by Muhammad Fiqri Baihaqi | Jan 5, 2021
Kuala Kurun gunungmaskab.go.id – Lagi-lagi Polres Gunung Mas mendapat penghargaan atas prestasi kinerjanya dari Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah (Polda Kalteng). Seperti selogan “Sebuah Totalitas Menghasilkan Harga Pantas” itulah hasil dari kerja keras Polres Gunung Mas selama ini.
Kali ini Ipda Budi Utomo, S.H., yang menjabat sebagai Kasatresnarkoba di Polres Gunung Mas mendapat penghargaan dari Polda Kateng karena telah berhasil menggagalkan angka peredaran gelap Narkotika di wilayah hukumnya.
Atas kesungguhannya untuk memerangi penyalahgunaan Narkotika tersebut, hari ini kesatuan dibawah pimpinan Ipda Budi Utomo, S.H., diganjar sebuah penghargaan langsung dari orang nomor satu di Polda Kalteng Irjen. Pol. Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si., M.M., yang berlangsung di Lapangan Barigas Mapolda Jalan Tjilik Riwut Km. 1 Kota Palangka Raya, Senin (04/01/2020) pagi.
Menurut informasi yang berhasil dihimpun, perwira pertama yang juga mantan Kapolsek Hanau tersebut pada kurun waktu tiga bulan menjabat Kasatresnarkoba telah menggagalkan 10 kasus Narkotika di wilayah hukumnya.
Bahkan, jumlah kasus Narkotika yang ditangani Polres Gunung Mas naik drastis mencapai 120 %. Karena pada tahun 2019 lalu tercatat hanya 15 kasus, tetapi pada tahun 2020 setidaknya menembus angka 33 kasus Narkotika.
“Semua keberhasilan ini tidak luput dari dukungan dari seluruh lapisan masyarakat. Kami sebagai Aparat Penegak Hukum cuma melaksanakan tugas yang diamanatkan. Tetapi yang pasti, sebuah totalitas kami dilapangan akan menghasilkan harga yang pantas untuk kita semua,” tegasnya.
by Muhammad Fiqri Baihaqi | Jan 5, 2021
Kuala Kurun gunungmaskab.go.id – Nampak dan jelas papan ucapan dengan tulisan “Terimakasih Kepada TNI-Polri Telah Membubarkan FPI” berjajar di halaman Mapolres Gunung Mas (Gumas). Papan ucapan tesebut berasal dari Organisasi Masyarakat Dayak yang ada di Kab. Gumas seperti Batamad, Fordayak, Gerdayak, dan Kudamata.
Menanggapi kiriman papan ucapan terimakasih, Kapolres Gumas AKBP Rudi Asriman, S.I.K menerangkan banyak sekali dukungan dan karangan bunga yang kami terima dari berbagai elemen masyarakat khususnya di wilayah Kab. Gumas, terima kasih telah mempercayakan kami sebagai Aparatur Penegak Hukum, Senin (4/1/2021) siang.
“Beberapa hari lalu Pemerintah Pusat mengumumkan pembubaran Organisasi Masyarakat (Ormas) Front Pembela Islam ( FPI ) ternyata mendapat apresiasi dan dukungan dari beberapa Ormas Dayak yang ada di Kab. Gunung Mas,” ungkap Kapolres.
Rudi juga mengatakan dirinya bangga lantaran ternyata banyak elemen masyarakat Kalteng khususnya di Kab. Gumas yang masih menjaga toleransi dan Pancasila. Dia pun menegaskan jajaran Polres Gumas akan menindak tegas ormas-ormas intoleran.
“Kami akan menindak tegas terhadap Ormas-ormas yang bertentangan dengan Pancasila, menganut paham radikal dan intoleran,” tuturnya.
Ia juga mengajak semua elemen masyarakat di Kalteng menjaga kedamaian. Dia pun meminta masyarakat juga menjaga kerukunan antar suku, agama, ras dan antar golongan.
“Mari kita ciptakan kedamaian dan kerukunan di Bumi Tambun Bungai ini,” ajaknya mengakhiri wawancara.
by Muhammad Fiqri Baihaqi | Jan 5, 2021
Kuala Kurun gunungmaskab.go.id – Nampak beberapa papan ucapan dengan tulisan “Terimakasih Kepada TNI-Polri Telah Membubarkan FPI” berjajar di Kepolisian Resor Gunung Mas (Polres Gumas) dan Markas Komando Rayon Militer Koramil 1016-06/Kurun, Kelurahan Kuala Kurun, Kecamatan Kurun. Nampak papan ucapan itu berasal dari Organisasi masyarakat yang ada di Kab. Gunung Mas seperti Batamad, Gerdayak, Kudamata, dan Fordayak, Senin (4/01/2021).
Salah satu Komandan Brigade Ormas dari Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak (Batamad) Kab. Gunung Mas Inoni S.Sos M.Si, saat di konfirmasi via telepon, Senin (4/01/2021) malam mengatakan, Kami sangat apresiasi kepada institusi TNI-POLRI dalam penindakan terhadap ormas-ormas yang dianggap radikal dan inteloran yang berdiri di Negara Republik Indonesia.
“Sebagai tanda apresiasi kinerja TNI-POLRI Batamad Kab. Gunung Mas memberikan karangan bunga sebagai ucapan terimakasih Kepada TNI-Polri telah membubarkan FPI,” ungkap pria yang akrab di sapa Inon.
Batamad khususnya Batamad Kab. Gunung Mas menganggap organisasi FPI (Front Pembela Islam) merupakan organisasi yang tidak mencerminkan kedamaian dan merupakan lembaga eksklusif untuk mereka sendiri bukan pada umat muslim pada umumnya, sehingga mereka melakukan penindakan semaunya sendiri. Sebenarnya untuk penindakan itu adalah tugas Polri dan TNI bukan Ormas seperti FPI, jelasnya.
“NKRI ini sudah diatur sesuai Pancasila dan UUD 1945, semua Institusi Pemerintahan baik TNI-Polri itu sudah memiliki tugas pokok mereka sendiri. Begitu juga Ormas ini jelas tugasnya menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa dengan tujuan untuk menjaga, memelihara, serta memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa,” tandas Inon.
Dihari yang sama Ketua Gerakan Pemuda Dayak (Gerdayak) John Tristiandar di konfirmasi via telepon mengatakan, ini adalah bentuk dukungan dan ucapan terimakasih atas pembubaran Ormas yang radikal dan intoleran seperti Ormas FPI.
“Ormas FPI harus di bubarkan karena mengganggu ketentraman dan kedamaian antara umat beragama sehingga bisa memecahbelah Persatuan dan Kesatuan Negara Republik Indonesia,”
Seharusnya Ormas itu menjaga, memelihara, serta memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa sesuai landasan dibentuknya sebuah organisasi, tegas John.
“Semua Ormas yang ada di Kalimantan Tengah khususnya Kabupaten Gunung Mas harus mendukung serta membantu Pemerintah untuk menjadi negara yang lebih maju, jaya, serta menciptakan kedamaian dan mempererat tali persaudaraan,” harapnya mengakhiri wawancara.
Ketua Fordayak Gunung Mas Edwin Van Houten menambahkan, pada hakikatnya Ormas itu dibentuk dengan tujuan menjaga Persatuan dan Kesatuan NKRI dan mencegah segala bentuk kegiatan yang dibentuk oleh kelompok/perorangan yang bertentangan dengan Ideologi Pancasila, menjaga nilai agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
Dengan dikeluarkannya Surat Keputusan Bersama (SKB) Enam Menteri dan Lembaga No. : 220/4780 Tahun 2020, No. : M.HH/14.HH 05. 05, Tahun 2020, No. : 690 Tahun 2020, No. : 264 Tahun 2020, No. : KB/3/XII Tahun 2020, dan No. : 320 Tahun 2020, tentang Larangan Kegiatan, Penggunaan Simbol dan Atribut serta Penghentian Kegiatan FPI, tanggal 30 Desember 2020, mendapat dukungan dan respon luar biasa dari para petinggi Fordayak se-Kalimantan, ungkap pria yang akrab di panggil Eenk.
Seluruh Dewan Pimpinan Daerah mengirimkan papan bunga ucapan terimakasih kepada TNI dan Polri di wilayah masing masing, lanjutnya.
“Menjaga kerukunan, kedamaian, dan keamanan Negara adalah tugas kita bersama. Mari bersama TNI Polri turut serta menjaganya,” pesan Edwin Van Houten Ketua DPD Kabupaten Gunung Mas.
by Muhammad Fiqri Baihaqi | Jan 4, 2021
PALANGKA RAYA gunungmaskab.go.id – Berdasarkan data yang disampaikan Tim Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Kalimantan Tengah pada Minggu (3/1/2021), pemeriksaan swab di wilayah setempat telah mencapai hingga 34 ribu orang lebih.
“Jumlah orang yang diperiksa swab atau suspek ada penambahan sebanyak 36 orang, sehingga dari semula 34.541 orang, menjadi 34.577 orang,” kata Ketua Satgas Sugianto Sabran, melalui Kepala Bagian Kehumasan Satgas Agus Siswadi dalam rilisnya.
Adapun jumlah orang yang diperiksa swab tersebut merupakan kumulatif dari sekitar 29 rumah sakit, baik milik Pemerintah Daerah maupun Swasta.
Diantaranya RSUD Doris Sylvanus, RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, RSUD dr Murjani Sampit, RSUD Jaraga Sasameh Buntok, RS Bhayangkara, RS TNI, RS Kota Palangka Raya dan lainnya.
Berdasarkan pemeriksaan swab terhadap 34.577 orang di berbagai rumah sakit tersebut, sebanyak 9.901 diantaranya dinyatakan positif COVID-19.
Lebih lanjut dijelaskannya, kasus konfirmasi bertambah 64 orang, sehingga dari semula kumulatif sebanyak 9.837 orang, kini menjadi 9.901 orang.
Penambahan itu, yakni di Palangka Raya 20 orang, Kotim 16 orang, Kobar 21 orang, Seruyan 2 orang, Pulpis 1 orang, Kapuas 2 orang, Barut 1 orang dan Mura 1 orang.
Kemudian sembuh bertambah 99 orang, yaitu di Palangka Raya 28 orang, Kotim 5 orang, Kobar 19 orang, Sukamara 3 orang, Seruyan 21 orang, Pulpis 1 orang, Kapuas 2 orang, Barut 17 orang dan Mura 3 orang.
Kasus meninggal, ada penambahan 4 orang, yaitu di Palangka Raya, Kotim, Kobar dan Bartim, sehingga dari semula 270 orang, kini kumulatifnya menjadi 274 orang, dengan tingkat kematian atau Case Fatality Rate (CFR) 2,8 persen.
“Tim satgas selalu mengingatkan masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan, guna memutus mata rantai sebaran COVID-19, seperti memakai masker, mencuci tangan, serta menjaga jarak guna menghindari kerumunan.
by Muhammad Fiqri Baihaqi | Jan 4, 2021
gunungmaskanb.go.id Ditsamapta – Personel Direktorat Samapta (Ditsamapta) Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) mengasah kemampuan beladiri di sela-sela pengamanan yang dilajukan di Kantor Bawaslu Provinsi Kalteng, Jalan G. Obos, Kota Palangka Raya, Senin (04/01/2021) pagi.
Direktur Samapta (Dirsamapta) Kombes Pol Susilo Wardono, S.I.K., M.H melalui Perwira Pengendali Lapangan (Padal) IPDA Arya Tanjung, S.Tr.K menjelaskan kegiatan kali ini adalah beladiri menggunakan alat perorangan seperti baton stick.
“Latihan beladiri kali ini kami lakukan dengan alat perorangan seperti baton stick ,” tutur Arya usai kegiatan.
IPDA Arya juga menambahkan, selain untuk mengasah kemampuan masing-masing personel, latihan beladiri kali ini juga menunjang pelaksanaan tugas di lapangan serta sebagai bentuk pertahanan diri pada situasi tertentu yang memerlukan adanya tindakan Kepolisian yang tegas dan terukur.
“Baladiri kali ini selain untuk mengasah kemampuan juga menunjang pelaksanaan tugas dilapangan yang menbutuhkan tindakan Kepolisian ,” tegasnya. Humpoldakalteng Foto : Humpoldakalteng