Rombongan peserta Borneo Equator Expedition (BEE) 2019 tiba di kota Kuala Kurun, disambut hangat oleh Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Gumas) dalam hal ini Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Gumas yang juga sekaligus melepas rombongan BEE 2019 untuk kembali melanjutkan rutenya, bertempat di Halaman Kantor Bupati Gumas Kuala Kurun, Jumat (6/12/2019).

Keterangan Foto : Rombongan Kendaraan BEE 2019 berbaris Parkir di Halaman Kantor Bupati Gumas, Jumat (6/19/2019)

Bupati Gumas Jaya S. Monong, SE, M.Si yang di dampingi oleh Unsur FKPD bersama Sekda Gumas Drs. Yan Siterson, M.Si dan beberapa OPD memberikan apresiasi dan merasa bangga atas kedatangan rombongan BEE 2019 yang rutenya melintasi kota Kuala Kurun.

Keterangan Foto : Pimpina Rombongan BEE 2019 Syamsir Alam yang tiba disambut Bupati Gumas Jaya S. Monong di Halaman Kantor Bupati Gumas, Jumat (6/19/2019)

Hal itu di ungkapkan dalam sambutannya yang mengatakan “kami merasa bangga atas kehadiran offroader BEE 2019 yang berkenan kunjungannya ke kabupaten Gumas ini, dikarenakan kegiatan seperti ini sangat jarang sekali dilaksanakan semenjak tahun 2009 yang lalu”, ucap Bupati Gumas.

Keterangan Foto : Bupati Gumas memberikan sambutan atas kedatangan Rombongan BEE 2019 yang tiba di Halaman Kantor Bupati Gumas, Jumat (6/19/2019)

Rombongan BEE 2019 di pimpin oleh Syamsir Alam bukan hanya sekedar ekspedisi saja melainkan ada kegiatan bansos (bantuan sosial) juga didalamnya.

Rombongan kendaraan yang dibawa ada 23 unit yang juga melibatkan partisipasi negara luar seperti Amerika, Australia dan Malaysia yang rutenya melintasi 3 (tiga) provinsi di pulau Kalimantan (Kaltim, Kalteng, Kalbar).

Keterangan Foto : Pimpinan Rombongan BEE 2019 Syamsir Alam saat memberikan sambutannya di Halaman Kantor Bupati Gumas, Jumat (6/19/2019)

Dalam sambutannya “Kota Kuala Kurun adalah merupakan kota terakhir dari kabupaten/kota yang akan kami singgahi”, ungkap Syamsir.

Selain itu, sebelum Rombongan BEE 2019 dilepas oleh Bupati Gumas, mereka (anggota BEE 2019) harus menjalani ritual adat dayak Kalteng yaitu “ritual tampung tawar” yang isinya merupakan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar mereka slamat sampai di tujuan.

Bupati Gumas Jaya S. Monong mengharapkan “melalui kegiatan seperti ini bukan saja untuk mempererat hubungan antar sesama kita, dan juga menjalin kerjasama dengan negara luar yang ikut serta dalam kegiatan ini, sekaligus ajang mempromosikan potensi wisata yang ada di Kabupaten Gumas kepada Negara luar, pungkasnya.

Turut Hadir Anggota organisasi otomotif Gumas dari G-TRAC Gumas dan VES Comunity Gumas.