by Han | May 17, 2023
Kuala Kurun – Bupati Gunung Mas (Gumas) Jaya Samaya Monong menghadiri kegiatan Forum Koordinasi dan Konsultasi Peningkatan Implementasi Reformasi Birokrasi dan Percepatan Penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Tahun 2023. Yang berlangsung di Aula Jayang Tingang Kantor Gubernur Kalteng, Selasa (16/5/2023).
Acara dibuka oleh Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Edy Pratowo, yang dalam sambutannya mengatakan Pemprov Kalteng sangat mendukung kebijakan Reformasi Birokrasi, seiring dengan diterbitkannya Permenpan RB Nomor 3 Tahun 2023 tentang Perubahan atas Permenpan RB Nomor 25 Tahun 2020 tentang Road Map Reformasi Birokrasi 2020-2024, pelaksanaannya dipertajam melalui Reformasi Birokrasi Tematik, agar kinerja birokrasi secara kolaboratif memberi dampak lebih besar ke masyarakat. “Reformasi Birokrasi adalah sebuah keharusan, untuk mewujudkan good and clean governance atau tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih, sehingga memacu percepatan pembangunan dan pelayanan publik yang prima dan profesional serta bersih dari praktik KKN,” ucap Wagub.

Wakil Gubernur Kalteng H. Edy Pratowo saat menandatangani Butir-Butir Pernyataan Komitmen Bersama antara Gubernur Kalteng dan Bupati/Wali Kota di 14 Kabupaten/Kota se-Kalteng
Pada kesempatan tersebut, dilakukan Penandatanganan Butir-Butir Pernyataan Komitmen Bersama antara Gubernur Kalteng dan Bupati dan Wali Kota di 14 Kabupaten/Kota se-Kalteng. Butir-Butir Pernyataan tersebut sebagai bentuk keseriusan dalam memperbaiki tata kelola pemerintahan di lingkungan pemerintah daerah yang berisi komitmen dan kesanggupan untuk melakukan perbaikan dan pembenahan dalam implementasi reformasi birokrasi tematik berdampak langsung kepada masyarakat, melalui percepatan penerapan keterpaduan SPBE di lingkungan Pemerintah Daerah, dengan melakukan beberapa hal sebagai berikut. Pertama, mendorong percepatan implementasi reformasi birokrasi tematik di semua unit dan/atau Perangkat Daerah melalui komitmen untuk melakukan perubahan dan menyesuaikan RB tematik yang berdampak langsung kepada masyarakat. Kedua, memperbaiki perencanaan program dan kegiatan terkait reformasi birokrasi melalui penyusunan peta jalan (roadmap) reformasi birokrasi tematik yang selanjutnya diakomodasi dalam dokumen perencanaan dan keuangan pemerintah daerah (RPJMD, Renstra, RKPD, Renja, dan APBD).
Disampaikan bahwa fokus utama dalam Reformasi Birokrasi Tematik tersebut yaitu pengentasan kemiskinan, peningkatan investasi, digitalisasi administrasi pemerintahan, dan percepatan prioritas aktual Presiden seperti peningkatan belanja produk dalam negeri dan pengendalian inflasi.
Untuk mewujudkan percepatan penerapan SPBE di Kalteng, Wagub berharap semua instansi dan stakeholders terkait mengesampingkan ego sektoral, saling bersinergi dan berkolaborasi, bersama-sama menghasilkan satu dorongan perbaikan tata kelola pemerintahan ke depan yang lebih terdigitalisasi dan terintegrasi
Turut hadir mendampingi Bupati Gumas, Assisten Admnistrasi Umum Letus Guntur, Inspektur Dihel, Kepala Dinas Kominfosantik Ruby Haris, Kepala Bappedalitbang Yantrio Aulia dan Kepala Bagian Organisasi Setda Gustine Sinta.
by Candra Saputra | May 17, 2023
Bupati Gunung Mas, Jaya S. Monong, melepas keberangkatan Tim Terpadu yang diturunkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk melakukan identifikasi Masyarakat Hukum Adat (MHA) serta melakukan verifikasi wilayah adat dan calon areal hutan adat yang terdapat di 16 (enam belas) tempat lokasi di wilayah Kabupaten Gunung Mas, yang dilaksanakan di Kantor Bupati Gunung Mas, Rabu (10/05/2023).
Adapun 16 (enam belas) tempat lokasi di wilayah Kabupaten Gunung Mas tersebut yaitu : Wilayah Adat Dayak Ot Danum Lowu Harowu, Rangan Hiran, Masukih dan Hutan Adat Himba Antang Ambun Liang Bungai yang terdapat di desa Harowu, Rangan Hiran dan Masukih, Kecamatan Miri Manasa, Wilayah Adat Dayak Ot Danum Lowu Tumbang Hatung dan Hutan Adat Tumbang Hatung di Desa Tumbang Hatung, Kecamatan Miri Manasa; Wilayah Adat Dayak Ot Danum Lowu Mahoroi dan Hutan Adat Mahoroi, di desa Mahoroi, Kecamatan Damang Batu; Wilayah Adat Dayak Ot Danum Lowu Tumbang Anoi dan Hutan Adat Tumbang Anoi di DesaTumbang Anoi, Kecamatan Damang Batu; Wilayah Adat Dayak Ot Danum Lowu Lawang Kanji dan Hutan Adat Lawang Kanji, di desa Lawang Kanji, Kecamatan Damang Batu; Wilayah Adat Dayak Ot Danum Lowu Karetau Rambangun, dan Hutan Adat Karetau Rambangun di Desa Karetau Rambangun, Kecamatan Damang Batu; Wilayah Adat Dayak Ot Danum Lowu Karetau Sarian, dan Hutan Adat Karetau Sarian di Desa Karetau Sarian, Kecamatan Damang Batu; Wilayah Adat Dayak Ot Danum Lowu Tumbang Maraya, dan Hutan Adat Tumbang Maraya di Desa Tumbang Maraya, Kecamatan Damang Batu; Wilayah Adat Dayak Ot Danum Lowu Tumbang Posu, dan Hutan Adat Tumbang Posu di Desa Tumbang Posu, Kecamatan Damang Batu; Wilayah Adat Dayak Ot Danum Lowu Marikoi, dan Hutan Adat Tumbang Marikoi di Kelurahan Tumbang Marikoi, Kecamatan Damang Batu; Wilayah Adat Dayak Ngaju Tewah Sekata, dan Hutan Adat Tewah Sekata, di Kelurahan Tewah, Kecamatan Tewah; Wilayah Adat Dayak Ngaju Lewu Tehang Manuhing, dan Hutan Adat Lewu Tehang di Desa Tehang, Kecamatan Manuhing Raya; Wilayah Adat Dayak Ngaju Lewu Tumbang Bahanei, dan Hutan Adat Tumbang Bahanei di Desa Tumbang Bahanei, Kecamatan Rungan Barat; Wilayah Adat Dayak Ngaju Tumbang Kuayan, dan Hutan Adat Tumbang Kuayan di Desa Tumbang Kuayan, Kecamatan Rungan Barat; Wilayah Adat Lewu Tumbang Malahoi, dan Hutan Adat Tumbang Malahoi di Desa Tumbang Malahoi, Kecamatan Rungan; dan Wilayah Adat Dayak Ngaju Lewu Parempei, dan Hutan Adat Rungan di Kecamatan Rungan.

Dalam arahannya Bupati mengatakan bahwa rencana untuk merevitalisasi situs Tumbang Anoi yang telah menjadi tempat peristiwa bersejarah yaitu Rapat Adat Damai Tumbang Anoi pada tahun 1894, agar menjadi pusat kebudayaan Dayak di Jantung Borneo (Heart of Borneo). Hal itu terlihat dari Pembentukan Panitia MHA sebagai tim teknis untuk melakukan proses pengakuan MHA di Kabupaten Gunung Mas. “ Pemerintah Kabupaten Gunung Mas sangat memperhatikan eksistensi Masyarakat Hukum Adat di Kabupaten Gunung Mas,” tukas Bupati.

Adapun Tim Terpadu Yang Terlibat langsung dalam kegiatan verifikasi ini antara lain Rivani Noor, SE, Tenaga Ahli Menteri LHK, sebagi Ketua Tim Terpadu, Yuli Prasetyo Nugroho, S.Sos., M.Si. Kasubdit Penetapan Hutan Adat dan Hutan Hak, Drs. Lurand, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gunung Mas, dan Herbert Y. Asin, Ketua DAD Kabupaten Gunung Mas.
by Candra Saputra | May 13, 2023
Kuala Kurun- Bupati Gunung Mas (Gumas) Jaya Samaya Monong didampingi Kajari Kuala Kurun Sahroni beserta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan jajaran terkait tinjau jalan yang akan diperbaiki di desa Tanjung Riu Kuala Kurun pada Jumat siang (12/05/2023)

Pada saat ini ruas jalan yang berada di Desa Tanjung Riu mengalami kerusakan akibat air yang mengalir diatas jalan, dikarenakan tanah yang mulai naik keatas dan tidak ada tempat saluran air mengalir terutama pada saat hujan mengakibatkan banjir dan menggangu aktivitas warga di desa tersebut.

Dalam wawancara seusai meninjau jalan di desa Tanjung Riu, Bupati Jaya Samaya Monong menyampaikan “Pertama kita lakukan normalisasi dulu sungai ini, selanjutnya yang kedua nanti rencana akan dibuat box culvert yang baru untuk peninggian badan jalan sehingga air nanti lebih normal lagi keluarnya melalui box culvert dan arus lalu lintas jadi lancar kedepannya nantinya,” ucapnya.


by Candra Saputra | May 11, 2023
Kuala Kurun – Bunda Literasi Kabupaten Gunung Mas (Gumas) Mimie Mariatie Jaya Samaya Monong bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan melakukan kunjungan ke sekolah Taman Kanak-Kanak (TK) Batu Palangka di Kuala Kurun Kamis (11/05/2023).

Pada kesempatan ini Bunda Literasi Mimie Mariati Jaya Samaya Monong membacakan cerita tentang Kelinci dan Kura- Kura, Adapun pesan yang disampaikan dalam cerita ini yaitu mengajarakan tentang pesan moral untuk tidak boleh sombong dan selalu berbuat baik terhadap sesama.
Dalam wawancara seusai kegiatan, Bunda Literasi Mimie Mariatie Jaya Samaya Monong menyampaikan “Gemar membaca di Kabupaten Gunung Mas sudah cukup baik tetapi harus tetap kita dorong dengan Layanan Bahalap, dimana kita bercerita dengan anak-anak sehingga mereka juga ada minat untuk membaca dari cerita kita tersebut” ucapnya.

Dirinya juga menjelaskan gemar membaca harus dimulai dari unit terkecil yaitu dari keluarga, dimana peran seorang ibu atau bunda sangat diperlukan agar anak-anak gemar membaca, dengan ibu bercerita bisa mendorong anak-anak mau membaca sehingga anak-anak menjadi penasaran untuk membaca.
“Harapan kedepannya, saya juga bisa nantinya ke desa- desa lain untuk bercerita kepada anak-anak sehingga meningkatkan kerinduan dan mendorong mereka untuk membaca,” pungkasnya.

by Muhammad Fiqri Baihaqi | May 5, 2023
Gunungmaskab.go.id – Kuala Kurun – Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Gumas) melalui Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan dan Perhubungan (DLHKP) Gumas menggelar kick off meeting penyusunan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025-2045 bertempat di Ruang Rapat Lantai I Kantor Bupati, kamis (04/05/23).
Bupati Gumas Jaya Samaya Monong dalam sambutannya yang dibacakan oleh Wakil Bupati Gumas Efrensia L.P Umbing mengatakan bahwa dalam rangka mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, Kementerian Dalam Negeri menerbitkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) nomor 7 Tahun 2018 tentang Pembuatan dan Pelaksanaan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS).
“KLHS RPJPD dimaknai sebagai analisis sistematis, menyeluruh, dan partisipatif menjadi dasar untuk mengintegrasikan tujuan pembangunan berkelanjutan ke dalam dokumen RPJPD,” terangnya.
Dirinya menambahkan bahwa Permendagri nomor 7 Tahun 2018 tersebut bertujuan untuk memandu Pemerintah Daerah dalam merumuskan skenario pencapaian 17 tujuan pembangunan berkelanjutan dengan 319 indikatornya.
“Dalam upaya mengidentifikasi dan perumusan isu pembangunan berkelanjutan terkait dengan kebijakan rencana program dalam RPJPD Gumas, maka perlu dibangun komitmen dan keterlibatan semua stakeholder agar dapat melahirkan kajian yang berkualitas yang dapat diimplementasikan kedalam program dan kegiatan,” imbuhnya
Beliau juga berharap bisa mendapatkan bantuan dan kerja sama tenaga ahli dari akademisi dan Tim Pokja Gumas, saling bersinergi dalam rangka penyusunan KLHS RPJPD Gumas.
Pada kesempatan yang sama Kepala DLHKP Gunung Mas Rody Aristo Robinson mengatakan tujuan dari kegiatan tersebut ialah untuk memberikan pengarahan, pembekalan, penjelasan pembuatan KLHS RPJPD kepada tim pembuat KLHS RPJPD dan para pihak terkait.
“Sasaran dari kegiatan ini adalah ketersediaan informasi dan penjelasan mengenai kebijakan dan tata cara penyelenggaraan KLHS RPJPD Kabupaten Gunung Mas tahun 2025-2045,” tandasnya.
Kegiatan ini dihadiri oleh Plh. Sekretaris Daerah, seluruh Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD), BUMN/BUMD, Akademisi dari Universitas Palangka Raya dan Global Green Growth Institute (GGGI) Kalimantan Tengah, dan tamu undangan lainnya.
by Han | Apr 28, 2023
Gunungmaskab.go.id – Kuala Kurun – Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Gumas) melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, menggelar Rapat Koordinasi Pencegahan Stunting dari Hulu kepada Calon Pengantin (Catin) / Calon Pasangan Usia Subur (PUS) Tahun 2023 yang dilaksanakan di Aula Bappedalitbang, Jumat (28/4/2023).
Adapun kegiatan Rakor ini dilaksanakan bertujuan untuk membangun pemahaman yang sama tentang pentingnya pencegahan stunting dari hulu kepada Catin/Calon PUS dalam upaya percepatan penurunan stunting dan membangun komitmen bersama dalam implementasi pencegahan stunting dari hulu kepada Catin/Calon PUS dalam upaya percepatan penurunan stunting di berbagai tingkatan wilayah yang ada di wilayah Kabupaten Gunung Mas.

Wakil Bupati Gunung Mas Efrensia L.P Umbing
Rakor dibuka oleh Wakil Bupati (Wabub) Gunung Mas Efrensia L.P Umbing, dalam sambutannya mengatakan bahwa untuk memastikan setiap calon pengantin /calon pasangan usia subur (Catin/Calon PUS) berada dalam kondisi ideal untuk menikah dan hamil, hal itu diperoleh dengan melakukan pemeriksaan kesehatan rutin dan pendampingan selama tiga bulan pranikah serta mendapatkan bimbingan perkawinan dengan materi pencegahan stunting, guna mengidentifikasi serta mengurangi faktor resiko kelahiran bayi stunting.
Lebih lanjut, wabub juga menambahkan salah satu fokus dalam pendampingan adalah meningkatkan pemenuhan gizi Catin/Calon PUS untuk mencegah kekurangan energi kronis dan anemia sebagai salah satu risiko yang dapat melahirkan bayi stunting. “Untuk keberhasilan upaya tersebut memerlukan sinergitas dan kolaborasi antara pemangku kepentingan diberbagai tingkatan wilayah dengan sasaran remaja putri, calon pengantin dan ibu hamil,” tukas Wabub.
Kegiatan dihadiri oleh Pimpinan Perangkat Daerah dan instansi vertikal terkait, Kepala UPT Puskesmas se-Kabupaten Gumas, Pimpinan Lembaga Keagamaan serta PKB dan PLKB sebagai admin Elsimim Kecamatan.