Polisi Gerakkan Warga Gotong Royong Perbaiki Jalan Rusak

Polisi Gerakkan Warga Gotong Royong Perbaiki Jalan Rusak

Polisi Gerakkan Warga Gotong Royong Perbaiki Jalan Rusak

TIMBUN : Kanit Dikmas Satlantas Polres Gumas Bripka Farid Eka Tofani S.Sos bersama warga sekitar bergotong royong memperbaiki Jalan Delima, Kota Kuala Kurun, yang rusak dan berlubang, Minggu (1/11).

KUALA KURUN gunungmaskab.go.id – Menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap aman dan kondusif, merupakan tanggung jawab semua pihak sebagai warga negara yang baik. Begitu pula dengan anggota Polri yang berdedikasi dan bertanggung jawab terhadap tugas-tugas utama sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Seperti yang dilakukan oleh Kanit Dikmas Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Kepolisian Resor (Polres) Gunung Mas (Gumas) Bripka Farid Eka Tofani S.Sos, yang menggerakkan warga sekitar untuk memperbaiki Jalan Delima, Kota Kuala Kurun yang sudah bertahun-tahun mengalami kerusakan.

“Perbaikan jalan ini dilakukan pada Sabtu (31/10) lalu. Kami bergotong royong dan secara swadaya bersama warga memperbaiki jalan itu,” ucap Kanit Dikmas Satlantas Polres Gunung Mas (Gumas) Bripka Farid Eka Tofani S.Sos, Selasa (3/11).

Perbaikan tersebut dengan melakukan penimbunan beberapa titik jalan rusak yang berlubang. Sampai sejauh ini, tercatat sudah lebih dari enam kali, warga melakukan perbaikan dengan menimbun jalan yang rusak tersebut.

“Saya sudah lima tahun tinggal di lingkungan Jalan Delima. Sejak itu pula sudah mengalami kerusakan, dan sampai sekarang belum pernah dilakukan perbaikan,” ujarnya.

Selama pelaksanaan kegiatan, antusias warga sangat tinggi. Mereka pun berharap agar jalan tersebut dapat segera mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gumas melalui instansi terkait untuk segera diperbaiki.

“Perbaikan jalan yang kami lakukan ini, demi terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcar Lantas),” pungkasnya.

Destinasi Wisata Desa Tumbang Anoi Sebagai Kawasan Sejarah dan Budaya

Destinasi Wisata Desa Tumbang Anoi Sebagai Kawasan Sejarah dan Budaya

Destinasi Wisata Desa Tumbang Anoi Sebagai Kawasan Sejarah dan Budaya

PIMPIN : Staf Ahli Bupati Gumas Yemmie, didampingi Kepala Disbudpar Eigh Manto, dan Tim Ahli Konsultan Tatau Wijaya Garib, ketika memimpin FGD master plan kawasan destinasi wisata Tumbang Anoi, di Ruang Rapat Lantai I Kantor Bupati, Senin (2/11).

KUALA KURUN gunungmaskab.go.id – Di tahun anggaran 2020, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunung Mas (Gumas) melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) setempat, melakukan pengembangan destinasi wisata unggulan daerah untuk mewujudkan pencapaian visi smart tourism. Salah satunya dengan penyusunan master plan kawasan destinasi wisata Desa Tumbang Anoi sebagai kawasan sejarah dan budaya.

”Penyusunan master plan ini untuk melestarikan dan meningkatkan potensi kawasan Desa Tumbang Anoi sebagai salah satu desa bersejarah. Kami ingin menjadikan kawasan destinasi wisata Tumbang Anoi sebagai identitas kawasan wisata sejarah dan budaya kalimantan,” ucap Kepala Disbudpar Kabupaten Gumas Eigh Manto, melalui Kasi Pengembangan Destinasi, Produk Objek Wisata, Analis Pasar dan Promosi Ervina, Selasa (3/11).

Dia mengatakan, pengembangan kawasan sejarah dan budaya ini merupakan bagian dari konsep Pemkab Gumas untuk mengangkat potensi Desa Tumbang Anoi, serta sebagai upaya percepatan dan pemerataan pembangunan di Hulu Sungai Kahayan.

”Dengan adanya pengembangan kawasan sejarah dan budaya ataupun sarana sosial ekonomi lainnya, maka diharapkan akan menjadi suatu kawasan yang hidup, serta membangkitkan aktivitas sosial ekonomi masyarakat setempat,” ujarnya.

Dia menuturkan, pengembangan kawasan sejarah dan budaya Desa Tumbang Anoi perlu dikendalikan dengan penerapan prinsip perancangan yang baik dan dirumuskan, dengan mempertimbangkan sejarah, budaya, lingkungan, dampak pengembangan, serta persoalan yang ada dan yang berpotensi timbul.

”Jadi kita tidak hanya mempertimbangkan faktor efisiensi dalam pemanfaatan lahan, namun juga potensi ekonomi dan aktivitas produktif lain. Ini bertujuan untuk menciptakan ruang dan lingkungan berkualitas, lebih tertata, nyaman, aman, serasi, dan berwawasan lingkungan,” tuturnya.

Terkait progres dokumen penyusunan master plan kawasan destinasi wisata Desa Tumbang Anoi, sekarang ini sudah masuk tahap penyelesaian (pra detail). Demi kesesuaian master plan kawasan dengan daya dukung lahan, masyarakat, dan potensi lainnya, maka dilaksanakan Focus Group Discussion (FGD) bersama instansi terkait dan masyarakat.

”Tentu kami berharap dokumen master plan yang disusun dapat bersinergis dan sesuai dengan rencana tata ruang kabupaten/kecamatan, sinkron dengan perencanaan pembangunan daerah, mampu mengoptimalkan fungsi ruang dan kawasan, mampu menjawab visi dan misi yakni pembangunan smart human, resourses, dan smart tourism,” jelasnya.

Dengan adanya FGD ini, akan tersusun master plan kawasan destinasi wisata Desa Tumbang Anoi yang berpedoman pada pembangunan dan arahan perwujudan fisik segmen kawasan perencanaan, untuk menunjang kegiatan wisata tanpa mengaburkan identitas kawasan.

”Hingga pada akhirnya, tercapai pengembangan ekonomi masyarakat, melalui potensi sektor pariwisata, yang sesuai dengan visi misi Bupati dan Wakil Bupati Gumas,” pungkasnya.

KP2S Provinsi Kalimantan Tengah Mengunjungi Kelurahan Tampang Tumbang Anjir

KP2S Provinsi Kalimantan Tengah Mengunjungi Kelurahan Tampang Tumbang Anjir

KP2S Provinsi Kalimantan Tengah Mengunjungi Kelurahan Tampang Tumbang Anjir

KP2S Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) bersama KP2S Kabupaten Gunung Mas melakukan kunjungan ke Kelurahan Tampang Tumbang Anjir.

KUALA KURUN gunungmaskab.go.id – Pemantauan dan Tindak lanjut Tim KP2S Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) di Kabupaten Gunung Mas Lokus Stunting rombongan Tim KP2S melanjutkan kujungan ke Kantor Kelurahan Tampang Tumbang Anjir Kecamatan Kurun Selasa (3/11/2020).

Kepala Bidang Sosial Budaya dan Pemerintahan pada Bappedalitbang Provinsi Kalimantan Tengah Tukas Umar didampingi TA Public Policy Kementerian Dalam Negeri Rademan, Kepala Bidang Perekonomian Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bapedalitbang Kabupaten Gunung Mas Yeremia Dodi, Kepala Bidang Inprastruktur Beben Martinus, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Radyanson serta pihak terkait lainnya.

Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Lurah Tampang Tumbang Anjir Berjoliadi beserta pejabat dan staf Kelurahan Tampang Tumbang Anjir dan kegiatan berlangsung di Kantor Lurah Tampang Tumbang Anjir.

“Seperti diketahui tujuan dari kunjungan tersebut memantau pihak secara langsung ke lapangan, karena ini suatu kewajiban kami dari Pemerintah Provinsi khususnya KP2S selaku pembina fasilitasi pelaksanaan pencegahan dan penurunan Stunting ini,” kata Tukas Umar.

Tim hari ini dari Bapedalitbang, dari tim Inei, Dinas Kesehatan dan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa.
Tukas Umar mengapresiasi artinya pertama diawali dengan niat untuk melaksanakan penurunan angka Stunting di Kelurahan Tampang Tumbang Anjir walaupun dengan keterbatasan sarana dan prasarana maupun anggaran.

“Menurut Kepala Bidang Sosial Budaya dan Pemerintahan pada Bappedalitbang Provinsi Kalimantan Tengah Tukas Umar bahwa kedepannya dengan niat tekad dan komitmen bersama bahwa nanti untuk penanganan Stunting khususnya di Kelurahan Tampang Tumbang Anjir akan mampu bangkit dan Stunting akan menurun kedepannya tidak lagi Stunting di Kelurahan Tampang Tumbnag Anjir,” terangnya.

Pada kesempatan yang sama Rademan menegaskan, tidak ada Stunting di Kabupaten Gunung Mas jadi bagaimana cara mengatasinya adalah dengan cara komvergensi dilakukan secara bersama-sama bukan hanya dari Dinas Kesehatan saja, tetapi dilakukan secara keroyokan. Paling tidak dua puluh satu (21) indikator layanan komvergensi itu tercapai.

Diungkapkan Rademan seharusnya setiap Kelurahan kemudian Desa itu mempunyai KPM dan KPM ini juga harus jelas tugasnya, dia menyampaikan informasi terkait dengan bayi dan balita yang ada di Kelurahan Desa atau RT, berapa banyak bayinya kemudian bagaimana kondisinya itu disampaikan dan dibahas di Kelurahan.

Lurah Tampang Tumbang Anjir Berjoaldi mengatakan, bahwa data Stunting di Kelurahan Tampang Tumbang Anjir Balita 0-23 bulan 22 orang dan Balita 51 orang yang terkena Stunting.

“Adapun jumlah balita 426 orang, yang mengalami Stunting 51 khusnya di Kelurahan Tampang Tumbang Anjir Kecamatan Kurun Kabupaten Gunung Mas ,” pungkasnya.

Asisten I Pimpin Rapat Pemantauan dan Tindaklanjut Tim KP2S Provinsi Kalimantan Tengah

Asisten I Pimpin Rapat Pemantauan dan Tindaklanjut Tim KP2S Provinsi Kalimantan Tengah

Asisten I Pimpin Rapat Pemantauan dan Tindaklanjut Tim KP2S Provinsi Kalimantan Tengah

Asisten I Lurand Pimpin Rapat kegiatan Pemantauan dan Tindaklanjut Tim KP2S Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) di Kabupaten Gunung Mas Lokus Stunting.

KUALA KURUN gunungmaskab.go.id – Asisten Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Gunung Mas Lurand telah membuka secara resmi kegiatan Pemantauan dan Tindaklanjut Tim KP2S Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) di Kabupaten Gunung Mas Lokus Stunting bertempat di Aula Bappeda Litbang Selasa, (3/11/2020).

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memantau perkembangan pelaksanaan program percepatan pencegahan Stunting dan mengidentifikasi dukungan untuk perbaikan yang perlu dilakukan.

“Asisten Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Gunung Mas Lurand mengatakan, kegiatan Stunting di Kabupaten Gunung Mas sudah mencapai rencana aksi tahap yang keenam, mudah-mudahan rencana aksi yang keenam ini bisa berjalan dengan lancar dan menghasikan data yang akurat,” katanya.

Beliau berharap agar seluruh Perangkat Daerah memastikan program kegiatan yang terkait dengan penanganan Stunting ini terdanai pada tahun 2021, meskipun kita dalam posisi keuangan yang sangat minim karena anggaran banyak yang berkurang,  penanganan Stunting ini merupakan prioritas kita yang tidak putus.

Asiten Pemerintahan dan Kesra Lurand menambahkan, dari kegiatan kita hari ini mungkin lebih banyak sering yang kita laksanakan dari KP2S Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), juga Kabupaten Gunung Mas sangat bersyukur dan berbangga karena Kabupaten Gumas ditunjuk sebagai perwakilan Kalimantan Tengah dalam Workshop yang akan dilaksanakan di Denpasar Bali pada tanggal 11 sampai 15 November 2020 terkait karya Inovasi Stunting.

Selain itu Kabupaten Gunung Mas juga Launching Inovasi Konvergensi Percepatan Penanggulangan Stunting Kabupaten Gunung Mas “Mekar Beranting” melalui karungut berantas Stunting yang dilaksanakan di Aula Lantai I Kantor Bupati Gunung Mas, Senin (19/10/2020), yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Gunung Mas (Sekda Gumas) Yansiterson.

Salah satu cara untuk mensosialisasikan aksi konvergensi kepada lapisan masyarakat yang ada di desa maupun di kota. Untuk penanganan Stunting dan apa dampak dari Stunting ini sehingga kesadaran dari masyarakat kita supaya lebih meningkat dimasa-masa yang akan mendatang agar bisa bersama-sama Pemerintah untuk memberantas Stunting ini.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Sosial Budaya dan Pemerintahan pada Bappedalitbang Provinsi Kalimantan Tengah Tukas Umar, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian Pengembangan Kabupaten Gunung Mas Yantrio Aulia, serta undangan lainnya.

Wakil Bupati Gunung Mas Menghadiri Acara Pencanangan Satgas Desa Tangkal Covid-19

Wakil Bupati Gunung Mas Menghadiri Acara Pencanangan Satgas Desa Tangkal Covid-19

Wakil Bupati Gunung Mas Menghadiri Acara Pencanangan Satgas Desa Tangkal Covid-19

Wakil Bupati Gunung Mas Efrensia L.P Umbing menyampaikan sambutannya pada acara Pencanangan Satgas Desa Tangkal Covid-19 Di Wilayah Kodam XII/Tanjung Pura Guna Mewujudkan Desa Sehat.

KUALA KURUN gunungmaskab.go.id – Wakil Bupati Gunung Mas Efrensia L.P Umbing menghadiri Acara Pencanangan Satgas Desa Tangkal Covid-19 Di Wilayah Kodam XII/Tanjung Pura Guna Mewujudkan Desa Sehat bertempat di Taman Kota Jalan Sangkurun, Senin (2/11/2020).

Adapun hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolres Gunung Mas (Gumas) Theodorus Priyo Santosa, yang mewakili Kejari Kabupaten Gunung Mas, Perwira Penghubung Kodim 1016/PLK Kapten Inf M Ayyub, yang mewakili Pengadilan Negeri Gunung Mas, yang mewakili Pengadilan Negeri Gunung Mas, Kepala BPBD Kabupaten Gunung Mas Campili, Kepala Dinas Kesehatan dr. Maria Efianti, Danramil -06 Dim 1016/Plk Kaula Kurun.

Wakil Bupati Gunung Mas Efrensia L.P Umbing menyerahkan masker kepada peserta apel.

“Pademi Covid-19 merupakan masalah kita bersama yang hingga sampai saat ini masih menjadi “Bencana Nasional Non Alam”. Dalam hal ini Kodam XII/Tpr merupakan kompartemen strategis TNI AD yang sekaligus tergabung sebagai Komando Tugas Gabungan Terpadu mempunyai visi melaksanakan percepatan dalam rangka penanganan Covid-19,” ujar Efrensia L.P Umbing.

Koopsdam XII/Tpr selaku penanggung jawab pelaksanaan Satgas Covid-19 bersama seluruh komponen masyarakat di wilayah Kalteng sudah melaksanakan beberapa langkah-langkah dalam menekan jumlah terkonfirmasi Covid-19 diantaranya dengan melaksanakan sosialisasi protokol kesehatan, melaksanakan gerakan pendisiplinan di tiap-tiap wilayah, melaksanakan Lomba Desa Mandiri Sehat di wilayah Kalteng

Ia menjelaskan Kegiatan Pencanangan Satgas Desa Tangkal Covid-19 dalam rangka penanggulangan penyebaran Covid-19 merupakan bagian dari pelaksanaan Bhakti TNI untuk menangani masalah-masalah sosial dan kemanusiaan, yang dilaksanakan bersifat fisik maupun non fisik. Kegiatan Pencanangan Satgas Desa Tangkal Covid-19 bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, sehingga diharapkan dapat terjadi perubahan status menjadi daerah zona hijau baik di wilayah Kalteng.

“Berkenaan dengan itu, dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 10 November 2020, Kodam XII/Tpr memanfaatkan momentum ini dengan melaksanakan kegiatan Pencanangan Satgas Desa Tangkal,” kata Efrensia L.P Umbing.

Ia menambahkan Covid-19 secara serentak di seluruh wilayah jajaran Kodam XIII/TPR. Melalui kegiatan ini dapat dijadikan stimulus bagi Satgas Covid-19 disetiap desa guna mewujudkan masyarakat produktif dan aman Covid-19.

“Penerapan adaptasi kebiasaan baru di tengah pandemi Covid-19 tetap harus berpedoman pada protokol kesehatan yaitu, memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. Oleh karena itu, saya mengajak kepada kita sekalian untuk hidup lebih sehat dengan secara terus menerus menegakkan disiplin protokol kesehatan,” pungkasnya.

Acara selanjutnya pemberian Masker yang di di bagikan kepada masyarakat di sekitaran Jl Sangkurung Kurun Kab. Gunung Mas Pembagian Masker ini di Bagikan Oleh Babinsa, Babinkantibmas dan Satpol PP Kab. Gunung Mas

Bunda PAUD Kabupaten Gunung Mas Sembangi TK Kristen

Bunda PAUD Kabupaten Gunung Mas Sembangi TK Kristen

Bunda PAUD Kabupaten Gunung Mas Sembangi TK Kristen

FOTO// Bunda PAUD Gunung Mas, Mimie Mariatie Jaya S Monong foto bersama ketua Yayasan Ketua Yayasan Pendidikan Kristen GKE Cabang Kabupaten Gunung Mas Pdt. Rayaniatie ketika mengunjungi TK Kristen Kuala Kurun,  Senin,  26 Oktober 2020.

Kuala Kurun gunungmaskab.hgo.id – Bunda PAUD Kabupaten Gunung Mas, Mimie Mariatie Jaya S Monong mengunjungi taman kanak-kanak atau TK) Kristen di Jalan A. Runting, Kuala Kurun, Senin, 26 Oktober 2020.

Kedatangan bunda PAUD bersama rombongan Pokja bunda PAUD Kalteng ini disambut langsung Ketua Yayasan Pendidikan Kristen GKE Cabang Kabupaten Gunung Mas Pdt. Rayaniatie Djangkan beserta tenaga pendidik TK tersebut.

Mimie Mariatie mengatakan kunjungannya ke TK Kristen Kuala Kurun dimaksud untuk melakukan penilaian sekaligus untuk melihat sarana prasarana pendukung kegiatan belajar mengajar.

“Saya lihat TK ini menarik dan bagus. Kami beri apresiasi untuk TK dibawah binaan Yayasan Pendidikan Kristen GKE Cabang Kabupaten Gunung Mas ini,” katanya kepada awak media.

Ia menilai sarana dan prasarana pada TK tersebut sudah lengkap, sehingga anak didik bisa belajar dengan baik dan bermain dengan gembira.

“Saya berharap sarana dan prasara yang ada sekarang ini, kedepannya dapat ditingkatkan lagi agar anak didik lebih giat mengikuti proses belajar mengajar yang telah diberikan,” harapnya.

Dalam kesempatannya, istri dari Bupati Gunung Mas Jaya S Momong itu menuturkan akan segara mengaktifkan Pokja bunda PAUD. Sehingga PAUD yang ada di daerah ini menjadi lebih baik dan terakomodir dengan PUAD lainnya.

Sementara itu, Pdt. Rayaniatie Djangkan yang juga anggota DPRD Gunung Mas menuturkan Yayasan Pendidikan Kristen tersebut berdiri sejak 30 tahun yang lalu. Dan hingga kini sudah membina tiga TK Kristen serta satu SMP Kristen yang terletak di Tumbang Jutuh.

Dia berharap kepada pemerintah daerah, Bunda PAUD Gunung Mas serta Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng agar dapat mendukung Yayasan Pendidikan Kristen sehingga TK Kristen Kuala Kurun yang dibina pihaknya menjadi lebih baik.

“Saya harap kepada pemerintah daerah dan pihak terkait lainnya agar dapat memberikan dukungannya kepada yayasan kami. Sebab, anak adalah usia emas yang perlu menjadi perhatian serius dari kita sebagai orang tua. Dan mereka ini lah yang nantinya menjadi harapan kita kedepan untuk membangun bangsa dan negara,” tandasnya.