FOKUS PEMBANGUNAN MANUSIA MELALUI SEKTOR PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

FOKUS PEMBANGUNAN MANUSIA MELALUI SEKTOR PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

FOKUS PEMBANGUNAN MANUSIA MELALUI SEKTOR PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Setelah gencar melakukan berbagai pembangunan infrastruktur yang bermanfaat sebagai sabuk pemersatu bangsa, penguat interkonektivitas, serta pendorong proses ekonomi yang semakin efektif dan efisien, saat ini, pemerintah mengalihkan fokus pembangunan ke pembangunan sumber daya manusia (SDM). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah menyiapkan tiga fokus pembangunan manusia di sektor pendidikan dan kebudayaan. Di antaranya, pendidikan anak usia dini (PAUD), pendidikan karakter yang menjadi prioritas pada jenjang pendidikan dasar, serta penyiapan generasi yang cakap dan terampil melalui jenjang pendidikan menengah dan pendidikan masyarakat.

Presiden Joko Widodo berpesan agar pembangunan karakter bangsa, budi pekerti, sopan santun, nilai-nilai etika, dan agama harus menjadi perhatian dunia pendidikan ke depan. “Kita semua merayakan dengan bergembira. Tapi ingat bahwa pembangunan karakter bangsa, budi pekerti, sopan santun, nilai-nilai etika, agama ke depan harus menjadi perhatian dunia pendidikan kita dalam rangka pembangunan sumber daya manusia yang memiliki karakter dan kualitas yang baik,” disampaikan Presiden Joko Widodo di Karanganyar, Jawa Tengah (2/5/2019).

Tema Hari Pendidikan Nasional Tahun 2019 adalah “Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan”. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengungkapkan bahwa tema ini mencerminkan pesan penting Ki Hajar Dewantara terkait hubungan erat pendidikan dan kebudayaan. “Perpaduan dunia pendidikan dan kebudayaan sangat penting dalam menciptakan ekosistem yang syarat nilai dan pengalaman, guna membingkai hadirnya sumber daya manusia yang berkualitas, demi terwujudnya Indonesia yang berkemajuan,” terangnya.

Peranan Kebudayaan dalam pembangunan nasional menjadi semakin kuat dengan disahkannya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, serta Strategi Kebudayaan hasil rekomendasi Kongres Kebudayaan tahun 2018. “Implementasinya diharapkan semakin meningkatkan ketahanan budaya, dan mampu mengambil peran di tengah peradaban dunia,” ujar Muhadjir.

Mendikbud berpendapat bahwa proses pendidikan hendaknya tak semata-mata terkait pencerdasan secara intelektual saja, tetapi juga pematangan emosional, sosial, dan spiritual yang memperkuat karakter bangsa. “Pendidikan karakter dimaksudkan untuk membentuk insan berakhlak mulia, empan papan, sopan santun, tanggung jawab, serta budi pekerti yang luhur,” tuturnya.

Hadirnya Generasi Z yang terlahir di era digital, serta pesatnya teknologi saat ini hendaknya dapat dimanfaatkan para pendidik untuk menerapkan pendidikan berbasis teknologi digital dengan sentuhan budaya Indonesia. “Hal penting yang perlu diperhatikan adalah pengoptimalan peran tri pusat pendidikan, yakni keluarga, sekolah, dan masyarakat. Ketiga pusat pendidikan tersebut harus saling mendukung dan menguatkan,” ujar Mendikbud.

“Kecintaan dan kebanggaan pada simbol-simbol negara juga harus terus ditanamkan kepada generasi muda agar semakin kuat rasa nasionalismenya dan berjiwa patriot,” tambah Muhadjir.

Sementara itu, ikhtiar membekali keterampilan dan kecakapan generasi muda perlu disertai pula dengan penanaman jiwa kewirausahaan. Mendikbud meyakini bahwa pendidikan yang baik dan terarah akan berdampak pada pelejitan kualitas sumber daya manusia.

“Prosesnya tentu tak sebatas pembelajaran di ruang-ruang sekolah, tetapi juga melibatkan secara proaktif segenap pemangku kepentingan, dari keluarga, masyarakat, hingga dunia usaha dan dunia industri (DUDI),” terangnya.

Saat ini Indonesia juga bersiap memasuki era Revolusi Industri 4.0 yang ditandai bekerjanya peranti-peranti digital baru serba canggih yang memadukan basis kinerja internet of thing, artificial intelligence, advance robotic, hingga big data analytics. Hal ini tentunya peru segera direspons dengan penyiapan sumber daya manusia yang andal, sekaligus mampu menciptakan ragam peluang baru secara kreatif, justru di tengah ancaman disrupsi, ketika banyak jenis pekerjaan manusia tergantikan mesin.

“Revitalisasi pendidikan vokasi, misalnya, dilakukan guna mempersiapkan itu semua. Tentu saja hal tersebut bagian dari kebijakan yang lebih komprehensif, yang terkait pula dengan perbaikan mutu guru hingga kelengkapan sarana prasarana yang dibutuhkan,” kata Muhadjir.

 

Gotong royong Memajukan Bangsa

Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hadjar Dewantara menyampaikan, “Setiap orang menjadi guru, setiap rumah menjadi sekolah”. Hal ini dapat dimaknai sebagai pesan penting agar seluruh warga bangsa proaktif dalam proses pendidikan. “Ikhtiar memajukan pendidikan bagi hadirnya sumber daya manusia yang berkualitas tentu tidak semata-mata bergantung kepada pemerintah pusat, tetapi juga proaktifnya pemerintah daerah dan segenap pemangku kepentingan lainnya, terutama DUDI,” ungkap Mendikbud.

Sebagaimana diketahui bersama, pendidikan merupakan salah satu urusan kongruen yang tanggungjawabnya dibagi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Saat ini, sekitar 63 persen anggaran fungsi pendidikan disalurkan pemerintah ke daerah melalui Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK). “Oleh karena itu, pemerintah daerah diharapkan semakin proaktif dalam mendorong kemajuan dunia pendidikan dan kebudayaan,” kata Mendikbud.

Pembangunan pendidikan dan kebudayaan dalam rangka penguatan sumber daya manusia yang berkualitas akan berjalan secara optimal bilamana terwujudnya sinergi dan peran aktif antara pemerintah, pemerintah daerah, dan segenap pemangku kepentingan.

“Marilah kita konsentrasikan segenap potensi pendidikan nasional yang menitikberatkan pembangunan manusia yang dilandasi karakter yang kuat, keterampilan, dan kecakapan yang tinggi, sehingga mampu menjawab tantangan perkembangan zaman yang semakin kompetitif,” ajak Mendikbud. (*)

  

**Disiapkan oleh Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kemendikbud dan Tim Komunikasi Pemerintah Kemenkominfo

 

 

 

Perayaan Paskah KPP/R Resosrt Dimeriahkan Dengan Berbagai Perlombaan

Perayaan Paskah KPP/R Resosrt Dimeriahkan Dengan Berbagai Perlombaan

Perayaan Paskah KPP/R Resosrt Dimeriahkan Dengan Berbagai Perlombaan

Gunung Mas – Komisi Pemuda dan Remaja (KPP/R) Resort GKE Kuala Kurun menggelar perlombaan, dalam rangka perayaan paskah di Gereja GKE Pandahang, Jumat (3/5/2019).

Sebelum perlombaan di mulai ada ibadah bersama yang dipimpin oleh Pdt. Tesi Irawaty, S.Th.

Usai Perlombaan Foto bersama dengan dewan juri dan panitia pereyaan paskah KPP/R tahun 2019.

Gereja se-Kawasan Resort GKE Kuala Kurun. Pemuda remaja terlibat dalam Berbagai perlombaan yang di pertandingkan antar lain, Baca Indah Alkitb yang di pilih dari Lukas 23 : 56b – 24 : 12 Pengkhotbah 12 : 1 – 14 1 Korintus 15 : 1 – 11 yang bertempat di dalam Gereja.

Peserta Vokal solo putra.

Estafet gado-gado, angkat air dalam baskom beregu menggunakan kaki, Lempar telur dibungkus menggunkan koran, vokal solo putra/putri, vokal grup, acara puncak pereyaan paskah dan iabadah bersama sekaligus pembagian piala pemenang, akan dilaksanakan besok malam pukul 18.00 WIB malam. Sekaligus pemutara vidio filem pendek

Adapun dewan juru untuk baca indah Alkitab Pdt. Tesi Irawati, S.Th, Pdt. Rina Januarti, S.Th, Pdt. Wahyuna, S.Th.

Sedangkan untuk juri vokal solo putra/putri Jefri Holmes Mandey,  Jenni Taruna, Hendra Swastika.

Perlombaan estafet gado-gado.

Dalam sambutan Ketua Resort GKE Kuala Kurun Pdt. Edison B Kuni, S.Th mengapresiasi kegiatan tersebut, dalam setiap perlombaan pasti dipilih yang terbaik untuk menjadi pemenang dan bagi yang belum meraih juara, supaya jangan berkecil hati dan tetap semangat.

”Saya mendukung kegiatan ini, terima kasih kepada panitia pelaksana peryaan paskah KPP/R Resort, atas terselenggaranya acara ini, jaga kekompakan, jalin kebersamaan antara sesama dan saling menghargai,” ucap Ketua Resort GKE Resosrt Kuaka Kurun Pdt.Edison B Kuni, S.Th.

Perlombaan lempar telur dibungkus dengan koran bekas.

Hal senada yang disampaikan Pdt. Lita, S.Th, persiapan dalam perlombakan sebagai taun rumah menyediakan tempat, untuk dilaksanakan perlombaan baik didalam gereja maupun di halam Gereja. Untuk persiapan lainnya dibantu oleh seluruh panitia perayaan paskah KPP/R Resort.

Dia berharap, kedepan kegiatan tersebut agar dilaksanakan setiap tahunnya. Supaya menjalin kebersamaan semua pemuda dan remaja, yang ada se-kawansan  Resort GKE Kuala Kurun.

Suasana perlombaan dalam perayaan paskah KPP/R, di halaman Gereja GKE Pandahang.

”Melalui event paskah saat ini pemuda remaja tidak hanya tau merayakan paskah itu bagaimana tetapi juga, mampu mengerti tentang paskah memberikan sukacita dan kemenangan bagi mereka secara pribadi. Kemenagan memberikan kebahagiaan motivasi untuk ikut terlibat didalam pelayanan dalam bergereja,” pungkasnya.

GANDENG DUNIA PENDIDIKAN DAN INDUSTRI,  KOMINFO SIAPKAN TALENTA DIGITAL INDONESIA

GANDENG DUNIA PENDIDIKAN DAN INDUSTRI, KOMINFO SIAPKAN TALENTA DIGITAL INDONESIA

GANDENG DUNIA PENDIDIKAN DAN INDUSTRI,  KOMINFO SIAPKAN TALENTA DIGITAL INDONESIA

Pemerintah Indonesia tengah menyiapkan berbagai langkah untuk mengantisipasi revolusi industri yang saat ini memasuki tahap keempat. Upaya itu melibatkan dunia pendidikan dan industri untuk menyiapkan talenta digital yang memiliki daya saing.

Laporan World Economic Forum 2018 memaparkan Indonesia masih memiliki banyak tantangan dalam menapak Revolusi Industri 4.0. Dari aspek kesiapan teknologi, Indonesia pada peringkat 80 dari 137 negara. Sementara dari aspek efisiensi pasar kerja, posisi Indonesia berada di peringkat 96 dari 137 negara. Sementara, secara global laporan dari McKinsey Global Institute (2017) memprediksi pada tahun 2030 sebanyak 800 juta pekerjaan di seluruh dunia akan hilang akibat otomatisasi.

Menghadapi hal itu, pemerintah telah berupaya mengembangkan ekosistem ekonomi digital telah diinsiasi dengan kerangka strategis dalam Making Indonesia 4.0, memangkas regulasi dan mendorong pengembangan inovasi  digital.

Kementerian Komunikasi dan Informatika berupaya untuk meningkatkan daya saing teknologi dengan beragam terobosan kebijakan. Mulai dari penyederhanaan regulasi hingga kebijakan afirmatif untuk pemerataan akses telekomunikasi dan internet. Melalui Proyek Palapa Ring, pemerintah berupaya memeratakan akses layanan telekomunikasi dan internet seluruh Indonesia.

Selain infrastruktur, Pemerintah juga telah menjadi fasilitator dalam mendorong kewirausahaan digital dan menumbuhkan talenta ekonomi digital.  Di level nasional, Pemerintah Indonesia tengah merombak  kurikulum pendidikan dengan lebih menekankan pada Science, Technology, Engineering, the Arts, dan Mathematics (STEAM)  serta meningkatkan kualitas sekolah kejuruan.

Antisipasi Kesenjangan

Dalam revolusi industri keempat, keberadaan akses infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi serta kebutuhan sumberdaya manusia saling bertautan. Pasalnya akan muncul kebutuhan atas kecakapan baru oleh industri dewasa ini. Pekerjaan masa depan memerlukan keterampilan baru yang jauh berbeda. Apabila proses transisi angkatan kerja tidak dikelola dengan baik, maka kesenjangan antara ketersediaan tenaga kerja dan keahlian yang dibutuhkan kian lebar.

“Revolusi Industri 4.0 dikhawatirkan akan kembali memangkas jumlah tenaga kerja secara besar-besaran sebagaimana terjadi pada revolusi-revolusi sebelumnya. Robot, mesin, dan aplikasi digital sudah mulai mengambil alih pekerjaan-pekerjaan manusia yang membutuhkan keterampilan dasar, mekanis, rutin, atau yang memerlukan presisi tinggi,” tutur Menteri Kominfo Rudiantara.

Guna memastikan penyiapan sumberdaya manusia yang selaras dengan dinamika Revolusi Industri 4.0, pemerintah selalu melibatkan pelaku dunia pendidikan, usaha, dan industri. “Perlu diantisipasi agar tidak kembali menelan korban pengurangan jumlah tenaga kerja yang diserap dalam bisnis dan industri,” tandas Menteri Rudiantara.

Indonesia memiliki keistimewaan tersendiri sebab akan lebih banyak pekerjaan yang tercipta—daripada yang hilang—menuju tahun 2030 mendatang.  Hasil riset McKinsey memperkirakan bahwa permintaan tenaga kerja yang memiliki keterampilan khusus akan naik 113 juta pada tahun 2030.

“Oleh karena itu, Pemerintah, dunia pendidikan dan dunia usaha serta industri harus bahu-membahu menumbuhkan dan mendampingi anak-anak muda untuk memiliki passion teknopreneur dan keterampilan digital agar bisa mengisi peluang kerja dalam Revolusi Indusri 4.0,” tandas Menteri Kominfo Rudiantara.

Menyiapkan Talenta Digital

Posisi Indonesia sebagai pemain utama dalam transformasi digital dan penciptaan teknologi masih perlu terus diupayakan. Generasi muda di Indonesia perlu terus didorong agar mampu unjuk gigi dalam persaingan di era digital. Apalagi Indonesia diproyeksikan akan mengalami bonus demografi di periode tahun 2028-2030, ketika usia produktif (15-64 tahun) akan membentuk persentase 67,2% dari total seluruh populasi (Bappenas dan BPS, 2018).

Laporan dari Asian Development Bank pada tahun 2015, menyatakan bahwa 52% dari populasi pekerja di Indonesia memiliki keterampilan di bawah standar (underqualified) untuk posisinya. “Kementerian Kominfo menggagas beasiswa pelatihan bidang teknologi informasi dan komunikasi bertajuk Digital Talent Scholarship 2019. Program ini memberikan beasiswa kepada 25.000 anak muda dalam bidang paling mutakhir seperti Artifical Intelligence, Big Data, Cloud Computing, Cyber Security, Internet of Things, dan Machine Learning guna menyambut Revolusi Industri 4.0,” ungkap Rudiantara.

Dalam Program Digital Talent Scholarship 2019, Kementerian Kominfo juga melibatkan dunia usaha dan industri untuk menyelaraskan kebutuhan sumberdaya manusia di bidang teknologi informasi dan komunikasi. “Kementerian Kominfo membuat pilot poroject yang diharapkan menjadi salah satu solusi atas adanya bagian yang hilang dari sistem pendidikan formal dewasa ini, yaitubelum ada keselarasan materi ajar dengan kebutuhan industri, utamanya di bidang teknis,” tutur Menteri Kominfo.

Dalam Digital Talent Scholarship 2019, dunia industri dapat memberikan masukan mengenai kebutuhan SDM saat ini dan beberapa tahun kedepan, skill dan kemampuan apa saja yang dibutuhkan sehingga diharapkan pemenuhan SDM tersebut dapat juga dihasilkan dari program pelatihan.

25 Ribu Beasiswa

Digital Talent Scholarship 2019hadir dengan skala yang lebih besar. Dua puluh lima ribu kursi beasiswa disediakan, dengan menggandeng deretan perusahaan teknologi global, startup lokal, politeknik serta universitas baik negeri maupun swasta.

“Prinsip inklusivitas pun tetap dipertahankan. DTS membuka kesempatan setara dan transparan bagi lulusan S1/D3, lulusan SMK, guru SMK, pelaku industri, ASN/PNS, serta TNI/POLRI,” jelas Kepala Badan Litbang SDM Kementerian Kominfo, Basuki Yusuf Iskandar.

Program Digital Talent Scholarship 2019 kali ini dibagi menjadi empat akademi yang akan dilangsung secara tatap muka, daring, dan kombinasi keduanya. Kategori pertama, Fresh Graduate Academy bagi lulusan S1/D3 dengan model pembelajaran tatap muka selama 144 jam pelajaran.

Kedua, Coding Teacher Academy bagi tenaga pengajar SMK dengan model pembelajaran kombinasi tatap muka dan daring selama 70 jam pelajaran. Ketiga, Vocational School Graduate Academy bagi lulusan SMK yang juga akan diselaraskan dengan model sertifikasi SKKNI selama 72 jam pelajaran.

Keempat, Online Academy bagi pelamar di luar tiga kategori sasaran di atas (pelaku industri, ASN/PNS, TNI/POLRI, dan umum) selama 70 jam pelajaran. Selain materi teknis, program DTS 2019 juga menyediakan beasiswa pelatihan kewirausahaan digital dan pendampingan pasca-pelatihan untuk mendapatkan posisi magang atau pekerjaan bagi peserta yang terpilih.

“Pendaftaran dibuka tanggal 20 April 2019 dan ditutup pada tanggal 19 Mei 2019 pukul 23.59 WIB.  Untuk informasi lebih lanjut dan pendaftaran silakan akses https://digitalent.kominfo.go.id,” jelas Basuki Yusuf Iskandar.

Melalui Program Digital Talent Scholarship 2019, Kementerian Kominfo memahami bahwa pekerjaan saat ini sangat kuat dibentuk oleh perubahan teknologi. Dan sekaranglah saatnya untuk mengutamakan pengembangan keterampilan dan sumber daya manusia demi ekonomi Indonesia yang gemilang di masa depan.  ***

BPB-PK Provinsi Kalimantan Tengah Sosialisasi Pencegahan dan pengurangan Risiko Bencana

BPB-PK Provinsi Kalimantan Tengah Sosialisasi Pencegahan dan pengurangan Risiko Bencana

BPB-PK Provinsi Kalimantan Tengah Sosialisasi Pencegahan dan pengurangan Risiko Bencana

Foto : Bersama peserta usai kegiatan sosialisasi pencegahan dan pengurngan resiko bencana, bertempat di runag rapat lantai I kantor Bupati Gunung Mas 

Kuala Kurun – Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran Provinsi Kalimantan Tengah (BPB-PK) Menyosialisasi Pencegahan dan Pengurangan Resiko bencana, yang diikuti berjumlah 50 orang peserta terdiri dari dinas/instansi pemerintah, Aparat Kecamatan, Kelurahan, Desa, Tagana, Damkar/TRC/PMI Karang Taruna, organisasi kemasyarakatan dan Dunia usaha guru-guru dan siswa di lingkungan sekolah pemerintah Kab. Gunung Mas.

Saat Pembukaan Sosisalisasi Pencegahan dan pengurangan risiko bencana di Gunung Mas tahun 2019. di awali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Kegiatan ini dibuka oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Gumas, Drs. Ambo Jabar, M.Si yang bertempat di ruang rapat lantai I Kantor Bupati Gunung Mas, Kamis (2/5/2019).

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gunung Mas Ir. Simpati mengucapkan terimakasih kepada Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran Provinsi Kalimantan Tengah BPB-PK yang sudah mempasilitasi kegiatan ini.

Kepala Bidang Pencegahaan dan Kesiapsiagaan BPB-BK Provinsi Kalimantan Tengah sebagai narasumber. Kibue Sungan mengatakan, Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengacam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan atau non alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia.

Materi yang disampaikan narasumber dari Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran Provinsi Kalteng Kepala Bidang Pencegahaan dan Kesiapsiagaan Kibue Sungan, Kamis (2/5/2019).

”Dikatakannya, pengurangan Risiko Bencana adalah upaya untuk melindungi penghidupan (livelihood) dan asset individu dan masyarakat dari dampang bencana melalui kegiatan. Pelibatan seluruh stakeholder, melakukan penenggulangan bencana sesuai siklus bencana, melakukan manajemen risiko bencana,” ungkap Kibue sungaan dalam menyampaikan materinya.

Kegiatan sosialisasi tersebut, dipandu oleh moderator Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Gunung Mas Drs. Penyang D Masal, ada tiga pertanyaan dari  masing-masing peserta sosialisasi tentang penanggulangan bencana.

Tujuan dari sosialisasi tersebut, meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan kesiapan aparatur pemerintah, lembaga usaha, dan masyarakat. Penyemaan persepsi antara instansi/lembaga terkait, masyarakat dalam rangka pengurangan resiko bencana. Mengindentifikasi permasalahan dan potensi solusi dalam pemberdayaan masyarakat dalam penannggulangan bencana.

Pelayanan publik di bidang kearsipan yang tertib, cepat, berkualitas dan akuntabel

Pelayanan publik di bidang kearsipan yang tertib, cepat, berkualitas dan akuntabel

Pelayanan publik di bidang kearsipan yang tertib, cepat, berkualitas dan akuntabel

Sekda Gunung Mas Drs. Yansiterson, M.Si Menyampaikan sambutan Bupati Gunung Mas pada saat pembukaan pelatihan pengelolaan kearsipan Kamis, (2/4/2019) pagi pukul 09.00 WIB. 

Gunung Mas – Kearsipan merupakan makna yang sangat penting, mengingat disamping sebagai Forum silahturahmi juga merupakan momentum yang sangat tepat, guna lebih meningkatkan pengetahuan ketrampilan para pengelola kearsipan dan juga sebagai salah satu wujud kepedulian pemerintah.

Mengingat hal ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gunung Mas, mengadakan pelatihan pengelolaan kearsipan se Kabupaten Gunung Mas di Aula GPU Tampung Penyang Kuala Kurun, Kamis (2/4/2019). Pelatihan yang berlangsung selama dua hari mulai tanggal, 2 dan 3 Mei 2019, diikuti oleh 50 peserta dari perwakilan OPD di Kabupaten Gunung Mas.

Menurut laporan Plt. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gunung Mas Salampak Haris, S.Sos mengatakan, pelatihan ini merupakan, proses pembuatan sarana bantuan penemuan kembali arsip statis berdasarkan kaidah-kaidah kearsipan. Pengolahan arsip statis akan menghasilkan sarana bantu penemuaan arsip statis berupa daftar arsip statis, inventaris arsip dan guide arsip statis.

Mengingat ilmu pengetahuan dan ketrampilan tentang manajemen sistem kearsipan nasional melalui petugas pengelola kearsipan di masing-masing perangkat daerah dan Kecamatan di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Gunung Mas.

”Tujuan pelatihan ini, agar kedepan terwujutnya pelayanan publik di bidang kearsipan yang tertib, cepat, berkualitas, akuntabel melalui pengelolaan Arsip yang baik dan benar, terukur dan dapat dipertanggungjawabkan,” ungkapnya.

Undangan dan peserta pelatihan pengelolaan kersipan, saat mendengarkan sambutan Bupati Gunung Mas yang disampaikan Sekda Drs. Yansiterson, M.Si.

Bupati Gunung Mas, dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Sekda Kabupaten Gunung Mas Drs. Yansiterson, M.Si menyampaikan bahwa pengelolaan kearsipan dalam penyelenggaraan pemerintah merupakan salah satu tolak ukur dalam penilaian keberhasilan pemerintah, dan pemerintah daerah saat ini, karena pengelolaan kearsipan merupakan salah satu item penilaian dalam proses reformasi birokrasi.

Saya minta agar peserta benar-benar dapat memahami Fungsi, peran, etika, kode etik maupun sanksi sebagai petugas kearsipan sehingga dapat terwujud pengelolaan arsip yang akurat, efisien dan efektip dan dapat dipertanggungjawabkan,” tambahnya mengakhiri sambutan sekaligus membuka pelatihan secara resmi.

Sebagai Narasumber kegiatan tenaga Fungsional Arsiparis dari Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Kalimantan Tengah yaitu sebnayak 2 orang Madiyo, S.Pd dan Lia Melani, S.IP, serta dihadiri Kepela OPD serat undangan terkait lainnya.