Kelurahan Tumbang Marikoi Kekurangan Tenaga ASN

Kelurahan Tumbang Marikoi Kekurangan Tenaga ASN

Kelurahan Tumbang Marikoi, Kecamatan Damang Batu,Kabupaten Gunung Mas (Gumas) butuh tambahan pegawai,baik PNS (Pegawai Negeri Sipil) maupun PTT (Pegawai Tidak Tetap).

“Kami butuh penambahan PNS dan PTT untuk ditugaskan di Kelurahan Tumbang Marikoi.Yang ada sekarang,PNS nya hanya ada dua dan PTT ada empat,“ ujar Uhing, Lurah Tumbang Marikoi, Kamis(24/1)

“Apalagi Kelurahan Tumbang Marikoi dapat tambahan DAU(dana alokasi umum)Rp 370.138.000.00, kami butuh penambahan(PNS dan PTT)untuk pejabat penatausahaan keuangan,bendahara pembantu dan pembantu pejabat penatausahaan keuangan untuk pelaksanaan kegiatan dari dana itu(DAU tambahan),” tambah Uhing.

Pegawai mereka yang kurang untuk jabatan pejabat penatausahaan keuangan,bendahara pembantu dan pembantu pejabat penatausahaan keuangan,dia akui sudah disampaikannya kepada Plt Camat Damang Batu Yurdanus Nedy dan Kadis Keuangan dan Pengelolaan Aset Gumas Untung.

“Mudah mudahan saja ada PNS dan PTT yang ditugaskan di Kelurahan Marikoi untuk tugas pejabat penatausahaan keuangan,bendahara pembantu dan pembantu pejabat penatausahaan keuangan dalam membantu pelaksanaan kegiatan yang dananya dari DAU tambahan yang merupakan bantuan pemerintah pusat dalam APBN(anggaran pendapatan dan belanja negara)tahun ini,” kata Uhing.

Uhing sebelumnya menjelaskan bahwa DAU tambahan merupakan beleid pemerintah pusat dengan menganggarkan bantuan pendanaan untuk kelurahan dalam APBN(anggaran pendapatan dan belanja negara)2019 sebesar Rp 3 triliun melalui DAU(dana alokasi umum) tambahan untuk 8.212 kelurahan di Indonesia,salah satunya kelurahan Tumbang Marikoi,selain kelurahan lainnya di Gunung Mas yang mendapat.

“Kelurahan penerima bantuan dana kelurahan itu dikategorikan dalam tiga kategori,yakni kategori baik,kategori perlu ditingkatkan dan kategori sangat perlu ditingkatkan.Kita (kelurahan Tumbang Marikoi) masuk kategori yang kedua,perlu ditingkatkan dengan alokasi dana Rp 370.138.000.00,” ucapnya.

Dana itu kata Uhing diarahkan untuk pembangunan sarana dan prasarana di kelurahan serta pemberdayaan masyarakat di kelurahan untuk peningkatan kualitas hidup masyarakat.Dengan dana itu,dia berharap Kelurahan Tumbang Marikoi lebih maju.

“Penggunaaan dana kita pastikan transparan dan melibatkan partisipasi masyarakat dalam perencanaan, pelaksanaan dan pengawasannya,” tegas Uhing.

Ketua Resort GKE Tewah Dukung Pembangunan Pasar

Ketua Resort GKE Tewah Dukung Pembangunan Pasar

 

Gunung Mas – Ketua Resort Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) Tewah, Kecamatan Tewah, Kabupaten Gunung Mas (Gumas), Pdt. Mariyady, M.Th mendukung dan menyambut baik program Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gumas yang tahun ini  membangun pasar di Tewah.

“Program yang sangat baik ya. Kita apresiasi, kita dukung, dan dalam pelaksanaan pembangunannya berjalan lancar hingga selesai,” kata Pdt Mariyady, M.Th Kamis(24/1).

Pdt. Mariyady, M.Th menilai, keberadaan   pasar di Tewah nantinya dapat meningkatkan perekonomian masyarakat  melalui kegiatan jual beli yang dilakukan.

“Perekonomian pedagang  meningkat melalui usaha perdagangan yang dilakukan,”ujarnya.

Warga lokal dimintanya dapat diprioritaskan dalam pemanfaatan blok blok yang ada dipasar untuk usaha dagang yang dilakukan karena warga lokal dinilainya memiliki kemampuan untuk berdagang.

“Warga lokal yang berdagang dipasar itu nantinya taraf perekonomiannya meningkat, menjadi sejahtera. (Warga lokal) tidak boleh  jadi penonton, harus jadi pelaku pembangunan yang baik, tentunya dengan menerapkan ilmu dagang ramah dan ulet,” tutur Pdt. Mariyady, M.Th

Adanya bangunan pasar itu nantinya, kota Tewah diharakan makin berkembang. Pedagang yang berjualan di pasar ataupun pembeli, dimintanya sama sama menjaga kebersihan lingkungan dan ketertiban.

“Area parkir dipasar harus memadai untuk masyarakat, saluran air (drainase) juga harus baik agar tidak banjir saat musim hujan,” ujarnya.

Dengan syarat anonim, salah seorang warga Tewah berharap lokasi pembangunan pasar di Tewah dapat direncanakan dengan baik, jangan sampai karena salah pemilihan lokasi, bangunan pasar jadi sepi  bahkan tidak berfungsi.

“Cari lokasi yang tepat dan strategis yang nantinya bangunan pasar berfungsi, menjadi ramai dengan kegiatan jual beli yang dilakukan,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kadisperindag Gumas, Drs. Yulianus H Umar, menyatakan tahun ini akan dibangun pasar di Kelurahan Tewah Kecamatan Tewah dan Kelurahan Napoi Kecamatan Miri Manasa.

“(Anggaran pembangunan pasar) dari dana DAK (Dana Alokasi Kusus) Untuk Kelurahan Tewah, budget nya kurang lebih Rp 2 Miliar dan Kelurahan Napoi Rp 1,2 Miliar,” kata Drs.Yulianus,Rabu(23/1).

“Pembangunannya melalui tahapan, mulai perencanaan dengan dibuat gambar dan RAB (rincian anggaran biaya), dilanjutkan tahap pelelangan, kemudian pelaksanaan pekerjaan oleh kontraktor pemenang lelang. Kita harap  triwulan dua pekerjaan sudah dimulai,” ujarnya.