan dan keadilan.
Dia menambhakan, tidak lama lagi akan dilakukan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaliamntan Tengah (Kalteng), diharapkan DAD bisa menjadi pelopor bagi organisasi lainnya, untuk terlibat dalam menjaga keamanan keamanan dan ketertiban masyarakat.
“DAD kita harapkan membantu aparat kepolisian, Komisi Pemilihan umum (KPU), bersama dengan masyarakat untuk menepis isu yang bersipat hoaks dan provokatif, baik dalam lingkungan masyarakat maupun media sosial,” pungkasnya.