Gunung Mas – Pemerintah Kabupaten Gunung Mas melalui Dinas Pariwisata Kepemudaan Dan Olah Raga menggelar kegiatan Festival Masakan Desa Hurung Bunut juga sebagai desa wisata kegiatan ini, dilaksanakan di Desa Hurung Bunut Kecamatan Kurun Kabupaten Gunung Mas, Jumat (16/11/2018).
FOTO : Dalam Proses Pembuatan Kenta Masakan khas Gunung Mas, dalam rangka Festival masakan tradisional desa Hurung Bunut. Jumat (16/11/2018).
Kegiatan tersebut dihadiri yang mewakili Bupati Gunung Mas Asisten I Drs. Ambo Jabar, didampingi oleh Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan Dan Olah Raga Drs. Yunika Simpei, serta Kepala OPD dilingkungan Pemerintah Kabupaten Gunung Mas serta pihak terkait lainnya.
“Ia menjelaskan Festival Masakan Tradisional ini, harapanya bukan sekedar seromoni tetapi berlanjut sebagai desa wisata, Festival juga diangap sebagai wujud pembinaan yang dilakukan Dinas Pariwisata Kabupaten Gunung Mas pada kampung wisata untuk meningkatkan wisatawan.
Kegiatan ini terdiri dari, Festival masakan tradisional, pemeran dan kuliner tradisional, pentas seni dan budaya serta pasar rakyat.
Press Release Bidang Pengelolaan Informasi Publik.
“Para Pemuda ini adalah saksi mata bahwa Bhinneka Tunggal Ika adalah sebuah kenyataan, bukan sekedar slogan semata. Sebuah spirit yang menyatukan, mengeratkan, dan menguatkan demi mencapai cita-cita besar sebagai bangsa yang maju.
Mereka adalah penyampai kabar baik tentang Indonesia kepada dunia”
(Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi)
Jakarta, 15 November 2018 – Memasuki tahun kedua pelaksanaan program unggulan Kirab Pemuda, secara konsisten Kementerian Pemuda dan Olahraga mengajak pemuda Indonesia untuk terus menggaungkan semangat #BeraniBersatu.
Sebanyak 90 orang peserta yang terdiri dari 68 orang pemuda terpilih dari 34 provinsi dan perwakilan organisasi kepemudaan di seluruh Indonesia telah melakukan Napak Tilas Kebhinekaan dengan mengelilingi Nusantara selama 73 hari. DKI Jakarta sebagai ibukota negara menjadi titik pertemuan kedua zona dan menjadi tempat digelarnya acara puncak Kirab Pemuda 2018 di Gelanggang Atletik, GOR Rawamangun, Jakarta Timur, yang dihadiri sejumlah perwakilan kementerian dan lembaga, Kamis Pagi (15/11/2018)
Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi mengatakan tidak ada perasaan lain yang ia rasakan selain haru dan bangga menyaksikan di hadapannya berdiri 90 pemuda yang telah melintasi lebih dari 100 kabupaten/kota dan singgah di 34 provinsi di seluruh Indonesia.
“Peserta Kirab Pemuda 2018 adalah penyampai pesan kepada generasi muda saat ini tentang sebuah bangsa besar bernama Indonesia. Bangsa yang luar biasa melimpah kekayaannya, keberagamannya, dengan anak-anak muda hebat di seluruh penjuru negeri,’’ serunya.
Menpora juga mengatakan para peserta Kirab adalah saksi mata bahwa Bhinneka Tunggal Ika adalah sebuah kenyataan, bukan sekedar slogan semata. Sebuah spirit yang menyatukan, mengeratkan, dan menguatkan demi mencapai cita-cita besar sebagai bangsa yang maju, “Mereka adalah penyampai kabar baik tentang Indonesia kepada dunia” ucap Menpora.
Perjalanan 90 pemuda terpilih ini, menurut Menpora Imam Nahrawi, menjadi pengejawantahan simbolik atas visi Nawa Cita Bapak Presiden Joko Widodo yang ingin membangun Indonesia dari pinggiran. Para peserta Kirab Pemuda telah menjadi pelopor yang menggerakan jutaan pemuda lainnya di seluruh Indonesia untuk terus berkarya dan berbakti untuk negeri.
Kirab Pemuda 2018
Kirab Pemuda 2018 dimulai sejak tanggal 5 September 2018 lalu dan terbagi ke dalam 2 zona perjalanan, yaitu; 1. Zona Barat dengan titik pangkal Kota Sabang, melintasi Pulau Sumatera, Sulawesi dan Jawa dan 2. Zona Timur dengan titik pangkal Kota Merauke melintasi Papua, Kalimantan, Bali dan Nusa Tenggara. Masing-masing zona mengadakan kegiatan di 17 provinsi selama 5 hari dan Provinsi DKI Jakarta menjadi titik pertemuan akhir dari kedua zona.
Pada setiap kota yang menjadi titik singgah, para peserta tinggal bersama penduduk setempat dan berinteraksi secara langsung untuk menyerap nilai-nilai kearifan lokal yang ada. Sementara pada setiap kota yang dilewati, para peserta melakukan napak tilas sejarah perjuangan para pahlawan dan pendiri bangsa, melakukan pawai seni budaya, menggelar panggung kreativitas pemuda, menggali kekayaan sekaligus mempromosikan wisata lokal, menggelar pameran karya kreatif pemuda, berinteraksi dalam dialog kebangsaan, hingga membangun toleransi beragama melalui Gerakan Membaca Kita Suci yang diikuti 6 penganut agama yang berbeda-beda. Peserta Kirab juga terlibat dalam berbagai kegiatan dan aksi sosial berupa donor darah hingga bakti sosial lingkungan.
Kirab Pemuda 2018 diiikuti oleh pemuda terbaik yang lolos dalam seleksi yang diadakan oleh Kemenpora dimana masing-masing provinsi diwakili oleh 1 orang laki-laki dan 1 orang perempuan yang menjadi Peserta Inti. Selain itu Kirab juga diikuti perwakilan Organisasi Kepemudaan (OKP) sebanyak 20 orang ditambah para pendamping yang terdiri dari Alumni Kirab Pemuda, Tenaga Kesehatan dan TNI.
(Biro Humas dan Hukum Kemenpora dan Tim Komunikasi Pemerintah Kemkominfo)
Sungai Kahayan kembali meluap yang menyebabkan feri penyeberangan di Kuala Kurun berhenti beroperasi sementara.
Gunung Mas – Kabupaten Gunung Mas (Gumas) terus diguyur hujan dalam beberapa hari terakhir. Hal itu menyebabkan sungai-sungai di kabupaten bermoto Bumi Habangkalan Penyang Karuhei Tatau ini meluap.
Salah satu sungai yang meluap ialah Sungai Kahayan. Aktivitas warga di Sungai Kahayan pun mulai terganggu.
“Mulai tadi malam Sungai Kahayan meluap. Hingga pagi ini nampaknya belum surut,” kata Wandi, 43, warga yang tinggal di bantaran Sungai Kahayan, Selasa (13/11/2018).
Akibat meluapnya Sungai Kahayan, feri penyeberangan di Kuala Kurun tidak beroperasi.
Pasalnya jalan menuju dermaga feri terendam. Di samping itu, saat sungai meluap arusnya cukup deras dan banyak kayu yang hanyut sehingga bisa membahayakan penyeberang.
“Saat feri penyeberangan tidak beroperasi, masyarakat yang ingin menyeberang Sungai Kahayan harus melewati Jembatan Batu Mahasur,” sebut dia.
Warga lainnya, Sinta berharap Sungai Kahayan tidak terus meluap. Pasalnya, bila air sungai meluap bisa mengakibatkan banjir. Terlebi di Gumas ada sejumlah desa dan kelurahan rawan banjir. (EPRA SENTOSA/B-3)
Gunung Mas – Perusahaan Besar Swasta (PBS) bidang Perkebunan, Kehutanan dan Pertambangan yang beroperasi di Gunung Mas (Gumas), dalam pemberian upah kepada karyawan tahun 2019, diingatkan anggota DPRD Gumas Pdt Rayaniatie Djangkan harus mengikuti Upah Minimum Kabupaten (UMK) Gumas yang sudah ditetapkan.
“UMK kita (Gumas) kan(2019) sudah ditetapkan. Besarnya Rp 2,706,493,52.Ya mereka (PBS) harus ikutin dong ketentuan itu (UMK). Itu sudah firm,” tegas Raya, Selasa (13/11).
“UMK yang ada sekarang sudah layak ya untuk para karyawan. Adanya beleid (kebijakan) dari pemerintah provinsi kenaikan 10 persen untuk UMK tahun depan, itu sangat menggembirakan dan menjanjikan untuk para karyawan. Ya kita apresiasi dong UMK Gunung Mas 2019 yang sudah ditetapkan,” tutur Legislator dapil satu ini.
UMK PTT (Pegawai Tidak Tetap), dia katakan penetapannya harus disesuaikan APBD Gumas dan itu harus ada beleid dari Bupati.
Diberitakan sebelumnya, Kadis Transmigrasi, Tenaga Kerja, Koperasi dan UMK Letus Guntur menyatakan UMK Gumas 2019 sudah ditetapkan Rp 2,706,493,52.
“Ada Bullish (peningkatan) 10 persen dari tahun 2018 yang besarnya Rp 2,460,000,” ujar Letus.
Mantan Kadis Pertanian dan Perkebunan Gumas yang akrab dengan pewarta itu menyampaikan penetapan UMK 2019 berdasarkan hasil rapat dan kesepakatan bersama Dewan Pengupahan Daerah Gumas tanggal 1 November 2018 yang sudah diketahui dan disetujui Bupati Gumas, Arton S Dohong.
“Selanjutnya diteruskan kepada Bapak Gubernur Kalimantan Tengah untuk mendapatkan penetapan,” ucap dia.
“Tidak hanya UMK, ditetapkan juga Upah Minimum Sektoral Kabupaten (UMSK) 2019 yang terdiri dari sektor Pertanian, Peternakan, Kehutanan, Perkebunan (Perkebunan dan Hutan Tanaman Industri serta Penebangan Kayu) dan perikanan,” sambungnya.
“Sektor lainnya, bidang listrik dan gas, jasa keuangan, perusahaan dan kesehatan, konstruksi dan bangunan serta industri pengolahan,” imbuh Letus. (Nov)
Gunung Mas – Guna pelayanan yang merata seluruh lapisan masyarakat, serta percepatan informasi dan akselerasi pembangunan khususnya wilayah Kabupaten Gunung Mas, Telkomsel resmi mengoperasikan Mini GraPARI.
Mini GraPARI yang berlokasi di Tjilik Riwut km 2,5 ini diresmikan langsung oleh Wakil Bupati Gunung Mas Rony Karlos, S.Sos.
FOTO // Sambutan Wakil Bupati Rony Karlos, S.Sos Saat Peresmiaan Mini GraPARI PT. Simpatindo Multi Media, Selasa (13/11/2018).
Mini GraPARI ini merupakan tempat layanan Telkomsel yang dimana pelanggan dapat menemukan produk dan pelayanan Telkomsel.
Mini Grapari ini merupakan salah satu perpanjangan tangan Telkomsel untuk pelayanan terhadap masyarakat dan tersebar di seluruh Indonesia tanpa terkecuali Kalimantan Tengah dan khususnya Kabupaten Gunung Mas.
“Layanan yang diberikan seperti Upgrade USIM 4G, penggantian Kartu atau USIM, serta membeli langsung berbagai produk Telkomsel seperti Serta membeli langsung berbagai produk Telkomsel seperti Simcard (prpaid dan postpaid) Dan Voucher, serta beragam produk dan layanan digital Telkomsel,” kata Manager Channel Operation Kalimantan Bapak Deni E. Harwanto, Selasa (14/11/2018).
Wakil Bupati Gunung Mas Rony Karlos, S.Sos dalam sambutannya menyampaikan, apresiasi bagi pihak Telkomsel dengan mengahadiri mini GraPARI ini.
“Kami juga berharap agar Telkomsel dapat memberikan nilai tambah bagi konsumen seperti fasilitas-fasilitas lainnya yang sampai saat ini belum dapat dinikmati oleh masyarakat Gunung Mas dan sekitarnya,” ungkanya.
Lanjut dia selain untuk menghilangkan kesan diskriminatif terhadap konsumen, penambahan fasilitas-fasilitas akan memberikan nilai lebih bagi Telkomsel dalam berkompetisi dengan provider lain yang telah memberikan fitur tersebut.
“Kami berharap agar Telkomsel terus meningkatkan kualitas pelayanan dan jangkauan jaringan komunikasi kepada User Seluler di Kabupaten Gunung Mas.
Bagaimanapun, mutu pelayanan yang memuaskan adalah kunci kepercayaan pelanggan terhadap penyedia jasa Telekomunikasi. Apa yang kita resmikan pada hari ini mempertegas komitmen bersama kita untuk memacu Akselerasi pembangunan di Kabupaten Gunung Mas, sebab untuk mendukung itu butuh akses jaringan yang mumpuni.” Tutupnya
Press Release Bidang Pengelolaan Informasi Publik.